Ps Debora Henubau Ringkasan Khotbah MInggu 30 Juni 2024 Mujizat itu dari Tuhan dan oleh…
SIAPA YANG KITA SEMBAH?
Ps Jesaya Henubau
Ringkasan Khotbah 3 Maret 2024
Ulangan 8:1-3 “Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu. Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.
Yohanes 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Tujuan Tuhan membawa bangsa Israel melewati padang gurun adalah untuk mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka.
Ada tiga hal yang disembah oleh setiap orang
1. Penyembahan berhala
Keluaran 32:1-4 Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir  kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.” Lalu berkatalah Harun kepada mereka: “Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada pada telinga isterimu, anakmu laki-laki dan perempuan, dan bawalah semuanya kepadaku.” Lalu seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada pada telinga mereka dan membawanya kepada Harun. Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: “Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!”
Latar belakang dari ayat ini terjadi dalam peristiwa perayaan hari Tuhan (sekarang disebut hari Pentakosta). Saat itu Musa sedang menantikan sepuluh hukum Tuhan diberikan, tetapi orang Israel menyembah lembu emas. Orang Israel menyembah lembu emas bukan karena tidak mengenal Tuhan. Mereka menyembah lembu emas setelah melihat mujizat demi mujizat terjadi bahkan sampai sepuluh tulah terjadi, tidak ada satu pun yang dialami oleh orang Israel. Kemudian ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, ketika mau menyeberang laut merah, di belakang mereka ada pasukan musuh yang mengejar. Pada saat itu, Tuhan memindahkan tiang awan dan tiang ke belakang mereka untuk melindungi mereka dan di saat yang sama, di depan mereka Tuhan membelah laut sehingga mereka bisa berjalan menyeberangi laut Merah.
Jika kita tidak menyembah Tuhan, hanya ada dua kemungkinan: kita menyembah berhala atau diri sendiri.
Orang Israel tidak menyembah Tuhan, melainkan menyembah berhala.
Ada orang yang datang ke gereja bukan menyembah Tuhan, tetapi menyembah mujizat, berkat, semua yang Tuhan berikan, karunia-karunia yang Tuhan anugerahkan, bahkan menyembah hamba Tuhan yang menurut mereka luar biasa. Oleh sebab itu, kita harus memastikan bahwa kita menyembah Allah yang hidup.
Ada banyak mujizat yang Tuhan lakukan bagi bangsa Israel setelah mereka keluar dari Mesir. Tuhan menyediakan makanan (manna) setiap hari, Tuhan menyediakan air, dll. Tetapi di sisi lain, Tuhan juga memberikan kesempatan hati mereka untuk diuji.
Keluaran 32:1 “Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu……….â€Â
Akan ada waktunya dalam hidup kita, dimana kita sendiri saja dan saat itulah hati kita akan diuji.
Dalam kisah bangsa Israel, mereka senantiasa memperoleh penyediaan Tuhan selama di padang gurun, tetapi tidak sebanyak yang mereka akan dapatkan di tanah perjanjian. Mereka diuji hatinya sebelum mereka menerima mujizat.
Roma 1:21-23 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
Banyak orang tidak menyembah Sang Pencipta, tetapi justru menyembah ciptaan-Nya, bentuknya bisa seperti manusia, binatang, dan ciptaan Tuhan lainnya. Apa yang mereka lakukan menggantikan penyembahan kepada Allah yang benar. Beberapa contoh dimana orang menyembah kepada berhala bukan kepada Allah yang benar:
- Menyembah kepada orang yang masih hidup (idolanya).
- Menyembah harta, kekayaan, uang. Matius 6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
- Menyembah jabatan/kedudukan, dimana tidak mau kehilangan jabatan/ kedudukan, tetapi menolak Kristus dan meninggalkan iman kepada Tuhan Yesus.
Apapun yang kita anggap paling berharga, itu yang akan kita sembah, dan akhirnya dibalik semua ini adalah si penipu (iblis). Yohanes 8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
2. Menyembah diri sendiri
Kejadian 3:1-5 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”
Iblis itu penipu, buktinya Adam dan Hawa sudah makan buahnya, tetapi mereka tidak menjadi seperti Allah, melainkan di buang dari taman Eden.
Firman Tuhan mengatakan bahwa seluruh dunia ini telah jatuh ke dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23).
Hawa ditipu dan diperdaya oleh iblis dengan mengarahkan untuk menyembah kepada dirinya sendiri, akan menjadikannya seperti Allah, dan bebas melakukan apa yang ada dipikirannya.
Iblis sebenarnya yang pertama kali jatuh kepada keinginan untuk menyembah diri sendiri. Yesaya 14:13-14 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
Iblis menipu dan tipuannya klasik, tetapi berhasil dimana sampai saat ini masih banyak orang yang tertipu dan diperdaya oleh iblis.
Lukas 12:13-21 Orang kaya yang bodoh karena dia menyembah kepada dirinya sendiri.
Ayat 17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
Ayat 19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
Sebuah fakta yang disenangi oleh manusia dan terjadi di hari-hari ini.
- Bersenang-senang untuk pencapain/keberhasilan dan beranggapan bahwa semua itu karena usahanya/kehebatannya.
- Berbagai penawaran datang di media sosial (pinjaman tanpa jaminan, dll). Mengapa penawaran tersebuti datang? Karena yang diingatkan dan dipromosikan adalah untuk kenikmatan diri sendiri.
- Menjadi gampang marah jika yang menjadi kemauannya/keinginannya tidak terjadi.
Segala sesuatu akan diuji pada waktunya. Apakah benar untuk Tuhan? Apakah kita menyembah Tuhan atau menyembah diri sendiri?
3.Menyembah Allah yang benar
Jika kita menyembah sang pencipta, Allah yang datang dalam nama Tuhan Yesus, maka segala yang ada dalam hidup kita akan berpusat kepada Tuhan.
Segala sesuatu kita berikan yang utama dan terutama untuk Tuhan. Kalau Tuhan senang, kita senang, dan kalau Tuhan sedih, kita juga sedih.
Yosua 24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
Setiap orang dapat memilih, yaitu menyembah Allah yang datang dan memperkenalkan diri dalam nama Tuhan Yesus.
Yohanes 20:11-16 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.”Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.
Mengapa Maria menangis? Maria menangis bukan karena berhalanya hilang, segala yang dimiliki hilang (uang, jabatan, dll), bukan karena tidak bisa bersenang-senang, berjalan-jalan. Tetapi Maria menangis karena dia kehilangan Yesus.
Jika kita menyembah Tuhan:
- Kita menangis pada waktu kita tidak memiliki hadirat Tuhan.
- Kita harus cepat-cepat pulang ke rumah jika merasa jauh dari Tuhan.
- Berlutut dan menangis di hadapan TUhan jika merasa Roh Tuhan meninggalkan kita.
Apa yang ditangisi Daud dalam hidupnya? Bukanlah segala sesuatu yang lain, Daud meminta kepada Allah agar jangan mengambil Roh-Nya dari hidupnya (Mazmur 51:13).
Daud memiliki kerinduan untuk senantiasa menyembah kepada Allah yang benar dan rindu selalu ada di pelataran hadirat Tuhan. Mazmur 27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
Jika kita ingin mengalami hidup yang sebenarnya, maka kita harus benar-benar menjadi orang menyembah Allah yang benar. Yeremia 17:7-8 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Kalau kita menyembah Tuhan, maka kita akan melihat dan mengalami kelimpahan dalam hidup kita. Kemudian Tuhan akan menguji hati kita dan memberi balasan untuk apa yang kita lakukan. Yeremia 17:10 Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”
Hidup kita diuji pada waktu kita untuk sementara waktu tidak melihat Tuhan dan pekerjaan-Nya.
Hosea 4:6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.
Manusia duniawi tidak akan mengerti setiap ujian yang dialaminya. Tetapi kita dapat mengertinya karena kita menyembah Allah yang benar..Dalam hidup ini, kita akan mengalami ujian demi ujian. Tuhan ingin kita menang dalam setiap ujian yang kita hadapi. Oleh sebab itu, kita harus menyiapkan hati kita untuk senantiasa masuk ke dalam hadirat Tuhan dan menyembah Allah yang benar.
