Ps. Debora Henubau Ringkasan Khotbah Minggu, 27 November 2022 Pembacaan Alkitab: Amsal 23:17-18 Tidak peduli…
KEBENARAN YANG MEMERDEKAKAN
Ps. Jesaya Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu, 7 November 2021
Pembacaan Alkitab : Yohanes 8 : 30 – 36
Tuhan ingin membawa kita masuk kepada kemenangan yang luar biasa, namun ada banyak kisah di alkitab mulai dari bangsa Israel, hamba-hamba Tuhan, orang-orang percaya mengalami kekalahan justru ketika mereka sedang mengalami kemenangan, karena mereka tidak mengenal kebenaran.
Tuhan menghendaki agar semua orang percaya, tetap di dalam firman-Nya, menjadi murid, dan mengenal kebenaran, supaya kebenaran itu memerdekakan, karena kenyataannya banyak orang percaya hidupnya masih dibelenggu/ terbelenggu.
Mengapa manusia (orang percaya) harus mengalami kemerdekaan?
1.Karena Tipu Muslihat iblis
Iblis menipu manusia sejak semula, sehingga manusia jatuh ke dalam dosa. Tidak satupun dari kehidupan manusiayang tidak mengalami tipuan iblis, Yohanes 8 : 44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, maka iblis mencuri segala sesuatu yang Tuhan berikan kepada manusia. Sehingga seluruh dunia telah dikuasai oleh kerajaan kegelapan, dan akan berakhir penyesatan itu pada waktu penghakiman terakhir.
Iblis adalah bapa segala pendusta, itu sebabnya jika kita mendengar kabar bohong, penyesatan, fitnah, hoax maka itu adalah pekerjaan iblis, dan hal itu akan terus terjadi karena dunia dan segala isinya telah diperdaya dan dikuasainya.
Bagaimana iblis mengusai dunia? Bisnis, Pendidikan, Seni & Budaya, Media & Teknologi, Pemerintahan, keluarga, Agama.
Iblis menyesatkan manusia dengan dusta, tipu muslihat, dan ketidakbenaran, dia berhasil mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia, sehingga manusia tidak lagi dapat mengenal kebenaran yang sejati, akibatnya semua hal “umum†dan “kelihatan baik “ yang dilakukan manusia, dilakukannya diluar dari kebenaran.
Seluruh dunia telah masuk ke dalam system iblis dan kerajaannya Lukas 4 : 5 – 7 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.” Bandingkan 1 Yohanes 5 : 19
Itu sebabnya, jangan heran ada banyak orang bisa berhasil, sukses, terkenal, kaya, pencapaian tertinggi, dan punya segalanya di luar Tuhan, karena iblis memang memiliki kuasa untuk memberikannya kepada mereka, yang tunduk kepadanya, tujuannya agar manusia diperbudak/ dibelenggu dengan rupa-rupa keinginannya yang menyesatkan, yang pada akhirnya mengalami kebinasaan.
Tuhan ingin kita mengalami kemerdekaan, kelepasan, dan kemenangan, Dia ingin kita alami sukacita penuh dan damai sejahtera, dan semua itu hanya kita peroleh jika kita berjalan dalam KEBENARAN (Tuhan Yesus, firman-Nya dan Roh Kudus)! Di luar kebenaran tidak ada damai sejahtera, tidak ada sukacita, kita akan kehilangan kemuliaan Allah, dan hidup kekal. Di luar dari kebenaran kita tidak punya tujuan hidup, tidak alami kebahagiaan yang sejati, selalu alami kekosongan dalam diri kita.
2. Pencobaan dari Kedagingan Sendiri
Jika kita tdak mengenal kebnaran, maka kita akan mudah disesatkan
Yakobus 1 : 13 – 16 Pencobaan tidak datang dari Allah, karena Allah tidak dapat dicobai, dan Allah sendiri tidak mencobai siapapun. Itu sebabnya jangan katakan bahwa penyakit, kerugian, kekurangan, dsb, datang (pencobaan) dari Tuhan, karena semua hal itu bukanlah kehendak Allah, dan bukan kebenaran!.
Karena Manusia DICOBAI (alami sakit penyakit, kerugian, kekurangan, dsb) OLEH KARENA KEINGINANNYA SENDIRI, diseret dan dipikat olehnya. Jika keinginan itu dibuahi maka melahirkan dosa yang akibatnya adalah dosa. JANGAN SESAT, keinginan kita bisa membuat kita tersesat!
Pikiran, perasaan (fealing), kata hati, maupun pengalaman bukanlah ukuran kita tahu kehendak Tuhan, tetapi melalui firman yang adalah kebenaran. Jangan diperdaya oleh keinginan daging yang membuat kita jatuh ke dalam dosa 1 Yohanes 2 : 16.
3. Waktu dan Musim
Matius 24 : 1 – 4 (baca)Kita sedang berada di masa dan waktu, dimana segala sesuatuberusaha menyesatkan kita. Jika kita tidak mengenal kebenaran, maka logika kitapun akan menyesatkan, karena logika/ pikrian manusia telah dikuasai oleh dosa, ketika manusia sejak semula (Adam) jatuh ke dalam dosa. Itu sebabnya sadar atau tidak seringkali kita disesatkan oleh pikiran kita sendiri, bahkan menyesatkan orang lain, dan alkitab katakan itulah tanda-tanda akhir zaman.
Bagaimana kita dapat mengenal kebenaran?
Yohanes 8 : 30 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.\
- Kita harus mendengar firman Tuhan. Ketika orang banyak mendengar perkataan Tuhan Yesus, barulah pikrian mereka terbuka, dan mereka menjadi percaya kepada-Nya. Iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus.
- Kita harus percaya kepada Tuhan Yesus (Pribadi-Nya) bukan kepada agama, institusi, lembaga, dsb.
- Kita harus menjadi murid Tuhan. Jika kita ingin mengalami kebenaran, maka kita harus dimuridkan supaya kita dimerdekakan.
- Kita harus dipenuhi Roh Kudus. Jika kita mengalami Roh Kudus maka kita akan tinggal dalam kebenaran, karena Roh Kudus akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran!
Dalam Hakim-hakim 6: 11 – 14 Gideon pernah disesatkan dengan pikiran (logika/ pertimbangan) dan jalan hidupnya sendiri, ketika dia putus asa, dan bertanya-tanya melihat keadaan bangsanya. Namun ketika Tuhan datang dan berfirman kepadanya, maka Gideon pun mengalami kemerdekaan. Tuhan berfirman dan menyampaikan; Apa tujuan hidup Gideon, untuk apa dia ada di keluarga, bangsa, dan masa itu.
Firman Tuhan memerdekakan! Gideon yang dulu disesatkan dengan pikriannya sendiri semakin mengerti kebenaran, dia tidak lagi melihat masalah yang dihadapainya besar, karena Gideon menyadari Tuhan jauh lebih besar. Dia melihat Tuhan berserta dengannya, dan tidak lagi meihat situasi menekan hidupnya. Karena Tuhan menghendaki agar Gideon bangkit dan menjadi pemimpin bagi bangsanya.
Jika kita tidak mendengar firman, maka kita akan bersembunyi dalam situasi dan keadaan kita. Pada waktu kita berjalan dengan Tuhan, kita harus mempersembahkan seluruh hidup kita Roma 12 : 1, sama seperti Gideon sehingga Roh Tuhan turun ke atasnya, dan Gideon mengenal Tuhan dengan benar Hakim-hakim 6 : 24.
Kemudian Gideon mulai membersihkan segala sesuatu (berhala) dari hidupnya yang lama, bahkan membersihkan semua berhala dari Israel, baru kemudian Tuhan menyatakan kemenangan yang besar melalui Gideon. Tuhan ingin setiap kita mengalami kemerdekaan yang sejati, oleh sebab itu hiduplah di dalam kebenaran! Amin!
