Skip to content

MELIHAT YANG SUPRANATURAL DI ALAM NATURAL

Ev. Yohanes Utomo

(Ringkasan Khotbah Minggu 16 Agustus 2015)

Pembacaan Alkitab : Lukas 8 : 22 – 25

Bagaimana menjadi pengelola keuangan yang benar? (SRI)

•   SPEND (mengatur dan membelanjakan) Filipi 4 : 19 (baca) Setiap kali kita membelanjakan uang kita, hal yang utama adalah untuk memenuhi kebutuhan kita, dan bukan keinginan. Keuangan harus diatur sesuai dengan kebutuhan kita.

•   RESERVE (cadangan) Matius 25 : 3 – 4 (baca) Gadis-gadis yang bodoh membawa pelita tetapi tidak membawa minyak, mereka kehilangan kesempatan ketika mempelai datang. Sedangkan gadis-gadis yang bijaksana memiliki pelita dan membawa minyak untuk cadangan sehingga mereka menyambut mempelai dan masuk dalam jamuan pesta. Firman Tuhan mengajarkan kita untuk selalu siap sedia, Milikilah cadangan keuangan, supaya dapat bertahan apabila krisis datang.

Seorang yang kaya, diukur bukan dari berapa besar penghasilan yang dia terima, tetapi berapa besar yang dapat ditabung setiap bulannya.

Yusuf mendapat visi dari Tuhan setelah mengartikan mimpi Firaun, maka tujuh tahun kelimpahan, ia tidak menghabiskan semua makanan, tetapi dia menyimpan sebagai cadangan/ persediaan. Itulah sebabnya pada waktu tujuh tahun kelaparan dan kekeringan justus di Mesir ada begitu berlimpah persediaan makanan.

Yohanes 6 : 12 (baca) Tuhan Yesus berkata kumpulkanlah potongan-potongan roti, setelah semuanya kenyang supaya tidak ada yang terbuang. HARGAILAH BERKAT TUHAN, jangan disia-siakan, termasuk waktu dan keuangan kita! Banyak orang menyia-nyiakan dengan percuma. Tetapi kita harus tahu menghargai dan menggunakannya dengan tepat!

Milikilah cadangan/ persediaan supaya sewaktu-waktu dapat digunakan, sehingga Kita akan KUAT BERTAHAN ketika menghadapi goncangan dan badai yang menerpa kehidupan kita.

•   INVESTMENT (Investasi) Kejadian 47 : 18 – 19 (baca) Pada masa kelaparan banyak orang datang ke Mesir untuk membeli BENIH supaya ditanam.Benih itulah investasi, karena benih ditaburkan dan dikelola untuk menghasikan tuaian.

Sebagai anak-anak Tuhan kita harus memiliki investasi bukan hanya secara jasmani di bumi ini saja, tetapi juga yang terpenting adalah INVESTASI DI SURGA 1 Timotius 6 : 17 – 19 (baca). Artinya jika kita diberkati, kita harus memberkati, yaitu memberi persembahan, persepuluhan dan mendukung pekerjaan Tuhan di dalam dan melalui GDS sehingga banyak jiwa yang diselamatkan.

Mengapa Tuhan mengijinkan badai terjadi di dalam hidup kita?

Lukas 8 : 22 (baca) Murid-murid taat ketika Tuhan Yesus menyuruh mereka untuk bertolak ke seberang danau, tetapi ketika mereka sedang berlayar maka datanglah badai sehingga mereka dalam bahaya. Jangan menganggap bahwa jika kita sudah taat dan berjalan bersama Tuhan Yesus hidup akan selalu tenang tanpa badai dan tantangan.

Badai adalah cara Tuhan untuk CHECK UP secara rohani, supaya kita tahu kekurangan kita dan memperbaiki apa yang kurang dari hidup kita. Karena biasanya ketika badai terjadi, baru kelihatan diri kita yang sebenarnya (asli).

Tuhan berkata bahwa barangsiapa Ku kasihi Ku tegor dan Ku hajar! Kasih Tuhan seringkali untuk membentuk kita. Emas harus dimasukkan ke dalam api untuk dimurnikan. Artinya terkadang kita mengalami hal-hal yang berat karena Tuhan sedang memproses hidup kita supaya kita murni mengikut Tuhan karena cinta dan bukan karena harta.

Melalui badai dan mujizat itu pun iman murid-murid bertambah sehingga mereka mengenal Tuhan. Tujuan Tuhan Yesus hendak bertolak ke seberang danau (Gerasa), karena Ia sedang masuk dalam peperangan rohani untuk menyelamatkan satu jiwa di Gerasa. Hal ini menjelaskan bahwa seringkali badai yang kita alami memiliki tujuan Tuhan yang indah atas hidup kita!

Untuk menangatasi badai dan melihat mujizat supranatural, maka sebagai anak-anak Tuhan kita harus:

1.   Berdoa
2 Raja-raja 6 : 17 (baca) Elisa berdoa kepada Tuhan untuk membuka mata hambanya untuk melihat bahwa yang menyertai mereka lebih banyak daripada musuh. Dalam keadaan apapun, kita harus BERDOA supaya Tuhan membuka mata kita untuk melihat hal-hal yang supranatural yang sedang terjadi dalam hidup kita.

Pada waktu badai yang membahayakan dan mengancam nyawa murid-murid-Nya, Tuhan Yesus tertidur, tetapi Dia bangun pada waktu teriakan murid-murid-Nya yang berseru kepada-Nya. terkadang Tuhan “tidak peduli” dengan kondisi di sekitar kita, tetapi Dia peduli dengan DOA KITA.

Kita harus berdoa dan berseru kepada Tuhan Yesus, karena Ia peduli terhadap doa-doa kita, dan menolong kita tepat pada waktu-Nya! Tuhan selalu MENDENGAR DOA KITA, tidak ada doa yang sia-sia di hadapan Tuhan. kalau kita tekun berdoa di hadapan Tuhan kita akan melihat mujizat supranatural. Doa mengubahkan keadaan!

Dengan badai kita akan menjadikan Tuhan pemimpin atas hidup kita. Kita akan selalu percaya dan bergantung kepada Tuhan Yohanes 16 : 33 (baca)kuatkanlah hati kita karena Tuhan Yesus telah mengalahkan dunia.
Tuhan Yesus bangun dan menenangkan badai ketika murid-murid tidak terkendali dan tidak mampu. Kita harus selalu berdoa, karena berdoa dapat mengubahkan keadaan kita. Pada waktu kita “membangunkan” Tuhan untuk bersekutu dengan kita setiap hari di dalam hidup kita.

2.   Miliki Iman, Percaya
Yohanes 11 : 40 (baca) Jikalau kita percaya, maka kita akan melihat kemuliaan Allah. Iman kita sangat penting ketika kita mengalami badai. Mengapa ? karena Lukas 8 : 25 Setelah Tuhan Yesus neghardik badai itu, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Di manakah kepercayaanmu (iman)?”

Orang yang percaya kepada Tuhan, akan selalu optimis kepada janji Tuhan. Sebagai anak-anak Tuhan kita harus optimis kepada janji Tuhan. Tuhan itu setia dan Ia akan menggenapi semua yang dijanjikan-Nya atas hidup kita. Tuhan tidak ingkar janji, dan dapat dipercaya!

Untuk mengalami hal-hal yang supranatural kita harus selalu memiliki iman yang bertumbuh di makin hari makin kuat dalam Tuhan! untuk iman kita bertumbuh maka mata kita harus selalu tertuju kepada Tuhan Yesus Ibrani 12 : 2.

Setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan Yesus mengubahkan keadaan, segala sesuatu kepada-Nya! Lukas 8 : 25 ; Matius 21 : 19; Yohanes 2 : 9; Matius 4 : 23; Mark 1: 27; Ulangan 31 : 8. Iman kita akan semakin bertumbuh dalam firman Tuhan, sehingga kita mengalami supranatural.

3.   Duduk di bawah kaki Tuhan
Kisah Para Rasul 1 : 4 Tuhan Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk Tinggal dan menantikan janji Bapa di Yerusalem, yaitu Roh Kudus yang akan dicurahkan.

Tinggal (dalam bahasa Yunani) artinya duduk di bawah kaki Tuhan Yesus. Murid-murid dalam menantikan janji Tuhan mereka bersekutu bersama dan menyembah Tuhan. Setelah orang yang kerasukan di Gerasa dilepaskan oleh Tuhan Yesus, maka ia duduk di bawah kaki Tuhan Yesus. Hal itulah yang membuktikan bahwa segala sesuatu yang tidak terkendali menjadi terkendali di kaki Tuhan Yesus.

Jika kita mau hidup kita kuat di dalam Tuhan, maka ijinkan Roh Kudus untuk berkarya dalam hidup kita. Martha terlalu sibuk dengan dunia, itu sebabnya dia cemas dan gelisah. Orang yang gelisah tidak selalu duduk di bawah kaki Tuhan Yesus.

Di bawah kaki Tuhan kita akan KUAT menghadapi goncangan apapun. Dengan duduk dibawah kaki Tuhan kita akan alami pengurapan Roh Kudus yang besar. Dimana ada roh Allah di sana ada kemerdekaan. Di bawah kaki Tuhan Yesus kita akan aman dalam segala keadaan. Amin!

No results found...