Skip to content

DIPANGGIL DALAM KEKUDUSAN

Ps. Jesaya Henubau
Ibadah Minggu, 3 September 2023


Tuhan memanggil kita ke dalam persekutuan dengan anak-Nya. I Korintus 1:9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.
Allah juga membawa kita ke dalam persekutuan/hubungan yang penuh/lengkap/ sepenuhnya, yaitu;

a. Sebagai anak (Roma 8:9-19)
b. Sebagai sahabat (Yohanes 15:9-10)
c. Sebagai Guru dan murid (Matius 28:20)
d. Sebagai Gembala dan domba (Mazmur 23)
e. Sebagai Panglima dan prajurit Kristus (2 Timotius 2:3-4)
f. Sebagai kekasih (Yohanes 14:1-3)
g. Dia adalah Tuhan dan kita hamba-Nya


Keluaran 3:1-5 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb. Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?” Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.” Lalu la berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.

1. Dipanggil ke dalam kekudusan
Kudus artinya dipisahkan untuk Tuhan. Pada waktu Tuhan memanggil kita ke dalam kekudusan, kita dipisahkan untuk Tuhan.
Kita harus mempunyai waktu/tempat khusus yang kita sediakan untuk Tuhan.
• Pada waktu kita membaca Alkitab, jangan sambil nonton televisi, main handphone, dan aktifitas lainnya.
• Kita juga bisa mengusahakan suatu ruangan khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.
Allah kita memang Bapa yang murah hati, tetapi Allah kita adalah Allah yang kudus. Oleh sebab itu, kita tidak boleh main-main dengan Tuhan.
Kita dipanggil masuk ke dalam persekutuan dengan Tuhan, oleh sebab itu kita harus mempunyai waktu pribadi dengan Tuhan.


2. Menjadi hamba Tuhan
Setiap orang yang mau mengalami kekudusan Tuhan dan masuk ke dalam kemulian Tuhan harus menjadi hamba Tuhan. Hamba Tuhan yang dimaksud bukanlah menjadi seorang fulltimer, tetapi setiap orang yang melayani Tuhan sepenuh waktu melalui apapun yang Tuhan percayakan. Apapun yang kita kerjakan/perbuat adalah untuk Tuhan bukan untuk manusia (Kolose 3:23).
Keluaran 3:5 Lalu la berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.
“Tanggalkan kasut” dalam Perjanjian Baru di Lukas 15:22 pada waktu anak bungsu kembali ke rumah bapanya, ada tiga bagian yang Tuhan pulihkan yaitu di kasih jubah, cincin dan kasut/alas kaki.
Menanggalkan kasut berarti meninggalkan, melepaskan semua jabatan, status, pengalaman, pendidikan, keahlian, kesenangan, segala sesuatu yang kita anggap berharga, dan menjadilmengambil rupa/posisi sebagai seorang hamba, hanya melakukan semua yang Tuhan kehendaki.
Menjadi hamba berarti menanti-nantikan Tuhan, apa yang Dia ingin katakan, dan kita siap selalu kapan saja untuk melakukannya (Yesaya 40:31).
Firman Tuhan dalam Yesaya 40:31 terkait dengan Lukas 17:7-10 yaitu tentang kehambaan. Seorang hamba itu menantikan tuannya, apa yang tuannya akan katakan.
Jika kita ingin mengerti dan hidup dalam kekudusan Tuhan, maka kita harus menjadi hamba yang melakukan kehendak Tuhan.


Habakuk 2:1 Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku.
Kita menantikan Tuhan untuk apa yang akan Tuhan katakan. Kita menantikan Tuhan saat kita berdoa, bekerja, dan dalam berbagai aktifitas yang kita lakukan. Kita menantikan Tuhan sampai terobosan terjadi di dalam hidup kita.
2 Samuel 5:17-25 Pada waktu Daud berperang menghadapi orang Filistin, ia senantiasa menantikan petunjuk Tuhan untuk apa yang harus ia lakukan, tidak memakai pengalaman kemenangan sebelumnya sebagai dasar untuk berperang dalam langkah berikutnya.


3. Melayani Tuhan (Keluaran 3:6-10)
Ayat 10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.”
Sekalipun sudah dipilih oleh Tuhan, Musa masih beberapa kali berkelit dari tugas yang Tuhan percayakan bahkan Musa menyarankan agar orang lain saja yang Tuhan pilih untuk membebaskan orang Israel. Tetapi Tuhan tetap berkehendak untuk memilih Musa.
Hal sama pun mungkin pernah terjadi di dalam hidup kita, dimana kita mencoba untuk menghindar dari tugas yang Tuhan percayakan dan meminta kepada Tuhan agar memilih orang lain. Tetapi tetap berkehendak untuk memilih kita. Melayani Tuhan sebagai hamba berkaitan dengan kekudusan/ dipisahkan dan hanya untuk melayani Tuhan. Oleh sebab itu pikiran, perasaaan, kehendak, emosi, kemanusiaan, kedagingan kita harus dimatikan dan fokus kita hanya untuk melayani Tuhan.
Tuhan melihat ketaatan kita melayani Dia sebagai sikap hati kita kepada kekudusan Tuhan. Semakin kita menghormati kekudusan Tuhan, semakin kita bisa datang mendekat kepada Tuhan sebagai sebagai hamba.


4. Berkat melayani sebagai hamba
Setiap orang yang melayani Tuhan akan mengalami dan melihat berbagai hal dalam hidupnya, yaitu Mujizat demi mujizat
• Perkenanan Tuhan
• Pembelaan Tuhan
. Menerima rahasia Tuhan
Bilangan 12:6-8 Lalu berfirmanlah la: “Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?” Musa dipilih Allah untuk memandang wajah Tuhan Yesus dan berbicara dengan Dia. Musa dibawa maju 1.500 tahun ke depan dan melihat Anak Allah yang turun sebagai manusia (Matius 17:3).
Dengan pengalamannya bertemu muka dengan Tuhan Yesus, Musa bernubuat bahwa akan bangkit seorang nabi sepert dia, dimana setiap firman yang disampaikan tajam, tepat dan menggetarkan (Ulangan 18:18).
Nabi Yesaya memandang kekudusan Tuhan, ia melihat ujung jubah-Nya penuh ke dalam bait Tuhan, kemuliaan Tuhan penuh dan Yesaya takut gemetar, jatuh tersungkur karena ia merasa najir bibirnya (Yesaya 6:5). Tuhan menyatakan kekudusannya kepada Yesaya karena ia merendahkan dirinya di hadapan Tuhan sebagai seorang hamba.
Jika kita merendahkan diri di hadapan Tuhan sebagai seorang hamba, maka kita akan menerima kekudusan Tuhan, mujizat demi mujizat, perkenanan Tuhan, pembelaan Tuhan, dan rahasia-rahasia Tuhan.


5. Kekudusan Tuhan mutlak, sempurna
Bilangan 20:2-13, Ada satu peristiwa dimana Musa tidak percaya kepada Tuhan dan tidak menghormati kekudusan Tuhan. Musa diperintahkan Tuhan untuk berbicara kepada bukit batu agar mengeluarkan air, tetapi karena emosi dia justru memukul bukit batu itu dengan tongkatnya (Ayat 11-12).
Kita dipanggil ke dalam kekudusan. Oleh sebab itu, kita tidak boleh melanggar kekudusan Tuhan karena membuat api Roh Kudus dalam hidup kita meredup bahkan mati. Tetapi jika kita menghormati kekudusan Tuhan, maka api Roh Kudus dalam hidup kita akan semakin menyala. Kekudusan Tuhan mutlak, sempurna dan tidak bisa dikompromikan dengan dosa dan ketidaktaatan.

No results found...