Ev. Yohanes Oetomo Ringkasan Khotbah Minggu, 27 November 2022 Pembacaan Alkitab : Efesus 5 :…
TUHAN MENJAWAB KEBUTUHAN KITA
Ps. Jesaya Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu, 11 Desember 2022
1.Waktu Tuhan
Lukas 2:1-7
Waktu Tuhan bukan waktu kita. Waktu Tuhan bukan waktu dunia ini. Apapun yang terjadi di sekeliling kita tidak menentukan rencana Tuhan terjadi dalam hidup kita karena yang menentukan adalah waktunya Tuhan. Jika Tuhan berkata: ini waktunya, maka segala sesuatunya pasti terjadi.
Saat waktu Tuhan terjadi di dalam hidup kita, maka saat itu kita akan melihat kemuliaan Tuhan, anugerah, berkat, dan kasih karunia Tuhan mengalir dengan luar biasa.
Ada suatu dekrit dari kaisar Agustus yaitu semua orang di dunia harus mendaftar, maka pada akhirnya semua orang yang ada pun mendaftar berdasarkan kotanya masing-masing. Yusuf dan Maria pun ikut mendaftar untuk pergi ke kota Daud yaitu Betlehem. Saat itu Maria sedang mengandung bahkan sudah siap untuk bersalin/ melahirkan.
Bagi Yusuf dan Maria mungkin harus mengalami suatu kesulitan besar, tetapi bagi Tuhan itu adalah waktunya.
Dari sudut pandang manusia duniawi, pada tahun 2023 (tahun depan) banyak yang mengatakan bukanlah waktu yang tepat untuk menabur, untuk mengembangkan usaha karena ekonomi di dunia dalam situasi yang sulit dan penuh ketidakpastian. Tetapi dari sudut pandang Tuhan kebenarannya adalah segala yang terjadi di sekeliling kita tidak bisa menentukan Tuhan, tetapi Tuhan yang menentukan waktunya, Tuhan yang memutuskan kapan segala sesuatunya terjadi.
Saat Tuhan Yesus lahir di dunia, saat itu di Yudea yang memerintah adalah Herodes yang agung. Secara politik waktu itu bukan waktu yang tepat karena banyak orang yang tidak senang dengan kelahiran Tuhan Yesus. Tetapi waktu Tuhan di atas segala sesuatu. Jika Tuhan sudah berkata ini adalah waktunya, maka apa yang menjadi kehendak dan rencana Tuhan pasti terjadi.
Waktu Tuhan dalam hidup kita adalah yang terbaik. Jika Tuhan sudah metapkan waktunya, apapun yang terjadi, dalam situasi bagaimanapun, tetap rencana Tuhan yang terjadi dan segala sesuatunya menjadi indah dan luar biasa (Pengkotbah 3:11).
Manusia melihat dari waktu sudut pandang manusia, tetapi Tuhan mempunyai sudut pandang waktunya (Galatia 4:4).
Dari sudut pandang Tuhan ada waktu yang Dia sudah tentukan. Waktu Tuhan tidak ditentukan oleh keadaan dunia, tetapi keadaan dunia diatur oleh Tuhan.
Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya (Roma 8:28). Allah yang mengatur segala sesuanya, situasi tidak menentukan waktunya Tuhan.
Kalau sudah waktunya Tuhan, maka Tuhan yang akan menyediakan. Pada waktu di Betlehem, Yusuf dan Maria tidak membawa harta benda yang banyak/cukup untuk pindah ke Mesir, tetapi Tuhan mengutus orang-orang Majus datang untuk membawa harta yang jauh lebih besar daripada kebutuhan mereka (Matius 2:11).
Kalau sudah waktunya Tuihan, maka Tuhan akan melindungi. Kalau sudah waktunya Tuhan, maka Tuhan akan menuntun.
Jika kita ada dalam waktunya Tuhan, maka Tuhan akan menyediakan, melindungi dan menuntun di manapun kita berada.
2. Tuhan ingin menyiapkan hati kita
Jika kita ingin menerima berkat dan terobosan yang luar biasa, yang Tuhan sebenarnya siapkan adalah hidup kita. Hati adalah bagian terpenting yang Tuhan siapkan. Banyak orang yang menerima berkat tetapi hatinya belum siap sehingga ada yang menjadi sombong, tinggi hati, atau sebaliknya iri hati, kecil hati).
Tuhan akan datang kepada orang yang hatinya sudah siap. Lukas 2:8-16 (baca) Tuhan datang kepada gembala-gembala karena hatinya mereka sudah siap untuk melakukan apa yang firman Tuhan katakan.
Lukas 2:16, Para gembala-gembala bertindak dengan cepat untuk apa yang Tuhan perintahkan, mereka tidak menunda, tidak menganalisa dengan pikiran mereka karena hati mereka sudah siap.
Waktu Tuhan akan kepada semua orang. Yang jadi pertanyaan adalah â€Âapakah hati kita sudah siap?â€Â
Matius 2:3-6 Pada waktu Yesus dilahirkan di dunia, ada orang-orang yang terdidik dan mengetahui firman Tuhan baik itu raja Herodes, Ahli Taurat, dan orang-orang Farisi, tetapi mereka tidak bisa menerima hal tersebut karena hati mereka tidak siap dan tertutup terhadap kebenaran firman Tuhan yang mereka ketahui.
Bagi ahli Taurat dan orang-orang Farisi, firman Tuhan hanyalah sebuah pengetahuan, bukan sesuatu yang menggerakan hati mereka. Sementara para gembala-gembala menerima firman yang mereka dengar dengan hati yang siap dan firman itu menggerakan hati mereka untuk mengalami berkat dan penggenapan dari firman Tuhan Tuhan tersebut.
Jika kita punya iman, kita akan menerima berkat dari kebenaran firman Tuhan yang kita baca dan dengar.
Lukas 2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
Sekalipun para gembala-gembala menerima firman Tuhan, tetapi jika mereka tidak pergi ke tempat dimana Yesus dilahirkan, maka mereka tidak mendapatkan berkatnya.
Raja Herodes, orang-orang Farisi dan ahli Taurat sekalipun mereka tahu firman Tuhan, tetapi mereka tidak dapat berkat dari firman Tuhan karena mereka tidak bertindak sesuai dengan firman Tuhan dan hati meraka tidak siap.
Lukas 2:15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.”
Pada waktu kita terima firman, maka kita harus bangkit dan bertindak sesuai yang Tuhan perintahkan, jangan acuh tak acuh terhadap firman yang kita dengar.
3. Jawaban atas pergumulan kita adalah pertumbuhan dan kedewasaan iman diri sendiri. Kita harus beranjak menjadi dewasa rohani
Galatia 4:1-4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.
Ada latar belakang dari perikop dalam Galatia 4:1-4 yaitu Galatia 3:29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.
Pada waktu kita masih anak-anak secara rohani, kita bisa saja terpengaruh atau bahkan takluk kepada roh dunia ini, tetapi ketika kita sudah beranjak dan bertumbuh menjadi dewasa rohani, maka kita menjadi anak-anak Allah dan menjadi ahli waris kerajaan Allah, hidup berkemenangan dan berkelimpahan (Galatia 4:6-7).
Matius 14:13-21 Pada waktu Tuhan Yesus pergi menyendiri untuk berdoa, orang-orang yang jumlahnya sangat banyak datang untuk melihat Tuhan Yesus dan diberkati dengan kebenaran firman Tuhan. Tuhan Yesus pun mengajarkan kebenaran firman Tuhan kepada orang-orang tersebut. Menjelang malam, orang-orang yang ada mulai kelaparan. Tuhan Yesus memerintahkan kepada murid-murid untuk memberi mereka makan. Para murid menjadi panik dan balik bertanya kepada Tuhan Yesus karena hanya ada persediaan lima roti dan dua ikan, dan tidak mungkin mencari persediaan makanan untuk lima ribu laki-laki belum temasuk perempuan dan anak-anak.
â€ÂTuhan Yesus memerintahkan kepada para murid untuk memberi mereka makanâ€Â, artinya jika Tuhan membawa kita ke arah dewasa secara rohani justru Tuhan akan bekerja melalui hidup kita.
Lukas 8:22-25, Dalam perjalan ke Gerasa, Tuhan Yesus dan para murid di landa angin badai. Saat itu Tuhan Yesus sedang tertidur, sementara para murid ketakutan dan panik dengan kondisi yang terjadi. Tuhan Yesus pun bangun menghadik angin itu. Tuhan Yesus menanyakan iman para murid; di manakah iman kalian? Tuhan Yesus ingin para murid yang bangkit dan menghardik badai tersebut, itu sebabnya Tuhan Yesus tidur.
Dua ribu tahun yang lalu Allah mengutus Tuhan Yesus. Hari ini Allah mengutus anak-anak-Nya yaitu kita yang percaya kepada Tuhan Yesus (Yohanes 20:21). Oleh sebab itu kita harus bertumbuh menjadi dewasa secara rohani agar kita senantiasa mengalami berkat, terobosan, kemenangan dari Tuhan Yesus. Amin
