Ps. Jesaya Henubau Ringkasan Khotbah Minggu, 11 Desember 2022 1.Waktu Tuhan Lukas 2:1-7 Waktu Tuhan…
TERSANDUNG
Ps. Jesaya Henubau
Ringkasan Khotbah 10 Juli 2022
Pembacaan Alkitab : Matius 18 : 6-9
Semua orang pernah mengalami tersandung baik secara fisik maupun rohani.
Ayat 7 Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
Kata “penyesatan†dalam bahasa Inggris (NKJV) adalah “offense†yang memiliki arti tersinggung karena mendengar. Sedangkan dalam bahasa Yunani adalah “skandalon†(ÃÆ’κανδαλον) yang memiliki arti “jebakan, batu sandunganâ€Â. Dari terjemahan dua bahasa tersebut menjelaskan bahwa seseorang dapat tersandung oleh karena ada sesuatu yang menyandung.
1. Apa yang menyebabkan seseorang tersandung:
a. Kata-kata orang lain
Kata-kata orang lain dapat membuat seseorang tersandung. Semakin dekat hubungan seseorang, maka dapat membuat lebih dalam untuk tersandung.
b. Perbuatan orang lain
Sikap dan perbuatan yang ditunjukkan antara anak dengan orang tua, kakak dengan adiknya, pimpinan dan karyawan, pengajar dan murid, dapat membuat tersandung satu dengan yang lainnya.
c. Kemajuan atau kesulitan
Orang yang sudah sungguh-sungguh dalam Tuhan, berdoa setiap waktu, bisa saja mengalami suatu keberhasilan yang tertunda. Jika orang tersebut tidak memandang semua tantangan dan kesulitan yang terjadi dalam hidupnya dari sudut pandang Tuhan, maka ia akan tersandung yang bisa menyebabkan kecewa, menyalahkan Tuhan dan bahkan meninggalkan Tuhan.
Keberhasilan/kemajuan dari orang lain dapat membuat kita tersandung. Hal ini terjadi jika kita melihat orang lain yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi “kelihatannya†hidupnya lebih berhasil dari kita.
Seseorang bisa tersandung jika merasa sudah maju, berhasil, hebat dan pada akhirnya berpikir bahwa dia tidak membutuhkan pertolongan Tuhan lagi.
Kita harus menyadari bahwa semua kemajuan dan keberhasilan yang terjadi di dalam hidup kita karena kita senantiasa mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya (baca Matius 6:33), bukan karena kehebatan dan kekuatan kita.
Seseorang bisa tersandung pada waktu sudah diberkati dan mengalami kelimpahan dalam hidupnya. Saat berkat dan kelimpahan datang, ia mulai melupakan Tuhan yang adalah sumber berkat dalam hidupnya, bahkan ia mulai menjauh dari Tuhan.
d. Ajaran-ajaran orang, buku yang di baca, kata-kata manusia, dan mengikut suatu pertemuan/seminar
Contoh salah satu ajaran/perkataan yang menyesatkan adalah ajakan untuk “percaya kepada diri sendiriâ€Â. Kita jangan sampai terpedaya dengan ajaran/perkataan ini karena ajaran/perkataan tersebut berbanding terbalik dengan kebenaran firman Tuhan yang menyatakan bahwa “terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatan dirinya sendiri dan diberkatilah orang yang mengandalkan kekuatan Tuhan (Yeremia 17:5-8).
Kita jangan sampai terpedaya dengan sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa “hidup itu pendek, nikmati selagi masih bisaâ€Â. Kita harus menyadari bahwa untuk segala sesuatu di muka bumi ini ada waktunya (Pengkotnah 3:1-2). Tuhan dapat memanggil kita kapan saja, dan nafas hidup kita berasal dari Tuhan. Oleh sebab itu kita harus mempergunakan waktu yang ada dengan benar, baik dan bujaksana.
Pengkotbah 3:11, Kita tidak dapat menyelami pekerjaan Tuhan dari awal sampai akhir. Oleh sebab itu, kita jangan mengikuti ajaran-ajaran atau kata-kata orang yang tidak benar/menyesatkan supaya kita tidak tersandung.
Jika kita tidak berjaga-jaga dan berdoa, maka semua yang masuk ke dalam hidup kita, baik itu ajaran-ajaran yang kita ikuti, buku yang kita baca, kata-kata yang menyesatkan yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan dapat menyandung hidup kita.
Kita tidak tersandung dengan batu besar, tetapi dengan kerikir yang kecil. Oleh sebab itu, segala sesuatu yang kita terima dan masuk ke dalam hidup kita harus difilter dengan Firman Tuhan.
2. Tanda-tanda orang yang tersandung
a. Kecewa
Matius 11:6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.
Ada orang-orang yang kecewa dan menolak Tuhan Yesus, bahkan sebagian dari 70 orang murid Tuhan Yesus sampai meninggalkan Tuhan Yesus karena kecewa.
Dampak yang ditimbulkan dari seseorang yang mengalami kecewaan adalah menjadi tidak semangat, putus asa, imannya goyah, melawan Tuhan.
b. Mundur dan meninggalkan Tuhan
Lukas 24:17 Murid-murid mengalami kecewa, putus asa, tidak semangat, stagnan, tidak maju bahkan mundur dalam hidupnya.
Jika kita sedang berjalan dan tersandung, maka kita akan berhenti, duduk dulu/diam, atau bahkan mundur.
Sebagaimana perjalanan fisik seseorang, demikian pun dengan perjalanan rohani dari seseorang. Jika dia tersandung, maka dia akan berhenti/stagnan bila tidak segera dipulihkan, bahkan yang lebih parah lagi adalah dia akan mundur ke belakang, dan tidak lagi mengikuti Tuhan
Yohanes 6:60, 66 (baca) Banyak orang yang tersandung (meninggalkan Tuhan) karena diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk benar-benar meninggalkan ajaran-ajaran yang menyesatkan/tipu daya iblis.
Satu bangsa bisa tersandung apalagi satu orang. Bilangan 13:25-33, Karena sebuah laporan yang menakutkan dari 10 orang pengintai mengakibatkan bangsa Israel tersandung, mereka menjadi kecewa, ingin kembali kepada hidup lama, dan dosa masa lalu dari pada masuk ke tanah perjanjian (Bilangan 14:1-4). Mayoritas belum tentu benar. Hanya dua orang pengintai yang berani berkata bahwa kita akan menang, dan masuk ke tanah perjanjian, sedangkan yang lainnya berkata tidak mungkin, mengajak mundur bangsa Israel bahkan melawan Tuhan.
3. Bagaimana agar hidup kita dapat dipulihkan kembali setelah tersandung?
a. Datang kepada Tuhan Yesus
1 Petrus 2:1-4, 6-8, Tuhan Yesus adalah dasar yang teguh bagi hidup kita
Ayat 4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.
Ayat 6-8 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.” Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: “Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan.” Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.
Bagaimana supaya kita dapat bangkit kembali? Kita harus datang kepada Tuhan Yesus yang adalah batu penjuru, Dia adalah batu karang/dasar yang teguh.
Jika kita senantiasa berjalan bersama dengan Tuhan Yesus, maka sekalipun kita menghadapi tantangan, kita akan dibawa dalam kemenangan demi kemenangan (baca Mazmur 18:29-31).
Jika kita menghadapi tantangan dan masalah, kita jangan lari dari Tuhan, karena kita akan semakin hancur, tersesat, putus asa. Tuhan Yesus ingin agar kita berlari kepada-Nya dan bukan kepada hal-hal lainnya apabila kita menghadapi suatu tantangan dan masalah. Mazmur 18:32-35 (baca), Bersama Tuhan Yesus selalu luar biasa, tidak ada yang biasa-biasa. Pergumulan dibuat oleh Tuhan untuk suatu pelatihan
Pada waktu kita datang kepada Tuhan Yesus, maka Ia akan menyegarkan jiwa kita Mazmur 23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
b. Mendengar dan merenungkan firman Tuhan
Lukas 24:44 Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.
Sebelum hari kematian-Nya, Tuhan Yesus sudah memberitahu kepada para murid bahwa Ia akan bangkit kembali. Akan tetapi ketika Tuhan Yesus sudah bangkit, para murid masih goyah dan tidak menyadari bahwa saat itu yang di depan mereka adalah Tuhan Yesus. Kemudian Tuhan Yesus pun mengingatkan kepada para murid untuk mengingat kembali apa yang pernah disampaikan kepada mereka, mengingat kembali mengapa mereka ada sampai hari ini, mengingat kembali janji Tuhan bagi mereka. Para murid pun akhirnya menyadari bahwa Tuhan telah menggenapi firman-Nya/perkataan-Nya.
Kita harus senantiasa mengingat setiap perkataan Tuhan, merenungkan firman Tuhan siang dan malam, dan mengingat kembali janji-janji Tuhan bagi hidup kita. Jika kita ada sampai hari ini, semua karena kasih karunia Tuhan, karena Tuhan yang sudah memanggil dan memilih kita dan karena firman Tuhan digenapi dalam hidup kita, dan karena masih ada janji-janji Tuhan yang belum digenapi dalam hidup kita.
Pada waktu kita bersekutu dengan Tuhan Yesus dan merenungkan firman Tuhan, maka roh kita akan dibangktkan kembali. Roh Kudus akan mengajarkan segala ssuatu dan mengingatkan kepada kita apa yang telah Tuhan Yesus katakan/perintahkan (Yohanes 14:26).
c. Lakukan lagi pelayanan dan pekerjaan kita.
Yohanes 21:15, Petrus pernah tersandung bahkan menyangkal Tuhan Yesus. Pada waktu Tuhan Yesus memulihkan hidupnya, Ia bertanya kepada Petrus apakah dia benar-benar mengasihi-Nya. Petrus pun menjawab bahwa ia benar-benar mengasih Tuhan Yesus. Mulai saat itu juga Tuhan Yesus memberi tugas dan tanggung jawab kembali kepada Petrus untuk menggembalakan jemaat Tuhan.
Demikian pun dengan hidup kita, setelah kita dipulihkan oleh Tuhan Yesus, maka kita harus kembali melakukan tugas dan tanggung jawab kita baik itu dalam pelayanan dan pekerjaan.
Lukas 22:32, Tuhan Yesus memerintahkan kepada Petrus agar apa yang dia alami tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi dia juga harus membangkitkan dan memulihkan yang lainnya.
Jika saat ini kita sudah dibangkitkan dan dipulihkan oleh Tuhan Yesus, maka kita harus membangkitkan dan memulihkan yang lainnya. Amin
