Skip to content

HIDUP DALAM KUASA ROH KUDUS

Rev. Brian Burton
(Phuket Christian Center, Thailand)

(Ringkasan Khotbah Minggu 13 Desember 2015)

Firman Tuhan berkata: Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul di dalam nama-Ku, di situ Aku (Tuhan Yesus) ada di tengah-tengah mereka Matius 18 : 20

Tuhan senantiasa ada di tengah-tengah kita, bahkan malaikat-Nya juga ada untuk mendukung kita, setiap waktu. Tuhan sepenuhnya ada bersama dengan kita, dan kuasasupranatural-Nya tidak terbatas oleh ruangan/ atau tembok, karena kemanapun kita pergi, kita akan berjalan di dalam kuasa dan otoritas yang penuh dari Tuhan!

Oleh sebab itu, jangan berjalan seperti orang lemah yang memikul beban, tetapi berjalanlah dengan otoritas dan sikap hati yang benar bahwa kita adalah anak-anak Bapa di surga, yang berjalan dalam kuasa untuk membawa transformasi (perubahan).

Apapun yang kita sepakati di dalam nama Tuhan Yesus kristus, Dia berjanji akan melakukannnya bagi kita. Penting untuk kita ketahui bahwa Tuhan Yesus menjanjikan Roh Kudus sebelum Dia naik ke surga. Itulah Penolong yang diutus untuk menyertai kita. Dalam bahasa Inggris kata “Penolong” dipakai kata “Comforter” (Latin) terdiri dari com : with (bersama), dan Forte strength (kekuatan). Jadi Comforter artinya adalah seorang yang memberikan kekuatan! Filipi 4 : 13, Dia, yang memberikan kekuatan untuk melakukan segala sesuatu adalah Roh Kudus.

Dalam ekklesia (jemaat/ gereja) Tuhan memberikan hikmat melalui firman-Nya, yaitu ketika kita mengerti firman Tuhan dan menerima firman itu ke dalam hati kita. Tetapi Tuhan juga memberikan kita Kuasa Roh Kudus yang bekerja dalam hidup kita. Itu sebabnya sangat penting, kita harus bekerja dengan hikmat dan juga kuasa.

Kata “Pas” (πᾶς) dalam bahasa Yunani muncul 1247 kali di dalam Perjanjian Baru. Hal itu berarti kata pas sangat penting. Pas (πᾶς) adalah segala sesuatu dalam segala waktu (all things, in all times). Artinya otoritas Tuhan dan kuasa Tuhan adalah SEGALA SESUATU dalam SEGALA WAKTU adalah hal yang MUNGKIN (possible), bukan sebagian atau sebagian besar, tetapi segala sesuatu!

Hikmat Tuhan harus kita hidupi sebagai gaya hidup Lukas 10 Tuhan mengarahkan kita dengan gaya hidup untuk mentransformasikan lingkungan kita: Memberkati (karena kita mempunyai kapastitas untuk memberkati orang lain dan lingkungan. Memberkati memiliki kuasa yang luar biasa untuk mengubahkan iklim disekitar kita Efesus 6 pertempuran kita bukanlah melawan darah dan daging tetapi melawan penguasa, pemerintah dan roh-roh jahat di udara.

Roh-roh jahat di udara alergi terhadap berkat yang kita ucpakan, karena roh jahat selalu menyerang kita dengan ketakutan, dia selalu berusaha menciptakan cara berpikir yang negatif pada kita. Itu sebabnya ketika kita memberkati, kita datang dengan Roh yang berbeda untuk menaklukannya.

Pada waktu kita datang dan mengucapkan berkat maka kita sedang memanifestasikan kerajaan Allah atas atmosfir di suatu wilayah. Pada waktu kita menghadapi musuh (iblis) kita memiliki otoritas untuk memilih bagaimana cara kita melawannya. Kita harus melihat musuh, sama seperti Tuhan melihat musuh (iblis sudah kalah, dan kita adalah pemenang). Itu sebabnya ketika kita mengucapkan berkat Tuhan kita sedang mengubahkan atmosfir, kita menolak kegelapan! Dan pada waktu kegelapan lenyap, maka tidak ada lagi yang menghalangi kita dengan surga yang terbuka, dan apa saja yang kita minta dalam nama Tuhan Yesus, kita akan menerimanya.

Seringkali doa orang kristen tidak dijawab karena kita tidak menaklukan roh kegelapan yang menghalangi. Pertanyaan: Apakah doa kita dijawab Tuhan? tidak selalu seperti yang kita inginkan terjadi. Tetapi ketika kita mengucapkan berkat lebih dulu maka banyak dari doa kita akan dijawab Tuhan.

Ketika kita hidup dengan gaya hidup memberkati, kita bisa mengenal dan bersekutu serta membangun kepercayaan dengan orang lain. Kita seringkali membuang banyak waktu untuk menekan orang untuk menerima Tuhan Yesus. Menurut Lukas 10 itu bukanlah pekerjaan kita, karena pekerjaan kita adalah membawa mereka lebih dekat untuk masuk ke dalam kerajaan Allah, tetapi Roh Kuduslah yang akan membuat orang bertobat dan masuk ke dalam kerajaan Allah.

Kisah Para Rasul 1 : 8 (baca) Roh Kudus akan dicurahkan kepada murid-murid. Inilah janji yang Tuhan Yesus katakan. Para murid berkumpul selama sepuluh hari, mereka berkumpul di satu tempat kisah Para Rasul 2 : 1. Mereka berkumpul dengan satu tujuan dan pikiran yang sama. Bagaimana kuasa Roh Kudus mengalir? jika kita searah dengan apa yang firman Tuhan katakan.

Kita seharusnya bertanya kepada Tuhan Apa yang Tuhan mau kerjakan dalam hidup kita? dalam setiap keadaan, dimanapun kita berada? supaya melalui kita kehendak Tuhan dinyatakan. Gaya hidup kita harus tertib dalam segala sesuatu, yang pertama adalah mengucapkan berkat. Jika kita ingin masuk dalam hadirat Tuhan maka kita harus memulai dengan mengucapkan syukur.

Itu sebabnya dalam segala keadaan MENGUCAP SYUKUR! Mengapa kita harus mengucap syukur pada saat alami hal yang buruk sekalipun? Karena kita mengerti pada waktu kita datang dengan Roh yang berbeda, maka kita sedang membuka pintu untuk kuasa Tuhan dinyatakan, SEHINGGA SITUASI YANG BURUK MENJADI KESEMPATAN UNTUK TERJADI MUJIZAT.

Kadang kita tidak mengerti mengapa Tuhan ijinkan situasi yang menurut kita buruk terjadi? Tetapi jika kita kembali kepada firman Tuhan: Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya. Ada begitu banyak orang yang menyertai kita sebagai saksi bagaikan awan mengelilingi kita Ibrani 12 : 1 Bukan hanya melihat tetapi berpartisipasi atas apa yang kita kerjakan, dan hal itu memberikan kita kekuatan untuk melakukan segala sesuatu.

Kita butuh untuk dipenuhi dengan kuasa. Dan hal itu membutuhkan BAPTISAN. Baptisan adalah kunci untuk hidup dalam hidup efektif dengan cara kerajaan Allah. Dalam PB ada tiga Baptisan:
1.  Baptisan pertobatan, baptisan air – BAPTO (Yunani) dicelupkan dan diangkat kembali.
2. Baptisan Tuhan Yesus. Ini adalah baptisan sebelum hari Pentakosta, Matius 3 : 11 (baptisan oleh Roh Kudus, dan…
3. Baptisan Api)

Setelah hari Pentakosta Baptisan air, menjadi baptisan Roh Kudus, tetapi bahasa Yunani yang dipakai adalah BAPTIZO dan bukan lagi Bapto, yang artinya adalah bukan hanya dicelupkan, tetapi direndam sepenuhnya/ tenggelam (contoh: seperti asinan atau acar dimana kuahnya harus menyerap ke dalam sayur atau buah).

Itu sebabnya banyak orang berpikir baptisan Roh Kudus sama dengan baptisan air seperti dicelupkan. Tetapi yang benar adalah ditenggelamkan setiap waktu. Ada waktunya kita bisa merasakan kuasa dan hadirat Tuhan mengalir lebih dari waktu-waktu lainya, tetapi hal itu bukan berarti waktu-waktu yang lain kita tidak ditenggelamkan di dalam Roh Kudus.

Baptisan Roh Kudus itu bukanlah suatu event (waktu tertentu), tetapi SETIAP HARI. Artinya kemanapun kita pergi, dalam situasi apapun, kita ini sudah tenggelam dalam Baptisan Roh Kudus, itu sebabnya kita penuh dengan kuasa, dan siap untuk apa saja yang akan terjadi. Tuhan mengasihi kita dan memperlengkapi kita untuk segala situasi. Tidak ada seorangpun yang pantas dan layak melakukan sesuatu, selain kasih karunia Tuhan yang memampukan kita untuk melakukannya. Dan Roh Kudus diutus tinggal dalam hidup kita sepenuhnya.

Jika kita ingin efektif kita membutuhkan kuasa dan hikmat Tuhan. KUASA SELALU MENDAHULUI HIKMAT. Semua kita ada kesalahan karena kita memakai kata-kata hikmat untuk meyakinkan orang 1 Korintus 1 : 24 “...Kristus adalah KEKUATAN (KUASA) ALLAH dan HIKMAT ALLAH. Kita membutuhkan kuasa dan mujizat, namun berdasarkan urutannya KUASA lebih dulu baru kemudian HIKMAT! Tuhan Yesus bekerja dalam hidup kita untuk menghancurkan pekerjaan iblis.

Dengan kuasa Roh Kudus kita akan menghancurkan kemiskinan, korupsi, lihatlah Tuhan ingin kita berkuasa dan mengubahkan bangsa. Karena segala kuasa dan otoritas Tuhan ada dalam hidup kita, karena Tuhan Yesus beserta kita.

Segala sesuatu mungkin! Dalam Perjanjian Baru terdapat 170 kali diucapkan “segala sesuatu mungkin! Inilah saatnya kita mengubahkan cara berpikir kita. Firman Tuhan benar, itu sebabnya kita butuh direndam di dalam Roh Kudus setiap waktu, supaya mujizat-mujizat menjadi normal terjadi dalam hidup kita, dan bukan sesekali. 1 Korintus 2 : 4 – 5. Iman kita harus bergantung kepada KUASA ALLAH, dan bukan pada hikmat manusia. Biarlah kita direndam di dalam kuasa Roh Kudus, kita tenggelam dalam kuasa-Nya setiap hari, karena Tuhan memilih kita untuk melakukan mujizat yang luar biasa. Amin

No results found...