Skip to content

DIMENSI PERTUMBUHAN ROHANI

Ps. Jesaya Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu, 7 Juni 2021

Pembacaan Alkitab: Kolose 2:6-10 

Ayat 6-7 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur

Tiga dimensi dari pertumbuhan rohani

  1. Bertumbuh ke dalam Kristus
  2. Bertumbuh dewasa ke atas
  3. Bertumbuh ke luar (berbuah)

Tuhan Yesus ingin agar kita tidak terus menerus menjadi kanak-kanak, tetapi kita bertumbuh menjadi dewasa secara rohani (baca Efesus 4:13). Yang harus menjadi fokus hidup kita adalah mengalami kepenuhan Kristus. Kita tidak mengikatkan diri kita kepada institusi ataupun organisasi, tetapi mengikatkan diri kita kepada Tuhan Yesus.

1.Bertumbuh ke dalam Kristus (berakar di dalam Kristus)

Jika kita tidak bertumbuh ke dalam Kristus, maka pola pikir dan sifat kita tetap seperti kanak-kanak (baca 1 Korintus 13:11). Padahal Tuhan Yesus ingin agar kita menjadi dewasa secara rohani.

Tanda-tanda dari tidak dewasa rohani/ masih kanak-kanak:

a.Mudah disesatkan

Kolose 2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.

Seorang kanak-kanak akan mudah diombang ambingkan oleh berbagai pengajaran palsu (baca Efesus 4:14). Sedangkan seorang yang dewasa rohani tidak akan mudah diombang ambingkan dengan berbagai pengajaran palsu.

b. Iri hati

Ayub 5:2 Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati.

Iri hati berjalan tidak berdasarkan pimpinan Tuhan, tetapi berdasarkan kompetisi. Kita tidak perlu iri hati melihat orang lain lebih maju dari kita. Kita harus berdoa dan membangun hidup kita dalam Kristus, karena akan tiba saatnya Tuhan yang mempromosikan kita.

Iri hati merupakan tanda dari seseorang yang tidak dewasa rohani karena belum mengenal kebenaran.

Pada waktu orang Israel mau masuk ke tanah perjanjian, Tuhan sudah memberi tahu lebih dulu tanah/milik pusaka bagi setiap setiap suku-suku yang ada di Israel. Artinya setiap orang sudah mempunyai porsinya masing-masing (Bilangan 26)

c. Cemburu

Pada waktu kita berjalan bersama Tuhan, kita tidak perlu cemburu (baca Galatia 5:19-21).

Cemburu adalah salah satu dari sifatnya iblis. Iblis tidak senang melihat anak-anak Tuhan diberkati. Pada waktu iblis melihat Ayub diberkati, iblis pun menjadi cemburu (Ayub 1:8-10).

Jika kita tidak tau siapa diri kita di hadapan Tuhan, maka kita akan merasa lebih kecil ketika melihat orang lain diberkati. Sebaliknya jika kita mengerti siapa diri kita di hadapan Tuhan, maka kita pun mengetahui bahwa setiap kita sudah mempunyai porsi berkat tersendiri dari Tuhan.

d. Sakit hati, pahit hati, tidak bisa mengampuni (baca Matius 18:21-22)

Jika kita belum bisa mengampuni orang lain, maka kita belum bertumbuh di dalam Kristus/berakar di dalam Kristus

Kita tidak bisa mengasihi kalau bukan Allah yang lebih dulu mengasihi kita. Yohanes 4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

Tidak mengampuni itu adalah dosa. Jika kita masih hidup berdasarkan tabiat/cara hidup yang lama, maka kita tidak bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah. Tetapi jika kita sudah hidup baru di dalam Tuhan Yesus, maka kita bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah (Yohanes 3:5). Jika kita tidak dilahirkan baru di dalam Roh artinya tidak mengalami karakter Kristus di dalam diri kita, maka kita tidak bisa melihat Keraaan Surga.

Efesus 4:26 (baca) Jika kita mempunyai suatu masalah, maka kita harus menyelesaikannya sebelum matahari terbenam. Jika kita tidak menyelesaikan masalah yang ada, maka akan timbul sakit hati, tidak mengampuni dan akar pahit.

Sifat iblis adalah selalu mengungkit-ungkit dosa kita, tetapi sifat dari Bapa kita di surga adalah selalu megampuni segala dosa dan pelanggaran kita (baca 1 Yohanes 1:9)

Mazmur 103:8-13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikianlah Tuhah mengasihi kita. Sekalipun kita pernah berbuat dosa, tetapi Tuhan selalu mengampuni dosa dan pelanggaran kita.

Jika kita belum bisa mengampuni, maka kita masih kanak-kanak, dan belum dewasa secara rohani

e. Mementingkan diri sendiri (Yakobus 3:16)

f. Mudah tersinggung

Jika saat ini kita memiliki sifat yang mudah tersinggung, maka hari ini juga kita harus memutuskan untuk bertumbuh menjadi dewasa rohani.

g. Pikirannya bimbang/bercabang

Ketika seseorang tidak bisa memilih: Mau mengikuti Tuhan sungguh-sungguh atau ikut ilah-ilah, maka ia masih seorang kanak-kanak dan belum dewasa secara rohani

h. Tidak sabar

Orang yang dewasa rohani senantiasa berjaga-jaga dan mengijinkan Roh Tuhan menguasai hatinya, tidak mengijinkan situasi di sekitarnya masuk menyerang dan membuat hatinya/ pikirannya goncang. Sedangkan orang yang tidak dewasa rohani mengijinkan suara-suara negatif dari luar masuk ke dalam hati dan pikirannya sehingga membuat ia tergoncang dan menjadi tidak sabar.

Jika kita sudah dewasa secara rohani, maka kita tidak mengandalkan apa yang ada di sekitar kita, tetapi kita benar-benar berakar ke dalam Kristus.

Apa maksud dari berakar ke dalam Kristus?

Yohanes 15:4-7 (baca)

Ada waktunyanya kita mengalami Tuhan hadir dalam hidup kita dan Tuhan memberikan kesemptan kepada kita untuk meminta apapun kepada-Nya. Tuhan mau kita mengalami kehadiran Tuhan setiap saat dalam hidup kita, bukan hanya pada waktu pertemuan-pertemuan ibadah saja.

Arti tinggal di dalam Dia adalah melihat kepada karakter dan pribadi dari Tuhan Yesus.

  • Tuhan Yesus tidak pernah iri hati.
  • Tuhan Yesus tidak mudah disesatkan<
  • Dan lain-lain

Tertanam di dalam Tuhan Yesus artinya kita menarik semua apa yang ada di dalam Tuhan Yesus, baik itu kehidupan-Nya dan karakter-Nya.

Yeremia 17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN. Artinya tidak menaruh harapannya kepada apa yang di luar, tidak diombang ambingkan oleh angin pengajaran palsu, keberhasilan orang lain tidak membuat iri hati, tidak mudah tersinggung, tidak mementingkan diri sendiri, tidak ada kepahitan, pikirannya tidak bercabang.

Jika kita berakar di dalam Kristus, maka kita akan melihat Tuhan Yesus dan langsung mengampuni orang lain.

Yeremia 17:8 8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Seorang yang berakar di dalam Kristus akan merambatkan akar-akarnya ke dalam Kristus sampai bertemu dengan karakter dan pribadinya Kristus. Artinya tidak hanya membaca firman Tuhan, tetapi merenungkan firman Tuhan dan mendapatkan rhema dari firman Tuhan tersebut.

Kita ada di tempat yang terbaik karena ada di dalam Tuhan Yesus. Dialah yang terbaik, dan paling luar biasa dalam hidup ini.

Mengandalkan Tuhan artinya mengandalkan firman Tuhan. Pada waktu kita mau melangkah, maka kita harus menantikan apa yang akan Tuhan sampaikan kepada kita.

Kita tidak diombang ambingkan oleh keadaan di sekitar kita, tetapi kita harus berakar di dalam Kristus. Pada waktu kita berakar di dalam Kristus, maka kita akan bertumbuh ke atas dan berbuah.

No results found...