Ps. Martinus Rajda RIngkasan Khotbah 13 Desember 2020 Pembacaan Alkitab: Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu…
HIDUP BAGI TUHAN
Ps Debora Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu 28 Juni 2020
Tuhan memberikan kepada kita kesempatan untuk hidup di dunia ini, namun kesempatan itu bukan hanya untuk sekedar hidup dan bekerja untuk mendapatkan semua pencapaian kemudian selesai, tetapi lebih dari pada itu Tuhan menganugerahkan hidup ini kepada kita sebagai kesempatan untuk melayani Tuhan dan menjadi berkat. Hidup kita seharusnya bukan untuk kepentingan kita sendiri, tetapi untuk Tuhan dan melayani Tuhan yang telah memberkati kita.
Pandemic ini membuat semua orang bertanya dalam dirinya tentang apa makna hidup yang sebenarnya, ketika banyak orang tanpa mengenal usia meninggal karena terpapar virus, bahkan waktu ini sangat cepat berlalu, yang tanpa kita sadari kita akan memasuki bulan Juli di pertengahan tahun ini. Itulah sebabnya dalam waktu-waktu ini kita perlu merenungkan dan mengubah cara hidup kita supaya kita tidak kembali kepada keadaan yang dulu (normal) yang hidup hanya untuk kepentingan diri sendiri.
Saya hidup untuk apa? Apa yang saya layani dalam hidup? Apakah saya sedang menghidupi dan mengerjakan urusan Kerajaan Bapa di surga? Atau menghidupi dan mengerjakan urusan kerajaan dunia yang gelap ini (yang sudah jatuh ke dalam dosa)?
Hanya ada dua kerajaan di dunia ini, dan dua kerajaan ini sama-sama memerintah itulah Kerajaan Bapa, dan kerajaan dunia ini, itu sebabnya pertanyaan untuk kita Apakah kita hidup dibawah hukum Kerajaan surga atau kerajaan dunia ini? (Mari kita pikirkan dan renungkan)
Matius 22 : 37 – 40 Hukum yang pertama dan terutama yang seharusnya menjadi prioritas, fokus, urusan dan kepentingan dari seluruh hidup kita adalah “KASIHILAH TUHAN ALLAHMU DENGAN SEGENAP HATIMU, DAN DENGAN SEGENAP JIWAMU DAN DENGAN SEGENAP AKAL BUDIMU†Dalam Ulangan 6 : 5 juga ditulis “…segenap kekuatan†Jika hal ini yang kita kerjakan dengan kesungguhan hati dalam menjalani semua aspek kehidupan kita, maka hidup kita di dunia ini tidak akan pernah sia-sia.
Hukum yang kedua yang sama dengan hukum yang pertama adalah “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri†Seringkali orang hanya berfokus hanya kepada yang kedua saja, dan beranggapan bawha jika kita sudah mengasihi sesama, maka hal itu sudah otomatis melakukan hukum yang pertama dan terutama padahal tidak. Kebenarannya adalah kita hanya bisa mengasihi sesama, apabila lebih dulu kita mengasihi Tuhan. Banyak orang bersosial dan berbagi, tapi apa gunanya semua itu jika pada akhirnya dia tidak selamat? Jadi hukum yang kedua tidak terlepas dari yang pertama.
Kita beribadah dan melayani Tuhan bukan hanya dalam waktu-waktu tertentu sebagai kegiatan di gereja saja, tetapi beribadah dan melayani Tuhan adalah seluruh kehidupan kita, dimana saja kita berada yang kita lakukan karena kita mengasihi Tuhan.
1. Dasar hidup kita ada, kalau kita berada di dalam Kristus.
1 Korintus 3 : 10 – 11, 16 Apa yang kita bangun dalam hidup kita? Sebelum kita membangun kehidupan kita, kita membutuhkan dasar yang kuat. Dan tidak ada dasar yang lain selain Tuhan Yesus Kristus. Allah Bapa sendirilah yang meletakan Tuhan Yesus sebagai dasar dari semua kehidupan yang akan kita bangun. Artinya apapun yang manusia bangun diluar dari Kristus sebagai dasar, semuanya itu tidak valid menurut kerajaan surga. Diluar Kristus semua itu hanya kesia-siaan. Apa gunanya kita memperoleh semuanya namun kita ditolak oleh Bapa.
Hidup atau tubuh kita adalah BAIT ROH KUDUS/ALLAH. Sejak semula manusia dibentuk oleh Tuhan dari debu tanah, dan dihembuskan nafas hidup, demikianlah manusia menjadi mahkluk hidup Kejadian 2 : 7
Tuhan menghembuskan nafas hidup-Nya, Roh Kudus, Roh kehidupan sehingga manusia hidup, maka sejak itulah manusia diciptakan menjadi “tempat†dan “bait†dimana Roh Kudus tinggal, dan bukan tempat roh jahat dan kerajaan dunia ini tinggal. Namun setelah menusia jatuh ke dalam dosa, maka kita diberikan pilihan, apakah kita memilih Tuhan Yesus yang mati di salib dan menjadi keselamatan untuk kita, ataukah kita tetap memilih hidup kita sebagai tempat tinggal bagi semua hawa nafsu dunia ini.
1 Korintus 3 : 12 – 15 Setelah kita memiliki dasar itulah Tuhan Yesus, di ayat yang sebelumnya, makaayat ini menjelaskan apa yang kemudian kita bangun di dalam hidup kita; apakah itu emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, semuanya itu kelak akan diuji dengan api pada hari Tuhan. Dan apabila itu diuji dan akhirnya habis terbakar menjadi debu, maka semua yang kita bangun itu hanya sia-sia, sekalipun kita selamat.
Oleh sebab itu, Jika kita sudah di dalam Kristus, maka selama kita masih diberikan kesempatan di bumi ini (sebagai satu titik, jika dibandingkan dengan kekekalan), kita harus hidup sungguh untuk mengerjakan apa yang bernilai kekal, karena apa yang kita kerjakan di bumi ini, akan menentukan hidup kita dalam kekekalan. Apakah kita akan berada di surga? dan apakah kita akan mendapat upah dari semua hal yang kita kerjakan kita di bumi ini? Tuhan Yesus menjadi teladan bagi kita, bahwa selama hidup-Nya di bumi ini, Tuhan Yesus menyelesaikan segala sesuatu yang Bapa kehendaki untuk Dia lakukan. Sudahkah kita maksimal memberikan hidup kita untuk Tuhan? Hidup untuk Tuhan? Dan melayani Tuhan?
1 Korintus 3 : 18 – 21, 23 Alkitab menegaskan bahwa kita menipu diri kita sendiri, jika kita menyangka bahwa kita mempunyai semuanya, bahkan memiliki hikmat, yang hanya menurut ukuran dunia ini, karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Tuhan. Itu sebabnya jangan seorang menipu dirinya sendiri dengan melakukan segala sesuatu berdasarkan keinginannya, sebaliknya kita harus menyadari bahwa hidup kita adalah milik Kristus, dan Kristus adalah milik Allah. Artinya selama kita di bumi ini kita tidak akan berjalan dan menentukan hidup kita sendiri, tetapi Tuhan yang menyertai dan menentukan masa depan kita.
Sudah sungguhkah kita berdasar di dalam Kristus?
2. Mendengar dan melakukan firman Tuhan adalah dasar yang kokoh
Lukas 6 : 46 – 49 (baca)Ada dua macam dasar. Mendengar firman Tuhan dan melakukannya diumpamakan seperti seorang yang membangun rumahnya dengan menggali dalam–dalam dan meletakan dasar di atas batu, sehingga rumah itu tetap kokoh sekalpun diterpa banjir atau badai. Sedangkan orang yang mendengar firman Tuhan tetapi tidak melakukannya sama seperti seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar sehingga ketika datang banjir maka rumah itu akan rubuh dan hebat kerusakannya
Demikianpun Hidup kita digambarkan sebagai bangunan/ rumah. Bangunan atau Rumah itu akan kokoh dan bertahan hingga akhir apabila kita mendengar dan taat melakukan firman Tuhan. Sebaliknya jika kita mendengar firman tetapi tidak melakukan firman itu, atau hanya melakukan sebagian saja, maka begitu datang tantangan dan kesulitan, hidup kita akan hancur, atau hancur dimana kita tidak taat melakukan firman itu. Firman yang kita dengar, renungkan, dan lakukan akan menjadi kekuatan, dan dasar/ fondasi yang kokoh dalam hidup kita.
3. Kita hidup untuk membangun proyek Kerajaan Allah di bumi ini
Tuhan menghendaki agar kita melakukan kehendak Bapa di Surga, dengan cara itu kita menjadi bagian dari keluarga Allah Matius 7 : 21; Matius 12 : 50, karena Bapa menghendaki agar kehendak-Nya dinyatakan di bumi ini seperti di surga. Selama di bumi ini Tuhan Yesus melakukan apa yang kehendak Bapa di surga dan menyelsaikan pekerjaan-Nya Yohanes 4 : 34. Kita harus mengerti panggilan hidup kita di bumi ini, yaitu untuk melakukan kehendak Bapa di surga dan menyelesaikan pekerjaan-Nya di dalam dan melalui hidup kita. Karena apa yang Bapa rancangkan di surga, harus terjadi dan dinyatakan di bumi ini! Kita adalah PATNER Tuhan di bumi ini.
Yohanes 8 : 44 iblis menjadi bapa kita kalau kita ingin melakukan keinginannya. Iblis berkata-kata dan melakukan sesuatu dari kehendaknya sendiri itulah dusta dan bukan kebenaran, itulah sebabnya orang yang hanya mengikuti keinginan sendiri tanpa disadari tunduk kepada iblis dan segala keinginannya.
Kehendak/ keinginan siapa yang kita layani dan lakukan? Apakah kita melayani dusta (segala keinginan dunia) atau kebenaran (kehendak Bapa)?
Apapun yang kita lakukan, lakukanlah semua itu untuk kemuliaan Tuhan! 1 Korintus 10 : 31 ; Kolose 3 : 23 – 24 Kristus adalah tuan dan kita adalah hamba-Nya. Artinya kita menerima upah bukan dari manusia, tetapi sesungguhnya dari Tuhan, oleh sebab itu, apapun perkataan dan perbuatan kita, lakukanlah itu dalam nama Tuhan Yesus Kolose 3 : 17. Hidup kita harus maksimal untuk Tuhan, supaya perbuatan kita di bumi ini tidak sia-sia, ketika diuji oleh Tuhan nantinya.
4. Tuhan pemilik hidup kita
 1 Petrus 2 : 5 Kita dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan rumah rohani, untuk mempersiapkan persembahan rohani di dalam Tuhan Yesus. Bangunlah hidup kita untuk urusan kerajaan Allah, karena kita akan menerima upah. Kita adalah kawan sekerja Allah, ladang Allah, dan kita juga adalah bangunan Allah 1 Korintus 3 : 6 – 9 itulah sebabnya setiap kita dapat mengambil bagian dalam membangun rumah Tuhan! Efesus 2 : 21; 4 : 15 – 16. Pertumbuhan kita benar, jika kita bertumbuh ke arah Kristus. Karena kita hidup untuk Tuhan dan melayani-Nya.
5. Kita hidup untuk melayani Tuhan
Pengkhotbah 12 : 7 – 8, 13 – 14 Segala sesuatu akan diuji oleh Tuhan. Debu akan kembali menjadi tanah, roh kembali kepada Allah. Segala sesuatu yang dibangun tanpa Tuhan hanyalah kesia-siaan. Itu sebabnya takutlah kepada Allah dan berpeganglah kepada perintah-perintahNya karena segala sesuatu akan diadili dihadapan Tuhan. Selama ada kesempatan di bumi ini, jangan disia-siakan, sebaliknya kita harus hidup untuk Tuhan dan melayani Tuhan, supaya pada akhirnya kita menerima upah dan megalami kemuliaan Tuhan. Amiin!
