Ps. Jesaya Henubau Ringkasan Khotbah Minggu, 11 Desember 2022 1.Waktu Tuhan Lukas 2:1-7 Waktu Tuhan…
MENGENAL ALLAH
Ps. Jesaya Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu, 5 November 2022
Pembacaan Alkitab : 1 Yohanes 4:7-11, 20-21
1. Allah adalah Kasih
1 Yohanes 4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
Apa maksud dari Allah adalah kasih? Bukan Allah memiliki kasih, tetapi Allah adalah kasih. Keadaan-Nya adalah kasih, bukan hanya memiliki kasih.
Kasih yang dimaksud dalam 1 Yohanes 4 adalah Kasih Agape artinya kasih yang berbeda dengan yang lainnya, hanya Allah saja yang memilikinya.
Manusia diciptakan dalam kasih dan dengan kasih, artinya manusia diciptakan dan diberikan kemampuan untuk mengasihi. Itu sebabnya kita mendapati orang tua bisa mengasihi anaknya sekalipun belum mengenal Tuhan, atau sebaliknya seorang anak mengasihi orang tuanya sekalipun belum mengenal Tuhan.
Setiap manusia diciptakan di dalam kasih. Kejadian 1:26-28, Di dalam kesempurnaan/ kepenuhan Allah, manusia diciptakan.
Dalam bahasa Yunani kasih ditulis dalam berbagai macam yaitu: Agape, Filia, Storge, dan Eros.
Contoh dari makna kasih yang terdapat di dalam Alkitab. Yohanes 21:17, Ketika Tuhan bertanya kepada Petrus setelah mujizat di tepi danau Galilea, â€ÂPetrus apakah engkau mengasihi (Agape) Aku, dan Petrus menjawab, Tuhan aku mengasih (Filia) Engkau.
2. Kita harus mengenal kasih Allah
1 Yohanes 4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih
Jika kita tidak mengenal kasih Allah, maka kita sebenarnya tidak mengenal Allah, atau pengenalan kita belum seperti yang Tuhan inginkan.
a. Kasih Allah tidak bersyarat
Roma 5:6-8 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar, tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Tuhan Yesus memberikan dan menyatakan kasih-Nya kepada kita melalui kematian-Nya di atas kayu salib pada waktu kita masih berdosa, memberontak kepada Tuhan, menolak Tuhan, dan bahkan pada waktu kita belum mengenal Tuhan.
Menerima kasih Allah tidak ada syaratnya, karena Tuhan mengasihi kita sebelum kita mengenal Tuhan.
b. Kasih Allah itu selama-lamanya
Yeremia 31:3 Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.
Dalam Perjanjian Baru, firman Tuhan di dalam Yeremia 31:3 di gambarkan dalam Lukas 15:20, Pada waktu seorang ayah melihat dari jauh anaknya yang hilang, maka tergeraklah hatinya oleh belas kasihan dan ayahnya berlari untuk mendapatkan, merangkul, dan mencium anaknya.
Kasih Allah memandang kita dari jauh. Allah mengasihi kita dengan kasih yang kekal dan akan terus mengasihi kita untuk selama-lamanya
Kasih Tuhan itu untuk selama-lamanya, tidak ada syaratnya dan tidak ada batas waktunya karena bukan Allah memiliki kasih tetapi kasih itu adalah diri-Nya, Allah adalah kasih.
Firman Tuhan menyatakan bahwa Tuhan Yesus kekal, tidak berubah dan tetap sama dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Oleh sebab itu, kasih-Nya juga kekal, tidak berubah, dan untuk selama-lamanya. Jika dahulu Tuhan mengasihi kita, sekarang juga Tuhan mengasihi kita, besok dan sampai selama-lamanya Tuhan akan tetap mengasihi kita.
3. Bagaimana menerima kasih Allah (1 Yohanes 4:8-10)
Untuk menerima kasih Allah, maka kita harus menerima Tuhan Yesus karena seluruh kepenuhan akan Allah berkenan diam di dalam Tuhan Yesus.
Setiap orang mempunyai tingkatnya masing-masing. Yohanes 3:30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil
Jika kita tidak makin kecil, menundukkan diri kita kepada Kristus, maka Tuhan Yesus tidak semakin besar di dlam hidup kita. Sekalipun kita mempunya banyak pengetahuan, tetapi kita tidak mengalami kasih Allah, karena di dalam hidup kita masih kepenuhan akan diri kita sendiri, dan bukan kepenuhan akan Tuhan Yesus.
Yohanes 1:16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.
Seberapa penuh kita akan Tuhan Yesus, akan menentukan seberapa banyak kasih kita.
4. Aplikasi dari kasih Allah
1 Yohanes 4:20-21 Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya
Jika kita masih membenci saudara kita, maka kasih Allah tidak ada di dalam hidup kita. Jika kita sudah mengenal Tuhan dengan benar, maka kita harus mengampuni kesalahan orang lain, dan mengasihi orang lain.
Kasih itu menyempurnakan. Kolose 3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Pada waktu kita masih memiliki kekurangan dan kelemahan, Allah menutupi semua kekurangan dan kelemahan kita dengan kasih-Nya yang tak bersyarat.
Kasih itu menyempurnakan, itu sebabnya jika hari ini kita dipanggil Tuhan dan memiliki hubungan dengan Tuhan Yesus, maka kita pasti disempurnakan.
1 Korintus 13:4-8 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
Dalam kepenuhan akan Kristus, maka kepenuhan akan kasih karunia yang kita terima dari Allah yang harus kita alirkan kepada orang lain, bukan kasih yang berasal dari dalam diri kita sendiri.
Ketidaksempurnaan orang lain sanggup ditutupi dengan kasih Allah yang ada di dalam hidup kita.
1 Yohanes 4:21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
Kasih Allah mengasihi sekalipun belum sempurna, mengasihi sekalipun masih dalam dosa, mengasihi sekalipun masih dalam kekurangan, mengasihi sampai selama-lamanya.
Kita dapat memberi dari apa yang kita punya. Lukas 6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
Pada waktu kita menerima kasih Allah dan mengalami kelimpahan dari Allah, maka kita harus mengalirkan kasih Allah tersebut, memberkati hidup orang lain dan dengan sukacita mendukung baik dengan waktu, tenaga, daya dan dana untuk semua pelayanan dari Gereja kita (GDS). Amin!
