Skip to content

MUSIM KEBANGKITAN

Ps. Jesaya Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu 1 Oktober 2023

Kita hidup di jaman yang terus berubah, dan tidak ada yang tetap kecuali Tuhan dan Firman-Nya yang tidak berubah untuk selama-lamanya.

Tuhan tidak pernah kehilangan atau tertinggal dengan segala perkembangan atau perubahan jaman. Dia mengetahui segala sesuatu dari awal sampai akhir, bahkan mempersiapkan kita untuk menjadi bagian dari rencana-Nya yang besar.

Banyak orang berkata bahwa ini adalah tahun politik, dan semuanya berkaitan dengan siapa pemimpin berikutnya di Indonesia. Ada banyak yang lain lagi berkata ini adalah jaman resesi, jaman kesulitan ekonomi. Dan mungkin memang benar semuanya seperti yang diperkirakan tersebut. Tetapi bagi kita orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, ini adalah jaman kebangkitan! Musim penuaian! Waktu dimana kuasa dan kasih karunia Tuhan dicurahkan kepada semua manusia! Musim ini adalah musim kebangkitan, musim kebangunan rohani, hari kehidupan kembali dan bergerak!

A. KEMATIAN, KELEMAHAN DAN TIDUR NYEYAK

APA YANG TERJADI KALAU SESEORANG LEMAH, TERTIDUR ATAU BAHKAN MATI SECARA ROHANI?

1. Kasih menjadi dingin – Kehilangan kasih mula-mula.

Kematian atau kelemahan, itu tidak terjadi dalam waktu singkat, tetapi bertahap, dimulai dengan kasih menjadi dingin.

Wahyu 2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

Matius 24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Jika kita tidak berjaga-jaga, akan menurunkan standar rohani.

  • Apa yang dulu pada waktu cinta mula-mula kita lakukan dengan segenap hati, sekarang menjadi rutinitas dan kewajiban. Bahkan apa yang dulu kita tinggalkan, sekarang diambil lagi, dicoba, diminum, dipakai lagi, nonton lagi, pergi lagi ke tempat-tempat yang kita tahu adalah bertentangan dengan Roh Tuhan dalam hatimu.
  • Dan kita tidak menyadarinya, karena hati kita sudah menjadi dingin, tidak ada lagi kerinduan kepada Tuhan dan hadirat-Nya. Tidak ada lagi kerinduan untuk membaca atau menikmati Firman Tuhan.
  • Tidak ada lagi visi, tidak ada lagi waktu berdoa, tidak ada lagi waktu untuk bersaksi atau membawa orang lain, keluarga, teman kepada Tuhan Yesus atau paling tidak mengucapkan berkat bagi orang lain.
  • Tidak ada lagi kerinduan untuk melayani Tuhan

Tidak ada lagi takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan artinya menyadari bahwa Tuhan itu kudus, dan kita telah menjadi milik Tuhan, dipisahkan untuk Tuhan, dan kita bukan milik diri sendiri lagi. Takut akan Tuhan artinya menyadari kehadiran Tuhan dalam hidup kita dan kita hormat, gentar, tidak berani untuk tidak menghargai hadirat Tuhan. Takut akan Tuhan = menjauhi kejahatan (Ayub 28:28; Amsal 8:13).

Kalau Tuhan Yesus ada dalam hidup kita, maka kekudusan-Nya, kasih-Nya, kuasa-Nya, kehadiran-Nya membuat kita hormat, hati kita tidak tenang kalau berbuat dosa, kita ingin menyenangkan dan melayani Dia.

Wahyu 1:12-20). Pada waktu rasul Yohanes berhadapan dengan Tuhan Yesus, ia jatuh tersungkur, bahkan ia tidak berani mengangkat wajahnya, melakukan apapun  karena kemuliaan Tuhan memenuhi hidupnya. Seseorang yang dipenuhi kemulian Tuhan akan menghormati dan melayani Tuhan dengan taku dan gentar.

Tetapi kalau kita kehilangan kasih mula-mula, dengan kata lain: kasih menjadi dingin, maka semuanya menjadi rutinitas agamawi dan bukan hubungan pribadi, bukan lagi kesukaan atau kerinduan. Seperti Yunus kita akan lari dari panggilan kita dan bukan berlari kepada panggilan kita.

2. Mengeraskan hati – Hardened heart

Roma 11:7-10 Jadi bagaimana? Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya, tetapi orang-orang yang terpilih telah memperolehnya. Dan orang-orang yang lain telah tegar hatinya, seperti ada tertulis: Allah membuat mereka tidur nyenyak, memberikan mata untuk tidak melihat dan telinga untuk tidak mendengar, sampai kepada hari sekarang ini. Dan Daud berkata: Biarlah jamuan mereka menjadi jerat dan perangkap, penyesatan dan pembalasan bagi mereka. Dan biarlah mata mereka menjadi gelap, sehingga mereka tidak melihat, dan buatlah punggung mereka terus-menerus membungkuk.

Orang-orang Israel generasi pertama yang keluar dari Mesir telah menjadi contoh orang-orang yang mengeraskan hati. Mereka bukan hanya tidak masuk tanah perjanjian, tetapi mereka juga terhilang selamanya!

Jika kita terus mengeraskan hati, kita akan kehilangan kasih karunia Allah. Ibrani 3:7-9 Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.

Mengeraskan hati tidak langsung/dengan tiba-tiba, tetapi dimulai dengan kasih yang menjadi dingin/ kehilangan kasih mula-mula.

Jika hati kita sudah keras, maka apapun firman Tuhan yang disampaikan tidak akan masuk ke dalam hati kita.

Jika ada di antara kita yang hatinya sudah keras, saatnya bagi kita dengan kerendahan hati datang kepada Tuhan, bertobat dan berbalik dari jalan yang jahat, agar Tuhan mengampuni dan memulihkan hidup kita (2 Tawarikh 7:14).

3. Tidak mengerti atau menyadari keadaan – Blindness, Oblivious

Seseorang yang mati secara rohani:

  • Ia mempunyai mata tetapi tidak dapat melihat = Buta. Yang dimaksud adalah bukan tidak dapat melihat secara jasmani tetapi tidak bisa melihat kebenaran, melihat tangan Tuhan yang bekerja, mengerti apa yang sedang terjadi.
  • Ia mempunyai telinga tetapi tidak dapat mendengar = Tuli. Yang dimaksud adalah tidak dapat mendengar suara Tuhan, apa yang sedang Tugan kerjakan.

Karena hati kita keras dan kita mengeraskan hati, maka secara rohani kita tidak lagi sensitive, menjadi tumpul dan tidak tahu apa-apa.

Buta, tuli dan tidak mengerti kebenaran, tidak bisa membedakan mana yang adalah tipuan musuh dan mana yang adalah jalan kebenaran.

Binatang babi senang mandi dalam kubangan lumpur, tetapi kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus, jadi tempat kita bukan di kubangan lumpur! Tempat kita adalah di dalam hadirat Tuhan, melakukan seluruh kehendak Allah dalam kekuatan Roh Kudus.

Matius 13:13-15 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.

Kalau seseorang sudah sampai di tahap ini, tidak bisa lagi membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Bahkan mengatakan pembunuhan adalah karena hak asasi manusia, membalas kejahatan dengan kejahatan yang lebih jahat lagi, sampai puas, karena itu adalah manusiawi, alasannya = saya juga manusia, punya daging. Itu berarti hatinya sudah keras, panca indera rohaninya sudah buta dan tuli, sehingga hidup lama dan kedagingannya yang berkuasa, bangkit dan muncul! Tidak sensitive kepada suara Roh Kudus, tetapi sangat sensitive kepada apa kata orang, mudah tersinggung, cepat marah, menyimpan dendam di dalam hati.

4. Kelimpahan menjadi jerat – Prosperity becoming a snare

Roma 11:9 Dan Daud berkata: Biarlah jamuan mereka menjadi jerat dan perangkap, penyesatan dan pembalasan bagi mereka.

Ketika seseorang mulai dingin, mengeraskan hati, dan buta secara rohani, maka keberhasilan, berkat bahkan prestasi menjadi jerat dalam hidupnya.

Simson, seorang dari para hakim, tidak tahu bahwa terus-menerus hidup di dalam dosa,  pada akhirnya akan melahirkan maut (Hakim-hakim 16:20; Yakobus 1:13-15). Dia terjerat dalam pikiran manusiawinya bahwa karena Tuhan masih memberikan kekuatan sekalipun dia sudah berbuat dosa, maka berdosa tidak apa-apa.

Kekuatan Simson, keberhasilan dan kemenangannya telah menjadi jerat dalam hidupnya. Dia berpikir bahwa karena dia masih menang, masih kuat, maka Tuhan berkenan. Tidak! Yang benar adalah Tuhan panjang sabar dan penuh dengan belas kasihan, sehingga Tuhan memberikan kemurahan untuk tidak langsung menghukum dia, tetapi memberikan kesempatan untuk bertobat.

2 Petrus 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Setiap dosa ada hukumannya, setiap pelanggaran aka nada balasannya, tetapi Tuhan Panjang sabar.

Oleh karena ada rancangan damai sejahtera dalam hidup kita, kita masih diberkati. Oleh karena ada panggilan Tuhan dalam hidup kita, kita masih diberkati. Oleh karena Tuhan ingin melalui hidup kita menjadi berkat bagi orang lain, sehingga masih ada terobosan yang terjadi. Tetapi bukan berarti Tuhan berkenan kalau kita berbuat dosa.

Roma 2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan.

Kita tidak perlu iri hati kepada mereka yang belum mengenal Tuhan karena kita sudah mengenal Tuhan. Jika kita masih  iri hati, maka hati kita sudah dingin dan keras.

Ulangan 8:17-18 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

5. Tidak bisa bertobat – Point of no return

Matius 27:3-5 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah. Tetapi jawab mereka: Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri! Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

Jika kita terus menerus tidak bertobat, maka kita akan sampai pada suatu titik dimana tidak ada lagi dapat bertobat, bahkan mau bertobat pun tidak bisa karena tidak ada kesempatan untuk bertobat.

Ibrani 6:4-6 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

6. Mati secara rohani – Died

Mati secara rohani, tidak punya hubungan lagi dengan Tuhan, bukan hanya meragukan Tuhan, tetapi sampai di titik menjadi musuh Tuhan.

Filipi 3:18-19 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

B. KEBANGKITAN, KEKUATAN DAN KEGERAKAN

Mazmur 88:11-13 Apakah Kaulakukan keajaiban bagi orang-orang mati? Masakan arwah bangkit untuk bersyukur kepada-Mu? Dapatkah kasih-Mu diberitakan di dalam kubur, dan kesetiaan-Mu di tempat kebinasaan? Diketahui orangkah keajaiban-keajaiban-Mu dalam kegelapan, dan keadilan-Mu di negeri segala lupa.

Jika saat ini kita sudah mati secara rohani, Tuhan sanggup membangkitkan kita.

Yehezkiel 37:1-14 Tuhan membangkitkan tidak hanya satu orang, satu keluarga, tetapi satu bangsa.

Ayat 1-3 Kita tidak bisa bangkit sendiri, kecuali Tuhan sendiri yang membangkitkan kita.

Hari ini adalah hari kebangkitan bagi kita. Tuhan ingin memberikan kasih karunianya bagi kita. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil, Dia sanggup bekerja. Jika Roh-Nya dicurahkan, maka apa saja yang mati akan hidup kembali, tulang yang kering pun akan tersambung kembali, semua yang sepertinya tidak ada kegerakan dan harapan, dalam sekejap ada pengharapan, kebangkitan, dan mujizat.

Jika Tuhan sanggup membangkitkan suatu bangsa, maka tidak ada yang sukar bagi Tuhan untuk membangkitkan hidup kita.

Ayat 4-6 Kita memang tidak punya suatu apapun, tetapi Tuhan yang memberi segala sesuatunya kepada kita. Jika kita menerimanya, maka Tuhan akan meletakan di dalam hidup kita.

Yehezkiel 37:5-6 Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali. Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

No results found...