Ps. Martinus Rajda RIngkasan Khotbah 13 Desember 2020 Pembacaan Alkitab: Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu…
BERJALAN MAKIN LAMA MAKIN KUAT DI TENGAH KRISIS
Ps. Jesaya Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu 29 Maret 2020
Pembacaan Alkitab : Mazmur 84 : 7 – 9
Semua orang di seluruh dunia sedang mengalami masa krisis. Dan Krisis yang awalnya menyangkut krisis kesehatan pandemik Covid-19, sudah mempengaruhi sektor ekonomi sehingga sekarang krisis ini sudah menjadi krisis kehidupan manusia secara global di seluruh dunia. Namun, apapun situasi dan kondisi yang kita alami sekarang ini, kita tetap memiliki jaminan di dalam Tuhan, bahwa kita akan berjalan makin lama makin kuat.
Bagaimana agar kita berjalan makin lama makin kuat di tengah krisis?
Kita hanya berjalan melintasi lembah baka, dan tidak berhenti dan tinggal di sana.
Sesuai dengan firman Tuhan Mazmur 84 : 7 – 9 untuk berjalan makin lama makin kuat, maka setiap orang harus MELINTASI lembah baka. Melintasi artinya tidak berhenti, atau tidak akan tinggal di dalamnya, tetapi hanya melewatinya untuk sampai kepada tujuan yang sebenarnya. Kesulitan dan masalah yang kita hadapi saat ini di seluruh dunia, bahkan di Indonesia bukanlah tujuan akhir dari kehidupan kita. Semua orang hanya akan melintasinya saja, tetapi perbedaannya bagi kita yang percaya adalah; kita akan berjalan makin lama makin kuat.
“Lembah baka†dalam bahasa aslinya, yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris adalah The Valley of Weeping artinya lembah tangisan/ lembah air mata. Situasi yang sedang kita hadapi hari-hari terakhir ini menggambarkan tentang keadaan lembah air mata, dimana situasi yang tidak menentu akibat dari pandemik ini, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi hari-hari selanjutnya, lembah air mata juga menggambarkan situasi dalam pergumulan, kesulitan ekonomi, sakit penyakit, dan keterbatasan yang kita sedang alami baik secara pribadi, keluarga, dalam usaha dan pekerjaan. Tetapi firman Tuhan menjelaskan bahwa KITA HANYA AKAN MELINTASINYA SAJA.
Itu sebabnya jika kita percaya firman Tuhan, maka kita tidak akan tinggal di dalamnya, tetapi hanya melintasi dan melewatinya saja. Artinya bahwa ada jaminan dan janji bahwa kita akan sampai kepada tujuan yang sebenarnya yaitu berjalan makin lama makin kuat menghadap Tuhan!
Secara Teologis, lokasi lembah baka ini menurut para ahli alkitab kemungkinan besar adalah tempat yang sama yang dilewati oleh Raja Daud, pada waktu dia memimpin pasukan Israel berperang melawan orang-orang Filistin dalam 2 Samuel 5 : 23. Dalam ayat ini dijelaskan Raja Daud dan pasukan Israel harus melewati jurusan (arah) pohon-pohon Kertau. “Pohon-pohon Kertau†jika diterjemahkan dari bahasa aslinya menjadi “bakaâ€Â. Dengan kata lain, Raja Daud dan pasukan Israel pun harus melawati situasi yang sama, karena tujuan akhir mereka adalah mengalami KEMENANGAN YANG BESAR bersama dengan Tuhan.
-
Kita mengalami Tuhan Yesus, ketika kita berjalan.
Wahyu 1 : 9 Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.
Rasul Yohanes di buang dan di penjara di pulau Patmos, dia mengalami penderitaan dan penyiksaan yang berat karena memberitakan Injil tentang Tuhan Yesus. Di ayat ini rasul Yohanes sedang memberikan kesaksiannya kepada kita bahwa apapun penderitaan dan kesulitan yang kita alami, kita adalah sekutunya, karena apa yang rasul Yohanes alami, kitapun akan mengalaminya, bahwa akhir dari penderitaan kita akan mengalami kemenangan bersama Tuhan. Baik para nabi, rasul, hingga kita pada zaman ini, semua orang harus bergumul dan melewati kesusahan dan kesulitan, supaya pada akhirnya kita mengalami kemuliaan di dalam Tuhan.
Kita bukan hanya sekutu rasul Yohanes di dalam kesusahan, tetapi juga di dalam kerajaan dan ketekunan menantikan Tuhan Yesus.
Wahyu 1 : 1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya,… Di tengah masa yang sulit ini Tuhan sedang memberikan pewahyuan tentang siapa diri-Nya yang sebenarnya kepada kita. Pewahyuan dalam bahasa Yunani adalah Apocalipsis yang artinya, apa yang sebelumnya tidak kelihatan menjadi kelihatan. Lifting up covering; disingkapkan sesuatu yang sudah ada, namun belum kelihatan†Sama seperti Tuhan Yesus sudah ada sebelumnya, tetapi pada waktu disingkapkan baru kita dapat melihat-Nya.
Rasul Yohanes adalah murid yang sangat dikasihi dan seorang yang sangat dekat dengan Tuhan Yesus, tetapi dalam Wahyu 1 : 1 rasul Yohanes mengungkapkan bahwa dia mengalami pengalaman yang belum pernah dia alami sebelumnya dengan Tuhan Yesus, yaitu ketika dia mengalami masa-masa yang sulit. Rasul Yohanes mengalami Tuhan begitu nyata dan hidup dalam hidupnya. Hal inilah yang Tuhan sebenarnya ingin kita alami ketika kita ada dalam situasi yang sulit, yaitu mengalami Tuhan dan pewahyuan-Nya yang nyata secara pribadi dalam hidup kita.
Matius 14 : 22 – 33 Murid-murid mengalami penyingkapan dan pewahyuan tentang siapa Tuhan yang sebenarnya ketika mereka dalam situasi yang sulit, mereka mengenal Tuhan sebagai Tuhan yang berkuasa atas alam semesta, yaitu pada waktu mereka melihat Tuhan berjalan di atas air, di tengah-tengah badai. Tuhan Yessus adalah Allah yang mengatasi segala sesuatu, dan Dia ingin menyatakan diri-Nya dalam segala situasi dan kondisi krisis yang kita sedang alami, supaya kita dapat mengenal Tuhan
Bagi orang Israel dalam Keluaran 15 : 26 mereka mengerti bahwa Tuhan adalah Tuhan penyembuh, karena selama mereka berjalan di padang gurun tidak ada mengalami sakit, mereka sehat dan kuat. Tuhan ingin menyingkapkan dan menyatakan diri-Nya dalam hidup kita secara khusus supaya kita mengenal Dia secara pribadi.
Matius 14 : 27 Tuhan menyatakan diri-Nya kepada murid-murid-Nya; “Tenanglah, ini Aku Jangan takut†kita mungkin bisa mempunyai informasi yang banya tentang Tuhan, tetapi akan jauh berbeda jika kita mengalami sendiri, ketika Tuhan datang dan menyatakan dirinya kepada kita secara pribadi. Matius 14 : 33 Tuhan senang jika kita mengenal dia dan mengakuinya dalam hidup kita, atas apa yang kita sendiri alami dengan-Nya.
1 Yohanes 1 : 1 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman idup–itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Di masa krisis inilah yang Tuhan mau kita alami, yaitu mengalami Tuan secara pribadi dalam hidup kita, sehingga kita alami mujizat, terobosan, penyediaan dan kemenangan.
Menjadi berkat.
Lukas 22 : 31 – 32 (baca) Di masa-masa yang sulit iblis sedang menampi kita, namun Tuhan tidak pernah membiarkan kita sehingga iman kita gugur. Tuhan akan menyertai kita sehingga kita akan kuat dan bangkit kembali untuk menguatkan orang lain.
Kita harus melewati masa yang sulit atau krisis supaya pada waktu kita menang, kita akan menjadi berkat. Tuhan Yesus berdoa supaya iman Petrus tidak gugur. Jika Petrus berhenti maka dia gagal, tetapi sebaliknya Petrus kembali bertobat setelah dia menyangkal Tuhan Yesus, sehingga imannya dibangkitkan kembali seperti doa Tuhan Yesus, supaya dia menguatkan murid-murid yang lain.
Amsal 24 : 16 Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali… Seberapa jauh kita sudah jatuh, namun ketika kita bangkit kembali, kita tidak gagal. Tuhan Yesus berdoa supaya kita bangkit dan tidak tinggal di dalam kegagalan kita. Sehingga kita bisa bersaksi tentang Tuhan dan menguatkan banyak orang. Itu sebabnya dalam Kisah Para Rasul 2 hanya Petruslah yang berani tampil dan berkhotbah di depan banyak orang, sesuai dengan apa yang Tuhan Yesus doakan.
Jika kita mengalami kemenangan maka Tuhan mau supaya kita bersaksi dan menyatakan nama Tuhan sehingga banyak orang menjadi percaya, dikuatkan dan menjadi percaya. Dalam kesulitan, kita harus denger berita dari surga, kebangkitan, kesaskian dan kemenangan, haleluyah! Sharingkan kesaksian dan pengalaman saudara ketika berjalan makin lama makin kuat di tengah krisis ini? Apakah saudara mengalami pengenalan dan pewahyuan tentang Tuhan secara pribadi?
