Ps Debora Henubau (Ringkasan Khotbah Minggu 26 November 2018) Pembacaan Alkitab : Efesus 4 :…
TUHAN TIDAK BERHENTI MENDATANGKAN KEBAIKAN BAGI KITA
Ev. Yohanes Utomo
(Ringkasan Khotbah 11 Februari 2018)
Pembacaan Alkitab : Rut 2 : 1 – 9
Bagi orang dunia, setiap hal yang dianggap kebetulan selalu terjadi apabila hal-hal yang baik dialami oleh seseorang, pada waktu dia seharusnya menghadapi hal yang sulit. Namun bagi kita yang percaya kepada Tuhan, tidak ada hal yang kebetulan terjadi di dunia ini, karena semua adalah rencana Tuhan. Allah mampu melakukan hal-hal yang mustahil menurut perhitungan manusia. Itu sebabnya, jika terkadang kita merasa Tuhan tidak menjawab doa-doa kita, hal itu bukan berarti Tuhan tidak baik kepada kita, justru kita harus mengerti bahwa di balik semua yang kita alami, ada rencana Tuhan yang terbaik yang Tuhan sudah sediakan bagi kita. Sampai detik ini Tuhan aktif dan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia.
Rut 2 : 3 Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.
Tidak setiap kebetulan itu kebetulan! Rut berada di ladang milik Boas, dan Boas adalah salah satu kaum kerabat yang wajib menebus mereka. Kebetulan itu terjadi karena ketidak sengajaan Rut yang berada di ladang milik Boas, tanpa Rut mengerti siapa Boas sebenarnya.
Alkitab menjelaskan kata kebetulan terdiri dari dua kata dalam bahasa Ibrani
I. Kebetulan (MIKREH)
Adalah satu kejadian atau pertemuan yang tidak diduga atau direncanakan yang didefenisikan ada banyak kemungkinan, namun hanya satu kesempatan yang tepat seperti yang kita butuhkan, idamkan atau cita-citakan. Tuhan mempunyai suatu rencana/ rancangan. Jangan kita remehkan kebetulan yang seolah-olah adalah kebetulan, padahal itu adalah cara Tuhan yang unik untuk menyatakan perkenanan, pertolongan, dan kedahsyatan-Nya bagi kita.
…”Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” I shall find grace (KJV) . Artinya tindakan Rut untuk pergi adalah tindakan untuk berharap sepenuhnya kepada kasih karunia Tuhan. Orang yang berharap kepada kasih karunia Tuhan, tidak akan dikecewakan. Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Yeremia 17 : 7
Yohanes 1 : 17 (baca) Kasih karunia dan kebenaran datang oleh Tuhan Yesus Kristus. Oleh sebab itu hiduplah di dalam kasih karunia Tuhan, karena hal itulah yang akan menentukan jalan hidup kita.
Kebetulan yang lain juga dapat kita lihat dalam kitab Ester 5 : 14; 6 : 1 – 10 (baca) Mordekhai pernah berjasa namun belum diberikan apa-apa, hingga pada malam raja tidak dapat tidur, dan membaca kitab catatan sejarah, barulah Mordekhai dianugerahkan kehormatan dan kemuliaan oleh raja melalui Haman, seorang yang sdang merencanakan kejahatan kepadanya
Jika kita melayani dan bekerja dengan baik, namun belum dihargai untuk apa yang kita lakukan jangan kecewa maupun tawar hati, karena Tuhan akan menyatakannya bagi kita kebaikan pada waktu yang TEPAT. Jangan bersungut-sungut, Tuhan selalu aktif, tidak berhenti mendatangkan kebaikan bagi kita. Kejadian 50 : 20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan , dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Tuhan sanggup mengubah kejahatan untuk mendatangkan kebaikan, bahkan mengubah kutuk menjadi berkat!
“… bagi mereka yang mengasihi Dia†Ulangan 30 : 16 (baca) Jadi jikalau Tuhan memerintahkan kita untuk mengasihi Dia, hal itu bukan untuk kebaikan kita, tetapi supaya kita diberkati Tuhan. Mengasihi Tuhan adalah perintah yang pertama dan terutama. Yohanes 14 : 15, 21 (baca) Mengasihi Tuhan berarti taat dan melakukan perintah-perintah-Nya. Ayat-ayat ini mengandung peringatan untuk tiga hal: bagi mereka mengira mengasihi Tuhan, tetapi tidak taat, mengira taat, tetapi tidak mengasihi Tuhan (Wahyu 2 : 1) melayani bukan karena kasih Tuhan tetapi sebuah kebiasaan. Kita bersyukur bahwa di GDS kita masuk kepada tema tahun ini MELAYANI DALAM KASIH DAN KUASA ROH KUDUS! Tuhan ingin kita melayani-Nya bukan karena takut, tetapi menghasihi-Nya. Karena melayani tanpa kasih tidak berguna/ tidak ada faedahnya 1 Korintus 13 : 1 – 3.
Bagi orang yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah; kecelakaan tidak terjadi secara kebetulan, dan kemalangan tidak selalu merugikan, karena dalam musibah apapun Tuhan sanggup mendatangkan berkat. Itulah mengapa kita harus bersyukur dalam segala keadaan, karena kita tahu bahwa Tuhan tidak pernah berhenti mendatangkan kebaikan bagi kita. Rancangan Tuhan jauh lebih indah lebih tinggi dari rancangan manusia Yesaya 55 : 9. Percayakanlah hidup kita kepada Tuhan 2 Korintus 4 : 17 – 18 Iman itu memperhatikan apa yang tidak kelihatan, memandang dari sudut kekekalan.
Knoteks dari mendapatkan kebaikan adalah menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya Roma 8 : 29. Artinya hidup dan karakter kita harus menjadi serupa dengan krsitus Roma 12 : 1 Jangan menjadi serupa dengan dunia ini, sebaliknya hidup harus mengalami perubahan yang signifikan, menjadi seperti yang Tuhan kehendaki.
Bagi kita anak-anak Tuhan kita percaya bahwa Segala sesuatu terjadi karena Tuhan turut bekerja, Tuhan sudah merencanakannya, bukan kebetulan dalam arti yang biasa. Segala sesuatu ada di dalam kita, baik senang atau susah, baik menguntungkan ataupun merugikan, Tuhan turut bekerja mendatangkan kebaikan, karena Tuhan itu baik.
Mari belajar bahwa Tuhan tidak pernah berhenti mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi-Nya, beberapa karakter Rut yang kita dapat pelajari:
- Rut orangnya rajin, pro aktif, dan tidak bermalas-malasan Rut 2 : 2, 7, 15a Dia berinisiatif untuk bekerja tanpa disuruh oleh Naomi, bahkan dengan rajin mengumpulkan jelai dari berkas-berkat gandum dari pagi hingga petang tanpa berhenti. Apakah kita rajin (bekerja, belajar, melayani? Karena Tuhan menghendaki kita menjadi orang yang rajin. Jika kita malas, maka belajarlah dari semut.
- Rut orang yang sopan. Dia meminta ijin Naomi mertuanya untuk bekerja, ia juga meminta ijin dari pengawas di ladang Boas. Apakah kita selalu memperhatikan kesopanan dan etika dalam bekerja, di sekolah, di rumah, di gereja, di jalan raya? Jangan meremehkan kesopanan dan etika! Karena sikap kesopanan merusak citra kita sebagai anak Tuhan.
- Rendah hati. Dia tidak malu melalukan pekerjaan orang miskin (memulung). Aoakah kita selalu rendah hati? Dalam hal apakah kita ini sombong dan tinggi hati? Allah yang menentang orang yg congkak dan mengasihani orang yang rendah hati
- Rut orang yang tahan menderita. Rut 1 : 16 – 17 Dia tidak bersungut-sungut di tengah-tengah penderitaannya. Rut tidak kepahitan dan kecewa dengan keadaannya dan tetap percaya kepada Tuhan Allah Israel. Berani pindah dari tanah nenek moyangnya ke tanah asing untuk mengikuti dan mengasihi Naomi mertuanya.
- Rut adalah orang yang setia. Rut mengambil sumpah setia dan keputusan yang tegas untuk mengikuti Allah Israel, dan tidak berpaling ke belakang. Jangan menjadi orang yang selalu melanggar janji, itu sama dengan dusta dan mempermalukan Tuhan. Hiduplah saleh dan takut akan Tuhan, kesetiaan kepada Tuhan harus juga ditunjukkan dalam kesetiaan di rumah tangga, keluarga, dan berjemaat (GDS)
II . Kebetulan yang kedua adalah (HINEH)
Rut 4 : 1 – 8 Boas pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana, “kebetulan†lewatlah seorang penebus yang lebih berhak itu di depannya, yang kemudian akan menyerahkan tanah kepada Boas untuk ditebus. Kebetulan disini ada unsur dan menunggu bagaimana Tuhan bekerja, dan tiba-tiba apa yang diharapkan itu terjadi. Boas menunggu, karena dia ingin menguji kehendak Tuhan dalam hidupnya, dia membutuhkan konfirmasi.
Jangan menilai segala sesuatu adalah kehendak Tuhan. Kita perlu konfirmasi dan menguji segala sesuatu apakah hal itu sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak. Tuhan selalu menyatakan kehendak-Nya, melalui firman Tuhan.
Boas adalah orang yang suka menanti-natikan Tuhan bekerja secara suprantural. Dia ingin hasrat hatinya berpadu dengan kehendak Tuhan.
Pintu gerbang adalah lambang dari Tuhan Yesus sendiri Yohanes 10 : 9 “Akulah pintu  Jika kita senantiasa menanti-natikan Tuhan, dan duduk di bawah kaki-Nya, maka jangan heran jika ada banyak kebetulan/ kesempatan yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita, untuk menggenapi janji-janji-Nya dalam hidup kita. Biarlah kehendak Tuhan yang jadi atas hidup!
Kejadian 24 : 12 – 21 (baca) Eliezer menunggu konfirmasi dari Tuhan, dia bedoa minta pimpinan Tuhan bagi Abraham dan Ishak, ketika dia ditugaskan untuk mencari seorang isteri bagi Ishak. Dan setelah dia berdoa datanglah Ribka dan melayani dia, yang kemudian dibawalah Ribka untuk menjadi siteris Ishak.
Menanti-natikan Tuhan artinya memiliki kesabaran, tetap berharap, dan menanti pertolongan Tuhan tepat pada waktunya. Kita harus menantikan Tuhan karena waktu Tuhan dan waktu kita tidak sama. Tuhan melakukan segala sesuatu indah pada waktunya Pengkhotbah 3 : 11.
Yesaya 40 : 31 (baca) Jika kita duduk diam, dan berharap kepada Tuhan, kita akan mengalami kekuatan baru seperti burung rajawali naik terbang dengan sayapnya. Orang yang berlindung dalam naungan Tuhan akan selalu merasa aman.
Rut akhirnya bertemu boas seperti yang Tuhan kehendaki. Hati seseorang ada di tangan Tuhan, dan Tuhan membuat Boas dan Rut saling mencintai dan diberkati. Lewat keturunannya Tuhan membangkitkan seorang Raja atas Israel, dan seorang Juruslamat manusia.
1 Tesalonika 5 : 16 – 18 Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Amin!
