Skip to content

TUHAN YESUS KRISTUS ADALAH JALAN KEBENARAN DAN KEHIDUPAN

Ps. Jesaya Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu 21 Februari

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Ada tiga pernyataan yang tegas, sangat kuat, penuh kasih dan kepastian dari Tuhan Yesus dalam Yohanes 14:6, yaitu :

1. Jalan

Ada berbagai macam jalan di dunia ini dan berbagai cara di muka bumi ini, dengan kata lain ada berbagai pilihan bagi orang untuk mencapai kesuksesan, keberhasilan, kebahagiaan hidup.

Pertanyaannya adalah apakah benar ada berbagai macam jalan/cara untuk seseorang memperoleh keselamatan? Memang secara logika ada banyak jalan/cara, tetapi menurut Tuhan Yesus hanya ada satu jalan untuk seseorang dapat diselamatkan yaitu percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadinya.

Matius 7:13-14 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

Yohanes 10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

Tuhan Yesus adalah jalan untuk kita mendapatkan keselamatan yang kekal, oleh sebab itu kita harus senantiasa mengandalkan Tuhan dan berjalan bersama dengan Tuhan. Pada waktu kita berjalan bersama dengan Tuhan, maka firman Tuhan akan memberikan terang bagi jalan-jalan kita dan pelita bagi kaki kita supaya kita melangkah dengan benar dan tepat (baca Mazmur 119:105).

Tuhan ingin kita berjalan di tempat yang sudah Dia tunjukkan, bukan berjalan mengikuti kemauan kita sendiri. Tuhan sudah menetapkan langkah demi langkah untuk jalan yang harus kita jalani. Mazmur 37:23 (NKJV) The steps of a [good] man are ordered by the LORD, And He delights in his way. Kita harus berjalan mengikuti jalan yang sudah Tuhan tunjukkan karena Tuhan sudah mendahului kita, berjalan di depan kita dan jika ada masalah maka Tuhan yang akan menghadapinya lebih dahulu.

2. Kebenaran

Apa itu kebenaran?

Yohanes 8:32 dan kamu akan mengetahui (mengenal, mengalami, bertemu) kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.

Kebenaran bukan situasi, kondisi, hikmat, kata-kata bijak, hukum di dunia ini. Kebenaran adalah AKU (Tuhan Yesus). Kebenaran adalah diri-Nya Tuhan Yesus yang tidak pernah berubah dari dahulu, sekarang dan sampai selamanya. Ibrani 13:8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Kebenaran (Tuhan Yesus) tidak pernah berubah, sedangkan segala sesuatu yang masih berubah bukan kebenaran.

Kondisi kita bukan kebenaran karena masih berubah, tetapi apa yang kita pegang dan ketika kita mengalami, menerima kebenaran (Tuhan Yesus), maka kebenaran itu memerdekakan kita. Ketika yang tidak berubah (Tuhan Yesus) masuk ke dalam hidup kita, maka kita tidak lagi terkumkum dengan situasi yang ada, tidak lagi tertekan dengan semua yang terjadi di sekitar kita.

Yohanes 1:1-3 (baca) Tuhan Yesus sudah ada sebelum segala sesuatu ada, dan akan tetap ada setelah segala segala sesuatu berakhir. Kebenaran yang sesungguhnya dan kekal (Tuhan Yesus) sudah ada sebelum segala ssuatu ada. Sedangkan “kebenaran menurut dunia ini” bersifat sementara dan akan lenyap dengan segala kemegahannya (baca 1 Yohanes 2:15-17).

Jika kita mengenal, mendapatkan dan menerima kebenaran yaitu Tuhan Yesus, maka kita mengenal, mendapatkan dan menerima sesuatu yang tidak akan pernah berakhir.

Segala sesuatu di bumi ini tidak ada yang kekal, semua hanya sementara saja. Oleh sebab itu, kita jangan percaya kepada segala sesuatu yang sementara, tetapi kita harus percaya kepada yang kekal yaitu Tuhan Yesus.

Tuhan mengasihi kita dengan kasih yang kekal. Yeremia 31:3 Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Tuhan mengasihi kita sebelum dunia dijadikan. Kita telah dipilih dan dikasihi Tuhan, dan Tuhan mau kita hidup dalam panggilan dan rencana Tuhan.

Pada waktu Tuhan Yesus berkata tentang kehidupan dan kematian, Tuhan Yesus sedang berkata tentang kekekalan. Yohanes 11:25-26 Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?

Tuhan Yesus mengasihi kita, dan kasih-Nya kekal karena Dialah kebenaran. Dia tidak pernah berubah dan Dia senantiasa memberikan yang terbaik bagi kita (Yakobus 1:17). Jika Tuhan pernah berjanji kepada kita, maka janji-Nya tidak akan pernah berubah.

3. Kehidupan

Apa itu kehidupan?

Firman Tuhan menyebutkan tentang kehidupan:

  • Bios yaitu kehidupan biologi (bekerja, usaha, sekolah, kuliah, dll).
  • Hidup yang lebih dalam yaitu kehidupan rohani.
  • Dan Tuhan Yesus punya kehidupan yang lebih lagi yaitu Zoe yang tidak bisa dimiliki oleh siapapun.

Tuhan Yesus adalah Zoe/kehidupan yang sesungguhnya, dan Dia tidak sekedar berkata punya hidup, tetapi Dia benar-benar hidup dan sumber kehidupan bagi kita.

Jika dalam hidup ini kita masih mencari jati diri, reputasi melalui pekerjaan, usaha/bisnia kita, maka kita belum memiliki kehidupan yang sebenarnya yaitu Tuhan Yesus. Seseorang yang sudah memiliki hidup yang sebenarnya, maka dia tidak akan pernah sombong lagi karena dia sudah menerima yang paling utama dalam hidupnya yaitu Tuhan Yesus.

Tidak semua orang yang sudah menerima berkat Tuhan akan mengalami Zoe dalam hidupnya. Sebagai contoh bangsa Israel menerima berkat dari Tuhan, tetapi hanya Musa, Yosua, Kaleb dan sebagian kecil orang Israel yang mengalami Zoe dalam hidupnya, semantara sebagian besarnya menderita di padang gurun dan di perjalanan, dan mungkin tidak masuk ke dalam Kerajaan Allah karena mereka memberontak kepada Tuhan.

4. Bagaimana caranya kita dapat mempraktekkan dan mengalami dalam hidup kita bahwa Tuhan Yesus adalah jalan, kebenaran, dan kehidupan?

a. Yusuf.

Kejadian 37:1-10 Tuhan memberikan visi, mimpi dan panggilan hidup kepada Yusuf.

Bagaimana jalannya Yusuf sampai kepada visi, misi dan penggilan tersebut tergenapi? Yusuf harus mengikuti sepenuhnya tuntunan/jalan yang sudah Tuhan tetapkan, dia tidak bisa menentukan jalannnya sendiri. Jalan-jalan Tuhan di atas jalan kita, dan rancangan Tuhan di atas rancangan kita (Yesaya 55:8-9).

Yusuf harus menjalani sebuah perjalanan yang tidak mudah untuk sampai kepada penggenapan visi, mimpi dan panggilan Tuhan. Ketika dia mencoba mengupayakan sebuah jalan dengan pemikirannya, maka ia pun belum berhasil (Kejadian 40:1-23). Jika belum waktunya Tuhan, kita berjuang dengan cara apapun, maka tidak akan bisa. Tetapi jika sudah genap waktunya Tuhan, maka dalam sekejap saja akan terjadi.

Ketika Yusuf tetap menikmati jalan yang sudah Tuhan tetapkan, Tuhan pun terus menunjukan jalan-jalan-Nya. Pada waktu kita ada di jalannya Tuhan, itu adalah jalan yang penuh dengan damai sejahtera.

Kebenaran dari kisah Yusuf adalah janji Tuhan tidak pernah gagal dan selalu digenapi. Sekalipun Yusuf di dalam penjara, tidak dikenal orang lagi, tetapi Tuhan tetap menggenapi janji-Nya. Ketika raja Firaun mencari orang untuk untuk mengartikan mimpinya, maka Tuhan mengangkat Yusuf seketika itu juga, mengeluarkan ia dari penjara dan menjadi orang kepercayaannya raja Firaun (Kejadian ps 40-41).

Kehidupan dari kisah Yusuf adalah kekal. Tuhan memakai Yusuf untuk memelihara bangsa yang besar yaitu Israel (Kejadian 50:20). Dan sampai hari ini Israel masih tetap ada, ini membuktikan bahwa apa yang yang dikerjakan Yusuf kekal. Apa yang kita kerjakan bersama dengan Tuhan kekal, maksudnya bukan hanya menikmati pada waktu hidup di dunia, tetapi sampai kekekalan.

b. Abraham

Kejadian 12:1-3 (baca) janji Tuhan untuk Abraham.

Bagaimana jalannya Abraham sampai kepada penggenapan janji Tuhan? Abraham tidak sabar menantikan janji Tuhan untuk mendapatkan keturunan, ia mencoba melakukan jalan di luar yang Tuhan tetapkan. Ia memang pada akhirnya memiliki anak dari Hagar yaitu Ismael, tetapi Tuhan tidak berkenan akan hal ini (Kejadian 16:1-16).

Kebenaran dari peristiwa Abraham berusaha memiliki anak dengan caranya sendiri adalah anaknya (Ismael) ditolak/tidak diterima oleh Tuhan. Jika kita membaca Alkitab, memang Ismael ditulis sebagai anak Abraham, tetapi stop hanya sampai di situ dan tidak pernah lagi dibahas. Sementara untuk anak yang Tuhan janjikan bagi Abraham yaitu Ishak, Alkitab dengan jelas membahasnya secara detail sampai kepada keturunan selanjutnya ditulis secara lengkap.

Kehidupannya bukan hanya di bumi ini saja. Dia disebut sebagai Allah Israel karena Yakub diubah namanya oleh Tuhan menjadi Israel.

Jika kita hanya mengandalkan pikiran, logika dan teknologi, maka kita bisa tersesat/salah jalan. Kita harus datang kepada Tuhan, berdoa dan meminta tuntunan Tuhan untuk apapun yang kita rindukan (memulai usaha/bisnis, mencari pekerjaan, melanjutkan kulian, mencari pasangan hidup, dll).

No results found...