Ps. Debora Henubau Ringkasan Khotbah 24 November 2019 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 20 : 20b…
MENJADI ORANG KRISTEN YANG MENYENANGKAN TUHAN (WOW)
Ev. Yohanes Utomo
(Ringkasan Khotbah Minggu 23 Juni 2019)
Pembacaan Alkitab: Yohanes 13 : 34 – 35
Pelayanan yang exellence (wow) sangat penting karena menunjukkan kualitas dan hasil yang ingin dicapai. Pelayanan yang excellence adalah pelayanan yang memiliki mutu yang baik sekali, sehingga mampu melebihi kemampuan dan harapan orang lain. Tujuan dan target kita dalam melayani/ bekerja/ berusaha harus sampai ke level engagement, dimana kita dapat menjadi magnet (daya tarik) bagi orang lain ke dalam hidup kita, dan hal itu membutuhkan kredibilitas dan nilai sebuah kepercayaan, serta memiliki fokus dan perhatian yang lebih untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Tuhan Yesus mengajarkan bahwa sebagai orang Kristen kita bukan hanya menerima kasih dari Tuhan, tetapi juga mempunyai tugas; supaya kita senantiasa saling mengasihi seorang dengan yang lain, dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kita adalah murid-murid-Nya. Tuhan Yesus mempunyai kepentingan supaya kita mempunyai jati diri dan tata nilai yang tinggi dengan mutu/ kualitas kasih bahwa Tuhan Yesus lebih dulu mengasihi kita.
Tuhan Yesus tidak menghimbau atau berharap, tetapi Dia memberikan PERINTAH, artinya bahwa hal itu harus/ wajib dilakukan oleh kita sebagai murid-murid-Nya, siap atau tidak, bisa atau tidak, kita HARUS mengasihi! Tuhan Yesus sangat memperhatikan pelayanan kita kepada orang lain di sekitar kita, terutama pelayanan kita kepada-Nya. Matius 5 : 46 – 47 Tuhan ingin cara kita mengasihi standartnya lebih tinggi dari orang lain pada umunya, bahkan lebih tinggi dari ahli-ahli Taurat dan orang farisi (agamawi). Tuhan ingin agar orang lain dapat melihat perubahan yang siginifikan dari hidup kita setelah kita menjadi percaya kepada-Nya.
Lukas 7 : 37 – 44 (baca) Dari kisah tentang perempuan yang mengurapi Tuhan Yesus ini, ada satu pelajaran penting yang kita pelajari bahwa Tuhan Yesus sebenarnya melihat mutu dari pelayanan seseorang, karena mutu dari pelayanan merupakan cerminan dari kasihnya kepada Tuhan. Jika kita melihat Tuhan Yesus sebagai guru, maka seharusnya kita mendengarkan dan mengikuti teladan-Nya. Seringkali kita percaya bahwa Tuhan adalah JALAN, namun mereka tidak mengikuti-Nya. Kita percaya bahwa Dia adalah terang, tetapi kita tidak melihat-Nya. Kita seringkali menyebut Dia Tuhan, tetapi kita tidak melayani-Nya. Kita selalu menyebut Dia adalah kebenaran, namun kita tidak pernah percaya kepada-Nya.
Mulai hari ini kita harus memandang kepada Tuhan, karena Tuhan itu selalu memperhatikan apa yang kita kerjakan. Ketika di rumah Simon, Tuhan Yesus bukan hanya melihat tindakan yang dilakukan oleh prempuan yang mengurapinya, namun Tuhan Yesuspun sebenarnya melihat dan menilai tindakan yang tidak dilakukan oleh Simon, mengapa kemudian Tuhan Yesus membandingkan apa yang dilakuakn perempuan yang mengurapinya dengan Simon, karena Tuhan melihat bahwa kasih Simon kepada-Nya hanya ala kadarnya (sekedar) saja.
Oleh karena itu, jangan terlalu cepat puas dengan hal-hal yang sudah kita lakukan untuk Tuhan, tetapi PIKIRKANLAH ADA BANYAK HAL YANG LEBIH DAN YANG TERBAIK YANG BISA KITA LAKUKAN UNTUK TUHAN LAGI. Kita harus menunjukkan kasih kita kepada Tuhan dalam perbuatan yang terus-menerus kita lakukan, untuk lebih giat, lebih setia, dan lebih berkorban bagi Tuhan dan gereja-Nya (GDS)
Efesus 4 : 2 Tunjukanlah kasih kita dalam segala HAL. Kasih tidak cukup di batin dan pikiran, bahkan kata-kata, tetapi Tuhan menghendaki agar kasih ditunjukan/ dibuktikan dengan perbuatan kita.
2 Korintus 3 : 2 – 3 (baca) Alkitab menjelaskan bahwa kita ini seperti surat pujian, dapat dikenal dan dibaca oleh semua orang. Terkadang Allah menguji integritas dan bobot keadaan kita melalui peristiwa yang tidak disangka-sangka, dan tanggapan kita akan peristiwa itu akan menunjukkan karakter kita yang sebenarnya karena itu hendaklah kita melakukan segala sesuatu dengan mata yang tertuju kepda Allah sehingga kita menjadi berkat bagi orang lain. Jangan terpeleset dalam sikap yang memalukan, karena semua orang bisa membaca dan melihat hidup kita. Sikap dan perilaku kita adalah ilustrasi khotbah yang efektif
1 Koritnus 10 : 31 …Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah . Jadi, entah kamu makan atau minum, atau apa saja yang kamu lakukan, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
Tuhan menghendaki kita MENJADI ORANG KRISTEN YANG WOW! Bagaimana menjadi orang Kristen yang WOW/ Exellence?
1. Percaya kepada Tuhan dan firman-Nya, walaupun tidak merasakan kehadiran-Nya.
Lukas 7 : 1 – 10 Tuhan Yesus heran ketika mendengar perkataan iman dari seorang perwira, yang hanya membutuhkan satu perkataan kuasa/ otoritas saja dari Tuhan Yesus, sanggup menyembuhkan hambanya yang sedang sakit keras dan hampir mati. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berpaling kepada banyak orang yang mengikuti Dia dan berkata bahwa tidak pernah dijumpai-Nya iman sebesar itu di antara orang Israel.
Perwira itu percaya kepada firman Tuhan penuh dengan kuasa! Walaupun kita merasa seakan-akan Tuhan tidak ada, namun kita harus percaya bahwa Tuhan menyertai kita dan mengasihi kita, itulah ciri orang yang hidup berjalan dengan iman. Walaupun dalam kondisi yang buruk sekalipun, kita harus tetap percaya kepada Tuhan!
Lukas 8 : 44 Seorang wanita sakit pendarahan mempunyai iman yang besar, dia mendekati Tuhan Yesus dari belakang karena dengan iman dia percaya bahwa apabila dia menjamah jumbai jubah Tuhan Yesus dia akan sembuh, dan sesuai dengan imannya, pada waktu dia menjamah jumbai jubah Tuhan Yesus, maka seketika itu juga berhentilah pendarahannya.
JADILAH ORANG KRISTEN YANG WOW, miliki iman yang besar kepada Tuhan! Jangan cepat menyerah, putus asa, ataupun mengeluh dengan keadaan, tetap percaya sekalipun kita tidak atau belum melihat, karena firman Tuhan berkata berbahagilah orang yang percaya, sekalipun dia belum melihat! Milikilah IMAN MESKIPUN. Artinya meskipun kita belum mengalami, tetapi kita percaya!
2. Melayani lebih daripada apa yang diharapkan atau diminta
Kejadian 24 : 12 – 19 Eliezer meminta tanda dan petunjuk dari Tuhan, ketika dia pergi untuk mencari jodoh kepada Ishak, anak tuannya Abraham. Setelah dia berdoa, maka seorang anak gadis yang bernama Ribka turun untuk menimba air, setelah dimintanya air dari Ribka untuk diminum, Ribka memberinya minum, bukan hanya memberikan air kepada Eliezer, tetapi Ribka juga memberikan air untuk semua unta-untanya minum sampai puas. Inilah pelayanan yang wow. Ribka melayani dan memberi lebih dari apa yang diminta dan diharapkan darinya. Matius 5 : 41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
Karena kerelaan dan kemurahan hatinya, maka Ribka bukan hanya diberikan hadiah emas dan kekayaan, tetapi juga dipinangnya untuk menjadi isteri Ishak. Ribka bukan hanya sangat cantik secara jasmani, tetapi dia juga memiliki kecantikan secara rohani. Ribka mengajarkan kepada kita kasih tanpa syarat, kebaikan tanpa pamrih, inisator, proaktif, melakukan segala sesuatu dengan tulus.
Cerita ini menunjukkan dan mengajarkan kita bahwa jodoh/ pasangan hidup merupakan perpaduan dari karya Allah, pilihan, dan usaha, manusia. Jika Elieser tidak mencari maka dia tidak pernah akan menemukan Ribka kepada Ishak, jika Ribka diam di rumahnya saja dia tidak bertemu dengan hamba Abraham, jika Tuhan tidak menyertai maka usahanya akan sia-sia saja.
Mazmur 127 : 1 (baca) Mulailah berdoa kalau mau mencari pasangan hidup, mintalah pimpinan Tuhan, jangan hanya melihat yang kelihatan di depan mata saja. Nabi Samuel pernah salah melihat anak-anak Isai gagah perkasa yang akan diurapinya menjadi raja, namun Tuhan menegurnya agar jangan melihat parasnya, karena sesungguhnya manusia melihat apa yang di depan mata, Tuhan melihat hati! 1 Samuel 16 : 7.
3. Memberi lebih dari apa yang kita miliki/ bahkan melampaui kemampuan kita
2 Korintus 8 : 1 – 9 (baca) Berbahagialah orang memberi dari pada menerima. Tuhan Yesus berkata bahwa Dia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani. Apa yang Tuhan Yesus katakan itulah yang dilakukan oleh jemaat di Makedonia, mereka adalah jemaat yang WOW, karena mereka murah hati, penuh kerelaan dan sukacita untuk memberi dan mendukung Paulus dalam pekerjaan Tuhan, mereka bahkan memberi dalam keadaan yang tidak ideal, yaitu memberi melampaui kemampuan mereka.
Jemaat Makedonia mengajarkan kita bahwa hal memberi lebih adalah masalah hati dan bukan bergantung kepada keadaan. Mereka sendiri berinisatif dan meminta serta mendesak Paulus untuk mengambil bagian dalam pelayana dengan memberi melampaui apa yang mereka miliki. Bagi jemaat Makedonia MEMBERI ADALAH HAK ISTIMEWA, DAN BUKAN BEBAN.
2 Korintus 8 : 5 Rahasia mereka dalam memberi dan mendukung pekerjaan Tuhan adalah karena Pertama dan terutama mereka memberi diri mereka kepada Allah. Dengan dasar itulah mereka tahu bahwa mereka memberi bukan berdasarkan belas kasihan, tetapi mereka memberi karena panggilan dari Allah, mereka memberi karena mereka murah hati, sama seperti Allah murah hati.
Orang yang memberi diri kepada Allah, adalah orang yang bisa memberi yang terbaik. Itulah orang-orang yang siap untuk dibentuk dan diarahkan oleh Tuhan. Setiap kali kita dibentuk dalam ketaatan untuk memberi, berkat dan kelimpahan dari Tuhan akan dinyatakan dalam hidup kita
Berilah karena kita dipanggil oleh Tuhan untuk memberi dan memberkati, bahkan jika hal itu melampaui kemampuan kita, jangan kuatir karena Tuhan yang akan menjamin hidup kita. Matius 6 :25 – 26. Persembahkanlah diri kita kepada Tuhan, maka kita akan menerima bagian yang terbaik yang Tuhan sudah sediakn bagi kita. Amin!
