Ps. Debora Henubau Ringkasan Khotbah 24 November 2019 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 20 : 20b…
SETIA SAMPAI AKHIR
Ps Debora Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu 13 Oktober 2019
Wahyu 2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.
Pada saat kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita, maka itu adalah permulaan yang mengubah sejarah hidup kita. Tidak hanya untuk diri kita sendiri, kita pun mengubah sejarah dunia, karena mulai saat itu kita mempunyai pengaruh untuk dunia ini melalui doa-doa yang kita naikan dan pemberitaan Injil yang kita sampaikan kepada orang-orang di dunia ini.
Namun tidak hanya bagian awal dari hidup kita yang penting, sebab proses dari perjalanan hidup kita dan akhir hidup kita juga sangat penting. Kita harus setia sampai akhir hidup kepada Tuhan Yesus karena di akhir hidup kita, kita akan menerima mahkota dan upah dari Tuhan Yesus.
Wahyu 3:8 (baca) Setiap terobosan, berkat, pencapaian, dan kesuksesan yang kita dapatkan itu bukan karena kekuatan kita sendiri, melainkan adalah pemberian dan anugerah dari Tuhan Yesus.
Wahyu 3:11 Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu. Siap atau tidak siap, Tuhan Yesus pasti akan datang kembali. Oleh sebab itu, kita harus memegang apa yang ada pada kita, yaitu iman kita di dalam Tuhan Yesus Tuhan. Kita sudah memulai dengan Roh dan harus mengakhiri dengan Roh, bukan dengan kedagingan (Galatia 3:3). Kita memang menerima keselamatan kekal di dalam Tuhan Yesus, tetapi dalam perjalanan hidup kita jangan sampai kita kehilangan keselamatan dan upah yang sudah ditentukan bagi kita (Kolose 3:23-24)
Matius 1:5-6 (baca) Silsilah dari Tuhan Yesus. Disebutkan bahwa terdapat nama Daud seorang Raja terbesar di Israel. Raja Daud adalah salah satu anak dari Isai. Sementara Isai adalah anak dari Obed. Dan Obed adalah anak dari Boas dan Rut.
Kita menyaksikan sejarah yang luar biasa dari kelahiran Tuhan Yesus. Dan secara khusus kita akan mempelajari kehidupan dari Rut (Rut 1-4).
Pada zaman para hakim memerintah, banyak umat Israel yang menjauh dari Tuhan sehingga ada banyak musuh yang menyerang mereka. Pada waktu itu juga terjadi kelaparan di tanah Israel. Dan saat itu Elimelekh bersama isterinya (Naomi) serta kedua anaknya Mahlon dan Kilyon pergi mengungsi ke daerah Moab (baca Rut 1:1-2). Dalam ayat ini ditulis dengan jelas bahwa Elimelekh dan keluarganya adalah orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda. Dan kita pun tahu bahwa di kemudian hari, di kota Betlehem lahir seorang Juruselamat dunia yaitu Tuhan Yesus (Lukas 2:1-20).
Kelahiran Tuhan Yesus di dunia tidak lepas dari sejarah perjalanan kehidupan Elimelekh dan Naomi. Selama masa hidupnya Naomi dan Elimelekh, mereka tidak tahu bahwa hidup mereka akan menentukan garis keturunan nenek moyang dari Tuhan Yesus.
Melalui kisah Rut, kita melihat bahwa Tuhan mengetahui jalan hidup kita dari awal sampai akhir. Tuhan Yesus mempunyai rencana yang indah untuk hidup kita, tetapi kita tidak mengetahui secara rinci proses perjalanan hidup kita. Bagian kita adalah untuk tetap percaya kepada Tuhan Yesus dan memiliki iman yang dari Tuhan Yesus.
Naomi dan Elimelekh berpindah tempat dengan tujuan supaya mereka mengalami hal yang lebih baik. Tetapi di kemudian hari saat anak-anaknya masik muda, Elimelekh meninggal dunia. Maka Naomi pun membesarkan kedua anaknya di tanah asing (Moab) dimana dia tidak memiliki sanak keluarga. Kemudian kedua anaknya menjadi dewasa dan menikah dan hidup di Moab selama 10 tahun (baca Rut 1:4). Kemudian diceritakan bahwa kedua anak laki-lakinya meninggal dunia (baca Rut 1:5). Maka tinggallah Naomi dengan kedua menantu perempuannya di tanah asing (Moab). Kemudian Naomi mengajak kedua menantunya untuk kembali ke tempat asalnya, sebab ia mendengar bahwa di sana sudah banyak makanan dan tidak kekeringan lagi (Rut 1:6). Dalam perjalanan, Naomi membujuk kedua menantunya untuk kembali ke keluarganya masing-masing karena merasa tidak bisa menolong mereka (Rut 1:7-13). Akhirnya Orpa pulang ke keluarganya, tetapi Rut tidak mau dan tetap ikut Naomi (Rut 1:14-15).
Rut 1:16-18 (baca) Rut adalah orang yang setia sampai akhir terhadap mertuanya, padahal dia masih muda dan bisa kembali kepada orang tuanya. Rut memilih mengasihi mertuanya. Rut mengasihi dengan tulus sehingga dia mengorbankan dirinya dan masa depannya. Rut 1:19-21 (baca) Akhirnya Naomi dan Rut pulang ke Betlehem. Perempuan-perempuan di Betlehem masih mengenali Naomi. Tetapi Naomi tidak mau lagi dipanggil sebagai Naomi dan minta disebut Mara, karena banyak kepahitan yang ia alami. Ayat 20 “Mara†artinya pahit. Sekalipun banyak mengalami yang pahit dalam hidupnya, tetapi Naomi tidak tinggal dalam pahit hati.
Rut 1:22 (baca) Silsilah Tuhan Yesus diambil dari seorang bukan Israel (Rut), orang yang pada awalnya berasal dari bangsa yang menyembah dewa asing (Moab), tetapi karena pernikahan, maka ia masuk dalam keluarga bangsa Israel yang menyembah Tuhan.
Rut 2:1-2 (baca) Kemudian Rut bekerja untuk mendapatkan penghasilan untuk hidupnya dan ibu mertuanya. Kisah ini menceritakan bagaimana mata Tuhan melihat kepada semua orang, tanpa satu pun yang terluput (2 Tawarikh 16:9). Karakter kejujuran, kesetiaan, sungguh-sungguh mengasihi (buah Roh Galatia 5:22-23) senantiasa Tuhan perhatikan dari hidup kita.
Rut 2:3 Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh. “Kebetulanâ€Â, bukanlah suatu kebetulan jika Rut bekerja di tempat Boas, karena Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup Rut untuk mendatangkan kebaikan bagi hidupnya (band Roma 8:28).
Rut 2:4 (baca) Rut bekerja dengan rajin di tempat Boas tanpa tahu bahwa ia akan menikah dengan Boas. Perbuatan-perbuatan ajaib dari Tuhan terjadi dalam hidup kita pada waktu kita rajin. Kerajinan, kasih dan kesetiaan Rut menjadi pembicaraan yang positif di antara orang-orang di kota tersebut.
Rut 2:5-7 (baca) Boas bertanya kepada bujangnya berbagai hal tentang Rut. Sifat dan kerajinan Rut sangat berkesan di hati Boas. Dan Rut pun mendapatkan belas kasihan dan perhatian khusus dari Boas (baca Rut 2:8-17).
Rut 2:23 (baca), Rut bekerja dengan rajin selama musim menuai, sampai musim itu berakhir. Jika kita merindukan terobosan, maka kita jangan berpangku tangan. Kita harus mengerjakan apa yang bisa kita kerjakan. Kita jangan menunggu sampai kita sukses, baru kita mulai aktif pelayanan. Kita jangan menunggu sampai kita sudah diberkati lebih lagi, baru kita memberi persembahan.
Rut sangat menonjol dalam hal kerajinan, kesetiaan, kebaikannya yang membuat kabar berita yang positif di mana-mana tentang dia. Rut melakukan dengan tepat apa yang diperintahkan Naomi (mertuanya) (baca Rut 3:6). Rut seorang yang merendahkan hati dan taat kepada pemimpin rohaninya. Jika kita rindu terobosan terjadi dalam hidup kita, maka pada waktu kita menerima instruksi dari pemimpin rohani, kita harus merendahkan diri dan taat melakukannya.
Atas karunia Tuhan, Boas mengambil Rut menjadi isterinya dan melahirkan seorang anak laki-laki (Rut 4:13). Perempuan-perempuan Betlehem turut berbahagia atas kelahiran anak dari Boas (Rut 4:14), yang memberi semangat kepada Naomi di masa tuanya, dan mereka memuji menantunya yang telah memberikan anak yang menyegarkan jiwanya (Rut 4:15). Kemudian para tetangga memberi nama anak dari Boas dan Rut, yaitu nama Obed (Rut 4:17)
Jika kita rindu jamahan dan terobosan dari Tuhan, maka kita harus melakukan dengan setia arahan dan perintah dari Tuhan melalui pemimpin rohani dan firman Tuhan.
Rut tidak tahu bahwa keputusannya untuk mengikuti Naomi adalah keputusan yang mengubahkan sejarah dunia. Karena melalui keturunannya lahir raja Daud, dan sampai kepada kelahiran Tuhan Yesus (Matius 1:5-16).
Setiap keputusan yang benar yang kita ambil dalam kasih kepada Tuhan dan kepada pemimpin rohani dapat mengubah sejarah dunia. Segala yang kita kerjakan karena kasih kepada Tuhan tidak akan pernah sia-sia. Kita tidak tahu awal dan akhir dari hidup kita, tetapi Tuhan Yesus tahu dengan pasti segalanya, perjalanan hidup kita dari awal sampai akhirnya.
Markus 10:28-31 (baca) Kesetiaan itu membutuhkan pengorbanan dan harga yang harus dibayar. Pada waktu orang Kristen mengalami “hal yang burukâ€Â, janganlah kita menjadi marah atau kecewa kepada Tuhan, sampai meninggalkan gereja dan persekutuan dengan orang percaya lainnya. Sebab Tuhan tidak bisa memberikan segala sesuatu yang Dia tidak punya, yaitu segala masalah-masalah tersebut. Segala pemberian yang baik dan anugerah yang sempurna, datangnya dari Allah Bapa (Yakobus 1:17). Pikiran manusia hanya sebatas melihat apa yang kelihatan, tetapi Tuhan melihat jauh ke yang lebih dalam, yaitu hati kita.
Matius 10:38-40 (baca) Sejak kita menerima Tuhan Yesus, hidup kita menjadi milik Tuhan Yesus dan menjadi anggota keluarga Allah. Kita tidak boleh lagi hidup semaunya dan mengikuti pola pikir kita sendiri, melainkan harus mengikuti pola pikirnya Tuhan.
Kata “memikul salibnya†bukan hanya berarti ada kesulitan yang akan kita hadapi. Tetapi pada waktu kita memikul tanggungan karena kita mengasihi Tuhan, maka kita tidak mau kompromi dengan dosa, tidak akan menyangkal nama Tuhan, dan tetap setia sampai akhir, walaupun ada berbagai serangan yang datang dalam hidup kita.
Tuhan Yesus setia kepada kita, oleh sebab itu kita pun harus setia sampai akhir. Kita harus percaya bahwa jalan hidup kita akan terus semakin dibawa naik (Amsal 4:18). Yang terus naik adalah iman kita, kekuatan rohani, dan keteguhan hati di dalam Kristus semakin kuat, sampai seluruh kehendak Bapa terlaksana dalam hidup kita. Tuhan memanggil dan memilih kita karena Tuhan mempunyai rencana melalui hidup kita.
Ayat 39 “….nyawa…â€Â. Yang dimaksud adalah bukan hanya kematian jasmani, tetapi termasuk di dalamnya adalah kehilangan promosi, pekerjaan, pendidikan, ditolak oleh keluarganya, oleh karena nama Kristus.
Apa yang kita alami dalam hidup bersama dengan Tuhan Yesus, tidak bisa kita pahami semuanya (baca Yesaya 55:8-9). Kita tidak bisa mengatur Tuhan, tetapi kita bisa berdoa dan meminta kepada Tuhan. Namun kita tahu bahwa rancangan Tuhan jauh lebih indah dari rancangan kita (Yeremia 29:11). Tuhan tidak memberikan yang buruk kepada kita. Tetapi apa yang buruk sekalipun, dapat Tuhan gunakan untuk sebuah kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya (Roma 8:28).
Target dan kesuksesan kita sebagai anak-anak Tuhan bukan semata-mata uang/materi, kedudukan, kehormatan, dan jabatan. Semua itu adalah berkat dan panggilan yang Tuhan titipkan kepada kita. Tetapi tujuan target kita di dunia ini adalah agar kehendak Bapa terlaksana di dalam dan melalui hidup kita.
Tuhan Yesus setia sampai akhir, dimana Dia melakukan semua kehendak Allah Bapa sampai Ia mati di kayu salib, dan berkata: “Sudah selesai†(Yohanes 19:30). Tuhan Yesus menyelesaikan semua rencana Allah Bapa ketika Dia ada di dunia ini.
Apa rencana Bapa bagi hidup kita? Rencana Bapa bagi kita hanya bisa ditemukan melalui persekutuan dengan firman Tuhan. Pada waktu kita belajar firman Tuhan dan mengerti firman Tuhan, maka firman Tuhan mengubah proses cara kita berpikir, sehingga kita menjadi selaras dengan kehendak Bapa.
Roma 8:18 (baca) Apapun penderitaan yang kita alami tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan kita terima. Oleh sebab itu, kita harus setia sampai akhir hidup kita kepada Tuhan Yesus, karena ada mahkota dan upah yang akan kita terima dari-Nya. Amin!
