Skip to content

MEMPERSIAPKAN DIRI KITA MASUK DALAM HIDUP YANG KEKAL

Ps. Jesaya Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu, 3 April 2022

Pembacaan Alkitab : Yohanes 13:1-11

Tuhan Yesus sudah berulang kali merayakan Paskah pada waktu Dia ada di bumi. Tiba waktunya Dia menyadari bahwa Paskah yang akan dirayakan-Nya merupakan Paskah terakhir dalam hidup-Nya di bumi. Demikian pun dalam hidup kita di dunia ini, kita harus siap karena waktunya akan tiba kesempatan yang terakhir bagi kita ada di dunia ini.

1.Kita harus hidup dalam kekekalan

Yohanes 13:1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.

Sebagaimana Tuhan Yesus mempersiapkan diri untuk muid-murid-Nya, demikian pun juga saat ini Tuhan Yesus mempersiapkan diri untuk hidup kita.

Perspektif kita bukanlah yang kelihatan, tetapi yang tidak kelihatan, karena yang tidak kelihatan itu yang kekal.

Kekekalan tidak bisa diukur dengan apapun dan tidak ada akhirnya, sementara waktu hidup kita di bumi dan bahkan masa edar bumi ada waktunya/akan berakhir.

Dalam perspektif kekekalan segala sesuatunya hanya sementara dan tidak ada yang kekal.

Tuhan ingin membawa kita melihat sebanyak yang tidak terbatas.

Yohanes 13:3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.

Tuhan Yesus datang dari kekekalan dan kembali kepada kekekalan. Tuhan Yesus telah selesai di dunia ini dan beralih kepada Allah Bapa di surga.

Kita harus mengerti dan menyadari bahwa setiap kita juga akan beralih kepada kekekalan. Semua yang kita miliki di dunia ini hanyalah sementara karena pada saat kita kembali ke Rumah Allah Bapa di surga, kita tidak membawa segala sesuatu yang kita miliki di dunia ini.

Tuhan Yesus turun dari kekekalan, masuk kepada yang sementara, dan kembali lagi kepada kekekalan. Demikian pun dengan kita, Tuhan ingin kita yang berasal dari kekekalan, masuk ke dunia yang sementara dan kembali kepada kekekalan.

Kita harus mengerti dan menyadari bahwa hidup kita di dunia ini hanya sementara. Jika hidup kita hanya sementara, bagaimana dengan pekerjaan yang kita lakukan di dunia ini? Semua yang kita kerjakan dan hidupi setiap hari tidak ada nilainya kalau dikerjakan hanya untuk yang sementara, tetapi memiliki akan nilai jika dikerjakan untuk yang kekal.

Kita harus hidup menurut apa yang Tuhan Yesus katakan/firmankan. Tuhan Yesus berkata bahwa Firman-Ku adalah Roh dan hidup (Yohanes 6:63), dan firman-Nya itu kekal.

Pada waktu kita hidup menurut firman Tuhan berarti kita hidup dalam kekekalan/jalan yang kekal. Jika kita mengucapkan kata-kata yang sia-sia, maka tidak ada nilainya, tidak kekal.

Tuhan Yesus mengajarkan apa yang Dia hidupi; Perkataanku tidak Aku sampaikan dari diri-Nya sendiri, tetapi apa yang Ia katakan berasal dari Allah Bapa.

Hal yang benar pasti kekal, dan apa yang kekal pasti benar. Dalam Kerajaan Allah hanya ada kebenaran, tidak ada yang lain.

Kalau waktunya belum tiba, maka apa yang dikerjakan iblis atau manusia tidak akan terjadi. Contohnya adalah pada waktu orang-orang merencanakan untuk menangkap Tuhan Yesus sebelum waktu yang sudah ditentukan oleh Allah Bapa, mereka tidak berhasil menangkapnya. Tetapi kalau sudah waktunya Tuhan, maka segala sesuatu yang Tuhan tetapkan akan terjadi.

Bumi ini yang hanya sementara diatur dari surga, diatur dari kekekalan. Pengkotbah 3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.

Kita harus berpikir, apakah yang kita kerjakan memiliki dampak dalam kekekalan atau sia-sia/tidak ada nilainya? Jika sia-sia, maka kita harus berhenti, dan tinggalkan semua itu karena tidak kekal.

2. Kembali kepada Allah

Yohanes 13:3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.

Semua manusia akan kembali kepada Allah; apakah dia orang benar, orang fasik, berdosa, tidak berdosa, beragama atau tidak beragama.

Roma 14:10-12 (baca), Kita akan menghadap tahta pengadilan Kristus untuk memberi pertanggungan jawab. Di hadapan Allah Bapa tidak ada yang bisa disembunyikan.

Apa yang terjadi pada waktu Tuhan Yesus naik ke hadirat Allah?

Ibrani 9:12,14 (baca) Tuhan Yesus membawa darah-Nya sendiri yang kudus dan tak bercacat, Dia pun diterima oleh Allah Bapa di surga. Tuhan Yesus melakukan-Nya bukan untuk diri-Nya sendiri, tetapi untuk kepentingan kita.

Apa yang kita bawa dan persembahkan dalam kekekalan?

Perbuatan baik kita seperti kain kotor di hadapan Allah dan tidak bisa membawa kepada kekekalan (Yesaya 64:6). Untuk dapat masuk dalam kekekalan, maka segala yang kita lakukan dan perbuat harus di dalam Tuhan Yesus, dan di dalam perlindungan darah Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus tidak mau satu orang pun murid-murid-Nya binasa, maka Ia mempersiapkan murid-murid-Nya menjelang Paskah terakhir dalam hidup-Nya. Pada saat sekarang ini, Tuhan Yesus pun mempersiapkan kita supaya kita bisa masuk dalam kekekalan.

Untuk masuk dalam kekekalan, kita harus memilki darah Tuhan Yesus. Ibrani 12:1-2, Kita harus menghapus dan membersikan semua dosa yang merintangi kita dengan darah Tuhan Yesus.

Apapun profesi dan pekerjaan kita saat ini, kerjakan di dalam kesetiaan dengan Tuhan, di dalam kekuatan Tuhan. Di dalam Tuhan Yesus, kita dapat melakukan segala perkara (Filipi 4:13). Kita harus melakukan segala sesuatu di dalam kekuatan kuasa-Nya (Efesus 6:10).

Dalam melakukan segala sesuatu, hati kita harus senantiasa mengucap syukur dan roh kita harus tetap terkoneksi dengan Tuhan.

Kita harus percaya bahwa Allah sanggup mencukupi segala kepeluan dan kebutuhan hidup kita (Filipi 4:19).

Segala seuatu yang kita lakukan dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payah kita tidak akan sia-sia (1 Korintus 15:58).

Setiap orang akan dinilai bukan hanya dari apa yang dikatakan dan dilakukannya, tetapi apakah dia menyelesaikan panggilan hidupnya.

Tuhan Yesus tahu dengan pasti panggilan hidup-Nya. Dia telah menyelesaikan semua  tugasnya selama berada di bumi.

Rasul Paulus tahu dengan pasti panggilan hidupnya (1 Korintus 3:6), dan dia telah menyelesaikan dengan baik panggilan tersebut (2 Timotius 4:8).

Apa panggilan hidup kita? Apa yang harus kita kerjakan? Apa hasil yang telah kita capai sampai saat ini?

3. Menyiapkan diri kita (Yohanes 13:4,10)

Ayat 10 Kata Yesus kepadanya: “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.”

Mandi yang dimaksud dalam ayat ini adalah baptis. Baptis bukan hanya sekedar baptis, tetapi baptis yang disertai dengan pertobatan agar menerima karunia Roh Kudus (Kisah 2:37-38).

Bertobat artinya berbalik, meninggalkan semua yang najis dan kotor, meninggalkan sakit hati, kepahitan, iri hati, berbalik dari jalan yang menurut kita baik dan mengikuti jalan-Nya Tuhan, tidak kompromi dengan dosa dan kejahatan.

Yohanes 13:21(baca), Hati Tuhan Yesus sangat sedih bukan karena Dia akan disalibkan, tetapi karena ada satu orang yang sampai akhir tidak mau bertobat yaitu Yudas

Kasih Tuhan tidak bersyarat, kasih-Nya sampai akhir, tetapi waktu kita di dunia ini ada waktunya. Oleh sebab itu kita harus mempersiapkan diri kita agar kita masuk dalam hidup yang kekal.

No results found...