Skip to content

RENCANA DAN TUJUAN TUHAN MEMBAWA UMATNYA MELEWATI PADANG GURUN

Ps. Jesaya Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu 7 Januari 2024

PERJANJIAN YANG BARU 2

Ulangan 8:1 “Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu.

Rencana dan tujuan Tuhan membawa setiap orang melewati pandang gurun, baik secara pribadi, maupun sebagai satu keluarga dalam Tuhan (gereja-Nya) adalah untuk membawa mereka masuk ke tanah perjanjian dengan hati yang siap. Maksudnya adalah hidup kerohanian/ hati kita siap untuk mengalami kelimpahan dan semua berkat di tanah perjanjian yang Tuhan telah sediakan.

Tuhan membawa orang Israel keluar dari Mesir untuk masuk tanah perjanjian. Akan tetapi sebelum mereka masuk ke tanah perjanjian, mental, pikiran, dan semua yang lama dari hidup mereka harus di buang dulu, dan itu yang dilakukan Tuhan di pagang gurun selama 40 tahun

Ulangan 8:2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak

Pada waktu kita masuk tahun yang baru (tahun 2024), kita harus mengingat semua perjalanan kita di tahun sebelumnya (tahun 2023), tidak hanya hal yang buruk saja, tetapi yang lebih utama adalah mengingat hal-hal yang baik yang Tuhan lakukan dalam hidup kita.

1. MERENDAHKAN HATI

Ulangan 8:2-3 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.

Ada tiga kali kata hati dalam ayat tersebut. Ini berarti Tuhan melihat hati kita lebih dahulu sebelum Tuhan memberikan berkat kepada kita.

Hati kita adalah yang pertama dan terutama yang dilihat oleh Tuhan. Allah menguji hati!

Kita diuji dalam dua sisi:

  • Pada waktu dihina, direndahkan, tidak dianggap, tidak ada terobosan, sepertinya tidak ada yang baik, segalanya datar-datar saja, bahkan cenderung menurun
  • Pada bagian lain kita diuji pada waktu sedang naik/menanjak, dapat pujian, dihargai dimana-mana, terkenal.

Tujuan dari dua sisi ujian tersebut adalah:

  • Apakah kita benar melayani Tuhan atau melayani ego diri sendiri.
  • Apakah kita tetap percaya kepada janji Tuhan, atau kita justru putus asa.
  • Apakah kita sudah rendah hati, siap untuk menerima Kerajaan Allah, memerintah bersama dengan Tuhan Yesus, atau masih harus melewati padang gurun lagi.

1 Samuel 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Mengapa Tuhan ingin memastikan bahwa umat-Nya rendah hati?

  1. Tuhan Yesus rendah hati

Tuhan ingin hidup kita menjadi serupa dengan Tuhan Yesus. Karena Tuhan Yesus memiliki sikap rendah hati, maka kita pun harus memiliki sikap rendah hati.

Filipi 2:5-8 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Tuhan ingin setiap orang yang mau menjadi bagian keluarga Kerajaan Allah, diubahkan hidupnya, hatinya menjadi seperti Tuhan Yesus. Tuhan mau kita serupa dengan Kristus, bukan serupa dengan yang lain.

Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Tujuan Tuhan bagi hidup kita adalah masuk ke dalam tanah perjanjian, tetapi adakalanya kita harus melalui padang gurun agar kita menjadi rendah hati. Pada waktu kita harus melewati padang gurun, kita tidak boleh kecewa dan putus asa, tetapi harus tetap percaya kepada Tuhan.

Memasuki tahun 2024 kita harus memastikan diri kita bahwa kita memiliki sikap yang rendah hati.

Matius 21:4-5 BIS Hal itu demikian supaya terjadilah apa yang dikatakan oleh nabi sebagai berikut,”Katakanlah kepada Sion, Rajamu sedang datang kepadamu. Ia rendah hati dan menunggang seekor keledai, seekor anak keledai yang muda.

Zakharia 9:9 BIS Hai penduduk Sion, bergembiralah! Hai penduduk Yerusalem, bersoraklah! Lihatlah! Rajamu datang dengan kemenangan! Ia raja adil yang membawa keselamatan. Tetapi penuh kerendahan hati ia tiba mengendarai keledai, seekor keledai muda.

  • Satan tinggi hati (Yesaya 14:12-15; Yehezkiel 28:12-18)

Jauh sebelum manusia jatuh ke dalam dosa, ada pribadi lain bersama ciptaan sorgawi lainnya yang lebih dahulu jatuh ke dalam dosa, yaitu Satan/Iblis. Dalam Wahyu 12:9 dia juga disebut Ular Tua dan Naga Merah Besar. Iblis/ Satan ini jatuh ke dalam dosa kesombongan sekalipun dalam kekekalan, di Hadirat Tuhan.

Tuhan tidak ingin salah seorang dari anak-anak-Nya mengulangi kesalahan yang sama, setelah kita semua ada dalam kekekalan bersama dengan Dia di Kerajaan Allah.

Itu sebabnya, Tuhan menguji hati kita sampai semua kesombongan, keangkuhan, pride, ego, I, me, myself mati, benar-benar direndahkan sampai mati. Tuhan ingin kita dapat berkata bukannya aku lagi yang hidup, tetapi Yesus yang hidup dalam hidupku (Galatia 2:20).

  • Tuhan menentang orang yang tinggi hati

Tuhan menentang orang yang sombong, tinggi hati, congkak, prideful, semaunya sendiri.  Yakobus 4:6  Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

2. HIDUP DARI FIRMAN TUHAN

Matius 4:4 Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Rendah hati itu hidup dari firman, bukan hidup dari kemampuan, kekuatan, kehebatan, kekayaan, dan kepintaran.

Jika kita mau bermegah, kita harus bermegah karena kita mengenal Tuhan bahwa Dia adalah Allah yang mendeklarasikan hikmat, takut akan Allah (Yeremia 9:23-24).

Ulangan 8:3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.

Hidup dari Rhema Firman Tuhan itu practical dan kita dapat alami setiap hari.

Kalau kita kehilangan jalan kita bersama Tuhan, artinya kita tidak punya Rhema, tidak dapat tuntunan Roh Kudus, kembali lagi ke tempat di mana kita sudah tidak taat, maka kita harus merendahkan diri, minta belas kasihan Tuhan dan serahkan diri kita sekali lagi kepada Tuhan. Kita minta Tuhan membaharui hati kita dan convenant-Nya dengan kita. Jika kita menempatkan Tuhan sebagai prioritas pertama dalam hidup kita, maka kita akan kembali mengalami bagaimana Tuhan menuntun kita langkah demi langkah.

3. MENJADI PEWARIS KERAJAAN ALLAH

Yohanes 1:12  Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa (otoritas) supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.

Allah Bapa dan TUHAN adalah Bapa yang ingin mewariskan Kerajaan-Nya kepada anak-anak-Nya, termasuk kepada kita.

Ulangan 8:5-6 Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya. Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia.

Kita diajar, dilatih, ditegur, diarahkan oleh Tuhan supaya kita siap memerintah bersama dengan Tuhan, dan menjadi ahli waris-Nya (Galatia 4:1-7).

Perjalanan kita bersama dengan Tuhan bukan untuk berhenti di padang gurun, tetapi untuk masuk ke tanah perjanjian yang penuh dengan berkat Tuhan yang melimpah.

Ulangan 8:7-9 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung; suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya; suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apa pun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga.

No results found...