Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
IMAN TANPA HAMBATAN
Ev. Yohanes Utomo
(Ringkasan Kotbah Minggu 21 Juni 2015)
Pembacaan Alkitab : Lukas 7 : 1 – 10
Jika kita kagum kepada Tuhan karena perbuatan Tuhan yang besar; menciptakan langit dan bumi, menyembuhkan segala penyakit kita, menolong kita dari kesulitan dan tantangan, dll, maka hal itu adalah hal yang wajar, karena Tuhan kita luar biasa dan dahsyat! Tetapi sebaliknya jika Tuhan yang kagum dan takjub kepada kita, karena Iman kita kepada-Nya, itu hal yang luar biasa!
Hari ini kita belajar tentang seorang perwira yang membuat Tuhan kagum dan takjub kepadanya, karena imannya yang besar kepada Tuhan. Kita akan belajar; bagaimana perwira ini berdoa dan menyampaikan permintaannya kepada Tuhan
Mazmur 139 : 4; Matius 6 : 8 (baca) Firman Tuhan menjelaskan bahwa sebelum lidah kita mengeluarkan perkataan sesungguhnya Tuhan sudah mengetahuinya. Banyak orang menanyakan jika Tuhan sudah tahu apa yang akan kita minta kepada-Nya, mengapa kita harus berdoa?
Kita berdoa kepada Tuhan bukan untuk memberitahukan keadaan kita. Tetapi kita berdoa untuk mengundang (INVITE) Tuhan ke dalam hidup kita, Lukas 7 : 3. Berdoa adalah cara kita mengundang Tuhan untuk bersekutu dengan kita. Itu sebabnya, sebagai anak-anak Tuhan, kita berdoa kepada Tuhan, karena kita memiliki hubungan (relationship) dengan Tuhan. pada waktu kita bersekutu dengan Tuhan kita akan mengalami impartasi dari Tuhan, damai sejahtera, jiwa kita akan mendapat kelegaan, firman Tuhan dapat bertumbuh di dalam hidup kita.
Pentingnya kita berdoa karena BERDOA adalah sebuah “privilege†(hak isitimewa) tidak semua orang mendapatnya. Berdoa adalah sebuah hak istimewa dimana kita bisa mengenal Tuhan dan memanggil-Nya sebagai BAPA.
Tuhan ingin memberikan kepada kita hikmat dan kebijaksanaan pada waktu kita berdoa Yakobus 1 : 5 (baca) Ada banyak hal yang kita dapatkan dari Tuhan saat kita berdoa, karena Tuhan selalu ingin menyampaikan isi hati-Nya kepada kita supaya kita kuat Lukas 22 : 40 (baca). Tuhan ingin kita menyadari bahwa tanpa DOA, kita lemah. Tanpa Doa kita tidak bisa berjalan sendiri dalam hidup ini. Tuhan menghendaki agar kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan (depandency) setiap hari, kita harus melekat kepada Tuhan (pokok Anggur), karena tanpa Tuhan kita tidak dapat melakukan apa-apa.
Iman seorang perwira di Kapernaum ini adalah iman yang bebas hambatan, iman yang membuat Tuhan Yesus heran dan kagum …“Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel†Lukas 7 : 9.
Dalam alkitab ada beberapa cerita tentang iman:
• Orang yang tidak mempunyai iman, karena tidak mengenal Tuhan. Markus 4 : 39 – 40
• Murid-murid tidak dapat mengusir setan, karena mereka kurang percaya (imannya kecil) Matius 17 : 19 – 20
• Perempuan Kanaan datang kepada Tuhan Yesus dan memohon supaya anaknya sembuhkan, karena imannya yang besar maka seketika itu juga anaknya disembuhkan Matius 15 : 25 – 28
Bagaimana kita memiliki IMAN TANPA HAMBATAN, seperti seorang perwira di Kapernaum?
  1.  Iman yang tidak tergantung kepada keadaan.
Lukas 7 : 2 (baca) Perwira di Kaprenaum ini memiliki hamba yang sakit keras dan hampir mati. Biasanya iman kita bergantung kepada keadaan, jika seseorang sakit biasa kadang tidak memerlukan iman, tetapi jika penyakit yang berat (sakit keras) terkadang seseorang membutuhkan iman yang lebih besar.
Bilangan 11 : 21 – 23 (baca) Artinya, bagi Tuhan menyembuhkan penyakit yang berat (seperti kanker) tidak lebih sulit dari menyembuhkan penyakit yang ringan (flu). Iman dari perwira ini, tidak memiliki hambatan terhadap keadaan! Imannya tidak tergantung kepada keadaan.
Lukas 7 : 6 – 7 Perwira ini menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada Tuhan Yesus : janganlah bersusah-susah sebab dia tidak layak menerima Tuhan Yesus di rumahnya…“tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh†Perwira ini percaya sepenuhnya perkataann Tuhan (firman Tuhan)! Apa yang Tuhan katakan itulah yang terjadi.
Firman Tuhan tidak pernah gagal, jika firman itu sudah “keluar†maka firman itu akan melaksanakan apa yang Tuhan kehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Tuhan suruhkan kepadanya.
  2.  Iman yang bertumbuh di dalam KASIH
Lukas 7 : 2 – 5 (baca) Perwira ini memiliki iman tanpa hambatan karena dia hidup di dalam kasih. Ia tidak memandang siapapun untuk menyatakan kasihnya. Sebagai seorang kristen seringkali kita berpikir bahwa MENGASIHI adalah sebuah pilihan, tetapi sebenarnya adalah PERINTAH! Yohanes 13 : 34 (baca) Perintah baru yang Tuhan Yesus berikan adalah kita mengasihi sama seperti Tuhan Yesus telah mengasihi kita.
Sekalipun perwira ini adalah seorang yang berkebangsaan Romawi, tetapi kasihnya melampaui suku, bangsa, dan, ras. Dia mendukung pembangunan rumah ibadat bagi orang Yahudi, dan mengasihi hambanya.
Firman Tuhan menjelaskan bahwa seringkali doa kita tidak dijawab oleh Tuhan karena seringkali kita berdoa hanya untuk kepentingan diri kita sendiri, yaitu untuk memuaskan keinginan kita semata. Berbeda dengan perwira di Kapernaum ini, dia berdoa tidak untuk kepentingannya sendiri tetapi untuk hambanya yang sakit. Itu sebabnya hambanya sembuh karena iman dari perwira ini.
Artinya di dalam hidupnya, perwira ini telah menjadi berkat bagi orang lain. Jika kita ingin doa kita berkuasa, milikilah hati yang ingin menjadi berkat kepada orang lain, milikilah hati yang memuliakan Tuhan dengan apa yang kita miliki dan lakukan.
Amsal 18 : 21 (baca) Tuhan selalu sampaikan firman-Nya kepada kita, jika kita sudah dengar, kita harus mengucapkannya dengan iman. maka firman itu akan kembali memberkati kita. firman yang diucapakan tidak akan kembali dengan sia-sia tetapi bekerja di dalam hidup kita.
  3.  Iman perwira ini membuat dia aktif dalam pekerjaan Tuhan
Karena Imannya maka ia membangun rumah ibadat bagi orang Yahudi. Jika kita ingin menjadi berkat maka kita harus terlibat aktif dalam melayani dan mendukung pekerjaan Tuhan di gereja (GDS). Setiap kali kita melayani dan mendukung pekerjaan Tuhan dengan apa yang kita miliki (harta, talenta, karunia, waktu) kita sedang berinvestasi di dalam kerajaan surga, karena pada akhirnya kita akan menerima upah dari Tuhan 1 Korintus 15 : 58
  4.  Iman yang rendah hati
Walaupun memiliki kedudukan dan jabatan yang tinggi, namun perwira ini datang kepada Tuhan dengan penuh kerendahan hati. Dalam ketulusan hatinya, ia merasa tidak layak untuk menerima Tuhan Yesus di rumahnya, sekalipun bagi orang-orang Yahudi dia layak untuk ditolong.
Tuhan menghendaki agar setiap kali kita datang kepada Tuhan, kita harus datang dengan KERENDAHAN HATI. Kita harus menanggalkan penddidikan, status, kekuasaan, harta dll. Kita harus menyadari bahwa kita hanya layak di hadapan Tuhan karena kasih karunia, kita dibenarkan oleh Tuhan dengan cuma-cuma. Roma 3 : 24 Perwira ini tidak memiliki hambatan dengan kesombongan, ke-AKU-an, tetapi miliki kerendahan hati.
Jangan mengikut Tuhan dengan rendah diri yang salah, seakan-akan kita tidak layak untuk menerima jawaban doa, memang kita tidak layak, tetapi di dalam Kristus kita dilayakkan. sebaliknya kita harus selalu miliki kerendahan hati supaya kita selalu bergantung kepada Tuhan!
  5.  Iman yang TAAT kepada firman Tuhan
Lukas 7 : 9 Perwira ini TAAT seratus persen kepada firman Tuhan dan perkataan Tuhan. Iman tanpa perbuatan (KETAATAN) pada hakekatnya mati! Iman perwira ini bukan hanya “lips service†tetapi imannya aktif dalam pekerjaan Tuhan.
Yohanes 14 : 12 – 14 Setiap kali kita berdoa dan meminta, kita berdoa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pada waktu kita datang di hadapan Bapa, kita datang bukan karena kebaikan kita, tetapi kebaikan Tuhan Yesus Kristus, inilah yang membuat doa kita berkuasa
Ulangan 9 : 4 (baca) Bukan karena jasa dan kekuatan kita setiap kali kita berdoa tetapi karena kebaikan Tuhan Yesus, kita datang kepada Tuhan dengan nama Yesus! Karena nama Yesuslah maka doa kita berkuasa! Berdoalah dan minta perkara-perkara besar dari Tuhan asalkan kita taat kepada firman-Nya, Tuhan pasti menjawab dan menggenapi doa kita.
