Skip to content

HIDUP KARENA PERCAYA BUKAN KARENA MELIHAT

Apostle DR. Daniel Henubau

(Ringkasan Khotbah 3 November 2019)

2 Korintus 5:7 Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat

Allah Bapa mempunyai rencana untuk setiap pribadi, keluarga dan gereja-Nya di bumi ini. Bahkan sebelum kita dilahirkan, Allah sudah mempunyai rencana untuk hidup kita (baca Mazmur 139:16)

Ada berbagai tantangan yang dapat menghalangi kita untuk bisa bergerak maju ke tempat yang Tuhan telah tetapkan. Tantangan yang kita hadapi tersebut adalah cara Tuhan mendidik kita untuk terus bertumbuh di dalam Tuhan. Namun di sisi lain tantangan yang kita hadapi karena memang seluruh dunia ini sudah berada di bawah kuasa si jahat/iblis. Tetapi kita yang berasal dari Allah, sanggup mengalahkan yang si jahat/iblis karena kuasa Allah ada di dlam hidup kita. (baca 1 Yohanes 5:19)

Tuhan Yesus tidak ingin kita berjalan di tempat, tetapi terus bergerak maju. Tuhan Yesus ingin membawa kita untuk terus mengalami pengalaman-pengalaman dimana kita berjalan berdasarkan percaya bukan melihat, kita bertumbuh dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang semakin besar (baca 2 Korintus 3:18).

Kehidupan umat Tuhan (bangsa Israel) menggambarkan kehidupan kita, sebagai contoh bagi kita belajar bagaimana hidup berjalan bersama dengan Tuhan.

Bilangan 13:1-3 & Ulangan 1:20-22 (baca) Jika kita melihat kedua bagian ayat ini sepertinya ada yang bertentangan. Mengapa bertentangan? Tuhan sendiri yang mengijinkan apa yang menjadi permintaan bangsa Israel karena itu menjadi resiko yang harus mereka tanggung. Padahal Musa sudah tegaskan dan katakan bahwa semua sudah diserahkan Tuhan yaitu negeri Kanaan, jadi untuk apa lagi dilihat-lihat. Musa ingin merebut negeri Kanaan dengan iman berdasarkan firman Tuhan, sementara bangsa Israel berkata mari kita lihat-lihat dulu.

Tuhan ingin bangsa Israel berjalan dengan iman berdasarkan apa yang telah Tuhan katakan, tetapi bangsa Israel berjalan dengan melihat berdasarkan apa yang dilihatnya. Jika Tuhan berfirman kepada kita, maka kita harus terima firman tersebut dengan iman, dan jangan kompromi dengan keadaan yang ada di sekitar kita yang bisa membuat iman kita menjadi goyah.

Kita harus berjalan dengan percaya bukan dengan melihat. Percaya kepada firman Tuhan dan janji Tuhan (baca 2 Korintus 1:20-23). Kita harus percaya bahwa Kristus adalah ya bagi semua janji Allah. Kita diurapi Roh Kudus supaya firman Tuhan menjadi rhema bagi hidup kita. Dengan adanya Roh Kudus di dalam hidup kita, itu menandakan bahwa janji Allah ya dan amin.

Bangsa Israel sudah ada di perbatasan untuk masuk ke negeri Kanaan. Musa pun menyuruh mereka untuk maju dan merebutnya, tetapi mereka ragu dan takut. Kemudian disepakati mengirim pengintai untuk melihat-lihat dulu keadaan negeri Kanaan.

Dalam perjalanan hidupnya ketika dipimpin oleh Musa, bangsa Israel sudah mengalami berbagai mujizat demi mujizat supranatural, terobosan demi terobosan (contoh: laut terbelah pada waktu mereka keluar dari Mesir), tetapi mereka masih ingin melihat lagi buktinya baru mereka percaya.

Akhirnya disepakati dan dipilih dua belas orang untuk pergi mengintai negeri Kanaan. Para pengintai tersebut pergi selama empat puluh hari untuk mengamat-amati negeri yang akan mereka masuki. Mereka melihat di hutannya saja penuh dengan buah Anggur dan Delima, serta mendapati negeri itu penuh susu dan madu (baca Bilangan 13:23-27). Kemudian sepuluh dari dua belas pengintai menyampaikan sebuah kabar yang membuat bangsa Israel menjadi takut, dimana mereka menceritakan bahwa di negeri itu penduduknya sangat kuat dan jumlahnya sangat banyak (baca Bilangan 13:28-29). Sementara dua pengintai lainnya yaitu Kaleb dan Yosua mententramkan bangsa Israel dan menyerukan kepada mereka untuk tetap maju dan memasuki bangsa Kanaan serta meyakinkan bangsa Israel bahwa mereka bisa mengalahkan bangsa Kanaan (baca Bilangan 13:30). Tetapi sepuluh pengintai tetap bersikukuh bahwa mereka tidak akan bisa mengalahkan bangsa Kanaan karena menganggap bangsa Kanaan lebih kuat dari mereka. Mereka (para pengintai) hanya diminta untuk meninjau, dan membuat laporan, bukan membuat kesimpulan. Karena yang membuat kesimpulan adalah pemimpin, dan saat itu adalah Musa (baca Bilangan 13:31-33)

Berita negatif seringkali mendapat tempat lebih kuat daripada berita positif. Pemberitaan firman Tuhan dan pelayanan adalah sebuah peperangan rohani, karena menjelaskan hal rohani/sebuah kebenaran dari Tuhan seringkali susah untuk di tangkap, tetapi kalau hoax/berita palsu cepat ditangkap dan disebarkan. Kita jangan suka bergosip/menyebarkan yang negatif, tetapi sebarkanlah yang positif ( baca Filipi 4:8)

Dua orang pengintai yaitu Yosua dan Kaleb melawan sepuluh pengintai lainnya, dan bangsa Isael lebih mendengar yang mayoritas. Dampaknya adalah segenap umat Irsrael menangis karena putus asa, dan kecewa (baca Bilangan 14:1). Dalam kehidupan ini, firman Tuhan dan suara dunia ini selalu berperang. Kita harus lebih mendengar suara Tuhan. Oleh sebab itu, maka kita harus mengisi hati dan hidup kita dengan firman Tuhan.

Bilangan 14:2-3 (baca) Sekali Tuhan membawa kita keluar dari hidup yang lama, maka Tuhan tidak ingin kita kembali ke hidup yang lama. Sekali Tuhan melepaskan kita dari hidup dalam dosa untuk hidup berkemenangan. Karena itu, jangan sekali-kali berpikir untuk kembali ke hidup yang lama.

Bilangan 14:4 (baca) Kemudian mulai terjadi pemberontakan umat Isarel terhadap pemimpinnya. Orang yang putus asa, kecewa, sakit hati, sedikit saja ada masalah langsung meninggalkan Tuhan.

Umat Isarel ingin kembali lagi ke Mesir, padahal mereka tinggal satu langkah lagi masuk ke tanah perjanjian. Hal ini menunjukkan saat kita menghadapi pergumulan yang berat, bisa saja saat itu kita tinggal selangkah lagi menggenapi jani Tuhan, dan saat itu adakalanya kita ingin lari dari Tuhan. Kita jangan mengijinkan kekecewaan dan ketersinggungan tinggal dan terjadi dalam hidup kita. Kita harus tetap setia kepada Tuhan sampai akhir hidup kita.

Berjalan dengan percaya bukan berarti jalannya aman, ada tantangan tetapi Tuhan menyediakan hidangan di depan para musuh, kebajikan dan kasih karunia-Nya selalu menyertai kita sepanjang hidup kita (Mazmur 23:5-6)

Tuhan ingin mendapatkan yang berkualitas. Menjelang kedatangan-Nya yang kedua kalinya, Tuhan tidak sekedar menginkan jumlah orang Kristen yang banyak, tetapi murid Tuhan.

Bilangan 14:5-9 (baca) Yosua dan Kaleb meyakinkan Musa dan bangsa Israel bahwa mereka pasti bisa masuk dan merebut negeri Kanaan.

Apa yang membuat Yosua dan Kaleb begitu yakin bisa masuk dan merebut negeri Kanaan? Bilangan 14:24 Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa (Roh) yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.

Yosua 14:7-8 Aku berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa, hamba TUHAN itu, dari Kadesh-Barnea untuk mengintai negeri ini; dan aku pulang membawa kabar kepadanya yang sejujur-jujurnya. Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.

Pada waktu hari pengangkatan, Tuhan Yesus mencari orang-orang yang segenap hati mencari Dia, bukan banyaknya orang yang berteriak-teriak kepada Tuhan tetapi tidak hidup sungguh-sungguh di dalam Tuhan.

Tuhan mencari orang Kristen yang bekualitas/ bermutu karena kita berhadapan dengan zaman yang sudah rusak dan tidak bermoral. Lukas 17:29 menubuatkan bahwa di akhir zaman akan sama seperti pada zaman Sodom dan Gomora. Oleh sebab itu, kita harus serius dengan Tuhan.

Yosua dan Kaleb percaya kepada Tuhan dan setia kepada apa yang Tuhan percayakan. Seorang pemimpin bukanlah pemimpin jika tidak punya generasi berikutnya yang akan melanjutkan kepemimpinannya dan harus double porsi (Contoh: Musa dan Yosua, Elia dan Elisa, Tuhan Yesus dan murid-murid).

Kaleb dan Yosua adalah orang-orang yang setia. Kesetiaan dan kerendahan hati yang dimiliki oleh Yosua pada akhirnya memampukan dia untuk memimpin bangsa Israel masuk dan menduduki negeri Kanaan.

Ibrani 10:35-39 (baca) Kita jangan melepaskan level/tingkat dimana Tuhan telah membawa kita sampai saat ini. Sekalipun ada tantangan, pergumulan, kesulitan yang kita alami, kita harus berani menghadapinya. Kita harus mengandalkan Tuhan dalam apapun yang kita alami dan terjadi dalam hidup kita. Kita jangan mengundurkan diri dari Tuhan dan persekutuan dengan orang percaya lainnya. Kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri, tetapi orang-orang yang percaya dan beroleh hidup.

Roh Kudus harus terus memenuhi hidup kita agar kita bisa menghadapai berbagai tantangan dan masalah yang terjadi di dlam hidup kita.

Daniel 6:4 Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.

Kejadian 41:38 Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: “Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?

Jangan ijinkan kita dipengaruhi oleh suara-suara negatif, pandanglah kepada Tuhan Yesus dan selalu mengandalkan Tuhan dalam apapun yang terjadi dalam hidup kita. Kita harus menjadikan Tuhan Yesus menjadi satu-satunya sumber pengharapan dan pertolongan bagi kita, jangan ada yang lainnya.

Wahyu 3:7-8 (baca) Kekuasaan sepenuhnya ada di tangan Tuhan Yesus. Kita harus menuruti firman Tuhan dan jangan menyangkal Tuhan, itulah kualitas rohani yang dicari Tuhan dari hidup kita. Firman Tuhan memberi jaminan dan perlindungan untuk hidup kita.

Yohanes 20:29 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.

Iman berdiri sendiri tidak ada gunanya. Iman hanya punya kuasa kepada siapa kita beriman. Kita tidak ada apa-apanya, yang menentukan kita adalah siapa yang memiliki kita. Kepada siapa kita beriman dan siapa yang yang memiliki kita, itulah yang sangat menentukan hidup kita. Kita adalah milik Tuhan Yesus. Kita adalah anak-anak Bapa di surga. Oleh sebab itu kita harus mengasihi Tuhan karena Tuhan lebih dahulu mengasihi kita. Marilah kita tajamkan kerohanian kita naik ke level yang lebih tinggi karena Tuhan ingin membawa kita berjalan berdasarkan percaya bukan melihat.

No results found...