Skip to content

MENGENAL TUHAN LEBIH DALAM

Ps. Jesaya Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu 26 Juli 2020

Setiap musim yang kita lalui, bahkan pergumulan dan tantangan yang kita alami seharusnya membawa kita lebih dalam untuk mengenal Tuhan. Rancangan Tuhan bukanlah rancangan kecelakaan, tetapi rancangan damai sejahtera dan memberikan kepada kita hari depan (besok) yang penuh harapan. Namun kenyataannya banyak tidak mengetahui apa yang Tuhan sudah rancangkan dan siapkan dalam hidupnya, karena mereka tidak mengenal Tuhan dengan benar.


Hosea 4 : 6 (baca) Umat Tuhan binasa, bukan karena Tuhan tidak berkuasa, tidak memberkati, dan tidak menyelamatkannya, tetapi karena mereka TIDAK MENGENAL ALLAH! Kitab Hosea dengan tegas menyatakan jika kita menolak pengenalan itu, maka kita ditolak, jika kita melupakan firman maka kitapun dilupakan. Amsal 1 : 7 Kata “pengetahuan” dalam ayat ini diartikan juga sebagai “mengenal”. Itu sebabnya, Takut akan Tuhan merupakan permulaan untuk mengenal Tuhan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan (instruksi/ tuntunan) yang Tuhan berikan.

Menjelang kematiannya, raja Daud mengajar dan memberikan instruksi kepada anaknya Salomo akan menggantikannnya menjadi raja atas Israel. Pengajaran dan instruksi itupun kemudian ditulis dalam kitab Amsal (“dari Bapa kepada anaknya”, dimana konteks aslinya adalah tetang hikmat dan didikan yang diajarkan Raja Daud kepada Salomo anaknya).

Hal utama yang diajarkan oleh raja Daud (seorang yang berkenanan di hati Tuhan, dan yang telah mengalami banyak pengalaman hidup dengan Tuhan) kepada Salomo adalah; 1 Tawarikh 28 : 9 Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya.

Jadi, perintah pertama yang diberikan raja Daud kepada Salomo, bukan membangun rumah Tuhan, (melayani) tetapi MENGENAL ALLAH SECARA PRIBADI! Orang Israel mengenal Tuhan sebagai The Almigthy God, tetapi kemudian mereka mengenal-Nya sebagai YAHWEH, yang artinya Penyelamat. Pengenalan kita kepada Allah yang benar, akan menentukan perjalanan hidup kita, bahkan menentukan hasil akhir dari seluruh kehidupan kita di muka bumi ini.

Yohanes 4 : 22 – 24 (baca) Ada begitu banyak orang berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan, dan melakukan segala sesuatu agar diselamatkan dan masuk surga. Tanpa pengenalan akan Tuhan yang benar, segala sesuatu yang kita kerjakan itu hanyalah sia-sia. Banyak orang menyembah apa yang tidak mereka kenal. Tetapi bagi kita yang percaya, kita menyembah apa yang kita kenal.

Tetapi saatnya akan datang, dan sudah tiba sekarang bahwa penyembah-penyembah yang benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran, karena Bapa di surga menghendaki penyembah-penyembah yang demikian. Allah itu Roh, itu sebabnya kita menyembah Dia dalam Roh dan Kebenaran.


Kunci dari semua hal yang Daud ajarkan kepada Salomo adalah “kenalah Allah ayahmu”. Karena yang membuat Daud kuat dan mengatasi segala keadaan, adalah mengenal Tuhan. Itu sebabnya, bangkitkan kerinduan yang besar di hati kita untuk lebih dekat dan intim dengan Tuhan, karena segala sesuatu yang kita butuhkan sebenarnya adalah MENGENAL TUHAN LEBIH DALAM, supaya kita memperoleh kekuatan dan mengalami kemenangan! Kenalilah Tuhan yang datang di dalam nama Tuhan Yesus, kenalilah Dia lebih dalam lagi.


Kata Mengenal  dipakai kata “GINOSKO” (Ibrani) kata ini dipakai pertama kali dalam alkitab di Kejadian 4 pada waktu manusia berhubungan intim dengan isterinya. Ginosko artinya; tidak ada jarak, sangat dekat, face to face. Ginosko juga diartikan sebagai; tidak ada yang ditutupi atau tersembunyi, semuanya dibukakan, disingkapkan.


Tujuan dari semua hal yang kita sedang alami saat ini adalah supaya kita mengenal Tuhan lebih dalam dan mengalami Pribadi-Nya. Itu sebabnya dalam situasi apapun, kiita harus merindukan Tuhan menyatakan diriNya, dan menyingkapkan isi hati-Nya kepada kita. Waktu kita mencari dan menyembah dengan segenap hati, dan roh kita, maka Tuhan akan berkenan kepada kita.

Karena mengenal Tuhan adalah sebuah hubungan/ persekutuan (communion) yang di dasari dari hati kita ke hati-Nya, dan dari roh kita kepada Roh-Nya, sehingga Tuhan mengaruniakan (mendownload) apa yang ada di dalam diri-Nya kepada kita. Musa memiliki persekutuan dengan Tuhan,  itu sebabnya dia mengenal jalan-jalan Tuhan Mazmur 103 : 7.

Sebelum jatuh ke dalam dosa Adam dan Hawa mengenal Tuhan secara ginosko. Mereka sangat dekat dengan Tuhan, dan tidak ada jarak, hati ke Hati, dari roh ke Roh, bahkan mereka memanggil Allah sebagai Bapa, karena Adam disebut sebagai Anak Allah, dalam Lukas 3 : 38. Itu sebabnya mengapa  Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk memanggil Allah sebagai Bapa, ketika Dia mengajarkan kita untuk berdoa kepada Bapa.


Ketika manusia menganggap rendah instruksi dari Tuhan, dan menolak kebenaran, maka manusia itu jatuh ke dalam dosa dan kehilangan hubungan dengam Bapa. Sehingga manusia harus mengenal Tuhan dari awal kembali. Itu sebabnya tidak ada orang yang lahir langsung mengenal Tuhan, tetapi semua harus bertumbuh dan belajar kembali untuk mengenal Tuhan, kecuali Tuhan Yesus, karena Dia adalah Allah dan Manusia.

Umat Tuhan binasa karena tidak mengenal. Dengan kata lain setiap masalah yang kita hadapi adalah kesempatan untuk mengenal Dia lebih dalam. Semua kita ada dalam rancangan Tuhan. Kita mulia dan berharga dimata-Nya, kita biji mata-Nya, bahkan kita dilukiskan di telapak tangan Tuhan.


Kejadian 3 : 8 (baca) Seharusnya manusia senang dan bersukacita ketika mendengar langkah kaki Tuhan, tetapi mereka takut dan bersembunyi, karena ada dosa dalam diri mereka. Mereka bersembunyi kerena tidak ada kebenaran dalam diri mereka, maka sejak itulah hubungan mereka terputus dari Tuhan.

Saat ini banyak bersembunyi di balik hikmat manusia, kekuatan, harta kekayaan, status, jabatan, gelar, dsb, karena ada hal yang mereka tutupi, itulah dosa dan ketidak benaran. Namun, sekalipun kita bersembunyi dari Tuhan, Tuhan tahu dimana keberadaan kita (Dia tahu pikiran perasaaan, kehendak kita) itu sebabnya, saat ini Tuhan sedang datang untuk mencari dan memulihkan kita. 

Filipi 3 : 8 – 10 Rasul Paulus menganggap segala sesuatu yang pernah dicapainya dulu adalah rugi dan sampah, karena pengenalannya akan Tuhan itu jauh lebih mulia dari semua itu.


Apa yang hilang dari manusia ketika jauth ke dalam dosa? Hubungan manusia dengan Tuhan, itu sebabnya jika kita ingin mengenal Tuhan lebih dalam, dan hal itu dimulai dengan:


1. Mengenal Kebenaran-Nya.

Kejadian 3 : 11 (baca) Tuhan bertanya kepada Manusia, Siapakah yang memberitahukan kepadamu bahwa engkau telanjang? Dengan katal lain apakah ada hal yang lain selain kebenaran yang Tuhan ajarkan? Lawan dari kebenaran Tuhan adalah kebohongan (dusta), bapa dari segala pendusta adalah iblis Yohanes 8 : 44.

Tuhan adalah kebenaran, firman-Nya adalah kebenaran, ekspresi dan segala sesuatu dari diri-Nya adalah kebenaran! Tetapi karena manusia mendengar hal yang lain, yang bukan kebenaran yang Tuhan ajarkan maka mereka ditipu oleh dusta, dan dirusak. Artinya, Jika kita mulai mendengar situasi dan perkataan yg lain yg masuk dalam hati kita, yang bukan dari firman Tuhan dan kebenaran, maka saat itu juga hubungan kita dengan Tuhan rusak dan hilang.

Kapan manusia jatuh ke dalam dosa? Ketika dia mulai mendengar suara iblis, yang menentang dan meragukan kebenaran. Pertanyaannya: Apakah kita mendengar perkataan yang lain dan meragukan friman Tuhan? Meragukan perkataan Tuhan berarti kita meragukan pribadi-Nya, kasih-Nya dan kuasa-Nya dalam diri kita.


Kita harus senantiasa mendeklarasikan Tuhan dalam hidup kita setiap hari, supaya kita hidup dalam kebenaran-Nya! Mazmur 145 : 8 – 9, 13 – 17. Pada waktu kita mengenal kebenaran maka kita akan sangat dekat dan mengenal Tuhan lebih dalam, karena Tuhan adalah kebenaran. Apa yang kita alami adalah bagian dari proses, supaya kita senantiasa hidup mengenal kebenaran.

Maria dan Marta mengalami suatu pergumulan yang berat, ketika Lazarus, adik mereka (seorang yang Tuhan Yesus meninggal), namun hal itusebenarnya harus mereka alami supaya mereka mengenal Tuhan Yesus lebih dalam. Bahwa Tuhan Yesus yang mereka kenal selama ini, adalah Kebangkitan dan Hidup, Yohanes 11 : 26yang sanggup membangkitkan dan menghidupkan Lazarus yang sudah mati sekalipun

 
Dari peristiwa kematian Lazarus Tuhan ingin membawa Marta dan Maria ke dalam level pengenalan yang lebih dari yang mereka kenal  bahwa Tuhan Yesus berkuasa atas keadaan mereka dengan membangkitkan Lazarus dari kematian. Ingatlah bahwa pencobaan yang kita alami tidak akan melebihi kekuatan kita, karena Tuhan setia, Ia akan menolong  dan menyatakan kuasa-Nya kepada kita.

Kita akan mengalami kemuliaan Tuhan dinyatakan dalam hidup kita, asalkan kita mengenal Dia lebih dalam dan percaya kepada-Nya dengan segenap hati. Karena jika kita percaya, kita akan melihat kemuliaan Tuhan.Yohanes 11 : 40


2. Ketaatan


Kejadian 3:11
apakah engkau makan dari pohon yang aku larang untuk dimakan? Jika Tuhan sudah berfirman maka kita harus SEPENUHNYA TAAT KEPADA-NYA. Karena pada waktu kita taat, maka ada keselamatan dan perlindungan Tuhan. Ketaatan kepada Tuhan digambarkan seperti kota dengan kubu pertahanan yang kuat.


3. Rendah hati


Mazmur 145 : 18 – 19
Kita harus merendahkan hati kita di hadapan Tuhan; yaitu datang dan berseru kepada-Nya, karena Tuhan itu dekat dengan orang yang berseru kepada-Nya, bagi kita yang berseru dalam kesetiaan. Tuhan akan melakukan kehendak orang yang mengenal Dia. Orang yang rendah hati adalah orang yang hanya percaya kepada Tuhan dan pertolongan-Nya, dan bukan mengandalkan kekuatan-Nya!


Sekalipun ada orang yang berusaha menjatuhkan kita, tetapi Tuhan sanggup mengubahkannya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.  Kita harus merendahkan diri kita untuk datang kepada Tuhan, maka Tuhan akan bertindak menolong kita, karena yang membuat Tuhan tidak menolong kita karena ada dosa dan pelanggaran kita Yesaya 59 : 2. Kenalilah Tuhan lebih dalam, setiap kali kita alami pergumulan dan kesulitan, karena kita akan mengalami kasih dan kausa-Nya yang dinyatakan dalam hidup kita, Amin  

No results found...