Skip to content

PEMULIHAN DAN KEMERDEKAAN !

Ps Jesaya Henubau

(Ringkasan Khotbah Minggu 18 Agustus 2019)

Pembacaan Alkitab : Yohanes 8 : 31 – 32

Jika kita mengenal, mengalami, dan tinggal dalam kebenaran maka kebenaran tersebut akan memerdekakan kita. Jika para pendiri negara kita memiliki mimpin yang sangat besar bagi Indonesia setelah kemerdekaan ini, maka terlebih lagi Sang Pnecipta langit dan bumi, Bapa kita di surga, yang kita kenal di dalam nama Tuhan Yesus Kristus memiliki visi yang sangat besar untuk kemerdekaan setiap manusia di dunia ini.

Rancangan Tuhan bagi kita adalah supaya kita mengalami kemerdekaan yang sejati di dalam Kristus, supaya dengan kemerdekaan itu kita mengalami PEMULIHAN SEGALA SESUATU!
Kisah Para Rasul 3 : 11 – 21 (baca) Tuhan akan memulihkan segala sesuatu! Waktu seseorang dipulihkan dia pasti akan alami kemerdekaan.

Pemulihan dalam bahasa Yunani “Apokatastasis” mengapa kata ini begitu penting? Karena kata ini dipilih oleh Roh Kudus dan diinspirasikan/ dihembuskan kepada Lukas supaya dia menulis apokatastasis yang sebenarnya adalah terminology kedokteran yang dipakai jika seseorang sakit kemudian kondisinya pulih kembali seperti semula/ sebelum sakit, itulah arti dari kata pemulihan yang dipakai.

Oleh sebab itu, apabila Tuhan memulihkan segala sesuatu, maka hal itu berarti Tuhan memulihkan kembali keadaan seperti semula atau penciptaan yang sebenarnya, sebelum adanya dosa. Tetapi dalam rancangan Tuhan, pemulihan bukan hanya kembali seperti semula saja, tetapi juga memberikan ganti dua kali lipat, bahkan melampaui dari apa yang kita harapkan dan pikirkan Efesus 3 : 20; Zakharia 9 : 12; Yesaya 61 : 7

Bahkan pemazmur menuliskan kata pemulihan dalam satu pasal dalam kitab Mazmur diulangi hingga tiga kali. Mazmur 80 : 4, 8, 20 Tuhan ingin memulihkan segala sesuatu lebih dari apa yang pernah hilang.

Apa yang Tuhan pulihkan dalam diri kita?

1. Tuhan memulihkan gambar diri, status, dan posisi kita.

1 Korintus 15 : 45 Menjelaskan tentang dua Adam; Adam yang pertama menjadi mahluk hidup, tetapi Adam yang terakhir itulah Tuhan Yesus Kristus menjadi roh yang menghidupkan. Kita akan melihat perbandingan, bagaimana keadaan kita sebelumnya dengan keadaan kita ketika dipulihkan oleh Tuhan.

Kejadian 1 : 26 Sejak semula manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, itulah sebabnya ketika kita dipulihkan, hal itu berarti kita dipulihkan kembali segambar dan serupa dengan Allah, namun yang luar biasa lagi dalam surat Roma 8 : 29 kita bukan hanya segambar dan serupa dengan Tuhan Yesus, tetapi kita juga MENJADI SATU dengan-Nya.

Berdasarkan firman Tuhan kita tahu bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya Putra Tunggal Bapa di surga, namun setelah pemulihan segala sesuatu, maka kita juga dimasukan ke bagian tersebut, yaitu oleh Kristus kita dijadikan anak-anak Bapa di surga, dan Dia menjadi yang Sulung di antara kita. itulah sebabnya posisi kita adalah anak, menjadi sama dengan Tuhan Yesus, karena Tuhan Yesus memberikan kita tempat untuk bersama-sama dengan Dia di surga Efesus 2 : 6

Wahyu 3 : 21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

2. Tuhan juga ingin memulihkan kuasa, otoritas, berkat, dan kelimpahan dalam kehidupan kita.

Kejadian 1 : 26 – 28 (baca) Sejak awal Tuhan sudah merencanakan, memberkati, dan memberikan kuasa/ mendelegasikan otoritas dan kuasa-Nya atas manusia. Itulah sebabnya ketika Tuhan memulihkan segala sesuatu, maka Tuhan juga sebenarnya memulihkan keadaan kita sama seperti yang Tuhan berikan kepada Adam sebelum dia jatuh ke dalam dosa, yaitu untuk MEMULTIPLIKASI, MENDUDUKI, MENDOMINASI dan MENGUASAI.

Karena Adam yang pertama sudah jatuh ke dalam dosa, maka Bapa memberikan Adam yang terakhir, itulah Tuhan Yesus untuk memulihkan segala sesuatu, supaya kita berkuasa dan memerintah bersama-sama dengan Tuhan Yesus Kristus. 2 Timotius 2 : 12 Jika kita bertekun dalam firman dan mengikuti Tuhan dengan setia sampai akhir, maka kita juga akan memerintah bersama-sama dengan Kristus.

Roma 5 : 17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Di dalam Kristus, kita akan HIDUP dan BERKUASA!

Daniel 7 : 18 sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya.

Tuhan benar-benar ingin memulihkan segala sesuatu di dalam hidup kita, itu sebabnya dalam Kisah Para Rasul 3 : 21 Rasul Petrus bersakai dan mengatakan bahwa Tuhan akan memulihkan segala sesuatu dari semua yang kita telah lihat. Tuhan ingin memulihkan hidup secara pribadi, keluarga, kesehatan, berkat, kelimpahan, dsb.

Tuhan ingin memulihkan sesuai dengan apa yang tertulis di dalam firman Tuhan, yaitu apa yang Tuhan sudah rencanakan bagi kita, artinya setiap firman Tuhan yang kita terima pasti akan digenapi di dalam hidup kita seluruhnya!

Roma 12 : 1 – 2 (baca) Pada waktu kita mengenal kebenaran, kebenaran akan memerdekakan kita, sehingga kita akan mengerti kehendak Allah. Yaitu, apa yang BAIK, BERKENAN, SEMPURNA! Artinya Tuhan bukan hanya memulihkan kita dalam keadaan BAIK saja tetapi Tuhan ingin memulihkan kita sampai kepada keadaan yang SEMPURNA, itulah keadaan dimana Tuhan Yesus hidup.

Bangsa Israel dipulihkan Tuhan, mereka di bawa keluar dari perbudakan di Mesir menuju ke tanah perjanjian, itulah Kanaan. Hal ini adalah gambaran hidup kita, bahwa kita dibawa keluar dari hidup yang lama, masuk kepada rencana Tuhan, dimana kita sedang dalam perjalanan menuju keselamatan dan kelimpahan yang Tuhan berikan, itu adalah hal yang baik dan berkenan, tetapi jika kita belum menggenapi rencana Tuhan, maka hal itu berarti belum sempurna.

Dalam perjalanan bangsa Israel, rancangan dan kehendak Tuhan adalah Teokrasi (Tuhan adalah Raja memerintah dan kita adalah umat-Nya, dalam Keluaran 19 : 4 – 5) tetapi bangsa Israel memberontak dan menolak Tuhan ketika mereka masuk ke dalam tanah Kanaan. Mereka meminta raja sama seperti bangsa-bangsa yang lain. Tetapi Tuhan Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya Keluaran 34 : 6, Itulah sebabnya Tuhan mengijinkan dan memberikan raja kepada orang Israel sesuai dengan permintaan mereka, itulah Saul.

Ada banyak hal yang “baik” yang kita minta di luar dari rencana Tuhan, dan Dia berikan, bukan berarti bahwa Tuhan menurunkan stardart-Nya, semua itu untuk menyatakan bahwa Tuhan itu panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya, tetapi sebenarnya Tuhan sudah mempunyai rencana yang luar biasa bagi kita, dan Tuhan akan mengarahkan kita hidup sesuai dengan yang tertulis di dalam firman-Nya.

Setelah Saul memberontak dan menyesatkan bangsa Israel, maka Tuhan memilih Daud seorang yang berkenan di hati-Nya untuk menjadi raja atas Israel. Raja Daud adalah tipologi (gambaran) dari Tuhan Yesus yang akan datang. Daud adalah seorang raja dan juga imam! Namun hidup Daud sendiri tidak sempurna.

Tuhan ingin memulihkan seratus persen bahkan dua kali lipat, Dia ingin menyatakan rancangan-Nya yang sempurna, itulah keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus, Dialah satu-satunya Raja yang sempurna yang lahir dari Betlehem, yang juga adalah keturunan Daud.

Kehendak Tuhan bagi kita adalah BAIK – BERKENAN – SEMPURNA

Saul diangkat sebagai raja, dan hal itu adalah BAIK bagi orang Israel, namun Tuhan sudah mempersiapkan seorang raja, seorang yang BERKENAN di hati-Nya, itulah Daud, supaya melalui keturunannya lahir seorang yang Raja di atas segala raja, Dialah yang SEMPURNA, itulah Tuhan Yesus Kristus.

Jika kita sedang berjalan, maka jangan berhenti, teruslah berjalan, karena Tuhan akan membawa kita naik kepada apa yang berkenan bagi Dia dalam hidup kita, yang akan memimpin kita kepada rencana-Nya yang sempurna.

Yohanes 11 : 41 Tuhan Yesus berdoa dan Bapa selalu mendengar-Nya, karena begitu dekat dan intim hubungan antara Tuhan Yesus dengan Bapa. Itulah sebabnya Tuhan Yesus ingin memulihkan hubungan kita dengan Bapa, supaya kita terus menerus mengalami keintiman dan persekutuan secara pribadi dengan Bapa, sehingga doa-doa kita didengar dan dijawab oleh Bapa. Bapa ingin memulihkan hidup kita sama seperti Kristus. Amin!

No results found...