Ps. Martinus Rajda RIngkasan Khotbah 13 Desember 2020 Pembacaan Alkitab: Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu…
JANGAN MENJADI HAMBA UANG!
Ps. Debora Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu 8 November 2020
Pembacaan Alkitab : 2 Timotius 3 : 2 – 4
Seperti kata firman Tuhan, bahwa pada hari-hari terakhir menjelang kedatangan Tuhan, banyak orang hidup dengan kebiasaan dan gaya hidup mencintai diri sendiri (ingin semua orang memuji dan mengasihi dirinya), serta menjadi hamba uang
1 Timotius 6 : 9 – 10 (baca) Orang yang memiliki keinginan untuk menjadi kaya akan jatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat, ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa, yang mencelakakan yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Alkitab memperingatkan kita bahwa akar dari segala kejahatan adalah cinta uang, karena memburu uanglah orang akan menyimpang dari iman dan menyiksa dengan berbagai duka.
Orang bisa tersiksa dalam dirinya karena memikirkan apa yang hilang dalam hidupnya dari pada apa yang dia masih miliki di masa pandemi ini. Tetapi bagi kita, tahun ini adalah tahun dimana kita diperkuat oleh Tuhan seperti tema kita, “berjalan semakin lama semakin kuat†sekalipun segala sesuatu digoncangkan.
Apa yang goyah atau goncang di dalam diri kita, harus diperkuat di dalam Tuhan
1 Yohanes 2 : 16 – 17 Apa yang ada di dalam dunia ini? Keinginan mata, keinginan hati, dan keangkuhan hidup, dan sedang lenyap dengan segala keinginannya, tetapi kita yang melakukan kehendak Bapa akan hidup untuk selama-lamanya.
Apa keinginan terdalam di hati kita? coba renungkan? Puji Tuhan jika keinginan kita untuk bersekutu dengan Tuhan melebihi harta ataupun kekayaan, dan menggenapi rencana Tuhan dalam hidup kita melebihi mengejar keinginan-keinginan kita. Ingatlah kita tidak memilih Tuhan, tetapi Tuhanlah yang memilih kita, supaya kita pergi untuk menghasilkan buah.
Jadi, tujuan kita ada di dunia ini bukanlah mengejar keinginan-keinginan dunia, tetapi melakukan dan menggenapi kehendak bapa, yaitu untuk menghasilkan buah bagi kemuliaan-Nya. Semua rancangan Bapa dinyatakan di bumi ini melalui hidup kita. itu sebabnya kita harus hidup senantiasa dengan penyangkalan diri, artinya bukan kehendak kita yang jadi, tetapi kehendak Bapa lah yang akan terjadi.
Kita harus menggumulkan segala keinginan dalam diri kita (bukan hanya uang, tetapi juga masa depan, cita-cita, usaha/ pekerjaan, pendidikan, bahkan kebutuhan sehari-hari pun) kita harus berdoa minta supaya Tuhan selidiki dan ubahkan segala keinginan kita.
Jika dunia sedang lenyap, maka jangan ikuti keingian dunia ini, maupun keinginan daging kita!
Markus 4 : 18 – 19 Perumpaman Tuhan Yesus tentang penabur benih dan tanah, Tuhan sudah memberikan benih itulah firman Tuhan, ke dalam tanah yang menggambarkan hati kita. Ayat 18 -19 Penabur menabur benih di tanah yang penuh dengan semak duri, ketika benih itu bertumbuh, maka benih itupun terhimpit dan mati.
Firman mungkin sudah masuk dan bertumbuh dalam hati kita, tetapi jika firman itu dihimpit oleh semak duri yang adalah kekuatiran, tipu daya kekayaan, dan keinginan-keinginan yang lain, maka firman itu akan mati dan tidak menghasilkan apa-apa. Tuhan tidak melarang kita menjadi kaya, Tuhan menghendaki kita diberkati berkelimpahan, karena Dia adalah Bapa yang berkelimpahan, Pemilik segalanya, Bapa murah hati, itu sebabnya kita juga harus murah hati.
Kekayaan dapat menjadi tipu daya dalam diri seseorang jika orang itu tidak hidup di dalam Tuhan dan firman-Nya, ia mengira bahwa dia sudah memilik segalanya ketika dia memiliki kekayaan, tetapi sebenarnya dia justru kehilangan segalanya, karena tidak memiliki Tuhan dalam hidupnya. Jika kita hanya mengejar segala keinginan, tetapi tidak mengejar Tuhan, maka pada akhirnya yang kita alami adalah kebinasaan. Iblis senang jika kita tertipu oleh kekayaan kita.
Kita seringkali tidak menghasilkan buah, karena ada keinginan-keinginan akan hal yang lain dalam diri kita. Sehingga kita cenderung terjebak, setiap kali kita berdoa, kita sebenarnya berdoa kepada keinginan-keinginan kita, dan bukan kepada kehendak Bapa!
Keinginan/ cinta akan sesuatu berasal dalam hati seseorang, itulah roh manusia, pusat dari segala keinginan. Hati begitu penting oleh sebab itu, kita harus menjaga hati.
Lukas 16 : 13 – 15 (baca) Kita tidak bisa mengabadi kepada dua tuan (uang dan Tuhan) di dalam hati kita. Jangan masukan “tuan-tuan†dan “keinginan-keinginan†yang lain di hati kita, selain daripada Tuhan. Tuhan harus menjadi satu-satu-Nya Raja yang berkuasa memerintah dalam hati kita, dan kepada-Nya kita percaya dan hidup untuk melayani-Nya.
Tuhan tidak menentang uang dan kekayaan, justru Tuhan memberkati dan menambahkan segala sesuatu bagi orang yang mencari Kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya. Kejar Tuhan maka semuanya yang kita butuhkan akan mengejar kita!
Ayat 14 – 15 Tuhan menegur orang Farisi karena hamba-hamba uang, dalam hati mereka cinta akan uang. Tuhan melihat sampai kedalaman hati seseorang. Melalui firman-Nya Tuhan mengubahkan dan membersihkan hati kita. Itu sebabnya jika kita mendengar firman kita harus bertobat, supaya kita diubahkan dan diteguhkan oleh Tuhan.
Apa yang dikagumi oleh manusia dibenci oleh Allah! jadi carilah perkenanan di hadapan Tuhan, biar Tuhan yang akan meninggikan kita, jangan cari kemuliaan manusia, Tuhan sendiri yang akan memuliakan kita, jika kita berkenan di hadapan-Nya.
Lukas 21 : 34 – 36 Fokus kepada Tuhan, supaya hati kita tidak sarat dengan pesta pora, kemabukan, serta kepentingan-kepentingan duniawi, supaya kita dapat berjaga-jaga sambil berdoa, sehingga memperoleh kekuatan untuk terluput dan tetap berdiri di hadapan Tuhan. Jaga hati kita sesuai firman Tuhan, supaya kita siap menanti kedatangan Tuhan! Berdoa supaya Tuhan senantiasa menyelidiki hati kita melalui firman-Nya.
Markus 10 : 20 – 22 Seorang kaya datang kepada Tuhan Yesus dan bertanya apa yang harus dia lakukan. Tuhan Yesus pun mengatakan jualah segala hartamu, berikan kepada orang miskin, dan mengikut Tuhan Yesus, kemudian orang kaya itu kecewa dan pergi dengan sedih karena banyak hartanya.
Kekayaannya bukanlah masalah bagi seseorang mengikuti Tuhan, tetapi apa yang ada di dalam hatinya itulah yang menentukan apakah dia layak di hadapan Tuhan. Bukan apa yang di luar yang menantukan (harta), tetapi di dalam (hati) dari dalam itulah yang menajiskan orang.
Ada satu yang paling besar yang menghambat hidup itulah cinta/ keinginan kepada mamon “roh uangâ€Â
Markus 10 : 23 – 24 Kita harus berdoa supaya tidak ada yang menghambat dan menjegal kita masuk ke dalam kerajaan sorga. Apa gunanya kita memperoleh seluruh dunia namun kita kehilangan nyawa kita/ kehilangan hidup kekal Markus 8 : 36.
Semua yang ada di dalam dunia ini akan ditinggalkan kelak, tidak ada yang akan kita bawa dalam kekekalan, kecuali dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia, artinya semua yang kita kerjakan sesuai dengan kehendak Bapa akan menyertai kita di dalam kekekalan. Jadi, jika Tuhan memberkati kita dengan kekayaan, kesehatan kepintaran, dengan kesempatan-kesempatan yang Tuhan berikan adalah supaya kita menggunakan semua hal itu untuk mendukung pekerjaan Tuhan dan mengumpulkan harta kita di Surga.
Lukas 16 : 27 – 31 Dalam kekekalaan Lazarus masuk ke dalam kebahagiaan karena ketaatannya, sedangkan orang kaya masuk kepada penderitaan dan siksaan karena keserakahannya. Itu sebabnya orang kaya itu memohon kepada Tuhan supaya Lazarus dibangkitkan dan kembali memberitakan keselamatan kepada saudara-saudaranya.
Dari hal ini kita mengerti bahwa panggilan untuk memberitakan Injil adalah di saat kita hidup sekarang, bukan di saat kita mati. Panggilan untuk pertobatan adalah di saat seseorang masih hidup. Itu sebabnya hal ini menjadi tanggung jawab kita untuk pergi dan memberitakan Injil kerajan Surga, sehingga kita menghasilkan buah untuk kemuliaan Tuhan! KITA HIDUP BUKAN UNTUK MENGEJAR HARTA DAN KEINGINAN-KEINGINAN TETAPI UNTUK MENGGENAPI RENCANA TUHAN, DAN BERBUAH BAGI TUHAN!
Doakan semua orang yang kita rindu untuk alami pertobatan dan diselamatkan oleh Tuhan. Berdoa adalah cara kita membuka hati seseorang sehingga pada akhirnya dia akan bertobat! Hanya Tuhan yang bisa mengubahkan hati manusia.
Hari ini kalau Tuhan sedang berbicara dan berfiman kepada kita. maka jangan keraskan hati kita. tipuan kekayaan itu berbahaya, orang sudah merasa memiliki segalanya, termasuk hidup kekal padahal belum. Kekayaan akan membuat rasa cukup yang semu, sehingga tidak ada lagi lapar secara rohani. Kita membutuhkanTuhan, karena Dia adalah sumber kehidupan kita.
Matius 5 : 3, 5, 6, 8 Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah itulah orang yang tersu mnerus mencari Tuhan, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang lemah lembut (mudah untuk diajar) karena mereka yang memiliki bumi, berbahagilah orang yang lapar dan haus akan firman karena mereka akan dipuaskan, berbhagialah orang yang suci hati karena dia akan melihat Allah. Amin
