Skip to content

BERTEMU DENGAN TUHAN YESUS

Ps. Jesaya Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu, 7 Maret 2021

Pembacaan Alkitab: Lukas 24:32-53 

Dalam hidup kita tidak ada yang lebih berharga daripada mengenal Tuhan Yesus. Di dunia ini, kita bisa saja memiliki banyak harta benda, uang, dll, tetapi semua itu akan ditinggalkan pada waktu kita meninggalkan dunia ini. Semua yang kita miliki di dunia tidak ada nilainya kecuali dikerjakan dalam ketaatan dan persekutuan dengan Tuhan Yesus, maka jerih payah kita tidak akan sia-sia (1 Korintus 15:58). 

Ayat 32 Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?

Apa yang bisa membuat hati kita berkobar-kobar?

Apa yang kita kerjakan, nyanyikan, dan lakukan bersama-sama selama ini hanya punya arti, inti, kepastian, jika Tuhan Yesus adalah pusatnya.

Kita hanya punya satu-satunya saja yang tidak pernah bisa diambil dari hidup kita karena memang bukan kita yang memilih Tuhan, tetapi Tuhan yang memilih kita (Yohanes 15:16). Segala sesuatu bisa berakhir, tetapi apa yang Tuhan berikan bagi hidup kita tidak akan pernah bisa diambil karena kita tidak mengusahakannya, tetapi Allah Bapa di surga yang mengusahakannya. Kita tidak membuat sesuatu apapun, tetapi Tuhan yang mengerjakannya.

Lukas 24:32-53 Berbicara tentang murid-murid Tuhan Yesus. Sebelas orang adalah murid langsung dari Tuhan Yesus, dan sisanya adalah bagian dari 70 murid yang telah melayani bersama dengan Tuhan Yesus, tetapi dalam hidupnya, mereka kehilangan yang terutama dan alasan kenapa mereka hidup.

Bagaimana kita mengetahui bahwa kita adalah milik Tuhan Yesus? Apa yang akan kita akan pada waktu bertemu dengan Tuhan Yesus?

1. Kita merasakan hadirat Tuhan yang hadir dalam hidup kita

Ayat 36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!”

Peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi, tetapi dalam Lukas 5:1-11 juga menjelaskan pada waktu Petrus, Yohanes, Yakobus sedang menjala ikan, ada sebuah ibadah tetapi mereka tidak tertarik dengan ibadah tersebut karena yang mereka inginkan adalah tangkapan ikan yang banyak.

Hal yang sama pun masih terjadi sampai sekarang ini, dimana masih ada sebagaian orang yang datang beribadah bukan karena ingin bertemu dengan Tuhan Yesus, tetapi hanya ingin mendapatkan mujizat saja (mengalami kesembuhan, dll).

Berapa banyak di antara kita yang benar-benar rindu Tuhan Yesus lebih dari segalanya?

Dalam Lukas 24:32:53 Para murid tidak lagi merindukan mujizat, tidak lagi namanya terkenal, yang mereka ingin tahu adalah benarkah Tuhan Yesus sudah bangkit, mereka rindu kehadiran-Nya, mereka rindu hadirat-Nya.

Kapan kita terakhir kali berkobar-kobar karena kita rindu hadirat Tuhan? Kapan terakhir kita benar-benar rindu dan berapi-api untuk masuk dalam hadirat Tuhan?

Apa yang membedakan murid-murid dengan yang bukan murid? Banyak orang hanya merindukan sebuah mujizat dari Tuhan (kesembuhan, dll), tetapi para murid ingin memastikan apakah Tuhan Yesus telah bangkit dan mereka ingin bertemu dengan Dia. Hati murid-murid Tuhan sangat berkobar-kobar untuk memberitahu orang lain bahwa Tuhan Yesus telah bangkit.

Tidak ada orang yang mencari Tuhan Yesus, tetapi Tuhan sendiri yang mencarinya. Lukas 5:1-11, Tuhan Yesus datang menghampiri para murid yang sedang menjala ikan. Setelah mereka bertemu dengan Tuhan Yesus, maka mereka meninggalkan segala sesuatu yang mereka punya dan mengikut Tuhan Yesus. 

Jika kita bertemu Tuhan Yesus maka kita tidak akan sama lagi dan menjadi pribadi yang biasa lagi, tetapi kita akan mengikut Tuhan Yesus, menyembah Tuhan, mengerjakan semua yang Tuhan percayakan kepada kita.

Jika kita bertemu dengan Tuhan Yesus, maka kita tidak akan pernah sama lagi. Jika hadirat Tuhan tidak hadir dalam setiap ibadah yang kita ikuti, maka kita akan merasa kurang puas/hambar, tidak ada kekuatan baru yang kita dapatkan.

Ayat 3640, Tuhan Yesus datang dalam kehidupan para murid, maka atmosfir dalam ruangan tersebut pun berubah. Tuhan Yesus memperkenalkan diri-Nya dan meminta para murid memegang tangan dan kaki-Nya serta menjamah-Nya.

Apakah kita mau menjamah Tuhan Yesus?

Ketika seorang wanita yang mengalami pendarahan menjamah ujung jubah Tuhan Yesus mengalami sesuatu terjadi dalam hidupnya yakni kesembuhan. Apalagi jika kita memegang tangan Tuhan Yesus, kita pasti mengalami hal-hal yang luar biasa dari Tuhan Yesus.

Bagaimana cara kita bertemu dengan Tuhan Yesus? Setiap kali kita mengadakan persekutuan/ibadah, maka Tuhan Yesus pasti hadir/datang dalam persekutuan/ibadah yang kita ikuti (Matius 18:20).

Yesaya 65:1 Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku.

Jika kita sudah bertemu dengan Tuhan Yesus, maka kita kita ingin selalu bertemu lagi. Ada sesuatu yang berbeda yang keluar dari hidup kita (kemuliaan, kekudusan, kedahsyatan, kuasa, hadirat Tuhan). Jika Tuhan Yesus datang ke dalam hidup kita, maka Kerajaan Surga datang ke dalam hidup kita (Matius 12:28).

2. Menerima firman dari Tuhan Yesus

Ayat 44 Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.

Banyak orang yang memiliki Alkitab tetapi tidak memiliki pengalaman pribadi bertemu Tuhan Yesus yang adalah firman yang telah menjadi manusia.

Ayat 45, Hanya Tuhan Yesus yang bisa membuka pikiran seseorang untuk dapat mengerti Firman Tuhan. Tanpa kita bertemu dengan Tuhan Yesus, maka persekutuan, kerajinan, kesetiaanmu tidak ada gunanya karena kita hanya sekedar membaca perkataan ritual saja. Tetapi ketika kita bertemu dengan Tuhan Yesus maka kita akan mengerti kebenaran firman Tuhan.

Ayat 32 “….bukankah hati kita berkobar-kobar….”. Setelah bertemu dengan Tuhan Yesus, para murid menyatakan bahwa bukan pikiran mereka tambah pintar, tetapi hati mereka berkobar-kobar. Oleh sebab itu, setiap kali kita mengikuti pertemuan ibadah, hati kita pun harus berkobar-kobar untuk Tuhan. Bahkan ketika kita pulang dari mengikuti pertemuan ibadah, kita pulang dengan sangat bersukacita. Ayat 52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Setiap kali kita dating beribadah dan bertemu dengan Tuhan Yesus, maka ketika pulang dari pertemuan ibadah kita tidak akan sama lagi, kita akan senantiasa bersukacita bahkan sangat bersukacita.

Setiap kali firman Tuhan disampaikan, maka kebenaran firman Tuhan pasti mengubahkan hidup kita. Setiap perkataan Tuhan/firman Tuhan adalah roh dan hidup (baca Yohanes 6:63). Satu kali Allah berfirman dua hal yang kita terima dari Tuhan: yang pertama adalah kuasa yang luar biasa datang ke dalam hidup kita, dan yang kedua kasih setia dati Tuhan yang berlimpah-limpah.

Pada waktu Tuhan berfirman, maka hidup kita tidak akan sama lagi, karena kita memiliki sesuatu yang kita pegang seumur hidup kita yang tidak bisa diambil dari hidup kita, itu akan melekat bukan hanya di tubuh kita, tetapi akan ditulis di dalam hati kita (2 Korintus 3:2) dan akan tersimpan di dalam roh kita untuk selama-lamanya, karena Tuhan Yesus adalah firman yang telah menjadi manusia (Yohanes 1:1)

Jika kita menerima Tuhan Yesus dan mendengar firman Tuhan, maka kita tidak akan pernah lemah, kita akan bangkit, punya iman, sebab iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan (Roma 10:17). Pada waktu firman Tuhan disampaikan, maka kesembuhan terjadi dalam hidup kita (Mazmur 107:20), yang mati akan bangkit kembali, menjadikan apa yang tidak ada menjadi kenyataan (Ibrani 1:3).

3. Tuhan akan memberikan panggilan, visi dan tugas dalam hidup kita

Pada waktu kita bertemu dengan Tuhan Yesus, kita mulai menghitung dan merencakan apa yang akan kita kerjakan dan selesaikan dalam hidupnya bersama dengan Tuhan Yesus.

Para murid (secara khusus Petrus, Yohanes, Yakobus, dan Andreas) memiliki profesi sebagai penjala ikan. Ketika mereka bertemu dengan Tuhan Yesus dan hidup mereka diubahkan, maka Tuhan Yesus menjadikan hidup mereka sangat berarti dan memberikan sebuah panggilan, visi dan tugas bagi mereka. Kehidupan mereka diubah dari penjala ikan menjadi penjala manusia.

Pada waktu kita bertemu dengan Tuhan dan memiliki Tuhan Yesus, maka kita memiliki sebuah panggilan, visi, dan tugas khusus untuk hidup kita.

Segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang lebih berarti lagi daripada mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan yang Bapa serahkan kepada Tuhan Yesus, dan Tuhan telah menyerahkan kepada kita. Ayat 46 Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis……” Pada waktu hidup kita dibukakan oleh Tuhan Yesus, maka kita akan menemukan panggilan, visi, tugas yang Tuhan percayakan kepada kita.

Ayat 47-48, Ketika kita hidup di dunia ini, maka kita harus menjadi saksi Tuhan di manapun Tuhan tempatkan kita.

Pada waktu kita menerima Tuhan Yesus, maka kita akan melihat yang belum pernah kita lihat, mendengar yang belum pernah kita dengar, dan segala sesuatu yang Tuhan sediakan (1 Korintus 2:9)

Jika kita bertemu dengan Tuhan Yesus maka segala sesuatu menjadi sangat indah dan kita tidak sabar lagi untuk bertemu kembali dengan Tuhan Yesus, dan kita rindu untuk terus berjalan dengan Tuhan Yesus.

Maukah kita melihat visi dalam hidup kita? Maukah kita memiliki arti yang sebenarnya dalam hidup kita?

Para murid berani mengalami berbagai penganiayaan, karena bagi mereka yang terpenting adalah mereka tetap memiliki Tuhan Yesus dan Injil Kerajaan Allah terus tersebar ke seluruh dunia. Contoh Stefanus yang dilempari batu, dan saat itu ia melihat langit terbuka, ia juga melihat kemuliaan Allah dan Tuhan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah Bapa (Kisah Para Rasul 7:54-60). Stefanus memiliki Tuhan Yesus dalam hidupnya, sehingga di akhir hidupnya, Tuhan Yesus menyambutnya di surga. 

Siapa yang kita miliki di dunia ini, itulah yang akan menyambut kita pada waktu kita meninggalkan dunia ini. Jika kita memliki Tuhan Yesus, maka Tuhan Yesus yang akan menyAmbut kita di surga.

Ayat 48, Pada waktu para murid menerima tugas dari Tuhan Yesus yaitu menjadi saksi dari kebenaran firman Tuhan, mereka menerima tugas tersebut dengan sangat antusias.

4. Tuhan Yesus memberikan kuasa-Nya bagi kita

Ayat 49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”

Tidak ada yang bisa membuat kuasa Roh Kudus turun, jika bukan Tuhan sendiri yang menurunkannya. Kuasa itu hanya bisa diberikan oleh Tuhan Yesus, dan tidak dapat dibeli dengan apapun.

Akibat dari kuasa Roh Kudus, membuat bayangan Petrus menyembuhkan orang yang sakit karena seluruh tubuh Petrus dilingkupi oleh kuasa dari tempat yang maha tinggi yaitu kuasa Roh Kudus (Kisah para Rasul 5:12-16)

Jika kita bertemu dengan Tuhan Yesus, maka kuasa dari tempat yang maha tinggi yaitu Roh Kudus akan turun dalam hidup kita. Waktu kita berjalan bersama dengan Tuhan, maka segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Ketika Petrus berkotbah dalam bahasa Ibrani, dan semua orang yang hadir dipenuhi Roh Kudus, maka mereka pun mengerti apa yang Petrus kotbahkan, bahkan mereka berbicara dalam bahasa yang berbeda-beda. Semua ini terjadi karena kuasa yang dari tempat maha tinggi yaitu Roh Kudus turun dalam kehidupan orang-orang percaya.

No results found...