Skip to content

BERJAGA-JAGA DAN BERDOA

Ps. Jesaya Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu, 6 September 2020

Matius 24:42-44 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.

Benarkah Tuhan Yesus segera datang? Apakah tanda-tanda kedatangan Tuhan yang kedua kalinya?

1. Tanda-tanda di alam natural (Matius 24:7; Lukas 21:11,25)

Matius 24:7 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.

Lukas 21:25 “Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.

Tanda-tanda di alam natural sudah terjadi dan akan terus diterjadi baik itu bencana kelaparan, wabah penyakit, gempa bumi, angin badai, tsunami, dan banjir.

2. Tanda-tanda di langit (Matius 24:29; Lukas 21:11,25-26; Yesaya 13:9-11; Yoel 2:31)

Tanda-tanda di langit sudah terjadi sebagian dan akan terus diterjadi untuk meneguhkan bahwa Tuhan Yesus akan datang kedua kalinya.

3. Tanda yang berkaitan dengan Israel (Yeremia 16:15, Yesaya 27:6; Yesaya 35:1-8; Mazmur 102:14-17; Zakharia ps 10-12; Matius ps 24; Lukas ps 21).

Dalam sejarah Gereja, tanda yang ini belum pernah terjadi sebelumnya. Yang pernah terjadi adalah perkataan Tuhan Yesus yang menyatakan bahwa tidak ada batu-batu lagi yang berdiri di atas batu lainnya. Tuhan Yesus sedang berbicara mengenai bait Allah dan kota Yerusalem yang sudah direbut dan diruntuhkan pada tahun 70 oleh seorang panglima tentara Romawi. Maka sejak saat itu, penggenapan mengenai ayat-ayat tentang Israel sangat sulit untuk dimengerti oleh Gereja Tuhan karena sudah tidak ada bangsa atau negara Israel lagi.

Bagian ini mulai digenapi pada tanggal 14 Mei 1948 dan akan terus digenapi. Negara Israel yang sudah mati/runtuh selama kurang lebih 1900 tahun, kemudian tumbuh kembali sebagai suatu bangsa.

4. Tanda-tanda yang berkaitan dengan Gereja Tuhan atau Jemaat Tuhan (Matius 24:23-28; Matius 24:3-4; Kisah Para Rasul 2:17-18)

Tanda-tanda ini sudah digenapi, sedang digenapi, dan akan terus digenapi yaitu, munculnya penyesatan, sekte-sekte palsu, nabi-nabi palsu, pengajaran-pengajaran palsu muncul, dan orang-orang yang datang atas nama Tuhan bahkan menyebut dirinya utusan Tuhan/mesias.

Tetapi pada zaman Gereja, Tuhan mencurahkan Roh-Nya kepada semua manusia baik laki-laki dan perempuan akan bernubuat, anak-anak mendapat penglihatan, dan orang-orang tua akan mendapatkan mimpi (Yoel 2:28; Kisah Para Rasul 2:17-18).

Bagian yang sedang Tuhan kerjakan melalui Gereja-Nya/Jemaat-Nya yaitu Injil Kerajaan Allah akan diberitakan sampai kepada seluruh bangsa (baca Matius 24:14).

5. Tanda-tanda yang berkaitan dengan bangsa-bangsa (Matius 24:6-7; Lukas 21:9-10; Yehezkiel 38-39; Daniel 11)

Matius 24:6-7 Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.

Nubuatan tentang bangsa-bangsa di sekitar Israel (Yordania, Mesir, Suriah, Iran, Irak, Lebanon) sebagian sudah digenapi, sedang digenapi dan akan terus digenapi.

Saat ini kita hidup di zaman dimana kelima tanda tersebut sedang digenapi dan sedang terjadi. Apakah kita sudah siap dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya?

Dalam mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, maka yang harus kita siapkan adalah bukan perbekalan makanan sebanyak-banyaknya, atau menyipkan ruang bawah tanah untuk bersembunyi dari perang. Yang harus kita siapkan adalah hidup kita berkenan di hadapan Tuhan, menjadi mempelai yang siap dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Tuhan datang sebagai pencuri bagi mereka yang tidak menanti-nantikan Dia, tetapi Tuhan Yesus datang sebagai mempelai/sahabat bagi kita yang menanti-nantikan-Nya dan percaya kepada-Nya.

Apa yang harus kita kerjakan dan lakukan dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya?

1. Berjaga-jaga dan berdoa (Lukas 21:34-36)

Lukas 21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Tuhan ingin kita semua berdiri di hadapan-Nya dan berkata “Maranatha” datanglah Tuhan Yesus. Tuhan ingin kita berjaga-jaga dan berdoa bukan hanya di hari Minggu, pada waktu ada komsel, ada kegiatan doa, tetapi kita harus berjaga-jaga dan berdoa senantiasa/setiap waktu (baca 1 Tesalonika 5:17).

Lukas 21:34 Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat……….” Tuhan ingin hati kita jangan teralihkan dengan hal-hal yang sedang terjadi di dunia ini/di sekeliling kita, sebagai contoh pandemic Covid 19, situasi politik dunia, karena semua itu adalah penggenapan dari tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Fokus hidup kita adalah bukan kepada tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus, tetapi bagaimana kita menyikapi kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya.

Lukas 21:35 (baca), Kita akan dihindarkan dari semua masalah dan kesulitan yang sedang terjadi di dunia ini. Apakah anak-anak Tuhan bisa dihindarkan dari malapetaka, kesulitan yang sedang terjadi? Bisa, dengan cara berjaga-jagalah senantiasa dan berdoalah terus menerus/tidak ada putus-putusnya.

Lukas 21:34 Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat……….” Hati kita jangan teralihkan kepada apapun di dunia ini, tetapi hati kita harus tetap fokus kepada apa yang Tuhan Yesus katatakan, kepada setiap janji Tuhan. Tuhan ingin kita berjaga-jaga senantiasa dan berdoa (baca Matius 25:13; Matius 26:41).

2. Menyelesaikan panggilan hidup kita

Setiap kita memiliki panggilan umum yang lebih dikenal dengan istilah Amanat Agung (baca Matius 28:19-20). Perintah dalam ayat ini berlaku bagi semua orang percaya, bukan hanya bagi hamba Tuhan. Tugas dan panggilan ini harus kita selesaikan.

Setiap kita juga memiliki yang namanya panggilan khusus. Matius 24:    45-47 (baca), Tuhan menginginkan pada waktu Dia datang, kita sedang melakukan tugas dan panggilan hidup kita masing-masing. Jika kita belum menemukan panggilan khusus tersebut, maka ini adalah saatnya kita mendapatkannya. Roh Kudus akan menuntun kita sampai kita menemukan panggilan khusus tersebut.

Setiap kita mempunyai panggilan dan tugasnya masing-masing. Sebagai contoh: Maria mengurapi Tuhan Yesus, Petrus harus menggembalakan domba-domba, Yohanes menulis tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, Paulus harus memberitakan firman Tuhan kepada orang-orang Yahudi dan bukan Yahudi, kepada raja-raja, para pembesar, serta membangun/menanam sebuah Gereja Tuhan.

Jika kita tidak menyelesaikan panggilan dan tugas dari Tuhan, maka panggilan dan tugas tersebut akan diberikan kepada orang lain.

3. Intim, dekat, dan melekat dengan Tuhan

Mengapa kita harus intim, melekat dengan Tuhan? Karena Tuhan ingin sangat dekat dengan kita (baca Yohanes 14:1-3).

Jika hati kita melekat kepada Tuhan, maka Tuhan akan menjaga dan melindungi kita, serta meluputkan kita dari malapetaka/mara bahaya (Yesaya 26:3: Mazmur 91:14).

Jika saat ini kita sudah melekat kepada Tuhan, maka kita sudah memiliki tempat di surga (Efesus 2:6).

Mazmur 84 : 2-8 (baca), Apa yang menjadi kerinduan kita?

  • Kita harus merindukan tempat kediaman Tuhan
  • Jiwa kita harus haus untuk menikmati kebaikan dalam rumah Tuhan
  • Kita harus selalu berdiam di dalam hadirat Tuhan.

Hanya orang-orang yang melekat dan mendengar suara Tuhan yang akan naik bersama dengan Tuhan. Kita pasti akan naik ke surga bersama dengan Tuhan Yesus karena hati kita sudah melekat kepada Tuhan Yesus.

No results found...