Skip to content

PERKENANAN RAJA

Ps Jesaya Henubau

(Ringkasan Khotbah Pre Conference 24 Juli 2018)

Pastur Yesaya mengatakan kalau kita semua mempunyai hubungan dengan Bapa seperti Bapa dengan anaknya, juga hubungan antara tuan dan hambanya (kita hambanya) juga kalau kita berjalan di dalam Tuhan maka kita akan dibawa masuk lebih dalam lagi dengan Tuhan.

Firman Tuhan di Maleakhi berbicara tentang “Pemulihan Segala Sesuatu” yang berarti hati bapa- bapa akan kembali kepada anak-anaknya.
Keinginan Tuhan adalah para pria betul-betul menjadi imam yang memimpin dan kembali di posisinya. Kita semua adalah mempelai Kristus dan kita harus berkenan di hadapan raja.
Ada beberapa buku yang bisa menjadi referensi untuk kita baca yaitu buku karangan Brian J. Balley yang berjudul “The Three Houses of Esther” , buku karangan Tommy Tenney “Pemburu Tuhan” juga “One Night With The King” dan buku karangan Anna Rountree “Anak Domba Allah”.

Pernikahan anak domba Allah ditulis dalam kitab Wahyu 19:6-9 dan Matius 25:1-13.
Pada Matius 25:1-13 dijelaskan kalau Tuhan Yesus menjelaskan pernikahan anak domba Allah menjelang akhir pelayanan-Nya pada saat perjamuan terakhir & ditangkap juga melewati semua penderitaan. Di akhir yang Tuhan Yesus ajarkan adalah kita harus melewati semuanya ini dulu maka baru mengerti semua yang diajarkan Tuhan Yesus.

Tuhan memberikan pewahyuan kepada Pastur Yesaya tentang pernikahan anak domba Allah di kitab Hosea 2:19-20. Tuhan berbicara kepada Pastur Yesaya bahwa “Aku akan menikahi engkau sebagai isteriku selama-lamanya” dan Pastur Yesaya merasakan kasih Tuhan yang begitu besar.

Penebus kita juga disebut sebagai calon suami yang berarti Tuhan akan menikahi gereja-Nya.
Tuhan mau kita mempunyai hubungan yang lebih dalam lagi dgn Tuhan Yesus yaitu menjadi mempelai Kristus.

Bagaimana cara kita bisa menjadi mempelai Kristus:

1. Dilahirkan baru ke dalam Kerajaan Allah.

Ada di kitab Yoh 3 , dimana dalam perikop ini Tuhan Yesus menjelaskan tentang kelahiran baru dalam kerajaan Allah.

2 Kor 5:17 menjelaskan bahwa “Kita bukan ciptaan yang lama melainkan ciptaan yang baru”. Dengan menjadi ciptaan yang baru berarti baru kita dapat melakukan pernikahan Anak domba Allah. Kita harus dilahirkan menurut ukuran kerajaan Allah dengan dilahirkan secara baru di dalam roh.

2. Rencana Bapa bagi kita adalah membawa kita kepada Anak dan kepada Bapa.

Mat 11:27 membukakan kalau harus Anak yang membukakan kepada seseorang kepada Bapa baru seseorang dapat mengenal Bapa.
Yoh 14:6 berbunyi “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Hanya Tuhan Yesus yang mengajarkan kepada kita “Doa Bapa Kami”.

3. Kita dipertunangkan dengan Tuhan Yesus.

Pada saat kita sudah mengenal Anak dan Bapa maka kita dipertunangkan dengan Tuhan Yesus. Hal ini ditulis dalam kitab Efesus 1:13-14 yaitu Tuhan Yesus memberi kita tanda bahwa kita telah menjadi milik-Nya dengan diberikan Roh Kudus kepada kita.
Roh Kudus adalah materainya, hal ini diulang kembali di kitab 2 Korintus 1:22 bahwa Roh Kudus adalah materai dan tandanya kita dipertunangkan dengan Kristus. Di 2 Korintus 11:22 juga dituliskan hal ini.

4. Pernikahan Anak Domba Allah.

Esther 2:12 berbunyi ‘’Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut aturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian : enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak Kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan. ‘’

Minyak yang dibahas :

1. Minyak Mur ada di Perjanjian Lama & Perjanjian Baru bahkan persembahan yang dibawa
Kepada Tuhan Yesus dari orang-orang Majus juga adalah emas, kemenyan dan mur.

Mur dalam bahasa Ibrani ‘’Bitter Suffering’’ yaitu satu penderitaan yang rasanya pahit. Di dalam hidup kita, Tuhan mengijinkan kita mengalami suatu penderitaan yang rasanya pahit. Wangi Mur ini adalah wangi yang selalu Tuhan inginkan selalu tercium dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru.
Kita harus mati terhadap diri sendiri sampai diri kita bukan diri kita sendiri lagi tetapi Kristus yang hidup dalam hidup kita (6 bulan pertama).

Setengah dari hidup kita adalah penderitaan yang menghasilkan bau yang harum bagi Kristus.
Penderitaan kita mungkin tidak seperti Rasul Paulus yang mengalami karam kapal dll tetapi dalam bentuk lain seperti saat kita tidak dimengerti oleh tim pelayanan kita atau dicaci maki oleh orang lain karena kebenaran.

Setengah yang Esther alami untuk menghadap raja adalah Mur.
Minyak Kasai dan wangi-wangi lain adalah bagian selanjutnya yang harus dialami Esther. Di kitab Kel 30:23-24, Tuhan berkata kepada Musa supaya membuat minyak urapan yaitu Mur yang pertama.
Jadi semua yang mau menerima urapan harus mau menerima Mur. Mur berarti mematikan kedagingan (Galatia 2 :20 dan Luk 9 :23).

2. Kayu Manis baunya harum tetapi rasanya pahit.

Kayu Manis adalah bagian dari minyak pengurapan yang mana harum baunya tetapi pahit rasanya. Hidup di dlm Kristus seperti Kayu Manis dimana kalau kita melewati jalan-Nya akan sangat pahit tetapi baunya harum.

3. Tebu, dimana rasanya manis tetapi harus dihancurkan terlebih dahulu baru keluar manisnya. Kalau kita belum dihancurkan oleh Tuhan maka manisnya belum keluar sampai kita berkata “Hidupku bukan aku lagi” dan bisa berkata “Aku menyerah”.

4. Kayu Teja (dalam bahasa Inggris “Kasia”).

Kayu Teja mirip dengan Kayu Manis tetapi berbeda, hal ini ditulis di kitab Kid 4:14 dimana Tuhan membawa kita ke dalam suatu taman yang di dalam taman itu ada wangi-wangian yang luar biasa baunya, salah satunya adalah Kayu Teja.
Kayu Teja berbicara tentang penyembahan, worship dan pengagungan. Setiap kita datang kepada Tuhan selalu ada bagian penyembahan. Penyembahan adalah bagian yang sangat penting & utama dalam kerajaan Allah.

5.Minyak Zaitun adalah bagian terakhir.

Dimana Ester bahkan Tuhan Yesus juga mengalami bagian ini yang terakhir yaitu di taman Getsemani ada pohon-pohon Zaitun.
Minyak Zaitun berbicara tentang tekanan atau ditekan (biji yang harus ditekan dan dihancurkan), bahkan arti Getsemani adalah tempat yang ditekan atau tempat yang dipress.

Tuhan menghendaki kita mematikan kedagingan sampai tidak ada lagi kedagingan. Dalam Gal 5 berkata bahwa “Kalau kita sudah memulai dalam Roh maka kita tidak boleh mengakhirinya dalam daging karena kehendak Roh berlainan dengan kehendak daging, kita tidak bisa memilih kedua-duanya”.

Kitab Ester 2:15 berbunyi “Ketika Ester-anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak – mendapat giliran masuk menghadap raja, ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.” Kita harus sampai pada suatu titik di mana kita tidak menghendaki sesuatu apapun sampai apa yang Tuhan berikan kepada kita sendiri. Kita tidak menghendaki sesuatu apapun kecuali apa yang diberikan oleh Firman Tuhan. Untuk naik ke level yang berikutnya, kita harus mengalami dibentuk oleh Tuhan yaitu kita harus memakai wangi-wangian yang Tuhan sendiri kasih kepada kita yang tercatat di kitab Ester dan Kel 30 dimana Tuhan sendiri yang memilih wangi-wangian tersebut.

Imam besar pada waktu akan diurapi menjadi imam, dia akan dituangi minyak dr Tuhan dan pada saat ia masuk ke dalam ruang kudus dan maha kudus juga ia harus diurapi.
Pada saat ia diurapi maka seluruh bajunya akan bau minyak tersebut sehingga semua orang akan tahu ia keluar dan masuk.

Dalam kitab 1 Pet 3:4 berbunyi “Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.”
Pada waktu Ester masuk menghadap raja, dia sudah mengalami proses sampai bukan dia lagi tetapi dia benar-benar telah diproses dalam hatinya.
2 Kor 2:15 berbunyi “Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah- tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.”

Pada saat kita berjalan maka kita memancarkan harum Kristus dan memancarkan kematian bagi kuasa kegelapan.
Setiap kali kita menyembah maka bau harum Kristus akan berubah menjadi bau kematian dan penghakiman bagi kuasa kegelapan.
Bau wangi bisa tercium harus ada angin dan udara, oleh karena itu hal pertama yang Tuhan Yesus kerjakan pada saat Roh Kudus turun adalah angin (berhembus).
Hal pertama yang Tuhan lakukan pada saat penciptaan adalah hembusan (angin).
Dalam kitab Kis 2, pada waktu Roh Kudus dicurahkan maka tiba-tiba turunlah angin dan Roh Kudus.

No results found...