Skip to content

FIRMAN TUHAN PENUH KUASA

Ps. Jesaya Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu 25 Februari 2024

Ibrani 11:1-3 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

Ibrani 1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi.

Firman Tuhan penuh dengan kekuasaan. Artinya, ada potensi yang sangat besar yang tidak ada batasnya dalam firman Tuhan.

Firman Tuhan adalah tenaga yang tidak terbatas. Jika kita mempunyai rhema firman Tuhan, maka kita memiliki kuasa yang tidak terbatas.

Firman Tuhan adalah penyataan dari kehendak dan rencana Allah Bapa serta kasih-Nya yang kekal. Kita menerima semua yang telah Tuhan sediakan oleh iman. Pada waktu kita terima dengan iman, maka kita menerima kekuasaan yang telah Tuhan sediakan.

Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Pada waktu kita menerima apa yang Tuhan sampaikan yaitu firman-Nya, maka kita sedang menerima sesuatu yang sangat luar biasa.

  1. Firman Allah menciptakan

Firman Allah menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada

Pada waktu firman berbicara kepada kita, kita mungkin tidak melihat, tetapi kita bisa merasakannya, yang membuat iman kita bangkit dan roh kita menyala-nyala.

Ibrani 1:3 Alam semesta ditopang dengan firman-Nya yang penuh dengan kekuasaan. Artinya, jika kita sebenarnya sudah menerima, tetapi karena sebab tertentu terjadi kehilangan atau hal buruk, firman Allah sanggup menciptakannya kembali.

Kejadian 1:2-3 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

Firman Allah memulai segala sesuatu. Jika kita punya firman, maka kita punya segala sesuatu. Sebaliknya jika kita tidak punya firman, maka kita tidak memiliki apapun bahkan semua yang ada pada kita akan hilang.

  • Firman Allah menghidupkan/membangkitkan

(Yehezkiel 37:1-10)

Ayat 1-3 Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang. Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering. Lalu Ia berfirman kepadaku: “Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?” Aku menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!”

Nabi Yehezkiel mendapat sebuah penglihatan yaitu tulang-tulang yang sudah amat kering, dengan kata lain sudah sangat lama umur kematiannya. Pada waktu Tuhan bertanya apakah tulang-tulang itu dapat hidup kembali, nabi Yehezkiel menjawab, Tuhan sendiri yang mengetahuinya.

Ada banyak hal yang tidak bisa kita ketahui dan menjadi sebuah misteri dalam hidup kita, tetapi Tuhan mengetahui semuanya. Tuhan tahu sampai detail rambut kepala kita yang jatuh.

Ayat 4 Lalu firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN.

Jika kita punya firman, maka kita punya kehidupan. Sebaliknya jika kita tidak punya firman, maka kita tidak punya kehidupan.

Jika kita butuh kebangkitan, maka kita harus dengar firman Allah. Jika kita mendengar firman Allah, maka kita punya kehidupan.

Ayat 5  Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.

Pada waktu kita mendengar firman sampai ke dalam roh kita, maka semua yang mati akan hidup kembali, yang kering berair kembali, yang sudah stagnan kembali maju.

Ayat 8-9 Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas. Maka firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali.”

Pada waktu kita melihat sudah ada jalannya, tetapi belum bias tembus, maka kita membutuhkan firman Allah.

Nabi Yehezkiel dapat firman dan mulai mengucapkan apa yang Tuhan berikan, hasilnya mujizat mulai terjadi. Akan tetapi dalam prosesnya sempat terhenti pada suatu titik. Kemudian nabi Yehezkiel kembali bernubuat sehingga pada akhirnya semua yang telah mati menjadi hidup kembali.

Ayat 10  Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.

Pada waktu firman masuk kembali ke dalam hidup kita, maka kita hidup kembali dan menjadi sebuah kekuatan yang besar.

Tuhan kalau memulihkan selalu punya ciri yang khas, yaitu selalu lebih dari yang pernah terjadi sebelumnya.

Mazmur 84:8  Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.

  • Firman Allah menyembuhkan

Mazmur 107:17-20 Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka; mereka muak terhadap segala makanan dan mereka sudah sampai pada pintu gerbang maut. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur.

Tuhan ingin menyembuhkan kita dari setiap sakit penyakit. Oleh sebab itu, kita harus percaya dan terima firman Allah dengan sungguh-sungguh.

Ibrani 11:3 Karena iman kita mengerti bahwa segala sesuatu yang Tuhan janjikan telah terjadi.

Segala sesuatu yang kita butuhkan telah sempurna dan digenapi melalui kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib. Segala sesuatu yang mengancam hidup kita telah dipakukan di atas kayu salib. Semua hutang atas apapun dalam hidup kita telah dipakukan di atas kayu salib. Segala sesuatu sudah selesai melalui kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib (Kolose 2:14).

Pada waktu kita mendengar dan percaya kepada firman Allah, maka kita pasti akan disembuhkan dari setiap sakit penyakit.

  • Firman Allah mengubahkan

Apa saja dapat diubahkan oleh firman Allah, sebab firman Allah penuh kuasa.

Kisah Para Rasul 26:8-15 (baca)

Jika kita mau melihat perubahan, maka kita harus mendengar firman Allah.

Setiap kita dipanggil secara pribadi oleh Tuhan, tidak beramai-ramai. Tuhan Yesus mengenal nama kita, Tuhan punya rencana bagi kita yaitu rancangan damai sejahtera dan masa depan yang penuh dengan harapan serta menjadikan kita berkat bagi banyak orang (Yeremia 29:11).

Pada waktu Saulus diubahkan, dia tidak hanya diubahkan dari seorang pembunuh menjadi orang yang baik, tetapi dia diubahkan dari seorang pemarah menjadi Paulus, seorang yang menulis bagian firman Tuhan tentang kasih            (1 Korintus 13).

Hidup setiap orang dapat diubahkan. Simon menjadi Petrus (Matius 16:17-18), Abram menjadi Abraham (Kejadian 17:4-5).

  • Firman Allah menyelamatkan (Yunus 2:1-10)

Ayat 2 katanya: “Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.

Selama kita masih berseru kepada Tuhan, maka Tuhan akan selalu menjawab kita.

Sekalipun kita dalam keadaan yang paling sulit/susah, Tuhan dapat menolong dan melepaskan kita. Bagian kita adalah berseru kepada Tuhan saat menghadapi situasi yang sulit/susah.

Yunus merendahkan diri. Ayat 3-4 Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku. Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus.

Jika kita masih bisa mendengar firman Tuhan, maka kita masih bisa menerima keselamatan dan kasih karunia dari Tuhan.

Ayat 5-7 Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; samudera raya merangkum aku; lumut lautan membelit kepalaku di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku. Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.

Selama kita masih mendengar firman Tuhan, itu waktunya kebangkitan.

Di mana pun kita berjalan, kapan pun kita berseru, kita dapat berlari ke tahta kasih karunia Allah dan menerima pertolongan tepat pada waktunya (Ibrani 4:16)

Ayat 8 Mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia.

Yunus bertobat dari yang telah meninggalkan Tuhan dan berbalik kepada Tuhan.

Ayat 9 Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!

Keselamatan berasal dari Tuhan. Waktu Yunus bertemu dengan Tuhan Yesus, dia pun diselamatkan

Ayat 10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.

Pada waktu firman Tuhan disampaikan, maka kita semua akan menerima keselamatan.

No results found...