Ps. Debora Henubau Ringkasan Khotbah Minggu, 27 November 2022 Pembacaan Alkitab: Amsal 23:17-18 Tidak peduli…
TUHAN MEMANGGIL KITA UNTUK MENJADI MURID-MURIDNYA
Ps. Jesaya Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu 24 April 2021
Pembacaan Alkitab : Lukas 5 : 1-11
Tuhan Yesus memiliki cara, waktu dan musim untuk memanggil setiap orang
1. Waktu Tuhan (Kairos)
Ayat 1-4 Dalam ayat ini tidak disebutkan harinya, ataupun isi dari kotbahnya, tetapi yang disebutkan adalah murid-murid, calon murid (Smon, Yohanes dan Yakobus. Artinya firman Tuhan lebih tertarik kepada kita. Manusia tertarik untuk pergumulannya dijawab, sedangakan Tuhan Yesus sangat tertarik untuk berkunjung dan tinggal di dalam hidup kita.
Simon sebenarnya tidak tertarik dengan ibadah yang sedang Tuhan Yesus pimpin/adakan (Ayat 1-2). Demikian pun dalam kehidupan di dunai saat ini, ada begitu banyak orang yang tidak tertarik datang kepada Tuhan Yesus. Tetapi Tuhan tertarik datang kepada semua orang, bukan hanya yang mau mendengar firman Tuhan, tetapi Tuhan Yesus datang khusus kepada orang yang tidak mau mendengar firman Tuhan.
Waktunya Tuhan dalam bahasa Yunani disebut Kairos. Kita harus menangkap waktu-Nya Tuhan. Kairos artinya di dalam satu perjalanan, Tuhan Yesus ada suatu waktu Dia akan mengkhususkan untuk berkunjung di dalam hidup kita. Waktu kairos Tuhan artinya Tuhan datang berkunjung dan menyelesaikan apa yang menjadi pergumulan hidup kita.
Ayat 3, Tuhan Yesus naik ke dalam perahu Simon dan meminta untuk dibawa lebih ke tengan danau supaya banyak orang yang dapat mendengar firman yang disampaikan. Saat itu firman yang disampaikan oleh Tuhan Yesus mungkin didengar oleh Simon, tetapi hatinya sedang tertuju ke tempat yang lain. Tuhan Yesus tahu dengan pasti kemana hati Simon sedang tertuju yaitu semalam-malaman belum mendapat ikan. Maka setelah berkotbah Tuhan Yesus memerintahkan kepada Simon untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam dalam dan menebarkan jalanya (Ayat 4)
Waktu kairos Tuhan untuk hidup setiap orang berbeda-beda. Jika hari ini Tuhan berbicara kepada kita “inilah harimu†maka kita jangan menunggu atau menundanya. Waktu kairos Tuhan tidak akan terulang lagi di dalam hidup kita.
2. Firman Tuhan
Pada waktu pernikanan di Kana kekurangan anggur, Maria yang adalah ibu dari Tuhan Yesus berpesan kepada semua pelayan untuk melakukan apa saja yang Tuhan Yesus katakan/firmankan (Yohanes 2:1-11).
Lukas 5:4 (NKV). When He had stopped speaking, He said to Simon, “Launch out into the deep and let down your nets for a catch.” Disebutkan bukan hanya jala, tetapi jala-jala. Artinya Simon dan teman-temannya memiliki banyak jala, bukan satu jala.
Simon merespon perintah tersebut dan menebarkan jalanya, tetapi hanya satu jala (Lukas 5:5). Mujizat tidak dibatasi oleh Tuhan, tetapi oleh ketaatan kita. Jika kita taat, maka mujizat pasti akan terjadi.
Tuhan turut bekerja dalam segala keadaan dan situasi. Tuhan Yesus bukan Tuhan yang hanya duduk di surga, tetapi Dia datang dan rindu tinggal bersama dengan kita.
Ketika Tuhan Yesus memerintahkan kepada Simon untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jalanya, waktunya sudah hampir tengan hari. Secara natural, Simon dan teman-temannya mengerti tidak akan ada ikan di tempat itu. Artinya Tuhan sedang mengatakan hal-hal yang mustahil.
Kita hidup bukan berdasarkan keadaan kita, tetapi berdasarkan firman Tuhan. Jika kita mengikuti Tuhan Yesus, maka kita harus hidup berdasarkan firman Tuhan dan waktunya Tuhan.
Jika Simon berkata kepada Tuhan untuk menundanya sampai malam hari maka tidak akan ada mujizat yang terjadi karena sudah tidak ada Tuhan Yesus di dalam perahunya. Jika Tuhan mengunjungi dan berbicara kepada kita, maka kita jangan menunda apa yang Tuhan perintahkan.
3. Kehendak Tuhan
Kehendak Tuhan adalah memberkati kita berkelimpahan. Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Sebanyak kita taat, sebanyak itu juga berkatnya. Sebanyak kita melakukan kehendak Tuhan, sebanyak itu juga kita mengalami semua yang Tuhan sudah sediakan.
Efesus 1:3 (baca), Tuhan memberikan segala berkat bagi kita, bukan sebagian. Oleh sebab itu, kita harus mempunyai iman untuk menerimanya. Yang membatasi berkat Tuhan bagi kita adalah seberapa besar kita percaya kepada Tuhan.
Jika Tuhan berkunjung ke dalam hidup kita, maka kita jangan mengeraskan hati kita, dan menganggap diri kita adalah orang yang pintar/bijak. Kita harus merespon kunjungan Tuhan ke dalam hidup kita dengan hati yang terbuka dan taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan.
Pada waktu Tuhan Yesus memerintahkan kepada Simon untuk menebarkan jalanya, ikan dan mujizatnya memang belum kelihatan. Tetapi yang pasti saat itu Simon sudah menerima berkat terbesar dalam hidupnya yaitu berkat rohani. Ketika Simon taat melakukan perintah TUhan Yesus, maka ia mengalami dan melihat mujizat dari Tuhan.
Jika Tuhan Yesus datang ke dalam hidup kita dan Tuhan berfirman bagi kita, itu adalah berkat rohani yang terbesar.
4. Berkat Tuhan
Ada berkat untuk semua orang yang bisa didapatkan melalui pekerjaan, dll. Tetapi ada berkat khusus yaitu berkat Bapa. Berkat Bapa hanya bisa diberikan di dalam nama Tuhan Yesus dan melalui firman Tuhan (Lukas 5:6-7).
Berkat Bapa selalu disertai dengan pertolongan bukan kesulitan. Tuhan tahu dengan pasti seberapa banyak ikan yang mampu ditampung oleh perahu Simon dan teman-temannya. Tuhan tahu kemampuan setiap orang dalam mengelola berkat yang diberikannya. Tuhan tidak akan memberikan berkat yang membuat kita tidak mampu mengelola, menanganinya.
Tuhan tidak ingin kita tenggelam dengan keberhasilan dan terobosan yang kita alami, mujizat yang kita terima, dan berkat yang kita dapatkan. Tuhan memberikan berkat sesuai dengan kapasitas hidup setiap orang.
Ayat 8, Perbedaan berkat Bapa dan berkat yang diterima oleh semua orang di dunia adalah berkat Bapa akan menbawa kita untuk mengenal Tuhan lebih dalam.
Ayat 9, Banyak orang yang melihat pekerjaan Tuhan, tetapi sedikit orang yang datang kepada Tuhan. Banyak orang melihat mujizat Tuhan, tetapi kembali ke hidup yang lama.
5. Panggilan dan tujuan hidup dalam Tuhan
Ayat 10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.
Berkat yang terbesar yaitu kita dipanggil oleh Tuhan Yesus dan diberikan tujuan hidup yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, belum pernah di dengar olah telinga, dan timbul di dalam hati kita (1 Korintus 2:9).
Di danau Genesaret, Tuhan memanggil semua orang, tetapi saat itu hanya tiga orang yang meresponnya yaitu Simon, Yohanes dan Yakobus. Tuhan Yesus memanggil setiap kita untuk masuk dalam rencana-Nya, tetapi respon kita akan menentukan panggilan Tuhan tersebut.
Matius 4:19 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia. Kita dipanggil untuk mengikuti Tuhan Yesus. Berkat kelimpahan, terobosan bahkan kesulitan yang kita alami adalah cara Tuhan untuk memanggil kita.
Lukas 19:41-44, Tuhan Yesus menegur dan menangisi kota Yerusalem.
Ayat 41-42, Hari ini juga jika kita percaya maka kita akan menerima kesembuhan, berkat yang Tuhan sediakan. Tuhan memberikan berkat-Nya bagi orang-orang yang menganggap dirinya anak-anak di hadapan Tuhan dan bukan kepada orang-orang yang menganggap dirinya berhikmat, cerdik atau pandai.
Ayat 43-44, Tuhan Yesus menangis melihat kota Yerusalem karena penduduknya tidak tahu bahwa Allah telah melawat kota tersebut dan melakukan banyak mujizat.
Tuhan Yesus mengunjungi danau Genesaret, tetapi dia tidak berhenti di danau tersebut, Dia terus bergerak. Oleh sebab itu, kita harus menangkap momen yang Tuhan berikan, terus bergerak, terus melangkah maju, jangan tinggal di tempat, dan menunggu waktu lagi.
Lukas 17:11-17, Sepuluh orang kusta meminta tolong kepada Tuhan Yesus untuk disembuhkan dari sakitnya. Tuhan Yesus pun menyembuhkan sepuluh orang tersebut. Tetapi hanya satu dari sepuluh orang tersebut yang mengikuti Tuhan Yesus. Jangan berhenti di terobosan dan mujizat yang kita alami karena masih ada yang lebih besar yaitu menjadi pengikut Tuhan Yesus.
Jika Simon hanya berhenti di danau Genesaret, maka namanya akan tetap sama dan dia tidak akan menjadi seorang rasul yaitu rasul Petrus yang berkotbah di hadapan ribuan orang.
Ada banyak orang di tepi danau Genesaret, tetapi hanya ada tiga orang (Simon/Petrus, Yohanes dan Yakobus) yang namanya tertulis di dalam Alkitab karena meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Tuhan, sementara yang lainnya kembali kepada hidup yang lama.
Semua berkat di dalam hidup kita jangan membuat kita lupa atau bahkan tidak bisa melihat yang terutama.
Kesulitan-kesulitan yang kita hadapi akan ada waktunya Tuhan datang dan mengunjungi hidup kita. Pada waktu Tuhan datang ke dalam hidup kita, maka kita harus menangkap waktu kunjungan Tuhan tersebut. Jika kita menangkap waktu kunjungan Tuhan, maka kita akan berjalan mengikuti Tuhan Yesus, dan kita tidak akan pernah lagi mundur.
Pada waktu Simon/Petrus, Yohanes, Yakobus mengikuti Tuhan Yesus, mereka pernah mengalami sebuah kegagalan. Simon pernah menyangkal Tuhan Yesus dan yang lainnya meninggalkan Tuhan Yesus. Tetapi mereka kembali menangkap waktu kunjungan Tuhan dalam hidup mereka di tempat yang sama dan mujizatnya pun hampir sama (Yohanes 21:1-14).
Inilah waktunya kita harus dekat dengan Tuhan dan jangan jauh-jauh dari Tuhan. Tuhan memanggil kita untuk mengikuti Tuhan dan melakukan tujuan Tuhan bagi hidup kita yaitu menjadi murid-murid-Nya. Amin
