Skip to content

THE GOD OF YOUR BREAKTHROUGHS IS THE SAME GOD IN YOUR BREAKDOWNS

Ps. Paul Yadao

Ringkasan Khotbah Minggu, 20 November 2022

Setiap nafas kehidupan yang kita miliki adalah anugerah dari Tuhan. Jika kita telah menang dari tantangan, pergumulan dan kesulitan yang kita alami, maka hal itu berarti kita harus bangkit dan memulai kehidupan yang baru. Kita hidup untuk melakukan kehendak Bapa dan menggenapi semua rencana-Nya yang besar dalam hidup kita. Di dalam Kristus kita selalu mengalami kuasa kebangkitan-Nya.

Dalam masa-masa yang sulit Tuhan akan mengingatkan kita akan segala sesuatu yang pernah Ia kerjakan dan lakukan bagi kita, dan hal itulah yang akan membuat kita bangkit lagi dari keterpurukan.

Tuhan juga ada di sana (pergumulan, tantangan yang kita alami), Justru dalam keadaan yang sulit jangan cari terobosan, tetapi CARILAH WAJAH TUHAN. Karena dalam pergumulan kita akan lebih mengenal Tuhan, sehingga Dia bertindak menolong dan melepaskan kita. Kemenangan kita bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi hal itu untuk menjadi kesaksian bagi orang lain, sehingga mereka juga mengenal Tuhan dan mengalami kemenangan yang sama.  

Bahkan dalam pergumulaan kita akan mengenal siapa diri kita, apa panggilan Tuhan, sehingga lebih dari keadaan yang kita alami, kita bisa merasakan hati Bapa yang penuh dengan kasih dan belas kasihan. Di saat itulah kita bisa menyatakan kasih dan belas kasihan Tuhan bagi orang lain, sekalipun kita sedang alami tantangan yang berat.

Dalam Kristus, kita tidak terhentikan “we are unstoppable” karena kasihnya tidak terhentikan dalam hidup kita. Iblis ingin menghentikan langkah kita, tetapi kita akan tetapi bangkit karena ada kuasa kebangkitan Kristus itulah Roh Kudus di dalam kita. Tuhan tidak dapat dihentikan. 

Transisi dan transformasi

Berkat dari sebuah transisi (perpindahan) adalah transformasi (perubahan)

Jika kita tidak bisa  melihat wajah Tuhan  pada masa sukar, maka kita tidak akan mampu melihat masa depan kita.

Tuhan akan mengubah segala sesuatu dalam hidup kita; Semua kesedihan kita akan menjadi sukacita, debu/abu akan menjadi keindahan, dalam kelemahan akan ada urapan kuasa, bahkan kutuk akan diubahkan menjadi berkat. 

Orang yang bisa melihat Tuhan pada masa-masa yang sukar akan melihat perubahan dan terobosan pada masa yang akan datang. SEMUA PERGUMULAN KITA AKAN MEMPOSISIKAN KITA UNTUK TEROBOSAN YANG LEBIH BESAR LAGI. 

Yesaya 6 : 1 – 8 (baca)

Kematian raja uzia mati adalah masa transisi untuk perubahan besar di Israel. Dalam  2 Tawarikh 26 Nama Uzia artinya Tuhan memberikan kekuatan. Selama uzia mencari Tuhan dia selalu berhasil, kuat, dan diberkati. Sukses adalah bukan apa yang kita kumpulkan, tetapi siapa yang kita kejar, karena selama kita mencari Tuhan kita akan diberkati (Matius 6 : 33). Selama raja Uzia hidup mencari Tuhan, dia hidup dalam identitas Tuhan. 

Carilah Tuhan maka kita akan mengalami kemenangan berkat dan terobosan

Namun ketika uzia menjadi kuat dia menjadi tinggi hati dan meninggalkan Tuhan, dia berubah dari mengandalkan Tuhan kepada mengandalakan kekuatannya sendiri hal itulah yang membuat dia terpuruk (Yeremia 17 : 5).

Raja Uzia keluar dari panggilannya dan melakukan apa yang tidak berkenan di hadapan Tuhan sehingga sejak saat itu dia kena tulah sakit kusta dan mati. Selama masa pandemi Tuhan membukakan hati kita. Tuhan mengubahkan diri kita dari mengandalkan kekuatan diri sendiri, untuk mencari Tuhan dan bergantung kepada-Nya.

“Uzia” (ego, ambisi, kedagingan) itu harus mati dalam diri kita, jika kita ingin mengalami kemuliaan Tuhan. Dalam matinya raja Uzia nabi Yesaya melihat kemuliaan Tuhan, karena sejak saat itu Tuhan akan membawa Israel kepada musim yang baru. Ketika kita mati untuk diri sendiri, kemuliaan Tuhan akan memenuhi hidup kita. 

Kita adalah bait Roh Kudus, itu sebabnya ketika Tuhan hadir, maka jubah kemuliaanNya memenuhi hidup kita. Raja Kemuliaan “King of glory” harus bertahta dan memerintah di hati kita. 

Jika Jubah kemuliaan Tuhan memenuhi hidup kita, maka kita akan mengalami kuasa-Nya. Sama seperti perempuan sakit pendarahan alami kesembuhan ketika dia punya iman menjamah ujung jubah Tuhan Yesus. Sebab katanya: ”Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh. Markus 5 : 28

Saat goncangan terjadi, bait Kudus Tuhan akan penuh dengan kemuliaan Tuhan. Dan jika rumah Tuhan penuh kemuliaan maka ada kebangkitan dan tuaian yang besar.  Tuhan sedang bekerja saat ini di dalam dan melalui GDS, Tuhan  ingin agar kita yang dipenuhi kemuliaan-Nya membawa api kebangunan rohani, untuk pergi menceritakan kesaksian dan memberitakan Injil Kerajaan Allah, we are unstoppable, unshakeable!

Jangan batasi apa yang Tuhan bisa lakukan dalam hidup kita, kita harus lakukan karena kita dijamah dan digerakan oleh Tuhan melalui Roh-Nya

Semua hal yang tidak  bisa kita selesaikan serahkan kepada Tuhan maka Dia akan menyelesaikannya. Kita harus ditransformasi, karena kita tidak bisa masuk musim yang baru dengan hal-hal yang lama. Kita harus siap, karena Tuhan akan membuat terobosan, pemulihan penambahan, dan membangkitkan dan menggenapi mimpi/ visis yang sudah mati, Tuhan akan memanggil kita untuk menggenapi rencana-Nya. See Him on the throne. 

Setiap orang memiliki kuasa, pengurapan, dan karunia yang khusus, yang Tuhan berikan untuk menyelesaikan kehendak-Nya dalam diri setiap orang, itulah sebabnya Yesaya melihat Malaikat menggunakan sepit mengambil bara dia atas mezbah dan menyentuh bibir Yesaya. Dulu Yesaya menghakimi bangsa Israel dengan perkataannya (Yesaya 1 – 5) namun setelah mulutnya dikuduskan, hidupnya diubahkan, Yesaya menyampaikan pesan Tuhan bagi israel, bahkan dia dapat mendengar segala sesuatu tentang  rencana Tuhan yang ada di surga.

Api Kudus Tuhan yang menjamah dan menguduskan kita sama seperti Yesaya. Semua yang kita serahkan kepada Tuhan akan dibakar api Tuhan supaya hidup kita diubahkan dan sehingga dimanapun kita ada kita akan menyatakan kemuliaan Tuhan.  Amin!

No results found...