Ps. Jesaya Henubau Ringkasan Khotbah Minggu, 11 Desember 2022 1.Waktu Tuhan Lukas 2:1-7 Waktu Tuhan…
ORANG YANG MENANTI-NANTIKAN TUHAN MENDAPAT KEKUATAN BARU
Ev. Yohanes Utomo
Ringkasan Khotbah Minggu, 27 Maret 2022
Pembacaan Alkitab : Yesaya 40 : 28 – 30
Anak-anak Tuhan yang diurapi bisa mengalami letih dan lemah, mengapa hal itu bisa terjadi? Karena sering mengalami pergumulan demi pergumulan. 2 Samuel 21 : 18 – 21 Sekalipun Raja Daud terus-menerus mengalami pertempuran demi pertempuran, bahkan lawannya adalah para raksasa, tetapi Daud tetap mengalami kemenangan demi kemenangan, Karena Dia selalu alami kekuatan dari Tuhan setiap kali dia datang dalam hadirat Tuhan.
Tuhan memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya Yesaya 40 : 19
Kita hidup dalam masa tidak mudah, akan terus alami kesulitan dan pergumulan, bahkan berita dunia tidak menjanjikan kebahagiaan, karena semua berisi hal-hal yang buruk sedang terjadi, dan akan terjadi di depan.
Apapun keadaan dunia saat ini, kita sebagai anak-anak Tuhan tidak boleh lemah, kita harus kuat, karena orang yang menantikan Tuhan mendapat kekuatan yang baru. Iblis adalah Pencuri, yang datang untuk mencuri membunuh dan membinasakan. Dia mencuri perhatian kita dari Tuhan, mencuri damai sejahtera, sukacita, iman dan pengharapan kita kepada Tuhan Yesus. Oleh sebab itu, kita harus memperhatikan firman Tuhan; kita harus miliki SIKAP yang benar menanti-nantikan Tuhan!
- JANGAN BERSUNGUT Bangsa Israel memiliki sikap yang tidak benar, mereka terus menerus ingin kembali ke Mesir, mereka bersungut-sungut memberontak dan melawan Tuhan, itu sebabnya generasi yang keluar dari Mesir tidak mengalami penggenapan janji Tuhan masuk di tanah Kanaan
- HARUS TAAT Saul tidak taat dalam menantikan Samuel setelah lama menunggu, dia nekat melakukan apa yang tidak seharusnya dia lakukan, yaitu membakar korban di hadapan Tuhan, akhirnya Saul ditolak sebagai raja Israel, dan keluar dari kehendak dan rencana Tuhan.
- SABAR MENANTI Abraham tidak sabar menantikan janji Tuhan, dia menghampiri Hagar dan melahirkan baginya Ismael yang kemudian menjadi batu sandungan bagi keturunannya.
- HARUS TAAT Saul tidak taat dalam menantikan Samuel setelah lama menunggu, dia nekat melakukan apa yang tidak seharusnya dia lakukan, yaitu membakar korban di hadapan Tuhan, akhirnya Saul ditolak sebagai raja Israel, dan keluar dari kehendak dan rencana Tuhan.
Sikap kita dalam menantkan janji Tuhan:
1. Percaya kepada Waktu Tuhan
Pengkhotbah 3 : 1, 11 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Kita harus sabar dan setia menantikan waktu Tuhan yang akan membawa kita kepada penggenapan-Nya.
2. Berdiam diri dalam hadirat Tuhan
Mazmur 37 : 7 Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.
Apa yang Tuhan akan berkan dan lakukan akan lebih baik daripada sebelumnya
Yesaya 30 : 5 …: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan,
Itu sebabnya jangan panik, takut, kuatir ketika kita menghadapi kesulitan dan pergumuan, kita harus datang dalam hadirat Tuhan, kita akan alami kekuatan yang baru.
Jika kita ingin alami kemenangan, maka kita harus naik ke tempat yang lebih tinggi, itulah hadirat Tuhan supaya kita mengalami kekuatan Keluaran 17 : 10 Jika hidup kita digambarkan sebagai Rajawali maka kita harus terbang tinggi, karena jika kita terbang rendah maka kita akan mudah ditaklukan oleh musuh.
Kolose 3 : 1 – 2 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Matius 6 : 33 Carilah Tuhan dan bukan berkat-Nya. Karena Tuhan yang bertanggung jawab atas kehidupan kita. Tuhan menghendaki agar kita senantiasa neik ke tempat tinggi bersama dengan-Nya.
Kejadian 15 : 1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.”
NKJV “Do not be afraid, Abram. I am your shield, your exceedingly great reward.†Dalam NKJV terjemahan yang benar adalah Tuhanlah yang menjadi upah terbesar. Jika Tuhan adalah upah kita, maka tidak ada hal yang sebanding dengan apa yang kita miliki dan peroleh selain Tuhan, artinya jika kita memiliki Tuhan, kita memiliki segala-galanya.
Di hadapan Tuhan ada sukacita yang melimpah-limpah Mazmur 16 : 11 tempat yang aman jika adalah jika kita berjalan bersama dengan Tuhan, dan selalu berada di hadirat-Nya.
Mazmur 50 : 15 Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” S e l a. Doa bukan hanya seperti “perangkat telpon†ke Surga, tetapi doa adalah hubungan dengan Bapa di Surga. Doa adalah “saluran†dimana kuasa Tuhan dari Surga mengalir dalam hidup kita. Kita akan mengalami Tuhan dan kehadiran-Nya setiap kali kita berdoa.
Lukas 18 : 1 Kita harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu (NJKV, Not to Faint; tidak menjadi lemah) doa akan mengubah keadaan, membuat apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. Tuhan menjawab doa kita, jauh lebih banyak dari yang kita pikirkan dan doakan Efesus 3 : 20.
Kejadian 17 : 12 Jika kita mau kuat, maka perhatikan lingkaran pergaulan kita, dengan siapa kita bersukutu? Tuhan menghendaki kita bergaul dengan orang-orang yang membangkitkan iman kita, karena orang-orang itu akan menopang kita dan mendukung kita untuk maju, dan mengalami Tuhan lebih lagi.
Ibrani 11 : 24 – 25 MENJADI PEMENANG DALAM PERSEKUTUAN karena dalam persekutuan kita saling mengingatkan, menguatkan, dan membantu, jangan menjauhi diri kita dari pertemuan-pertemuan ibadah, persekutuan kita dengan sesama dalam Tuhan akan membuat kita kuat dan berkemenangan. Peringatan! Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik, perhatikan lingkaran pergaulan kita Mazmur 1 : 1; 1 Korintus 15 : 33
Keluaran 17 : 14 – 16 Tuhan sendiri yang kemudian berperang melawan bangsa Amalek. Tuhan selalu bekerja melalui ketaatan kita. Jika kita taat kepada Tuhan dan firman-anya, untuk melakukan bagian kita, maka Tuhan akan melakukan bagian-Nya. Tuhan akan menjadi PEMBELA bagi kita! Dia akan berperang ganti kita. Dia akan menolong kita dan memberikan kita kemenangan.
Serahkan segala sesuatu kepada Tuhan, dan ijinkan Tuhan mengambil alih (take over), karena segala kekuasaan ada di dalam tangan-Nya, Dia sanggup mengubah segala sesuatu dalam hidup kita, tujuannya supaya kehendak dan rencana Tuhan diganpi dalam hidup kita. KITA HARUS TAAT KEPADA FIRMAN-NYA.
3. Bertekun
Roma 8 : 25Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.
Sikap dalam penantian kita: Tidak mengambil jalan pintas, dan selu sabar dalam sengsaara
Kita harus tekun dan sabar dalam menanti, sekalipun di dalam pergumulan dan penderitaan, karena kita tidak pernah tahu kapan Tuhan akan bertindak menolong kita. Miliki iman tanpa kondisi! Sekalipun kita belum melihat dan mengalami, namun tetap percaya. Tuhan selalu membuat segala sesuatu indah dan tepat waktu!
4. Kuatkan dan Teguhkan hati kita
Mazmur 27 : 14 Nantikakanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikankah Tuhan
5. Tetap menghasikan buah, Hidup dalam Ketaatan
Yohanes 2 : 5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”
Masa penantian adalah masa produktif! Tetap taat melakukan bagian kita maka kita akan menghasilkan buah. Dalam menantikan janji Tuhan, yang paling penting adalah sikap kita. Pengharapan kita di dalam Tuhan tidaklah mengecewakan.
Upah bagi orang yang menantikan Tuhan :
- Tidak akan mendapat malu Yesaya 49 : 23
- Mendapat kekuatan baru Yesaya 40 : 31
- Mendapat kebahagiaan Yesaya 30 : 18
- Mendapat anugerah keselamatan.
- Mendapat kekuatan baru Yesaya 40 : 31
