Skip to content

AMAN DALAM PERLINDUNGAN TUHAN

Ps. Debora Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu 19 Juli 2020

Pembacaan Alkitab : Mazmur 34 : 1 – 10  

Mazmur 34 ini merupakan Mazmur yang cukup terkenal, karena ada banyak khotbah-khotbah yang sering mengutip ayat-ayat tentang perlidungan dari Mazmur ini. Mazmur 34 ini ditulis oleh Raja Daud pada waktu ia berpura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga diusir dan pergi.

Peristiwa apa yang melatar belakangi penulisan Mazmur 34 ini?  1 Samuel 18 : 6 – 9 (baca) Kisah ini dimulai ketika Raja Saul membenci Daud, setelah segenap bangsa Israel memuji Daud karena kemenangannya atas Goliat yang melebihi  kemenangan-kemenangan yang diraih oleh Saul. Pujian itulah yangu membuat Saul iri hati dan dengki terhadap Daud, maka sejak saat itu, hidup Daud terancam dan dikejar-kejar oleh Raja Saul untuk dibunuh.

Daud melarikan diri dari hadapan Saul, karena Saul ingin menyerang dan membunuhnya 1 Samuel 19.  Daud melarikan diri ke Nob, 1 Samuel 21 : 1. Dari Nobpergi kepada Akhis, raja kota Gad,  1 Samuel 21 : 10  Setelah itu Daud melarikan diri ke gua Adulam 1 Samuel 22 : 1, kemudian ke Kehila dan padang gurun Zif, 1 Samuel 23.

Daud seorang yang dipilih dan diurapi oleh Tuhan menjadi raja atas Israel, karena Daud berkenan mata Tuhan. Dia tidak melakukan kesalahan di hadapan Tuhan, ataupun berlaku buruk terhadap raja Saul, Dia hanya melakukan kehendak Tuhan, yaitu mengalahkan Goliat, namun hal itu membutnya mengalami peristiwa dikejar-kejar oleh Saul untuk dibunuh.

Seringkali tanpa disadari orang akan berlaku buruk tehadap kita atau merencakankan hal yang jahat, bukan karena kesalahan kita terhadap mereka, tetapi karena mereka iri hati dan dengki, pada saaat kita berhasil melakukan kehendak Tuhan. O.s.i jangan takut dan gentar, karena Tuhan senantiasa akan membela dan menolong kita, selama kita hidup dalam kebenaran.

1 Samuel 21 : 1 Dari seorang yang dipuj-puji dan mendapat dukungan dari orang di sekelilingnya, Daud kemudian hanya seorang diri saja, bahkan tidak ada seorangpun yang berpihak kepada dia. Bahkan Imam Ahimelekh yang kemudian menolong Daud pun dibunuh, karena dianggap berkhianat kepada raja Saul.

Itu sebabnya dari persitiwa pelarian ini, Daud mengalami penyertaan dan perlindungan Tuhan secara pribadi dalam hidupnya, ketika tidak ada seorangpun dapat diandalkan untuk menolongnya. Dari peristiwa ini pun lahir penulisan mazmur-mazmur Daud yang merupakan pewahyuan Tuhan, berdasarkan perenungan-perenungan dari pengalaman pribadinya dengan Tuhan.

1 Samuel 21 : 10 – 15 Daud melarikan dirinya ke Akhis raja kota Gad. Di hadapan raja Akhis, Daud kemudian berpura-pura menjadi orang gila, sehingga dia dilepaskan dan selamat dari ancaman. Dari perisitiwa inilah maka Daud menuliskan Mazmur 34 Dalam Perlindungan Tuhan. Sedangkan dari pelariannya ke gua Adulam 1 Samuel 22 : 1 – 5, Daud menuliskan Mazmur 57 dan Mazmur 142 juga tentang perlindungan Tuhan. Dari kehila dan padang gurun Zif 1 Samuel 23, Daud pun menuliskan Mazmur 54.

Perlindungan Tuhan selalu nyata dan sempurna dalam hidup kita, apapun situasi, pergumulan, dan kesulitan yang kita sedang hadapi atau alami saat ini. Tuhan mengasihi kita dan akan melepaskan kita dari semua hal yang mengancam dan membahayakan kita. Saul adalah gambaran dari “roh maut” yang terus menerus mengejar untuk membunuh. Namun perlindungan Tuhan nyata atas Daud, hingga Saul tidak pernah bisa menyentuh Daud.

Apapun manisfestasi dari roh maut yang ingin menyerang kita (kecelakaan, kutuk, sakit penyakit, santet, dsb) tidak akan pernah bisa menyentuh kita selama ada perlindungan Tuhan dalam hidup kita.

Mazmur 34 : 9 – 10 Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!

Daud menuliskan hal ini, bukan ketika hidupnya sedang baik-baik saja, tetapi ketika dia seorang diri, terkungkung dan terancam oleh musuh, dan satu-satunya cara hanya bergantung kepada Tuhan. Jika kita ingin mengalami perlindungan Tuhan yang nyata, maka kita harus takut akan Tuhan. Artinya kita tidak bisa memiliki pilihan lain (alternative) selain dari Tuhan. Kunci Daud mengalami perlindungan dan kemenangan adalah TAKUT akan Tuhan dan tidak mengandalkan perlindungan yang lain.

Mazmur 34 : 16 – 23 (baca)  Sebagai orang benar kita harus hidup takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan adalah mengendalkan Tuhan, tidak bergantung kepada pengertian sendiri, mengakui Tuhan dalam setiap jalan kita, maka Tuhan yang akan meluruskan jalan kita.

Jangan kompromi dan mencampur adukan kebenaran dan pengertian sendiri; di satu sisi kita hidup dalam kebenaran, tetapi di sisi yang lain kita bertindak sesuka hati kita. Ingatlah bahwa gelap dan terang tidak bisa disatukan! Hidup takut akan Tuhan akan menjamin perlindungan Tuhan dalam hidup kita.

Bagaimana caranya supaya kita aman dalam perlindungan Tuhan?

  1. Takut akan Tuhan.
  2. Hiduplah sebagai orang benar
  3. Berseru-serulah kepada Tuhan!
  4. Hanya mengandalkan Tuhan
  5. Rendahkan diri di hadapan Tuhan

Dunia ini sudah berada di bawah kuasa si jahat, itu sebabnya tidak ada perlindungan yang lain, yang bisa kita andalkan selain dari Tuhan. Jangan berseru-seru dihadapan Tuhan dengan kemarahan dan kekecewaan.

Mazmur 34 : 18 – 19 (baca)Berserulah dengan kerendahan hati di hadapan Tuhan, karena Tuhan dekat dengan orang-orang yang patah hati dan remuk jiwanya. Rendahkanlah diri kita di bawah tangan Tuhan yang kuat dan berserulah kepada-Nya, maka Tuhan bertindak menolong kita dan mengangkat kita dari setiap keadaan.

Mazmur 121 : 1 – 10 (baca dan deklarasikan) Kita harus menerima firman Tuhan ini sebagai deklarasi iman untuk diri kita masing-masing, bahwa Tuhan senantiasa sebagai Penjaga kita, kita aman dalam perlidungan-Nya baik siang maupun malam. Tuhan menjaga keluar masuk kita (semua aktivitas kita), Tuhan menjaga nyawa kita dari segala kecelakaan, marabahaya, ancaman, sakit penyakit/ wabah, maut, bahkan santet dan roh-roh jahat,  karena Tuhan kita tidak pernah terlelap dan tidak pernah tertidur.

Hiduplah senantiasa dalam naungan-Nya, artinya hiduplah dalam takut akan Tuhan dan kebenaran (selarasakan pikiran dan hati kita hanya kepada firman-Nya)

Ibrani 13 : 6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”

Tidak ada seorangpun yang dapat melawan Tuhan di dalam hidup kita! Dia adalah Penolong kita.  Tinggal dalam ketakutan artinya dikuasai oleh “roh ketakutan”, karena hal itu tidak berasal dari Tuhan. Iman berasal dari Tuhan dan timbul di hati kita, ketika kita mendengar firman Tuhan.

Deklarasi iman kita, maka kita akan menang dari ketakutan dan kekuatiran!

Ibrani 13 : 8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Pergumulan dan kesulitan kita bisa berubah-ubah, tetapi Perlindungan Tuhan tetap sama, dan tidak akan berubah. Perlindungan yang sama yang Daud alami, adalah Perlindungan yang akan kita alami di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Tuhan adalah Penjaga kita, dan sebagai Penjaga Tuhan juga memberikan atau mempercayakan kepada kita orang-orang yang Tuhan pilih sebagai pemimpin rohani/ gembala bagi kita yang juga berjaga-jaga atas hidup kita.

Ibrani 13 : 17 (baca) Itu sebabnya, taatilah pemimpin-pemimpin rohani  kita, dan tunduklah kepada mereka di gereja (GDS) dimana kita tertanam dan bertumbuh, karena mereka berjaga-jaga dalam doa untuk kita. Perlindungan Tuhan dimanisfetasikan dalam hidup kita melaui covering (tudungan) dari pemimpin-pemimpin rohani yang Tuhan percayakan di atas kita untuk berkhotbah, mengajar dan mendoakan kita.

Dalam ketaatan dan penundukan diri kepada pemimpin rohani yang Tuhan tetapkan di atas kita, disitu ada perlindungan, rasa aman, tenang dan tentram. Taati firman-Nya, tunduklah kepada pemimpin kita, karena Tuhan senantiasa memberkati dan melindungi kita melalui

No results found...