Ps. Debora Henubau Ringkasan Khotbah 24 November 2019 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 20 : 20b…
HIDUP DALAM KEMULIAAN HADIRAT TUHAN
Aps. DR. Daniel Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu, 27 Januari 2019)
Pembacaan Alkitab : Mazmur 84 : 1 – 3.
Dalam Mazmur 84, pemazmur ,mengajarkan kta untuk hidup mengalami kemuliaan Tuhan:
1. Memiliki kelaparan dan kehausan akan hadirat Tuhan, Mazmur 84 : 1 – 5.
Pemazmur ingin menyampaikan bahwa untuk mengalami hadirat Tuhan, tidak secara otomatis kita alami, tetapi kita harus memiliki kerinduan yang mendalam (lapar dan haus) akan hadirat Tuhan.
Apa itu kemuliaan Tuhan? kemuliaan Tuhan adalah manifestasi dari hadirat Tuhan, artinya dimana ada hadirat Tuhan, di sana ada kemuliaan Tuhan. Kemuliaan Tuhan adalah menifestasi dari karakter Tuhan, Kemuliaan Tuhan adalah kekudusan Tuhan. Karena kudusnya Tuhan, maka Dia sangat mulia. Kemuliaan Tuhan adalah manifestasi dari kasih dan kuasa Tuhan. Dan dimana ada kemuliaan Tuhan, di sana pasti ada sukacita dan damai sejahtera.
Mazmur 16 : 11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa. Di hadirat Tuhan ada sukacita yang berlimpah “fullness of Joyâ€Â. Tuhan selalu menghendaki agar kita beribadah dengan sukacita. Apapun beban berat, kesulitan, dan tantangan yang sedang kita hadapi, namun di hadirat Tuhan semuanya itu diubahkan menjadi bersukacita.
Tuhan akan memberitahukan kepada kita jalan kehidupan, karena Tuhan Yesus adalah JALAN, KEBENARAN, DAN HIDUP, tidak ada seorangpun dapat datang kepada Bapa, kecuali melalui Tuhan Yesus sendiri. Di hadirat Tuhan ada sukacita berlimpah, ditangan -Nya Tuhan ada nikmat.
Itu sebabnya setiap kali kita datang beribadah (di GDS), kita harus mengalami hadirat Tuhan, untuk kita secara pribadi, maupun secara persekutuan, sehingga kemuliaan Tuhan akan melepaskna kita dari beban dan tekanan dalam diri kita, karena Tuhan menghendaki kelepasan dan kemerdekaan serta sukacita.
Di dalam hadirat Tuhan, kita harus terus menerus alami PEMBAHARUAN, jika tidak maka kita akan agamawi, beribadah hanya sekedar ritual serimonial. Kita harus mengalami kemuliaan hadirat Tuhan yang mengubah!
Nehemia 8 : 11 “…sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmuâ€Â. For the Joy of the Lord is your strength (NKJV) Artinya di hadirat Tuhan pasti ada KEKUATAN YANG BARU, karena sukacita dari Tuhan selalu mendatangkan kekuatan! Jadi kita beribadah supaya kita mendapat kekuatan yang baru senantiasa, yang menjadikan kita menang atas setiap pergumulan yang kita hadapi setiap hari.
Kita harus menerima sukacita dari Tuhan, karena hati yang gembira, bersukacita, muka yang berseri adalah obat yang manjur, yang menjadikan tubuh kita sehat, tetapi sebaliknya patah semangat, depresi dan tertekan, iri hati, kekecewaan dan kepahitan, akan membuat kita mengalami sakit-penyakit (psikosomatis) Amsal 17 : 22; Amsal 15 : 13; Amsal 14 : 30. Di dalam hadirat Tuhan segala sesuatu yang buruk disingkirkan dalam diri kita, karena Tuhan akan memberikan kita sukacita yang berlimpah-limpah.
Kalau Tuhan melawat kita, maka tandanya adalah SUKACITA! Di dalam Tuhan ada kekuatan dan kemenangan atas setiap pergumulan dan kesulitan.
Mazmur 105 : 4 – 5 Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya , carilah wajah-Nya selalu! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya.
Kita seringkali lemah karena masalah dan pergumulan, namun pemazmur menegaskan bahwa apapun keadaan yang sedang kita alami, kita harus mencari Tuhan dan kekuatan-Nya selalu. Karena hanya kemuliaan Tuhan yang bisa melepaskan kita.
Kita seringkali lupa bahwa Tuhan sudah melakukan begitu banyak perbuatan yang ajaib dan mujizat, sehingga terkadang kita menjadi kecewa, putus asa, mundur dari Tuhan, tidak lagi ke gereja, begitu kita menghadapi masalah. Ingat, dalam pergumulan apapun justru hadirat Tuhan yang kita cari, dan ingat perbuatan-perbuatan ajaaib yang sudah Tuhan buat!
Efesus 1 : 17 Kita memiliki Bapa yang mulia (yang penuh kemuliaan) yang akan memberikan kita roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Semakin kita mengenal Tuhan dengan benar, semakin kita mengalami hadirat Tuhan, karena seringkali kita mengenal Tuhan samar-samar, karena tradisi dan agamawi. Mengenal Tuhan berarti mengalami HUBUNGAN PRIBADI YANG DALAM dengan Tuhan dalam doa penyembahan, firman Tuhan, dlam ibadah-ibadah. Di dalam Bapa hanya ada kemuliaan.
2 Tawarikh 25 : 8 – 9 (baca) Raja Amazia, adalah raja Yehuda, ia membayar seratus talenta kepada pahlawan yang gagah perkasa dari pasukan Israel untuk menolongnya. Namun setelah ditegur oleh seorang abdi Allah karena tidak mengandalkan Tuhan. Akhirnya raja Amazia memilih untuk taat mengandalkan Tuhan dan bukan mengandalkan pasukan Israel, sekalipun dia sudah membayar mereka, karena dia percaya Tuhan dapat memberikan lebih dari kerugiannya. Tuhan menolong Amazia, sehingga dia menang atas musuhnya.
Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus percaya, bahwa hidup dalam HADIRAT TUHAN dan selalu TAAT serta MENGANDALKAN TUHAN harus lebih utama, dari pada semua kerugian materi yang kita perhitungkan.
Yohanes 1 : 14 Kemuliaan Bapa di surga nyata di dalam Tuhan Yesus Kristus, Putra Tunggal-Nya. Itu sebabnya setiap kali kita berdoa melepaskan sesuatu di dalam nama Tuhan Yesus, maka kemuliaan Bapa di surga pun nyata. Kemuliaan Bapa juga sudah diserahkan kepada kita yang ada di dalam Tuhan Yesus Kristus, karena di dalam Kristus kita telah menjadi anak-anak Bapa di surga.
Bagaimana agar kemuliaan Tuhan masuk dan kita alami dalam hidup kita? Mazmur 24 : 7 – 10 (baca) Pintu-pintu gerbang menggambarkan hati kita. Pintu-pintu gerbang itu harus terangkat dan terbuka, kita harus miliki kerinduan agar Raja Kemuliaan masuk dan menyatakan kemuliaan-Nya. Kita harus mengangkat semua hal yang menutup hati kita, dan memberikan tempat bagi Tuhan dalam nama Tuhan Yesus. Banyak orang beribadah, tetapi hatinya tidak terbuka untuk Tuhan. Buka hati kita selebar-lebarnya karena Tuhan menghendaki kemuliaan-Nya bukan hanya di luar, tetapi juga masuk ke dalam hidup kita.
Setiap kali kita beribadah kepada Tuhan baik secara pribadi, keluarga, komsel, dalam jemaat, kita harus sungguh-sungguh memiliki kehausan kepada Tuhan, dan hati kita terbuka untuk firman Tuhan
Mazmur 100 : 2 – 5 (baca). Beribadah kepada Tuhan dengan bersukacita, karena hadirat-Nya penuh dengan sukacita. Ibadah yang sesungguhnya mengalami kemuliaan Tuhan dan sukacita yang berlimpah-limpah. Setiap kali beribadah, rindukan kita mengalami persekutuan dengan Tuhan.
Mazmur 84 : 2 – 5 (baca) Kisah seorang yang jauh dari Yerusalem, di masa pembuangannya, dia sangat rindu ke kembali masuk ke rumah Tuhan di Yerusalem. Apakah kita memiliki kerinduan kepada Tuhan? karena Tuhan rindu agar sebagi anak-anak-Nya berdoa bersama, sehingga apa saja yang kita ikat dan lepaskan di bumi ini, terikat dan terlepas di surga, selau ada jawaban, karena setiap kali Tuhan hadir, Dia selalu menyatakan mujizat-Nya.
Kita diberkati Tuhan, jika rindu untuk beribadah di rumah Tuhan dan terus-menerus memuji Tuhan dan. Dalam Perjanjian Baru, tubuh kita/ diri kita adalah bait Roh Kudus, dimana Roh Kudus tinggal di dalam kita. Artinya hidup kita harus untuk kemuliaan Tuhan, dimanapun kita berada di sana kemuliaan Tuhan nyata, dan dimana kemuliaan Tuhan nyata, di sana juga kuasa dan mujizat Tuhan terjadi.
2. Memiliki kerinduan untuk beribadah kepada Tuhan. Mazmur 84 : 6 – 9 (baca)
“Ziarah†yang dimaksudkan adalah datang dan beribadah di rumah Tuhan (Bait Allah).
Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Tuhan. Tuhan memberikan kekuatan ke dalam roh kita, karena jika roh kita kuat, jiwa kita dikuasai, maka tubuh (fisik) ini juga menjadi kuat. Jika Roh kita kuat maka jiwa dan tubuh kita sehat! Amsal 20 : 27 Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki (menerangi) seluruh lubuk hatinya (jiwa). Roh akan menerangi jiwa kita sehingga kita bisa membedakan mana yang benar dan yang salah, dan jiwa memberikan kekuatan kepada tubuh untuk melakukan kehendak. Jika kita mencari Tuhan dan hadirat-Nya, maka kemuliaan Tuhan memberikan kekuatan yang baru kepada kita.
Perjalanan melintasi lembah baka itu menggambarkan padang gurun, tandus, kekeringan, keadaan yang sulit, pergumulan, dan penuh air mata (menangis), namun jika kita berjalan bersama Tuhan, maka Tuhan akan mengubahkan keadaan kita menjadi tempat bermata air.
Berjalan besama Tuhan, kita akan berjalan makin lama makin kuat! Hidup dalam kemuliaan hadirat Tuhan memberikan kekuatan baru kepada kita setiap hari. dalam kemuliaan Tuhan, semua yang tidak sanggup dilakukan oleh manusia, Tuhan sanggup melakukannya, itulah terobosan, yang tidak mungkin menjadi mungkin.
JIka kita memiliki kelaparan dan kehausan rohani, maka Tuhan akan memberikan kekuatan yang baru. Tuhan angkat semua beban dalam hdiup kita sehingga kita mengalamisukacita yang berlimpah-limpah di dalam hadirat Tuhan.
Yesaya 30 : 15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan, Kita tidak pulih kuatir dan gelisah, tetap percaya dan andalkan Tuhan, maka Ia akan menjawab dan memberi pertolongan tepat pada waktunya.
Kita harus selalu berada di dalam jalan kehidupan, artinya hidup di dalam Tuhan Yesus, hidup di dalam keselamatan, dan hidup di dalam kebenaran firman Tuhan. Karena hidup kita adalah bait Roh Kudus, maka dimana kita ada, disana pun kuasa dan mujizat Tuhan dinyatakan. Melalui keselamatan dan kemuliaan Tuhan yang kita terima dan alami, kita harus bersaksi kepada keluarga, kerabat, dan banyak orang, karena dimanapun kita berada dan pergi, selalu ada misi Tuhan, kita adalah saksi Tuhan untuk memberitakan Injil dan kebenaran supaya orang lainpun diselamatkan dan masuk ke dalam jalan kehidupan didalam Tuhan Yesus., Amin.
