Skip to content

DOSA KARENA MENGIRA (Presumption sin)

Ps. Debora Henubau

(Ringkasan Khotbah Minggu 23 Agustus 2015)

Pembacaan Alkitab : Roma 12 : 2

Firman Tuhan menegaskan “…Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini…”. Karena di akhir zaman ini, menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, di seluruh dunia bukan hanya sedang terjadi kegoncangan ekonomi, tetapi juga kegoncangan yang besar secara rohani. Dosa, hawa nafsu, dan semua hal yang bertentangan dengan firman Tuhan bukan lagi hal yang tabu atau dilarang, tetapi dilegalkan dan dilakukan.

Pernikahan-pernikahan diserang oleh iblis, bahkan saat ini sudah merupakan hal yang biasa (normal) jika seseorang melakukan dosa. Ikatan dosa : jika terus-menerus dilakukan, maka cenderung bukan lagi hal yang memalukan, tetapi merasa biasa dan wajar. Apalagi melihat banyak orang juga melakukan hal yang sama.

JANGAN JADI SERUPA DENGAN DUNIA INI, mengapa? Karena dunia ini ingin agar kita menjadi serupa dengan dunia. Di dunia ini semua yang mayoritas selalu dianggap benar dan bisa diterima, sedangkan minoritas dianggap keliru atau salah. Itu sebabnya kita harus tahu kebenaran firman Tuhan, karena jika tidak, maka kita akan terjebak ke dalam humanisme (kasih humanis).

Kasih dari Tuhan adalah kasih yang membawa kepada pertobatan Yohanes 3 : 16 (baca) Tuhan Yesus adalah kasih yang terbesar, karena Tuhan Yesus mengasihi kita, Dia menanggung dosa dan kejahatan kita supaya kita bersih, kudus, berkuasa atas dosa, dan bukan bebas melakukan dosa.

Bagaimana agar kita tidak menjadi serupa dengan dunia ini? BACA DAN RENUNGKAN FIRMAN TUHAN! setiap hari.

Kita adalah anak-anak terang karena Tuhan Yesus ada di dalam kita, sedangkan dunia adalah gelap (dalam kegelapan). Jika kita menjadi sama dengan dunia lama kelamaan terang kita semakin redup, dan akhirnya menjadi gelap. Tuhan menghendaki agar kita tetap menjadi terang dan semakin bercahaya di tengah dunia ini. Oleh sebab itu, kita harus senantiasa membaca firman Tuhan, menyembah Tuhan, berdoa dan bersekutu dengan Tuhan setiap hari.

Hari ini kita akan belajar tiga contoh kisah di dalam Alkitab tentang dosa karena mengira (presumption sin)

 1.   1 Samuel 13 : 8 – 14 Ketidak taatan Saul karena mengira dia melakukan hal yang benar, pada waktu orang Filistin datang menyerang.
Ketika orang Filistin datang menyerang, Saul yang dalam keadaan yang terdesak setelah menunggu tujuh hari seperti yang ditetapkan Samuel, mempersembahkan korban bakaran di hadapan Tuhan. Apa yang dilakukan oleh Saul adalah salah, karena ketidaktaatannya. Itu sebabnya Samuel menegur Saul melakukan perbuatan yang bodoh, Saul tidak taat dan tidak mengikuti perintah Tuhan. Sekalipun Saul adalah seorang raja, tetapi dengan membakar persembahan, Saul mengambil posisi Samuel. Itulah sebabnya karena ketidaktaatannya Tuhan tidak lagi mengokohkan kerajaannya, tetapi mengambil kerajaan Israel dari tangan Saul.

1 Samuel 15 : 9 – 15, 22 – 23 Saul tidak taat dengan mengambil jarahan untuk dipersembahkan kepada Tuhan, ketika Tuhan menyuruh untuk menumpas dan membinasakan Agag, raja orang Amalek dan semua yang dimiliknya, termasuk harta benda dan ternaknya. Saul mengira jika dia sudah menjalankan firman Tuhan dengan baik, tetapi apa yang dilakukan Saul adalah keTIDAK TAATan dan bertentangan dengan perintah Tuhan.

Tuhan menghendaki agar kita TAAT kepada firman-Nya. Firman Tuhan selalu ya dan amin, dan tidak bertentangan. Itu sebabnya, jika kita taat maka kita harus melakukan sesuai dengan apa yang Tuhan perintahkan, tanpa mengabaikan hal-hal yang lain. Ketidaktaatan adalah pendurhakaan; sama dengan dosa bertenung, kedegilan, dan menyembah berhala.

KITA HARUS TAAT kepada FIRMAN TUHAN dan melakukannya dengan benar sesuai kehendak Tuhan, jangan dengar dan ikuti pendapat banyak orang (mayoritas)

 2.   2 Raja-raja 5 : 20 – 26 Gehazi memiliki motivasi yang salah, dia mengambil bagian yang bukan menjadi haknya.
Setelah Naaman sembuh dari sakit kusta, Naaman memberikan hadiah (upeti) kepada Elisa, namun pemberian Naaman ditolak oleh Elisa. Tetapi Gehazi, hamba Elisa berpikir dan mengira bahwa Elisa terlalu menyegani Naaman dengan tidak menerima hadiah yang Naaman berikan. Itu sebabnya, Gehazi berlari mendapati Naaman dan mengambil semua pemberian itu. Akibat motivasi dan perbuatannya yang salah, maka Gehazi pun ditimpakan penyakit kusta yang diderita Naaman, bukan hanya Gehazi tetapi kepada seluruh keturunannya.

   3.   Yosua 7 : 1 – 5 Karena Akhan mencuri dan menyimpan harta jarahan, maka Israel dipukul kalah ketika menghadapi kota Ai.
Setiap kali Yosua dan bangsa Israel berperang mereka selalu mengalami kemenangan, tetapi pada waktu mereka menyerang Ai, Yosua dan bangsa Israel dipukul kalah, hingga mereka tawar hati. Penyebabnya adalah karena dosa satu orang yaitu Akhan yang mencuri dan menjarah barang yang dikhususkan, maka bangkitlah murka Tuhan dan melihat seluruh orang Israel berubah setia.

Di tengah keluarga inti di rumah, di gereja GDS, atau sebagai satu tim pelayanan kita adalah bagian dari satu kesatuan, dan tidak tunggal. Jadi pada waktu satu orang melakukan dosa, maka dampak dan akibatnya akan dialami oleh orang yang lain. Itu sebabnya, kita tidak bisa berkata: “ini urusan pribadi saya”, “urusan saya”. Karena seringkali urusan pribadi kita juga mempunya pengaruh terhadap yang lain.

Sebagai satu tim pelayanan di GDS, apapun yang kita lakukan akan berdampak kepada orang yang lain. baik ataupun buruk, karena kita adalah bagian dari kesatuan. Itu sebabnya kita harus selalu saling menjaga, dan menolong sebagai satu tim supaya kita sama-sama maju dan diberkati.

Apa yang menyebabkan DOSA KARENA MENGIRA?
1.  Kesombongan, berpikir sudah bisa mengambil keputusan sendiri, dan berpikir semaunya
2.  Masa bodoh, cuek (Ignorence), merasa urusannya diri sendiri, dan bukan urusan orang lain
Roma 14 : 12 (baca) Kita adalah bagian dari kesatuan, jadi apa yang kita kerjakan mempunyai pengaruh kepada orang lain, bahkan keturunan kita (sama sperti Saul, Gehazi, Akhan). Tetapi pada akhirnya kita akan berdiri di hadapan Tuhan kita harus memberikan pertanggung jawaban atas semua hal yang sudah kita lakukan. SETIAP ORANG AKAN BERDIRI SENDIRI MEMBERIKAN PERTANGGUNG JAWABAN DI HADAPAN TUAN

Roma 13 : 9 – 14 (baca) Kasihilah sesamamu menusia seperti dirimu sendiri, kasih seakan-akan menjadi Tuhan, jangan dibalik Tuhan adalah kasih, dan kasih bukanlah Tuhan. Jika kita mengasihi maka jangan berbuat dosa, jangan berbuat jahat. Kita harus bangun dari tidur, marilah kita tanggalkan perbuatan kegelapaan, dan dalam segala hal kenakanlah Tuhan Yesus sebagai perlengkapan senjata terang! Jangan membohongi diri sendiri, jangan kompromi, jangan beranggpaan Tuhan tidak melihat semua yang kita kerjakan. Waktu kita tahu itu dosa dan kejahatan, kita harus BERTOBAT, Tuhan segera datang!

2 Petrus 3 : 9 – 15 (baca) Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, Tuhan sabar dan menghendaki agar kita berbalik, bertobat supaya kita diselamatkan. Semuanya akan berlalu. Mengapa kita harus hidup benar? Karena kita sedang menantikan langit dan bumi baru, dan kita membawa orang yang hidup dalam kegelapan kepada terang dan kebenaran. Ingatlah ketika Tuhan bersabar, itulah waktunya kita bertobat.

2 Petrus 2 : 20 – 22 (baca) JANGAN kembali lagi ke dosa yang lama! Jika kita sudah bertobat dan meninggalkan kecemaran dunia ini, JANGAN KEMBALI LAGI! Kita berdosa karena mengira bahwa semuanya kelihatan baik-baik saja dan Tuhan setuju dengan apapaun yang kita lakukan, padahal hal itu jelas bertentangan dengan kebenaran. Satu-satunya cara untuk kita diselamatikan adalah bertobat dan tidak kembali lagi!

2 Petrus 3 : 17 – 19 (baca) Waspadalah supaya kita jangan terseret kepada kesesatan orang lain yang tidak mengenal kebenaran. Janganlah terseret arus, dan kehilangan pegangan di dalam Tuhan! BAGAIMANA CARANYA SUPAYA KITA TIDAK TERSERET DAN MENJADI SERUPA DENGAN DUNIA INI; KITA HARUS BERTUMBUH DI DALAM TUHAN DAN FIRMAN-NYA.

Jangan stagnan dan merasa puas dengan apa yang sudah kita capai, tetapi bertumbuhlah di dalam Tuhan. Untuk bertumbuh kita harus makan makanan rohani (pengajaran firman Tuhan, pewahyuan) yang sehat dan benar di GDS tempat dimana Tuhan telah tanam hidup kita. Bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan kita Yesus Kristus. Amin

No results found...