Skip to content

SUNGAI KEHIDUPAN SUPRANATURAL

Rev DR Daniel Henubau

(Ringkasan Khotbah Minggu 9 Juni 2019)

 

 

Hari Pentakosta adalah hari kelima pulih setelah kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian, atau sepuluh hari setelah kenaikan Tuhan Yesus ke Surga, Hari Pentakosta adalah peristiwa besar, yaitu terjadinya pencurahan Roh Kudus secara dahsyat yang melahirkan gereja di bumi. Jadi hari Pentakosta juga adalah hari lahirnya gereja Tuhan, Kisah Para Rasul 2 : 1 – 47. Melalui peristiwa Pentakosta maka hal-hal yang supranatural menjadi natural, yang mustahil menjadi tidak ada yang mustahil.

Siapa Roh kudus itu? 1 Yohanes 5 : 7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Karena Bapa, Tuhan Yesus, dan Roh Kudus adalah satu dalam Tritunggal Allah (Trinitas), maka Roh Kudus bukanlah api, air, merpati, kuasa, atau emosi, tetapi Roh Kudus adalah PRIBADI Roh Kudus adalah ALLAH itu sendiri. Hal ini sangat penting untuk kita pahami supaya kita tidak salah mengerti.

Karena ROH Kudus adalah Pribadi Allah, maka apabila kita ingin mengalami kuasa dan pengurapan Roh Kudus, kita harus memiliki HUBUNGAN secara pribadi dengan Roh Kudus. Banyak pengajaraan yang keliru hanya mengajarkan untuk menerima kuasa dan pengurapan Roh Kudus, tanpa mengajarkan pentingnya memiliki hubungan dan persekutuan dengan Roh Kudus.

Itulah sebabnya, jika kita ingin mengalami lawatan dan pengurapan Roh Kudus, maka langkah yang pertama adalah kita harus memulihkan (membereskan) hubungan kita dengan-Nya terlebih dulu, supaya kita memgalami lawatan Roh Kudus yang sesungguhnya, karena iblis pun bisa bekerja untuk memanipulasinya. Jika kita ingin menerima yang benar dari Tuhan, maka dasarnya adalah kebenaran, artinya kita hanya bisa menerima dan mengalami pribadi Roh Kudus, apabila kita telah menerima pengajaran firman Tuhan yang benar, yang menjadi rhema dan pewahyuan.

Roh Kudus memberikan kuasa, namun Dia bukanlah kuasa, karena Roh Kudus adalah Pribadi, itu sebabnya Roh Kudus bisa merasa didukakan, atau dipadamkan. Roh Kudus memiliki pikiran, oleh sebab itu, Dia memimpin dan mengarahkan kita ke jalan yang benar, dan membawa kita kepada seluruh kebenaran karena sebagai Pribadi Roh Kudus memiliki pikrian perasaan, dan kehendak.

Kerajaan Alah bukanlah soal makan minum melainkan soal KEBENARAN, DAMAI SEJAHTERA, DAN SUKACITA OLEH ROH KUDUS. Itu sebabnya dalam lawatan Tuhan kita mengalami holy laughter (tertawa dalam Roh), karena ada sukacita oleh Roh Kudus. Sehingga semua yang mengalami tekanan (stress), beban berat, pergumulan, akan dimerdekakan dan terlepas dari beban, ketika mengalami sukacita oleh Roh Kudus.

Jika Roh Kudus bekerja dan melawat hidup kita, maka jangan ada pertimbangan logika, jika kita belum mengerti karena pikrian kita terbatas untuk bisa memahaminya, yang harus kita lakukan hanya membuka hati dan menerima Pribadi-Nya, serta mengalami manisfetasti kuasa-Nya, karena kita akan lebih mengerti apabila kita sudah mengalami-Nya. Manifestasi dari pekerjaan Roh Kudus adalah dinamis dan tidak statis, itu sebabnya kemanapun Roh Kudus bergerak kita harus ikuti kegerakan-Nya, Roh Kudus selalu membawa kita dari kemuliaan kepada kemulian yang lebih besar.

Pada hari Pentakotsa terdengar tiupan angin yang keras, kelihatan lidah-lidah api di atas para murid, dan mereka semua mengalami baptisan dan kepenuhan oleh Roh Kudus sekaligus.

Kita perlu tahu secara benar bahwa dibaptis oleh atau dalam Roh Kudus, artinya kita DITENGGELAMKAN dalam kuasa supranatural Roh Kudus, ditenggelamkan dalam aliran sungai kehidupan Kisah Para rasul 1 : 5, 8. Dibaptis oleh Roh Kudus tujuannya untuk menerima karunia-karunia supaya kita diutus menjadi saksi-saksi Tuhan. Dipenuhi oleh Roh Kudus artinya kita dipenuhi dengan hadirat dan kemuliaan Bapa, sehingga kita menerima kuasa supranatural agar kita bisa beroperasi dengan pengurapan dan pewahyuan untuk melakukan pekerjan-pekerjaan yang Tuhan Yesus perintahkan untuk kita lakukan.

Dibaptis Roh Kudus hanya sekali saja kita alami, tetapi dipenuhi oleh Roh Kudus harus terus-menerus kita alami. Untuk dipakai Tuhan secara supranatural, kita perlu terus-menerus dipenuhi oleh Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 10 : 38 (baca) Tuhan Yesus sendiri tidak melayani sebelum Dia diurapi oleh Roh Kudus, setelah dibaptis. Tuhan Yesus membutuhkan Roh Kudus selama Dia diutus ke bumi ini. Tuhan Yesus meninggalkan semua kemuliaan-Nya, turun sebagai manusia dan bergantung seoenuhnya kepada pengurapan Roh Kudus.

Kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian pun adalah kuasa Roh Kudus Roma 8 : 8 – 11. Apabila Roh Allah/ Roh Kudus berdiam di dalam diri klita, maka kita hidup menurut Roh dan bukan menurut daging, roh kita akan hidup karena ada kemuliaan Bapa. Jika Roh Kudus membangkitkan Kristus dari kematian, maka Roh Kudus juga sanggup membangkitkan kita dari kematian rohani, keputus asaan, depresi, bahkan dari sakit penyakit dan maut.

Roh Kudus digambarkan dalam Yohanes 7 : 37 – 39 Sebagai aliran air kehidupan, untuk mengalaminya maka hal yang pertama adalah; Kita harus HAUS, artinya haus kepada pribadi dan hadirat-Nya. Pengurapan Roh Kudus datang dari atas, tetapi untuk meresponinya harus dari dalam hati kita, sehingga melalui hati kita akan mengalir aliran-aliran air kehidupan yang memberkati banyak orang. Pencurahan Roh Kudus adalah berkat pertama dari kenaikan Tuhan Yesus. Setelah menebus kita, Tuhan Yesus naik ke surga, dan mengaruniakan Roh Kudus untuk meneruskan pekerjaan-Nya di bumi ini, di dalam dan melalui kita. itulah sebabnya, keselamatan yang kita terima semata-mata karena karya Roh Kudus. Aliran-aliran air kehidupan itu mengalir dalam diri kita, karena kita memiliki sumbernya, itulah Roh Kudus.

Yehezkiel 47 : 1 – 2 Mata air yang mengalir keluar menjadi sungai kehidupan itu, mengalir dari Tahta Allah Bapa dan dari Mezbah. Mezbah adalah gambaran dari Tuhan Yesus Kristus, karena mezbah menunjukkan pengorbanan. Artinya tidak mungkin ada air yang mengalir tanpa ada pengorbanan. Karya Tuhan Yesus Kristus di salib adalah mezbah yang dibangun Bapa untuk kita. Supaya melalui Tuhan Yesus kita mengalami perjumpaan dan memiliki persekutuan dengan Bapa.

Wahyu 22 : 1 – 2 (baca) Sungai air kehidupan mengalir dari Tahta Allah dan Tahta Anak Domba Allah. Artinya, Roh Kudus yang kita alami secara pribadi dalam hdiup kita mengalir dari Tahta Bapa dan Tahta Tuhan Yesus Kristus. Karya Roh Kudus selalu ada hubungan dan kaitan dengan Bapa dan Tuhan Yesus, sebagai satu kesatuan. Apa yang ditulis dalam kitab Wahyu sejalan dengan nubuatan dalam kitab Yehezkiel pasal 33 – 48 tentang restorasi, pemulihan bangsa Israel, dan tentang keadaan Yerusalem baru.

Sumber (mata air) dari aliran sungai kehidupan murni, dan air itu membual-bual (bergelombang), karena keluar dari Bait Allah dan Tahta Bapa dan Tuhan Yesus. Itu sebabnya sungai kehidupan itu tidak boleh tercampur dengan aliran-aliran yang lain (roh dan kepercayaan yang lain yang bertentagan dengan firman).

Yehezkiel 47 : 8 – 9 Sungai kehidupan supranatural tidak mengalir ke atas, tetapi ke turun bawah, menuju ke laut mati (kadar garam tinggi, tidak ada kehidupan) Roh Kudus mengalir supaya yang mati menjadi hidup, yang tidak mungkin menjadi mungkin, karena itulah tujuan Roh Kudus dicurahkan bagi kita. Hanya orang yang merendahkan dirinya yang akan menerima Roh Kudus. Jika hati kita terbuka, maka Roh Kudus akan membawa kita kepada hal-hal yang baru, itulah supranatural.

Roh Kudus bekerja lebih dulu, bahkan melampaui pemahaman akal budi (teologia) kita, karena teologia kita hanya menyimpulkan apa yang Roh Kudus sudah kerjakan. Itu sebabnya, penting bagi kita untuk mengikuti kegerakan Roh Kudus secara benar (berdasarkan firman Tuhan)

Yohanes 16 : 7, 13 – 15 (baca) Roh Kudus akan memimpin kita kepada seluruh kebenaran, membeitahukan hal-hal yang akan datang, dan memimpin kita untuk memuliakan Kristus, karena apa yang Roh Kudus ajarkan kepada kita tidak akan bertentangan dengan firman Tuhan.

Yehezkiel 47 : 9 Kemana sungai kehidupan itu mengalir, di sanalah selalu ada kehidupan, kesembuhan, dan pemulihan, pembaharuan, karena itulah karya Roh Kudus. Apapun keadaan kita saat ini, jika Roh Kudus dicurahkan, maka Tuhan sanggup memulihkan kita (Mazmur 51 : 19; Matius 11 : 28; Lukas 4 : 18 – 19) Sungai selalu menggambarkan cara Roh Kudus untuk bergerak, mengalir, tidak berhenti, dan selalu dinamis.

Yehezkiel 47 : 10 – 11 Kemanapun sungai kehidupan itu mengalir akan ada kehidupan, ada keuntungan dan manfaat, Tuhan selalu bekerja sempurna, dimana ada aliran sungai itu mengalir akan tumbuh pohon kehidupan yang buahnya menjadi makanan dan daunya menjadi obat.

Roh Kudus bukan hanya membuat mujizat, tetapi juga menumbuhkan buah-buah kebenaran (buah roh). Artinya Karunia dan karakter kita selalu dihasilkan secara bersamaan oleh Roh Kudus, dan tidak bisa diusahakan dengan kekuatan sendiri. Baptisan Roh Kudus menghasilkan karunia, kepenuhan oleh Roh Kudus menumbuhkan dan membantuk karakter, itu sebabnya kita harus tertanam!

Ada empat ukuran kedalam kita dengan Tuhan, ketika masuk dalam aliran sungai kehidupan.
1. Seribu hasta pertama kedalaman airnya hanya sampai pergelangan kaki. Ini adalah keadaan awal kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat (Kisah Para Rasul 16 : 31), gambaran tentang “bayi rohani” jika kita sudah masuk jangan melompat keluar. Apapun kondisinya, Tuhan mau kita masuk lebih dalam!
2. Seribu hasta kedua kedalaman air sampai ke lutut. Lutut melambangkan doa dan kerinduan untuk berdoa, sekalipun kedalaman kita sudah sampai di lutut, sudah lebih dewasa, namun Tuhan mau supaya kita masuk lebih dalam lagi.
3. Seribu hasta ketiga kedalamannya sampai ke pinggang. Pinggang melambangkan kekuatan Efesus 6 : 10 artinya kita sudah memiliki kekuatan, diperlengkapi dengan perlengkapan senjata Allah untuk berperang secara rohani. Namun hal itu tidak cukup Tuhan mau kita lebih dalam lagi
4. Seribu hasta berikutnya kita tenggelam dalam sungai kehidupan, karena tidak bisa berjalan lagi. Artinya Tuhan akan memberikan pengurapan yang memenuhi hidup kita, sehingga kita akan dibawa oleh arus dan aliran Roh Kudus kemanapun Roh Kudus membawa kita pergi. Arus Roh Kudus akan membawa kita, supaya melalui diri kita, orang lain pun akan di selamatkan. Jika kita taat dan maka Roh Kudus akan memimpin kita menjadi penolong bagi orang lain, untuk bersama-sama masuk ke dalam sungai kehdupan itu.

Yesaya 43 : 2; Yesaya 54 : 17 Jika Tuhan memimpin kita, maka Dia akan menyertai kita, karena di dalam Tuhan selalu ada jaminan dan keselamatan. Kemanapun kita mengalir dan dipimpin oleh Roh Kudus, di sana selalu ada pembelaan, penyertaan, dan penyediaan dari Bapa di surga, Amin

No results found...