Ps Debora Henubau (Ringkasan Khotbah Minggu 26 November 2018) Pembacaan Alkitab : Efesus 4 :…
IMAN YANG BERTUMBUH
Ev. Yohanes Oetomo
(Ringkasan Khotbah Minggu 10 Juni 2018)
Pembacaan Alkitab : Roma 1 : 17
Tuhan menghendaki agar iman kita terus menerus bertumbuh, karena iman Kristen adalah iman yang dinamis dan bukan statis. Kita akan belajar hari ini tentang iman yang bertumbuh.
Habakuk 2 : 4 Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya. Iman yang bertumbuh itu penting, karena jika iman kita bertumbuh, maka kedewasaan rohanipun bertambah. Tanpa iman yang bertumbuh, kita tidak mungkin menyenangkan Tuhan dan menerima janji-janji-Nya digenapi dalam hidup kita. Tuhan merencanakan iman kita bertumbuh, supaya dengan iman yang semakin bertumbuh kita dapat mengenal-Nya secara pribadi.
Apa itu iman? Ibrani 11 : 1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Roma 4 : 20 – 21 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.
Bagaimana iman bertumbuh? Roma 10 : 17 (baca) Iman kita bertumbuh melalui PENDENGARAN, yaitu setiap kali kita mendengarkan firman Tuhan yang diberitakan. Firman Tuhan berkuasa dalam hidup kita; Karena firman itu memberi kehidupan dan kekuatan, sebagai makanan rohani bagi roh dan jiwa kita Matius 4 : 4. Firman membuat hidup kita menjadi segar (tidak layu) dan efeknya adalah keberhasilan (selalu menghasilkan buah Mazmur 1 : 1 – 3). Firman menyelamatkan dan melindungi hidup kita Daniel 6 : 23. Itu sebabnya respon kita terhadap firman Tuhan sangat besar pengaruhnya bagi hidup kita secara pribadi. Firman Tuhan itu digambarkan sebagai benih dalam perumpamaan Tuhan Yesus. Jika benih itu ditabur di tanah(hati) yang subur, maka firman Tuhan itu akan berbuah 30, 60, dan 100 kali lipat. Namun sebaliknya, jika benih firman Tuhan itu tidak bertumbuh, maka hal itu bergantung kepada kondisi hati kita, dan bukan pada firman Tuhan.
Lukas 4 : 16 – 19 (baca) Pada hari Sabat, Tuhan Yesus masuk ke rumah ibadat dan membacakan firman Tuhan. Orang-orang di Nazaret mendengar firman-Nya, tetapi mereka menolak kehadiran-Nya. Karena mereka mengenali Tuhan Yesus, dengan marah mereka kemudian menghalau Tuhan Yesus ke luar dan hendak melempari-Nya dari tebing. Banyak orang mendengar firman Tuhan, tetapi menolak kehadiran Tuhan Yesus. Setiap kali kita membaca dan mendengarkan firman Tuhan, kita harus merindukan kehadiran Tuhan. Karena setiap kali Tuhan hadir, Ia akan meneguhkan firman-Nya dengan mujizat dan tanda-tanda heran. Matius 13 : 58 Karena ketidakpercayaan, bahkan mereka menolak Tuhan Yesus, maka tidak banyak mujizat yang diadakan Tuhan Yesus di Nazaret. Jika iman kita mau bertumbuh, maka setiap kali kita merenungkan dan mendengarkan firman Tuhan kita juga harus merindukan dan mengalami kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Tuhan sangat menghargai dan mengasihi orang yang rindu akan kehadiran-Nya. Lukas 19 Tuhan Yesus datang ke Yerikho dan menumpang di rumah Zakheus, seorang pemungut cukai, karena Tuhan melihat kerinduan hatinya kepada Tuhan. Zakheus tidak menyerah dan ingin bertemu Tuhan, dan pada waktu Tuhan Yesus menumpang di rumahnya, Zakheus dan seisi rumahnya diselamatkan dan diberkati. Lukas 5 : 19 – 20 Karena iman dari keempat orang yang menggotong orang lumpuh untuk bertemu Tuhan Yesus, maka orang lumpuh itupun diselamatkan dan disembuhkan.
Mengapa kita perlu bersungguh hati untuk mencari dan merindukan Tuhan Yesus? Karena Tuhan selalu mengasihi dan menghargai orang-orang yang bersungguh hati kepada-Nya. Ibrani 11 : 6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Pertanyaannya:
Apakah kita haus dan rindu kepada Tuhan setiap saat dalam hidup kita? 2 Raja-raja 7 : 2 Banyak orang Israel tidak mengalami pertolongan Tuhan, mereka tidak diberkati karena mereka tidak percaya dan menolak Tuhan, pada waktu krisis melanda. Lukas 4 : 25 – 27 Zaman Elia diutus dari banyak janda di Israel, hanya janda dari Sarfat saja yang mengalami mujizat dan kelimpahan dari Tuhan, karena pada waktu itu banyak orang Israel yang menolak Tuhan dan menyembah kepada berhala.
Betapa pentingnya kita mempunyai iman yang benar. Seringkali mungkin respon kita kurang terhadap firman Tuhan. Pikiran dan nalar kita tidak seratus persen menuruti dan menaati firman, karena banyaknya pertimbangan. Namun jika kita tundukan pikiran kita dan percaya sepenuhnya firman Tuhan, maka mujizat terjadi! Ingat setiap kali Tuhan berfirman pasti ada berkat, karena firman Tuhan tidak akan kembali dengan sia -sia. 2 Raja-raja 5 : 10 – 11 Naaman awalnya marah dan gusar dengan perintah yang disampaikan abdi Allah untuk membenamkan dirinya di sungai Yordan, namun setelah dibujuk oleh pegawainya, akhirnya dia taat dan sembuh dari sakit kusta yang dideritanya. JANGAN MARAH ATAU GUSAR, setiap kali kita mendengar firman Tuhan yang terkadang menegur kita, dan menuntut ketaatan, sebaliknya kita harus merendahkan hati kita dan menerima dengan iman dan lemah lembuh, supaya mujizat dan berkat Tuhan dinyatakan dalam hidup kita. 1 Raja-raja 17 : 12 Janda Sarfaat taat dan melakukan apa yang Elia perintahkan untuk dilakukannya sekalipun dia sedang mengalami kekurangan, dan apa yang dimilikinya adalah yang terakhir dari yang dibutuhkannya. Karena ketaatan janda itu, maka dia mengalami kelimpahan, tepung pada tempayang, dan minyak dalam buli-bulinya tidak habis. Respon kita kepada firman Tuhan jangan negatif tetapi harus positif. Waktu kita taat kepada firman maka keadaan kita akan menjadi lebih baik dari sebelumnya, bahkan berkelimpahan. Tuhan lebih tertarik kepada iman dan bukan masalah kita.
Maria memilih bagian yang terbaik yaitu ada di duduk dan mendengar firman Tuhan. Jalan Tuhan terkadang bukanlah yang tercepat, (pengalaman Abraham menantikan keturunan) dan ternyaman (ketika Nuh membangun bahtera di atas gunung), dan bukan yang termudah (perjalanan hidup Yusuf), TETAPI JALAN TUHAN ADALAH JALAN YANG TERBAIK. Rencana Tuhan dalam hidup kita lebih baik dari rencana siapapun.
Mazmur 5:11-13, Orang yang mendengar firman Tuhan dan menaruh percaya kepada Tuhan akan bersukacita dan mengalami damai sejahtera Tuhan yang melimpah-limpah. Galatia 5 : 22 Damai sejahtera adalah buah roh, dan buah roh itu bukanlah buah musiman. Artinya setiap saat, setiap musim dan keadaan, kita bisa mengalaminya, yaitu kita hidup dalam damai sejahtera yang melampaui segala akal dan pikiran. Damai sejahtera adalah kahadiran Tuhan sendiri yang menguasai hati kita, sehingga kita tetap kuat, dan mantap, serta tak tergoyahkan. Kristus adalah Raja Damai, yang akan memerintah seluruh hidup kita.
Kita harus MEMPERKATAKAN FIRMAN TUHAN SETIAP HARI. Karena jika firman itu diucapkan dan keluar dari mulut kita, maka firman Tuhan akan berkuasa untuk mengubahkan dan menciptakan!. Kita bisa mengubah hidup kita melalui perkataan kita, yaitu perkataan yang sesuai dengan firman. Atau sebalikya kita dapat menghancurkan diri kita sendiri dengan perkataan yang negatif dan kutuk atas diri kita sendiri. Tuhan menghendaki agar kita melepaskan iman dengan mengucapkan firman Tuhan. Yosua 1:8. Perkatakan firman Tuhan setiap hari, maka kita akan berhasil dan beruntung.
Persamaan antara kuatir dan iman adalah memikirkan hal-hal yang akan datang. Kekuatiran adalah berpikir dan mengucapkan hal-hal yang buruk yang akan terjadi, tetapi iman berpikir dan mengucapkan hal-hal yang indah dan berkat untuk apa yang kita alami. Jadi pilihannya ada pada kita, apakah kita mau kuatir atau beriman tentang masa depan kita?
Bilangan 14 : 28 Tuhan marah dan menegur orang Israel yang memberontak karena selalu kuatir dan bersungut-sungut kepada Allah dengan perkataan negatif tentang tanah Kanaan (tanah perjanjian)
Filipi 4 : 6 – 8 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Mazmur 55 : 22 Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN , maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.
2 Timotius 1 : 7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
Tantangan untuk iman kita bertumbuh dan mengalami kuasa firman Tuhan adalah apakah kita mau hidup dalam kasih dan pengampuan Markus 11 : 24 – 25 (baca). Masalahnya bukan Tuhan tidak bisa memberkati kita, tetapi seringkali kita tidak mau hidup dalam kasih dan pengampunan. Galatia 5 : 6 Kita harus MENGAMPUNI supaya kita terlepas dari kepahitan dan dendam, karena hal-hal itu adalah penghalang berkat dan penghalang iman kita untuk bertumbuh. Matius 5 : 44-45 Jika kita mengampuni, maka kita akan berjalan dalam otoritas yang kuat. Karena otoritas kita sebagai anak sama dengan Bapa, yaitu KASIH.
Mengampuni orang lain akan membawa pemulihan dan berkat Tuhan yang luar biasa dalam hidup kita. Tetapi sebalikya, jika kita tidak mengampuni, maka kepahitan dan dendam akan seperti penyakit kanker yang lama kelamaan akan menggerogoti diri kita dari dalam. Ayub 42 : 10 Tuhan memulihkan keadaan Ayub setelah dia melepaskan pengampunan kepada sahabat-sahabatnya. Ayub kemudian diberkati Tuhan dengan mendapat dua kali lipat berkat dan kelimpahan dari yang dia miliki sebelumnya. lman kita akan luar biasa jika kita hidup dalam kasih, karena Tuhan akan memberkati kita berlimpah-limpah. Amin
