Skip to content

TUHAN MEMBUAT SEGALA SESUATU BARU

Ps. Jesaya Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu 12 Juli 2020

Yesaya 43 : 18 – 19 

Saat ini kita sedang memasuki masa-masa yang disebut sebagai “new normal “, normal yang baru. Artinya segala sesuatu dikerjakan dengan cara dan kebiasaan yang baru. Lebih dari pada itu Tuhan pun telah menyiapkan berkat yang baru, terobosan yang baru, mujizat yang baru dalam hidup kita, karena sejak semula Tuhan sudah merencanakan segala sesuatu dalam hidup kita.

Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan bagi kita, tetapi  damai sejahtera dan  hari depan yang penuh harapan, karena Dia adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Tuhan tahu hidup kita sejak semula sampai pada akhirnya, Itu sebabnya Tuhan menghendaki agar kita hidup sesuai dengan rencana-Nya.

Ayat 18 – 19 Firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.

Kalau mungkin saat ini kita sedang mengalami  atau melewati keadaan “padang gurun” maka sesuai  firman Tuhan ini; Kita harus melihat bahwa Tuhan sekarang sedang membuat sesuatu yang baru! Itu sebabnya, jangan lagi perhatikan hal-hal yang lama (dahulu)

Wahyu 21 : 5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” 

Pada waktu manusia jatuh ke dalam dosa dan hidup dalam rupa-rupa kejahatan, Tuhan membuat kembali segala sesuatu baru dengan membangkitkan generasi yang baru dalam diri Nuh dan anak-anaknya, setelah Tuhan mendatangkan air bah untuk menyapu bersih segala sesuatu,. Kemudian ketika manusia kembali kehilangan hubungan (covenant) dengan Tuhan, maka Tuhan membangkitkan lagi satu generasi yang baru di dalam diri Abraham yang kemudian akan mempunyai hubungan/ covenant yang kekal bersama Tuhan.

Itulah sebabnya di setiap musim dan waktu, Tuhan akan selalu membuat dan memulai segala sesuatu baru, sehingga kita tidak lagi melihat dan mengingat hal-hal yang lama. Jangan lagi lihat ke belakang, tetapi kita harus mengarahkan pandangan kita ke depan, karena Tuhan sedang membuat segala sesuatu baru. Itu sebabnya, cara kita hidup dan bekerja harus dilakukan dengan cara yang baru, yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan, karena keadaan tidak akan sama seperti dulu lagi. Yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru telah datang!

Kenyataanya banyak orang masih berada dalam keadaan yang lama, dengan cara berpikir yang lama, sekalipun mereka sedang memasuki musim yang baru. Tuhan sudah menjadikan segala sesuatu baru, dalam hidup, keluarga, bisnis/ usaha, pekerjaan, bahkan masa depan kita sekalipun, karena kita adalah ciptaan yang baru. Roh Kuduslah yang mengajarkan dan menuntun kita kepada hal-hal yang baru, yang Tuhan sudah dan sedang kerjakan!

Jika kita ingin masuk ke dalam musim yang baru, maka kita harus memilki :

1. Hati yang baru,  Yehezkiel 36 : 26 – 27

Untuk memasuki musim yang baru, kita membutuhkan hati yang baru. karena hati yang baru memilki kapasitas yang besar, yang sanggup menampung semua berkat yang Tuhan siapkan. Tidak ada seorangpun yang  bisa mengubahkan hati, selain dari pada Roh Kudus dan  firman Tuhan, yang sanggup mengubahkan dan memperbaharui hati seseorang.  Hati (roh manusia) harus dibaharui dan diganti dengan hati yang baru, supaya kita menerima Roh Kudus yang menerangi, memimpin dan menuntun kita ke jalan yang kita tempuh di musim-musim yang baru.

2. Hati yang kuat Amsal 24 : 10

jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Selain hati yang baru, yang kita butuhkan adalah hati yang kuat. Lawan dari hati yang kuat adalah hati yang lemah. Mengapa hati kita lemah? karena kita tawar hati. Rasul Paulus juga pernah  tawar hati dan putus asa, namun karena Tuhan menjadikannya baru kembali, menyegarkan jiwanya dan memperbaharui kekuatannya maka rasul Paulus bangkit kembali dari keadaannya dan berkemenangan. Hati yang baru adalah hati yang KUAT!

Selama pandemi ini, ada satu hal yang tanpa disadari semua orang alami, adalah dikuasai oleh roh ketakutan/ intimidasi. Roh Ketakutan akan membuat orang tawar hati, karena pada waktu mereka melihat kenyataan yang mereka alami, mereka merasa lemah dan tawar hati. Roh ketakutan bukan berasal dari Tuhan, itu sebabnya jika kita diliputi ketakutan maka kita harus bertobat dan dibaharui kembali, karena kita sedang dikuasai oleh roh itu. 

Kita tidak bisa berjalan dengan ketakutan di musim yang baru ini, beribadah dan melayani dengan tawar hati dan pedih hati. Kita harus benar-benar dimerdekakan. 1 Samuel 30 : 6 Ketika segenap bangaa Israel menangis dan pedih hati atas apa yang menimpa mereka, tetapi Daud menguatkan kepercayaannya (Iman) kepada Tuhan.

Kita harus menguatkan kepercayaan kita kepada Tuhan, karena Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencana-Nya yang gagal. Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu! Bangkitkan kepercayaan kita kepada dan perbaharui kekuatan kita. Daud bangkit dari keadaanya dan membawa baju Efod, karena Daud mau berdoa, masuk ke dalam hadirat Tuhan, dan mau melihat apa yang Tuhan akan kerjakan baginya di hari depan.  Habakuk 2 : 1 Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku.

Jika kita tawar hati, maka sekarang waktunya untuk bangkit dari keadaan kita dan menguatkan kepercayaan kita kepada Tuhan! kekuatiran dunia ini akan membuat firman Tuhan yang kita terima tidak bisa bertumbuh dan hilang dalam hidup kita Matus 13 : 22.

Hakim-hakim 7 : 3 Tuhan menyuruhGideon untuk menyerukan kepada bangsa Israel yang ingin maju bersama-sama dengan dia; siapa yang takut dan gentar, biarlah dia pulang dan enyahlah dari pegunungan Gilead. Kita tidak bisa menghadapi hari esok dengan ketakutan, karena masih panjang perjalanan dan perjuangan kita, oleh sebab itu lepaskan diri kita dari roh ketakutan, terimalah Roh yang membangkitkan kekuatan kasih dan ketertiban. Roh yang baru, hati yang baru tidak akan pernah lemah dalam kesesakan!

3. Hati yang lemah lembut, dan bukan hati yang keras

Lemah lembut adalah buah dari Roh Kudus, dan juga adalah karakter dari Tuhan Yesus Matius 11 : 28 – 29 itu sebabnya Tuhan Yesus menghendaki agar kita datang kepada-Nya dan belajar, karena Tuhan Yesus lemah lembut. Hati yang lemah lembut adalah hati yang taat! Banyak orang hatinya keras digambarkan seperti batu, yang membuat dia tidak taat kepada firman Tuhan.  Jangan lagi ingat hal-hal yang dahulu, atau pengalaman masa lalu, lupakanlah semua itu! Karena jika kita hanya ingat hal-hal yang dahulu, maka hati kita akan keras dan tidak bisa diubahkan, dan tidak bisa bergerak maju.

Milikilah hati yang lemah lembut. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari, karena besok masih ada lagi kesusahan sendiri. Jangan lagi hidup berpegang kepada kesusahan di waktu yang lampau, kita harus lepaskan hal itu dari hati kita, supaya kita menerima berkat yang baru dari Tuhan!

4. Hati yang taat

Yohanes 14 : 23 – 24 (baca) Jikalau kita mengasihi Tuhan, maka kita akan taat dan menuruti firman Tuhan, sehingga Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus akan datang bersekutu dan tinggal bersama dengan kita.

Semua kegagalan dalam hidup kita karena ketidaktaatan kita! Jika kita taat maka kita akan diberkati, jika kita tidak taat, kita tidak akan diberkati. Kita hanya bisa mengalami semua yang Tuhan sudah rancangkan dan lakukan dalam hidup kita, jikalau kita baik-baik mendengar suara Tuhan Allah, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya, maka Tuhan akan mengangkat kita bahkan segala berkat akan datang (mengejar) kita dan menjadi bagian dalam hidp kita  Ulangan 28 : 1 – 2.

5. Rendah hati

Pada waktu kita diberikan hati yang baru, kita juga diberikan kerendahan hati.  Kesombongan adalah hal yang pertama yang akan merusak dan menghancurkan segala sesuatu yang Tuhan kerjakan  dalam hidup kita. Tinggi hati mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan Amsal 16 : 18.

Tuhan ingin agar kita belajar daripada-Nya, karena Tuhan Yesus rendah hati. Teladan dari Tuhan Yesus adalah tidak menggunakan kekuatan-Nya sendiri. Itulah sebabnya jika kita rendah hati, maka hal itu berarti kita tidak bersandar kepada pengertian (pengalaman) kita sendiri.

Yesaya 11 : 3 Selama pelayanan di bumi ini, Tuhan Yesus bergantung sepenuhnya kepada Roh Kudus, itu sebabnya kesenangan-Nya ialah takut (taat) akan Tuhan, Ia  tidak menghakimi  dengan sekilas pandang ataupun kata orang. Jika kita ingin mengalami hal-hal yang supranatural, maka kita harus dengar dan taat kepada Tuhan, bukan kepada suara yang lain.

Petrus berjalan di atas air ketika dia mendengar Tuhan berfirman kepadanya, namun kemudian Petrus pun tenggelam setelah Petrus teralihkan dengan apa yang dia dengar, rasakan, dan lihat tentang keadaan di sekitarnya. Apa yang kita lihat dan kita dengar menipu kita, karena semua hal ini hanya sementara dan tidak kekal

Firman Tuhan kekal, dan tidak akan berubah selama-lamanya! Kita tidak mengalami mujizat Tuhan karena kita teralihkan dari suara-suara yang lain, dan tidak taat kepada firman-Nya.  Iblis akan bekerja ketika kita lemah dan teralihkan. Nature kita adalah tinggi hati

Ulangan 8 : 17 – 18 (baca) Jika Tuhan akan membawa kita masuk ke dalam musim yang baru, maka janganlah katakan dalam hati kita bahwa keperkasaanku, kekuasaanku, kemampuanku, hikmatku, pengalamanku, pendidikanku, hartaku, yang membuat kita memperoleh semua kelimpahan dan kekayaan, tetapi  kita harus ingat bahwa Tuhanlah yang membuat kita bisa berhasil, maju, dan diberkati.

Tuhan Yesus tidak pernah dan tidak sekalipun mengandalkan kekuatan-Nya sendiri. Dia selalu hidup dipimpin oleh Roh Kudus, itu sebabnya  Tuhan Yesus bisa merasakan kuasa mengalir keluar dari dalam diri-Nya (Roh-Nya), bahkan Dia bisa merasakan pergumulan setiap orang .

Jangan mengandalkan pikrian dan kekuatan kita sendiri. Jika kita mengandalkan Tuhan maka kita bisa mengetahui apa yang tidak diketahui orang lain dengan mata jasmani, mendengar apa yang tidak bisa didengar orang dengan telinga jasmani, dan merasakan apa yang tidak diraskan oang lain, karena indra roh kita terbuka. Jika kita hanya melihat mendengar dan merasakan di musim yang baru ini secara jasmani saja maka kita akan tersesat. Milkilah kerendahan hati, maka kita akan melihat hal-hal yang besar Tuhan akan nyatakan di musim yang baru ini. Amin

No results found...