Skip to content

TERIMA KASIH

Ev. Yohanes Oetomo

Ringkasan Khotbah Minggu, 26 Juni 2022

Pembacaan Alkitab : 2 Timotius 3 : 2

Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama.

Alkitab menjelaskan bahwa di akhir zaman orang akan hidup dengan tidak tahu berterima kasih, itulah sebabnya Tuhan menghendaki agar sebagai anak-anak Tuhan, kita harus selalu berterima kasih dan mengucap syukur, supaya hidup kita diberkati dan mengalami kemenangan.

Hidup adalah sebuah proses panjang menjaga ketulusan hati. Racun kekecewaan, sakit dan kepedihan  hati yang tidak diselesaikan dengan baik dan bijak akan membuat orang menjadi pahit hati. kepahitan hati pada akhirnya akan membuat orang mundur dan menarik diri dari pelayanan, karir dan persekutuan.

A. Mengapa kita mengucap syukur dan berterima kasih?

1. Allah tidak suka jika kita tidak berterima kasih

2 Tawarikh 32 : 24 – 25   Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit, sehingga hampir mati. Ia berdoa kepada TUHAN, dan TUHAN berfirman kepadanya dan memberikannya suatu tanda ajaib.  Tetapi Hizkia tidak berterima kasih atas kebaikan yang ditunjukkan kepadanya, karena ia menjadi angkuh, sehingga ia dan Yehuda dan Yerusalem ditimpa murka.  Namun ketika raja Hizkia sadar atas keangkuhannya, ia merendahkan dirinya bersama dengan penduduk Yerusalem maka murka Tuhan tidak menimpa mereka (ayatt 26)

1 Samuel 25 : 10 – 25, 37 – 38  Nabal berlaku buruk dan tidak tahu berterima kasih, dia tidak membalas kebaikan Daud dan orang-orangnya yang siang malam berjaga-jaga atas segela ternaknya, setelah mendengar perlakuan suaminya maka Abigail istri Nabal itu datang membawa pemberian dan permohonan terima kasih serta meminta belas kasihan Daud. Karena perbuatan Nabal maka hatinya membatu, dan Tuhan memukul Nabal dan sehingga ia mati

Jika kita diperlakukan tidak adil, tidak mendapat balasan/ hak yang setimpal, maka janganlah membuat pembelaan sendiri,  karena Tuhan kita adalah Hakim  yang adil, Dia akan membela perkara kita, dan memberikan apa yang menjadi bagian kita. 

2. Berterima kasih = Memuliakan Tuhan

Dari sepuluh orang kusta yang disembuhkan Tuhan Yesus hanya satu orang yang tahu berterima kasih, dia kembali kepada Tuhan Yesus untuk bersyukur dan memuliakan Allah. Tuhan senang jika kita selalu bersyukur, karena pada waktu kita bersyukur, kita sedang memuliakan Tuhan di dalam hidup kita.

Mazmur 50 : 23 Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku

3. Kehendak Tuhan 

1 Tesalonika 5 : 18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Rasul Paulus berterima kasih kepada Priskila dan Akwila yang selalu mendukungnya dalma perjalanan misi. Bersyukur dan mengucapkan terima kasih adalah kebiasaan yang baik dan bagus dilakukan dalam  jemaat/ persekutuan di dalam gereja.

B. Bagaimana kita berterima kasih/ bersyukur?

1. Berterima kasih dalam keadaan apa saja.

1 Tesalonika 5 : 18 kita harus senantiasa mengucap syukur dalam SEGALA HAL , bukan hanya ketika keadaan baik-baik saja, tetapi juga dalam keadaan yang tidak baik, dalam keadaan; untung atau rugi, sehat ataupun sakit, suka ataupun duka, gembira ataupun sedih. 

Istri Ayub tiddk mampu untuk mengucap syukur dalam segala hal, isteri ayub tidak terima apa yang dialami Ayub, dia menyalahkan Ayub dan Tuhan, kemudian pergi meninggalkan Ayub. Dalam penderitaanya Ayub sama sekali tidak berdosa dengan perkataannya Ayub 2 : 10 Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Mazmur 9 : 1 – 2   Mut Laben dlm bahasa ibrani = mut,: kematian, ben : anak laki-laki. Artinya Mazmur ini dituis “Atas kematian dari sang putra”

Daud sangat sedih dan hancur hatinya Ketika anak laki-lakinya dari Bersyeba meninggal, padahal Daud sudah berdoa dan berpuasa supaya anaknya sembuh. Mazmur dan penyembahan ini ditulis Daud dengan hati yang tunduk dan rela di hadapan Tuhan. Sekalipun Daud sangat sedih, namun pada akhirnya Daud bisa menerima sesuatu yang tidak bisa diubahkan lagi, dan dia tetap bersyukur dan memuliakan Allah2 Samuel 12 : 22 – 23  .

Pengkhotbah 8 : 8 Tiada seorang pun berkuasa menahan angin dan tiada seorang pun berkuasa atas hari kematian. Tak ada istirahat dalam peperangan, dan kefasikan tidak melepaskan orang yang melakukannya.

2. Menyadari bahwa semua ini adalah titipan Tuhan

Ayub 1 : 21 Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.

Di dunia ini hanya sementara, dan tidak kekal oleh sebab itu jangan pegang apa yang ada di dunia ini. kita harus percaya dan alami apa yang kekal di dalam Tuhan. Dalam keadaan apapun Tuhan sanggup memberikan kita sukacita melebihi kelimpahan apapun yang ada di dunia ini Mazmur 4 : 8  Bahkan jika kita ditinggalkan orang yang kita kasihi sekalipun, Tuhan tetap menyambut kita Mazmur 27 : 10

Oleh sebab itu, dalam keadaan apapaun tetap bersyukur dan memuliakan Tuhan, karena hal itu akan membuat kita tetap sehat, kuat dan alami sukacita yang berlimpah-limpah, Sukacita dari Tuhan adalah kekuatan Nehemia 8 : 11

3. Melepaskan kendali kepada Tuhan ada kuasa dan mengucap syukur

Matius 16 : 25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Orang yang mengandalkan Tuhan adalah orang yang selalu diberkati dalam segala hal sebaiknya orang yang mengandalkan kekuaran sendiri, dan orang lain maka tidak akan diberkati, bahkan alami kutuk. Yeremia 17 : 5 – 8

Mazmur 37 : 5 –  9 (baca) Tuhan menghendaki agar kita menyerahkanlah hidup kita kepada-Nya, dan tetap percaya kepada-Nya, maka Ia akan bertindak

Lukas 6 : 28 berilah dan kamu akan diberi oleh Tuhan, artinya kita harus melepaskan kendali hidup kita kepada Tuhan, sebab ada kuasa dalam setiap ucapan syukur kita. Jangan kuatir akan apapun juga tetapi nyatakanlah segala hal dalam doa dengan ucapan syukur Filipi 4 : 6

Doa dengan ucapan syukur itu membuat hadirat Tuhan nyata, sehingga yang kita akan alami damai sejahtera dan sukacita dalam setiap pergumulan. Banyak orang juga tidak bahagia, karena mereka hanya mencintai diri sendiri, kita mengalami kebahagiaan jika kita fokus kita kepada Tuhan, dengan melayani Tuhan dan melayani sesama.

4. Jangan mencari kambing hitam, jangan salahkan siapa-siapa, buatlah penderitaan itu berarti.

Jangan merasa menjadi korban dan menyalahkan orang lain. Kita harus belajar untuk meliat dalam setiap pergumulan dan kesulitan ada kehendak Bapa dan pekerjaan-Nya yang harus dinyatakan dalam hidup kita.

Ketika kita tidak bisa mengubah situasi dan kondisi kita, maka kitalah yang  harus mengubah diri kita sendiri. Segala sesuatu dalam hidup kita ada rencana Tuhan. Tuhan selalu bekerja untuk mendatangkan kebaikan Kejadian 50 : 20; Roma 8 : 28.  Sekalipun ada air mata, tetapi pada akhirnya kita akan bersorak-sorai Mazmur 126

5. Melihat hidup ini dari sisi kekekalan

2 Korintus 4 : 17 – 18 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal

2 Korintus 5 : 1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.

No results found...