Skip to content

DOUBLE PORTION (MENGALAMI BERKAT PORSI GANDA)

Ev Yohanes Utomo

(Ringkasan Khotbah Minggu 12 Januari 2020)

Pembacaan Alkitab: 2 Raja-raja 2 : 9 – 14

Apa artinya porsi ganda? Mengapa Elisa meminta dua bagian (porsi ganda) pengurapan Elia?

Gagasan tentang porsi ganda ini dalam alkitab dijelaskan sebagai BERKAT GANDA. Biasanya digunakan dalam Perjanian Lama untuk merujuk kepada hak kesulungan, itulah warisan yang diterima oleh putra tertua/ pertama (Ulangan 21 : 17). Jadi Elisa memohon kepada Elia sebagai bapak rohaninya untuk memberikan kadar karunia/ pengurapan/roh kenabian dua kali lipat supaya Elisa bisa melanjutkan pelayanan Elia.

Bagaimana kita alami berkat ganda (double portion)?

1. Setia kepada Tuhan dan senantiasa mengikuti kehendak-Nya.

Allah mengabulkan permohonan Elisa, karena Allah mengetahui bahwa nabi muda itu sedia untuk tetap setia kepada-Nya di tengah-tengah kemurtadan rohani moral dan doktrin di sekitarnya. Dalam tradisi Israel seorang anak sulung mendapat warisan dua kali lipat dibandingkan saudara-saudara yang lain. Itulah sebabnya Elisa meminta warisan sebagai anak sulung Elia. Alkitab mencatat bahwa Mujizat yang dilakukan Elisa dua kali lebih banyak dari pada yang dilakukan oleh Elia.

Tiga kali Elisa disuruh oleh Elia meninggalkannya, tetapi Elisa tetap bersikeras untuk mengikuti kemana pun Elia pergi (2 Raja-raja 2 : 2 – 6). Elisa memiliki hati yang setia, dimana kehendak Tuhan dan firman-Nya dinyatakan di sana Elisa selalu ada. Hal ini membuktikan bahwa kesetiaan Elisa teruji.

Tahun 2020 hendaknya kesetian kita teruji, bahwa kita menjadi orang-orang yang setia mengikuti Tuhan dan mengalami hadirat-Nya supaya kita mengalami porsi ganda dari berkat. Tuhan Yesus mengatakan bahwa; barangsiapa setia dalam perkara yang kecil, maka ia akan diberikan tanggung jawab dalam perkara yang besar Matius 25 : 21. Tahun 2020 kita harus semakin setia untuk beribadah dan bersekutu dengan Tuhan, baik secara pribadi, keluarga, dan jemaat.

2. Mintalah dan percaya bahwa kita akan menerima.

2 Raja-raja 2 : 9 “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.” Sebelum terangkat ke Surga Elia bertanya kepada Elisa untuk meminta apa yang dia kehendaki. Sekalipun menurut Elia permintaan itu sukar, namun bagi Tuhan tidak ada yang sukar.

Markus 10 : 51 Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”

Bagi Tuhan tidak ada doa yang terlalu sukar untuk ditolong, Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu dan menyatakan kuasa-Nya dalam hidup kita. Permintaan Elisa kepada Elia adalah permintaan yang luar biasa, yaitu mendapatkan dua bagian dari roh Elia, dan permintaannya itupun dipenuhi. Hal ini menjelaskan bahwa berani meminta seperti Elisa merupakan sesuatu yang penting, karena Tuhan sebenarnya menghendaki kita untuk naik kepada level yang lebih tinggi, dan mendapatkan berkat ganda. Berkat/ pengurapan/ karunia ganda ini kita peroleh harus dimulai dengan berdoa berharap dengan iman sama seperti Elisa.

Mulailah berdoa kepada Tuhan untuk meminta hal-hal yang besar dan luar biasa, jangan hanya berdoa meminta hal-hal yang remeh dan biasa saja, karena berpikir hal-hal yang besar itu sulit kita dapatkan. Bagi Tuhan tidak ada sukar!

Elia berkata bahwa permintaan Elisa itu sukar, karena hal itu hanya dapat dikabulkan oleh Tuhan sendiri, dan hal itu bergantung kepada iman Elisa. Motivasi dari permintaan Elisa bukanlah karena tamak, tetapi karena dia rindu untuk dipakai Tuhan dan meneruskan pelayanan Elia untuk menjadi berkat bagi banyak orang (berbuah banyak).

Tujuan Tuhan memberkati hidup kita adalah SUPAYA KITA MENJADI BERKAT BAGI ORANG LAIN, KITA DIPAKAI TUHAN UNTUK MELAYANI DAN MENDUKUNG PEKERJAAN TUHAN DI DALAM DAN MELALUI GEREJA-NYA (GDS), DIMANA KITA TERTANAM DAN BERTUMBUH.

Yakobus 4 : 2b …kamu tidak menerima apa-apa karena kamu tidak bedoa… Jadi Doa adalah hak (privilege) kita untuk datang kepada Tuhan dan meminta. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengajarkan kita dalam Matius 7 : 7 Mintalah maka kamu akan menerima, carilah kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu, karena setiap orang yang meminta menerima, dan setiap orang yang mencari mendapat, dan setiap orang yang mengetok pintu akan dibukakan.

Jika kita tahu memberikan pemberian yang baik kepada anak-anak kita, apalagi Bapa kita di surga, Ia akan memberikan apa yang baik bagi mereka yang meminta kepada-Nya. Bapa di surga jauh lebih baik daripada segala bapak dan ibu kita dunia ini, Yesaya 49 : 15;

Di dalam dunia ini yg paling baik dalam hidup kita adalah Tuhan Yesus, Dia adalah Bapa yang luar biasa, Dia mengasihi kita lebih dari siapapun mengasihi kita, Matius 27 : 10 (baca) Tuhan tidak pernah menolak dan meninggalkan kita. Dunia ini, bisa menolak kita, tetapi Tuhan sekali-kali tidak akan menolak kita.

Yesaya 43 : 4 Kita sangat berharga di hadapan Tuhan, itu sebabnya Dia sangat mengasihi kita. Harga diri kita tidak ditentukan/ dinilai dari fisik (jasmani), penghasilan, kesuksesan, kemampuan, status, dan harta.

Beranikah kita meminta sesuatu yang luar biasa dari Bapa yang begitu baik dan mengasihi kita? Yosua berani meminta sesuatu yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya dari Bapa di surga, doa Yosua adalah menghentikan matahari ketika mereka sedang berperang, dan hal itupun terjadi seperti apa yang dia minta Yosua 10 : 12 – 14 (baca). Jangan berkata negative tentang Tuhan, sekalipun permintaan kita sukar, jika Tuhan yang bertindak maka hal itu akan mungkin bagi kita.

3. Milikilah iman Tuhan, karena sekalipun tidak ada jalan, Allah akan buka jalan.

Yesaya 43 : 16 – 19 Tuhan membuat jalan bagi kita, dan apa yang sudah Tuhan bukakan bagi kita, tidak seorangpun dapat menutupnya. Di padang berlantara sekalipun Tuhan membuat jalan bagi kita. Mazmur 5 : 13 Tuhan memagari kita dengan anugerah-Nya seperti perisai. Tuhan senantiasa SETIA 1 Korintus 10 : 13 di dalam Tuhan selalu ada jalan keluar (way out) ADA SOLUSI. Dia tahu setiap masalah dan jalan keluarnya.

Markus 9 : 21 – 23 (baca) Ayah dari seorang anak yang sakit berdoa dan mengharapkan mujizat dardi Tuhan, namun Tuhan Yesus menegaskan bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang percaya, yang artinya hal itu terjadi bukan dari Tuhan, tetapi dari diri kita sendiri, untuk percaya dan mengalaminya.

Tuhan menghendaki respon hati kita, milikiah hati yang lapar dan haus akan Tuhan, karena iman itu timbul dari pendengaran, dan pendengaran akan firman Kristus. PERCAYALAH KEPADA TUHAN! Milikilah iman yang lebih besar dari pada situasi dan kondisi yang kita lihat, sama seperti Yosua dan Kaleb melihat tanah Kanaan dengan iman berdasarkan janji Tuhan, itulah sebabnya Yosua dan Kaleb yang layak memasuki negeri Kanaan itu, bahkan keturunan mereka diberkati.

Dibalik tantangan akan selalu ada promosi dan berkat yang Tuhan sediakan. Kabar buruk, berita negative, intimidasi, tekanan dan depresi dari keadaan yang kita alami akan MELEMAHKAN iman kita. Itu sebabnya perkatakan selalu janji dan firman Tuhan, percaya dan berdoa kepada Tuhan. Kita harus mengendalikan sikon kita, dan bukan dipengaruhi! Jika kita bersama dengan Tuhan dan firman-Nya kita percaya, maka firman Tuhan tidak akan gagal dan kembali dengan sia-sia.

Efesus 3 : 20 Bagi Tuhan yang dapay melakukan JAUH LEBIH BANYAK dari yang kita doakan atau pikirkan. Oleh sebab itu “Have faith in God” milikilah imannya Allah. Tuhan Yesus mengajarkan pada waktu kita berdoa, kita meminta dan percaya bahwa kita telah menerima, maka hal itu akan diberikan kepada kita Markus 11 : 24. Kuasa dan mujizat Tuhan tidak terjadi berdasarkan percaya secara mental (emosi), karena hal itu akan mungkin jika kita memiliki imannya Allah. Roma 12 : 3 iman berasal dari Tuhan dan dikaruniakan bagi kita.

Iman secara manusia, tidak pernah memadai, karena terbatas, namun ketika iman-Nya Allah menjadi iman kita, maka kita akan penuh dengan kuasa. Ibrani 12 : 2 Marilah kita melakukan dengan mata yg tertuju kepada Tuhan Yesus yang memimpin kita di dalam iman dan memimpin iman itu kepada kesempurnaan.

Efesus 2 : 8 – 9 Iman bukan hasil usaha tetapi pemberian dan anugerah dari Tuhan, itu sebabnya kita harus terus-menerus bertumbuh di dalam iman yaitu mengalami persekutuan dengan Tuhan dan firman-Nya, maka kita akan diberkati dengan porsi ganda, amin!

No results found...