Ps. Debora Henubau Ringkasan Khotbah 24 November 2019 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 20 : 20b…
TEROBOSAN PASTI TERJADI !
Ps. Jesaya Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 17 Februari 2019)
Terobosan akan terjadi, pintu-pintu akan Tuhan bukakan, dan apa yang akan kita doakan, akan dijawab Tuhan. Setiap firman yang pernah diucapkan kepada kita tidak akan sia-sia, karena firman itu akan berhasil kepada apa yang Tuhan perintahkan kepadanya Yesaya 55 : 11. Bahkan ketika semua janji firman Tuhan digenapi dalam hidup kita, keadaan kita seperti orang yang bermimpi Mazmur 126 : 1
Wahyu 3 : 7 – 8 Jika Tuhan sudah membuka pintu, tidak ada seorangpun yang dapat menutup, jika Tuhan sudah menerobos, maka tidak ada yang dapat menghalangi hidup kita, asalkan kita percaya dan taat kepada firman Tuhan yang disampaikan kepada kita. Karena apa yang Tuhan janjikan dan firmankan pasti terjadi, Tuhan akan melakukannya dengan sekejap mata, tiba-tiba sehingga apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Matius 7 : 24 – 27 (baca) Setelah berkhotbah dan mengajar orang banyak, dari pasal 5 sampai ke pasal 7 ini. Maka Tuhan Yesus menyimpulkan bahwa setiap orang harus mendengar firman Tuhan dan melakukannya, sama seperti seseorang yang membangun rumahnya (oikos) dia atas batu karang, jika datang hujan banjir dan angin melanda, rumah itu tidak akan rubuh. Tuhan akan mencurahkan hujan di akhir zaman ini, itulah hujan kelimpahan, hujan berkat Tuhan bagi setiap kita, sebagai anak-anak-Nya.
Yeremia 5 : 24 Mereka tidak berkata dalam hatinya: Baiklah kita takut akan TUHAN, Allah kita, yang memberi hujan pada waktunya, hujan pada awal musim maupun hujan pada akhir musim, dan yang menjamin bagi kita minggu-minggu yang tetap untuk panen.
Zakharia 10 : 1 Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan Diberikannya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.
Pada waktu Tuhan mencurahkan hujan di akhir zaman ini, maka mujizat, terobosan, pintu-pintu terbuka akan terjadi dan tidak henti-hentinya. Sehingga setiap orang akan mengalami “banjir†yang melanda kehidupannya dengan berbagai kelimpahan mujizat, terobosan, pintu-pintu terbuka, dan mengalami pengenalan akan Tuhan secara benar.
Tuhan menghendaki di tengah-tengah kesulitan ekonomi pun, kita tetap berdiri di atas dasar batu karang, sehingga kita siap mengalami hujan dan banjir, itulah berkat dan kelimpahan yang akan terus-menerus melanda kehidupan kita, dan bukan sebaliknya berada di atas dasar pasir yang mudah tergoncangkan sehingga kita tidak mengalami apa-apa.
Bukan hanya hujan dan banjir, tetapi juga ada angin badai yang besar, yang akan Tuhan curahkan di akhir zaman ini, sama seperti di hari Pentakosta di Yerusalem, yang pertama kali murid-murid mendengar adalah bunyi seperti tiupan angin keras, itulah saat Roh Kudus dicurahkan Kisah Para Rasul 2 : 2.
Jika kita berada di atas pasir, maka kita akan mendengar angin kekacauan, pergumulan, dan kesulitan, tetapi jika kita berdiri di atas dasar batu karang, maka angin yang kita dengar adalah bunyi deru mujizat, terobosan, dan pintu-pintu yang terbuka. Pada waktu Tuhan bekerja, apa yang belum pernah terjadi akan terjadi, apa yang belum pernah kita alami, akan kita alami.
Pada waktu badai dan gelombang Tuhan datang dalam hidup kita, kita akan mengalami segala berkat, mujizat, terobosan dan kelimpahan, akan mengejar, mendahului dan melingkupi hidup kita. Sehingga segala sesuatu yang sepertinya tertutup akan terbuka lebar!
SEKALIPUN DALAM SETIAP MASALAH DAN KESULITAN, SELALU ADA TEROBOSAN! APAPUN HALANGAN YANG IBLIS KERJAKAN, SELALU ADA MUJIZAT YANG TUHAN SIAPKAN! Asalkan kita tetap berdiri di tempat yang benar, di atas batu karang, dan tidak beranjak dari situ. Jangan berdiri di atas pasir, karena kita akan hanyut dan berlalu.
Mazmur 148 : 7 – 8 Pujilah TUHAN di bumi, hai ular-ular naga dan segenap samudera raya; hai api dan hujan es, salju dan kabut, angin badai yang melakukan firman-Nya; Segala sesuatu yang ada di bumi ini tunduk dan taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya, semuanya itu dikirimkan oleh Tuhan untuk melanda dan memberkati kehidupan kita, asalkan kita tetap berdiri teguh di atas dasar yang teguh, itulah Tuhan dan firman-Nya.
Yesaya 40 : 22 Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!
Mazmur 103 : 19 TUHAN sudah menegakkan takhta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu.
Tuhan berkuasa di atas segala sesuatu, Dia yang mangatur dan mengendalikan segala sesuatu, itu sebabnya, pada waktu Tuhan memerintahkan mujizat dan terobosan terjadi dan melanda hidup kita, maka bagian kita adalah SIAP SEDIA, kita harus berdiri di atas dasar yang benar!
1. Banyak orang tidak siap menerima berkat Tuhan ketika berkat itu datang. Karena hati dan pikiran mereka tidak siap.
Sebelum janji Roh Kudus dicurahkan, selama tiga setengah tahun, Tuhan Yesus harus berjalan bersama murid-murid-Nya, dan mempersiapkan hidup mereka. Karena Tuhan berjanji bahwa jika mereka percaya, mereka akan melakukan lebih dari apa yang Tuhan Yesus lakukan.
Semua berkat akan melanda, namun banyak orang tidak siap ketika berkat Tuhan itu melanda hdiupnya. Raja Saul tidak siap ketika berkat itu melanda hidupnya, dia tidak taat dan berbalik dari Tuhan, akibatnya tahta kerajaannya diambil dari dirinya dan keturunannya. Simson mengalami pengurapan yang luar biasa, namun dia tidak siap, dia tidak memberikan keputusan yang benar, dan akhirnya ditangkap dan dicungkil matanya.
Berkat itu mengalir, dan pasti akan datang seperti hujan angin banjir dan gelombang yang besar (tsunami) dan jika kita ada di dalamnya, maka setiap hari kita akan mengalami mujizat, terobosan, dan hal-hal baru yang akan Tuhan kerjakan. Itu sebabnya hati dan pikiran kita harus siap.
Bagaimana agar HATI dan PIKIRAN kita siap untuk mengalami gelombang mujizat dan terobosan?
Kita harus mempersiapkan HATI kita. Hal pertama yang Tuhan inginkan dari hidup kita sebelum semua mujizat dan terobosan mengalir dalam hidup kita, adalah hati kita. Hati kita harus siap!
Matius 22 : 37 – 38 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Pikiran kita harus siap. Kolose 3 : 1 – 2 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Pikirkan perkara di atas, artinya segala sesuatu yang kita ingin katakan dan lakukan, kita harus berpikir apakah hal itu berkenan kepada Tuhan atau tidak. Apakah hal itu dikehendaki Tuhan atau tidak? Karena segala sesuatu dirancangkan Tuhan di surga, dan Dia mau untuk mengimpartasikan dan mencurahkannya ke dalam hidup kita di bumi ini. Apa yang ada di surga, pikirkan semua itu! Tuhan ingin agar kita mempersiapkan hati dan pikiran kita untuk mengalami apa yanh telah Ia rancangkan.
2. Orang tidak siap menerima berkat karena, karena hidup mereka harus dipulihkan terlebih dahulu
Banyak orang mendirikan hidupnya di atas pasir, bukan di atas batu karang.
Mereka berdiri di atas keadaan terluka. Kecewa, marah, menyimpan kepahitan, sehingga waktu hujan dan banjir itu datang, mereka tidak siap, kehidupan mereka rubuh dan hancur.
Tuhan Yesus memulihkan keadaan Petrus dari kekecewaan dan keputus asaan, sebelum Petrus mengalami pencurahan Roh Kudus di hari Pentakosta, Yohanes 21 : 15. Banyak orang kecewa dan putus asa karena mereka belum mengalami apa yang mereka doakan. Mereka harus DIPULIHKAN TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEREKA MENGALAMI TEROBOSAN!
Tuhan harus memulihkan keadaan dua orang murid yang berjalan ke Emaus dengan wajah yang muram akibat kecewa dan putus asa, karena apa yang mereka harapkan tidak terjadi, sebelum mereka mengalami janji Tuhan Yesus, yaitu Roh Kudus dicurahkan.
Terobosan pasti terjadi, karena Tuhan sudah siapakan hal itu bagi kita yang terpanggil dan mengasihi-Nya. Tetapi kita harus mengalami PEMULIHAN, karena terobosan dan mujizat itu akan datang seperti hujan, banjir, gelombang yang melanda dengan tiba-tiba. Dan akan membawa kita dari kemuliaan kepada kemuliaan yang semakin besar. akan membawa kita naik dan bukan turun. Tuhan mau memakai hidup kita untuk mengimpartasikan terobosan bagi banyak orang, namun kita harus dipulihkan terlebih dahulu.
3. Orang mundur, tidak percaya dan ragu-ragu.
Matius 28 : 17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
Kita harus putuskan dimana kita berdiri, apakah kita mau ragu-ragu? Atau kita mau menyembah Tuhan? Pada waktu kita melihat dan mendengar terobosan mujizat sedang terjadi. Murid-murid Tuhan Yesus sendiripun sebagian masih ragu-ragu. Itu sebabnya kita harus siap, kita tidak bisa ragu-ragu.
Jangan dengar suara yang lain (suara kedua, dari iblis), yang membuat kita ragu-ragu. Jika Tuhan sudah berbicara dan bergerak melalui kita, maka kita harus siap untuk melakukannya, JANGAN RAGU-RAGU.
Matius 14 : 31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Jika Tuhan sudah melakukan mujizat dan terobosan di depan kita, maka jangan ragu-ragu, semua janji firman Tuhan pasti terjadi, oleh sebab itu jangan ragu-ragu, kita harus menyembah Tuhan, karena Tuhan membuat terobosan, dan membuka pintu. Tuhan telah menyediakan segala sesuatu bagi kita, maka kita sebagai anak harus dewasa supaya kita menerima apa yang Tuhan janjikan Galatia 4 : 1, Hamba harus mengalami kesulitan karena hati dan pikirannya harus dibentuk, tetapi anak (dewasa) hatinya siap dan akan mengalami terobsoan demi terobosan, Amin!
