Ps. Martinus Rajda RIngkasan Khotbah 13 Desember 2020 Pembacaan Alkitab: Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu…
SEGALA SESUATU SEDANG DIGENAPI
Ps Debora Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu 13 September 2020
(Kita hidup untuk menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali)
Hal apa saja yang harus kita lakukan untuk menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali?
1. Berjaga-jagalah di dalam roh
Lukas 12 : 35 – 36 “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
Ayat ini menjelaskan tentang halberjaga-jaga, pinggang tetap terikat dan pelita tetap menyala, menggambarkan seorang hamba yang sedang berjaga-jaga menantikan tuannya pulang dari perkawinan. Tuhan Yesus akan segera datang kembali dan menjemput kita anak-anak-Nya, yang menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali.
Sekarang bukan lagi waktunya untuk bersantai (relax), dan menunggu-nunggu kapan pandemi ini berakhir dan kembali keadaan normal dulu. Justru sebaliknya inlah waktunya kita untuk berjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan, jangan terlena ataupun tertidur.
Pelita tetap menyala, artinya api tidak boleh padam dan minyak harus tetap ada. Karena jika padam maka kita akan tertinggal ketika Tuhan datang. Pelita menyala juga artinya Roh Tuhan di dalam diri kita harus terus berkobar-kobar, dan minyak urapan yang dari Tuhan harus tetap ada.
Setiap kali kita datang kepada Tuhan dan bersukutu dengan-Nya secara pribadi, maka minyak urapan yang baru Tuhan mengalir dalam diri kita, sehingga roh kita tetap menyala-nyala. Berjaga-jaga, artinya kita membangun persekutuan dengan Tuhan setiap saat. Tuhan tidak mau kita menjadi orang-orang yang terlena dengan keadaan, karena pada waktu Tuhan datang tiba-tiba, kita akan tertinggal.
Ayat 37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Berbahagialah kita, ketika Tuhan Yesus datang dan mendapati kita sedang berja-jaga dan menantikan kedatangan-Nya, karena Tuhan akan bersekutu dengan kita, dan mempersilahkan kita untuk makan dan menikmati kebahagiaan bersama-sama dengan-Nya dalam kekekalan.
Ayat 40 Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.”Tuhan menghendaki agar kita SIAP SEDIA dan BERJAGA-JAGA, karena kedatangan Tuhan Yesus sangat dekat dan itu tidak disangkakan. Jika kita bisa menilai keadaan langit dan bumi, dan tanda-tanda di zaman ini (Ayat 56 – 57), maka demkianpun kita harus menilai dan mempersiapkan diri kita pada waktu kedatangan Tuhan.
Matius 24 : 37 – 39 (baca) Zaman akan berubah, tetapi apa yang sudah terjadi akan terjadi kembali, karena firman Tuhan menegaskan bahwa tidak ada yang baru di bawah matahari, apa yang pernah ada akan ada lagi, apa yang pernah dibuat, akan dibuat lagi (Pengkhotbah 1 : 9).
Apa yang terjadi pada zaman Nuh akan terjadi kembali menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kali. Pada waktu itu banyak orang terkejut, ketika air bah datang dan melanda, tetapi hanya Nuh dan keluaraganya yang selamat, karena mereka berjaga-jaga dan senantiasa bersekutu dengan Tuhan sehingga Nuh terpilih dan diberikan instruksi olehTuhan untuk menyelamatkan dirinya dan keluarganya.
Demikianpun hal itu akan terjadi pada zaman kita; Tuhan Yesus akan datang, di saat semua orang tidak menyadarinya, karena mereka hanya sibuk untuk menikmati kehidupan mereka. Oleh Karena itu, kita yang mengerti firman Tuhan, dan tahu menilai tanda-tanda zaman, harus senantiasa berjaga-jaga dan bersekutu dengan Tuhan, karena kita tidak tahu kapan waktuNya akan tiba Matius 24 : 42, 44.
2. Bangun dari tidur, jangan terlena!
Roma 13 : 11 – 14 (baca)Inilah yang harus kita lakukan jika kita sudah mengetahui keadaaan waktu tentang tanda-tanda kedatangan Tuhan; yaitu saatnya untuk kita bangun dari tidur karena kedatangan Tuhan sudah dekat bagi kita!
Jangan lagi tertidur secara rohani/ tertidur dalam roh, tetapi bangunlah berjaga-jaga, tanggalkan semua perbuatan kegelapan dan kenakanlah perlengkapan senjata terang. Karena hari-hari menjelang kedatangan Kristus adalah hari-hari peperangan! Perlengkapan senjata bukan secara fisik tetapi rohani, artinya kenankanlah Kristus sebagai perlengkapan senjata terang.
Jangan hanya fokus memelihara apa yang kelihatan secara fisik/ jasmani saja. Tetapi kita harus lebih fokus untuk hal yang utama, yaitu memelihara dan memperlengkapi apa yang tidak terlihat, itulah roh/ rohani kita. Jangan sampai kita hanya memperhatikan dan mengenakan pada tubuh kita hanya hal-hal jasmani kita, tetapi secara rohani kita tidak mengenakan Kristus sebagai perlengkapan rohani, maka hal itu membuat kita celaka.
3. Mengenakan perlengkapan senjata rohani
Efesus 6 : 10 – 20 Kita akan tetap berdiri sampai pada akhirnya, jika kita mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah! Semua perlengkapan senjata rohani nyata di hidup kita, pada waktu kita memiliki Tuhan Yesus Kristus dalam hidup kita, karena di luar dari Tuhan Yesus tidak ada senjata rohani.
Pada waktu kita memiliki persekutuan dengan Tuhan setiap hari, membaca, merenungkan firman Tuhan dan berdoa, maka pada saat itulah kita semakin diperlengkapi dengan senjata rohani. Berdoa di dalam roh dan berjaga-jaga adalah cara kita menggunakan perlengkapan senjata Allah, karena setiap kali kita berdoa, kita akan mengalami kuasa dan kekuatan yang baru, sebaliknya jika kita tidak berdoa dalam roh dan berjaga-jaga maka kita akan lemah dan pada akhirnya kalah
Doa dan berjaga-jaga untuk semua orang-orang kudus; hamba-hamba Tuhan, jemaat Tuhan (gereja) dan orang-orang percaya. Kita harus berdoa untuk pemberitaan Injil, menjelang kedatangan Tuhan Injil harus diberitakan sampai ke ujung bumi barulah tiba kesudahannya, dan itulah masa tuaian besar di akhir zaman! Marilah berdoa supaya ada keberanian untuk memberitakan Injil!
4. Doa dan peperangan rohani
Daniel 10 : 1 – 5, 12 – 21, 11 : 1 bandingkan Daniel 9 : 1 – 3, 9 – 14 SejakDaniel berniat untuk berdoa dan bergumul di hadapan Tuhan, malaikat Gabriel sampaikan bahwa doa Daniel telah di dengar oleh Tuhan, itulah sebabnya kemudian malaikat Gabriel di utus untuk membawa jawaban doanya, namun selama dua puluh satu hari dia terhalang, karena terjadi peperangan rohani di angkasa melawan penguasa-penguasa kerajaan angkasa.
Tuhan pasti menjawab doa kita, jangan berhenti untuk berdoa, waktu kita merasa terlalu lama, hal itu berarti bukan Tuhan tidak menjawab doa, tetapi kita harus terus berdoa karena sedang terjadi peperangan rohani sedang terjadi, oleh sebab itu teruslah berdoa sampai terobosan terjadi dan jawaban doa kita terima.
Doa kita sangat penting, oleh sebab itu jangan berhenti berdoa, karena doa kita sedang di jawab oleh Tuhan, sedang dalam perjalanan, teruslah berdoa sampai peperangan ini berakhir! Kenakanlah perlengkapan senjata Allah supaya kita tetap berdiri sampai pada akhirnya! Kita adalah orang-orang yang akan berdiri di hadapan Allah, dalam kemenangan-Nya!
Pada waktu kita berdoa; kita harus merendahkan diri kita, berpuasa, dan menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan, karena pada saat itulah Tuhan akan turun tangan dan bertindak. Bukan lagi dengan jerih payah, kemampuan dan kecerdaasan kita, tetapi semata-mata karena kuasa Tuhan.
5. Sadar dan berjaga-jagalah
Daniel 12 : 10 Pada masa menjelang kedatangan Tuhan ini adalah masa pemurnian, banyak orang akan disucikan, diuji dan dimurinikan. Kita dimurnikan dan disucikan dari semua perbuatan kedagingan supaya kita kudus dan layak di hadapan Tuhan!
Wahyu 22 : 11 – 13 (baca) Orang jahat akan terus berbuat jahat, orang camar akan berlaku cemar, tetapi kita yang benar teruslah hidup dalam kebenaran, yang kudus akan dikuduskan, setiap hari hiduplah dalam pertobatan dan dalam persekutuan dengan Tuhan, karena sesungguhnya Tuhan akan segera datang untuk memberikan upah kepada kita yang menantikan-Nya, yaitu menjemput kita, dan membawa kita masuk ke pintu gerbang surga dan mengalami persekutuan sekama-lamannya dengan Tuhan!
