Skip to content

SUDAHKAH ENGKAU MEMBERIKAN SEMUANYA KEPADA TUHAN ?

Ps. Debora Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu, 8 Mei 2021

Pembacaan Alkitab : Yohanes 12 : 1 – 6     

Pada waktu diadakan perjamuan di rumah Lazarus, Tuhan Yesus yang hadir pda waktu itu diurapi oleh Maria dengan minyak narwastu yang mahal harganya. Harga minyak Narwastu itu adalah 300 dinar  dan 300 dinar adalah upah setahun orang bekerja (upah 1 hari = 1 dinar) hal berarti Maria memberikan seluruh upah dan yang berharga yang dimilikinya untuk Tuhan Yesus.

Dalam bagian lain dari Lukas 7 : 37 – 38 Mariayang jugaadalahseorang perempuan berdosa  membasahi kaki Tuhan Yesus itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki Tuhan Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

Apa yang dilakukan oleh perempuan ini adalah memberikan segalanya yang dia miliki, dia menuangkan harga dirinya di hadapan Tuhan; dengan air mata membasahi kaki Tuhan Yesus dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian mencium dan meminyaki kaki Tuhan Yesus.

Sudahkah engkau memberikan semuanya kepada Tuhan?

Lukas 7 : 39 Orang farisi yang melihat hal itu, mereasa tidak pantas dan tidak layak jika seorang perempuan berdosa menyentuh kaki Yesus. Tetapi Tuhan Yesus menjawab dengan perumpamaan jika seorang yang banyak hutangnya dihapuskan, maka orang yang banyak dihapuskan hutangnya itu akan lebih berbuat kasih, daripada orang yang sedikit dihapuskan hutangnya Lukas 7 : 40 – 50

Dan yang apa yang telah dilakukan perempuan berdosa ini, adalah bukti bahwa dia sudah banyak berbuat kasih kepada Tuhan yesus, karena dosanya yang besar sudah diampuni. Perbuatan yang dilakukan perempuan itu keluar dari imannya kepada Tuhan Yesus.

Tuhanlah yang telah memberikan keselamatan kepada kita,menebus dan mambayar “hutang-hutang” kita, serta memberkati kita, itu sebabnya jangan pernah merasa bahwa Tuhan berhutang kepada kita atas apa yang sudah kita lakukan kepadanya, karena Tuhan tidak pernah berhutang apa-apa kepada kita kita,  oleh sebab itu jangan menuntut hak kita di hadapan Tuhan.

Justru selama kita hidup di bumi (berapa pun umur kita hari ini), kitalah yang berhutang kepada Tuhan, karena kita sudah menerima dari Tuhan lebih dari apapun yang bisa kita berikan kepada-NyaDia telah memberikan diri-Nya sendiri untuk mati di atas kayu salib menggantikan hidup kita, itu sebabnya pengorbanan yang terbesar adalah dari Tuhan, dan bukan dari kita.

Tuhan memberkati kita, karena ada tujuan Tuhan di dalamNya, supaya melalui berkat-Nya, kita sampai kepada tujuan Tuhan dalam hidup kita.

Yeremia 29 : 11 – 13  Apa yang Tuhan rancangkan sempurna, dan itu kekal, demkianpun firman itu kekal di surga, dan apa yang ada di surga harus terjadi di bumi ini sesuai dengan tujuan Tuhan.

  • Dari kisah Maria ini, kita belajar bahwa dapat Tujuan hidup Maria adalah menjadi contoh kepada kita bahwa dia adalah seorang yang telah memberikan segala sesuatu yang dimilikinya untuk Tuhan, dan apa yang dilakukan Maria itu kekal nilainya. Tertsulis dan digenapi dalam hidup Maria.
  • Bahkan pencuri yang di sebelah Tuhan Yesus pun diselamatkan dan mengggenapi tujuan Tuhan hidupnya ketika dia bertobat di saat terakhir dari hidupnya, dan bersama denga Tuhan Yesus di Firdaus. Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa setiap orang pada akhirnya akan melakukan tujuan Tuhan, dan menggenapi rencana-Nya, ketika dia bertobat dan kembali kepada Tuhan.

Tujuan Tuhan Yesus adalah menyelesaikan pekerjaan Bapa, yaitu menjadi KESELAMATAN bagi kita melalui karya penebusan-Nya.

Tujuan hidup kita bukanlah pencapaian, posisi/ status, pangkat/ jabatan, kenyamanan, kekayaan, hidup senang dan bahagia, tubuh sempurna, sehat kuat, dan ideal, kebutuhan, menjadi terkenal  (famous), dihormati, dan apa saja yang orang lain cari di dunia ini. Tujan hidup kita adalah Tuhan dan dan melakukan kehendak-Nya.

Ester sampai kepada pencapaian tertinggi tapi itu bukan tujuanNya, karena tujuan dari Ester menjadi Ratu adalah untuk menyelamatkan satu bangsa yang besar, itulah bangsa Israel. Itu sebabnya, jangan teralihkan, jangan kejar sesuatu yang bukan tujuan Tuhan. kita ada di dunia ini karena ada tujuan Tuhan, Tuhanlah yang menghendaki kita ada unutk melakukan tujuan-Nya dalam hidup kita.

Jika kita tahu dan melakukan tujuan Tuhan dalam hidup kita, maka Tuhan akan memberkati kita dan memenuhi segala kebutuhan kita supaya kta bisa menggenapkan apa yang Tuhan rancangkan di Surga, sehingga melalui kita pun Tuhan dipermuliakan.

Jika kita taat dan melakukan dengan iman apa yang Tuhan firmankan, maka Tuhan akan menggenapi semuanya.

Matius 6 : 33 (baca) Tuhan harus menjadi tujuan utama, dan prioritas tertinggi dalam hidup kita, baru semuanya (yang kita butuhkan) akan ditambahkan kepada kita.

Seberapa buruk dan berdosanya seorang Maria, tetapi ketika dia datang kepada Tuhan untuk bertobat menyerahkan seluruh hidupnya, maka maria diampuni, ditebus, dibasuh dengan darah Tuhan Yesus, sehingga memiliki hidup yang baru, dan namanya tercatat di surga.

Iman tidak didasari oleh perhitungan secara logika; dari mana? Siapa? Yang akan menolong, tetapi Iman adalah percaya kepada firman Tuhan dan rancanganNya, melampaui sikon yang kita hadapi.

  • 1 Raja-raja 18 : 3 – 4 Tujuan hidup Obaja adalah untuk memelihara dan memberi makan nabi-nabi Tuhan yang terancam dibunuh oleh Isabel.
  • Kejadian 50 : 20  Tujuan hidup Yusuf dalam posisi tertinggi di Mesir adalah untuk memelihara keluarganya yang kemudian menjadi satu bangsa yang besar, itulah Israel.
  • Tujuan hidup Musa bukanlah kenyamanan dan kelimpahan di Mesir, tetapi untuk melepaskan bangsanya Israel dari perbudakan di Mesir
  • Anak yang memiliki 5 roti dan 2 ikan, namanya bahkan tidak ditulis, tetapi dia ada disana karena tujuannya untuk memberikan bekalnya kepada Tuhan Yesus sehingga bisa dilipatgandakan

Tuhan mau memakai kita untuk tujuan besar Tuhan. Hidup kita sebenarnya tentabg tuhan Yesus dan Bapa.

Roma 8 : 28 – 29  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Rencana Tuhan bagi kita adalah menjadi serupa dengan Kristus. Lukas 9 : 23  Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Jka kita ingin menjadi serupa dengan Kristus, maka setiap hari kita diperhadapkan dengan keputusan untuk menyangkal diri, memikul salib,  dan mengikuti Tuhan.

Filipi 1 : 29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia. Berkat dan penderitaan bukan tujuan, tetapi Tuhan Yesus Karena tuhan Yesus adalah tujuan akhir kita, kita akan menjadi serupa dengan-Nya.

Roma 8 : 17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Untuk mengikut Tuhan setiap hari, kita harus berdoa dan berjaga-jaga, supaya kita tidak jatuh ke dalam berbagai pencobaan.

Kolose 3 : 23 – 24 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. Amin

No results found...