Ps. Martinus Rajda RIngkasan Khotbah 13 Desember 2020 Pembacaan Alkitab: Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu…
BAPTISAN ROH KUDUS DAN API
Ps. Jesaya Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu 31 Mei 2020
Sepuluh hari setelah Tuhan Yesus naik ke surga, Bapa mencurahkan Roh-Nya ke atas seratus dua puluh murid-murid Tuhan Yesus dan orang percaya di Yerusalem, dan pada waktu itu semua murid mengalami apa yang Tuhan Yesus janjikan itulah baptisan Roh Kudus dan api. Setelah kejadian; langit terbuka dan Roh Kudus dicurahkan, maka seluruh dunia pada waktu itu memulai suatu “era yang baruâ€Â, karena hari itu adalah hari gereja Tuhan (ecclesia) lahir, seperti yang pernah Tuhan Yesus katakan; Aku akan mendirikan jemaat-Ku, dan pintu alam maut tidak akan bertahan menghadapinya.
Itulah sebabnya sampai hari ini gereja Tuhan terus bertumbuh dan berkembang di seluruh dunia secara luar biasa, bahkan sampai suku bangsa akan datang kepada Tuhan, setiap lutut bertelut, setiap lidah mengaku mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, sebelum kedatangan-Nya yang kedua kali.
Hari-hari ini, di seluruh dunia sedang masuk kepada “new normal†itulah kehidupan yang baru, atau kebiasaan yang baru, sehingga membuat semua orang, termasuk kitapun harus bisa beradaptasi atau menyesuaikan diri kita dengan cara berpikir, cara hidup atau gaya hidup, bahkan cara bersosialisasi yang baru. Segala sesuatu diubah dalam tantanan kehidupan kita, yang mendorong kita untuk tidak lagi melakukan pekerjaan/ berbisnis/ study dengan cara yang lama, tetapi dengan cara yang baru, bahkan akan ada kesempatan dan peluang yang baru.
Apa yang Bapa berikan bagi kita, sebagai orang percaya di musim ini, untuk masuk dalam New Normal?
Bapa di Surga akan memberikan kepada kita PENCURAHAN YANG BARU, itulah minyak yang baru, atau anggur yang baru. Mazmur 92 : 10 MUSIM YANG BARU MEMBUTUHKAN MINYAK YANG BARU, PEWAHYUAN YANG BARU, HIKMAT YANG BARU yang membuka pikiran kita dan membawa kita naik kepada level yang lebih tinggi untuk mengalami apa yang Tuhan siapkan bagi kita di musim yang baru.
Bagaimana Bapa memulai musim yang baru? Hal yang harus kita pahami adalah Tuhanlah yang mengatur musim yang baru, dan bukan dunia ini
Kisah Para Rasul 1 : 4 – 8
Murid-murid masih berpikir dengan cara hidup yang lama, mereka berharap dengan kemuliaan yang lama, bahwa Tuhan Yesus akan memulihkan kerajaan Israel seperti kejayaan di masa pemerintahan raja Daud maupun salomo, mereka masih terpaku dengan kebesaran di masa lalu, padahal Tuhan akan mengubahkan segala sesuatu baru, supaya mereka mengalami musim yang baru untuk kemuliaan Tuhan yang baru, yang melampaui yang pernah ada sebelumnya.
Tuhan memerintah di atas segala sesuatu, di atas alam semesta, Dia melampaui waktu, karena Dia adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Dan Kerajaan-Nya tidak didirikan dari apa yang bersifat materi dan fisik, tetapi supranatural dan berkuasa lebih daripada itu. Hal itupun yang kemudian disaksikan oleh rasul Petrus dalam 1 Petrus 2 : 9 (baca) Bahwa kita adalah bagian dari Kerajaan Allah, dimana wilayah-Nya tidak ada batasnya dan bertambah luas, dan pemerintah-Nya tidak akan berakhir.
Lukas 10 : 17 – 19; Yohanes 20 : 21 – 22 (baca) Mereka sudah pernah menerima dan mengalami kuasa dan Roh Kudus, tetapi ada sesuatu yang lebih yang Tuhan mau mereka alami di musim yang baru. Itulah BAPTISAN ROH KUDUS DAN BAPTISAN API! Seperti yang dinubuatkan oleh Yohanes Pembaptis Lukas 3 : 16. Ada era dan musim yang baru, dimana murid-murid harus menantikan sampai janji Bapa itu dicurahkan ke atas mereka, itulah Roh Kudus dan Api.
Siapa itu Roh Kudus?
Roh Kudus dalam Yohanes 16 : 7 disebut sebagai PENGHIBUR (comforter), Parakletos
(Yunani) artinya membangkitkan semangat, sedangkan Paraklete (Aram) Roh Kudus menghentikan semua perbuatan dosa dalam
hidup kita, dan semua akibatnya. Yohanes
16 : 13 Dia disebut sebagai Roh Kebenaran, Yohanes 8 : 26 Roh yang
akan berdoa bersama dengan kita kepada Bapa. Roma 8 : 11 Dia adalah ROH
KEBANGKITAN. Roma 8 : 14 Roh yang memimpin kita kepada Bapa.
Kejadian 1 : 2 Dia adalah Roh Allah sendiri.
Yesaya 61 : 1 – 4 Setiap orang yang akan melayanijuga membutuhkan Roh Kudus untuk mengurapinya. Tetapi yang yang pertama dan terutama Yohanes 14 : 16 Roh Kudus adalah SEORANG PRIBADI! Sekalipun kita bisa merasakan kehadiran-Nya dalam berbagai rupa. Tuhan berjanji akan menyertai kita selama-lamanya, itulah sebabnya Roh-Nya Dia berikan untuk menyertai kita selama-lamanya.
Mengapa Roh Kudus adalah Pribadi Allah dalam hidup kita?
Supaya apabila kita dibaptis oleh Roh Kudus, kita sedang dibaptis di dalam pribadi/ kepribadian (esensi dan nature) Allah itu sendiri, sehingga semua kepribadian Allah itulah sifat dan karakter Allah nyata dalam hidup kita, itulah buah-buah Roh Kudus Galatia 5 : 22 (baca)
Apa yang dimaksud dengan Baptisan Api ? Baptisan sendiri artinya memenuhi atau menutupi kita, dengan kata lain kita ditenggelamkan. Itulah sebabnya baptisan api artinya kita dibaptis/ ditenggelamkan dalam keberadaan (eksistensi) Allah itu sendiri Keluaran 3 : 2 – 4 Tuhan menampakkan diri-Nya kepada Musa, supaya Musa mengalami keberadaan dan kemuliaan-Nya. Namun ketika Musa masuk ke dalam baptisan api itu, Tuhan menyuruh Musa untuk membuka kasutnya (artinya membuka pengalaman, kekuatan, cara berpikir yang lama, kedagingan, dosa) karena tempat dimana dia berdiri itu kudus.
Ketika kita dibaptis dalam api, maka kita akan mengalami seluruh keberadaan Allah, sehingga firman dan kuasa-Nya bekerja di dalam dan melalui kita. Itulah sebabnya mengapa kita harus mengalami Baptisan Roh Kudus lebih dulu, baru kemudian mengalami baptisan api, karena kita harus mengalami karakter dan pribadi Allah lebih dulu, baru kemudian kita bisa bekerja dan melayani dengan kepribadian-Nya itulah kuasa-Nya.
Ibrani 12 : 9 Allah kita adalah api yang menghanguskan. Pada waktu Roh Kudus dicurahkan dalam hidup kita, maka pada saat itu juga kita mengalami kuasa dan kekudusan Tuhan, maka semua dosa, perbuatan dosa, kedagingan akan dibakar habis di dalam hidup kita. Tuhan akan membakar habis; membenarkan diri sendiri, kesombongan, keangkuhan, spirit of leviathan (Ayub 40 : 20 – 41 : 25) itulah hati yang keras seperti batu, keinginan daging, perbuatan daging, tipu muslihat, penipuan, berdusta, kata-kata kotor dan sia-sia, marah, dengki, pikiran yang sia-sia, cara berpikir masyarakat, budaya, kepahitan, dendam, kemalasan (Roma 12 : 11).
Baptisan api seperti dua sisi mata uang, satu sisi menghanguskan dosa, perbuatan dosa, dan kedagingan di dalam hidup kita, namun di sisi yang lain itulah Api CINTA yang murni, api yang tidak pernah berpisah dari Bapa, akan membangkitkan cinta dan kasih mula-mula kita kepada Allah Yohanes 2 : 17. Sebagai manusia, Tuhan Yesuspun diurapi oleh Roh Kudus dan kuasa kuasa (Api) dalam pelayanan-Nya Kisah Para Rasul 10 : 38
Api cinta dari Tuhan akan membakar kita, itulah AGAPE yang menyala dan membara di dalam diri kita dan tidak akan pernah berhenti. Cinta inilah yang dialami oleh Musa ketika memimpin bangsa Israel ke tanah perjanjian.
Waktu kita dipenuhi dengan api cinta Tuhan maka kita akan mengalami nyala api dari cinta Tuhan kepada kita, dan cinta kita kepada Tuhan, sehingga tantangan, kemalangan, tidak akan bnisa memadamkan api cinta Tuhan dalam diri kita, bahkan arus dunia ini tidak bisa menghanyutkan kita, harta dan kekayaan tidak lagi berharga bagi kita, karena kita dipagari dan dimeteraikan oleh Roh Kudus dalam hati kita, Kidung Agung 8 : 6 – 7 ayat ini adalah gambaran dari murninya cinta Bapa kepada kita. Itulah cinta mula-mula yang harus kita alam senantiasa, kasih Tuhan yang membakar dan membara dalam hati kita Lukas 24 : 32
Kisah Para Rasul 4 : 31 Api Tuhan memenuhi jemaat mula-mula dan memberikan keberanian untuk pergi memberitakan Injil.
Api juga berbicara tentang ledakan Kisah Para Rasul 1 : 8 tetapi kamu akan menerima kuasa jika Roh Kudus turun ke atasmu. Kata kuasa yang disampaikan oleh Tuhan Yesus dapat diartikan DINAMIT / artinya kita dipenuhi oleh ledakan yang akan meledakan segala sesuatu dalam hidup kita.
Bagaimana untuk menerima Baptisan Roh Kudus? Kisah Para Rasul 2 : 1 – 4 Portal atau pintu gerbang surga terbuka sejak saat itu, dan tidak akan tertutup, yaitu ketika Langit terbuka dan Tuhan mencurahkan sesuatu yang baru, tiupan angin yang keras, (Roh Kudus yang dihembuskan), yang memenuhi rumah di mana mereka duduk, kemudian mereka penuh dengan baptisan api dan berkata-kata dengan bahasa yang baru. Apa yang dialami murid-murid juga akan kita alami saat ini juga, baptisan Roh Kudus dan api, syaratnya jika kita HAUS maka kita datang dan minum maka Roh Kudus akan diberikan dalam hidup kita. Amin!
