Skip to content

AKAR ORANG BENAR TIDAK AKAN GONCANG DAN PASTI MENGHASILKAN BUAH

AKAR ORANG BENAR TIDAK AKAN GONCANG  DAN PASTI MENGHASILKAN BUAH

Aps. DR Daniel Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu 1 Maret 2020

Pembacaan Alkitab: Amsal 12 : 3, 12

Siapa orang benar itu? Orang benar adalah orang yang telah dibenarkan.

Siapa orang yang telah dibenarkan itu?  Roma 3 : 23 – 25. Sejak kejatuhan Adam, maka semua manusia berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, tetapi oleh kasih karunia Allah telah DIBENARKAN dengan cuma-cuma melalui karya penebusan Tuhan Yesus Kristus.

Jadi, Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat adalah orang yang telah dibenarkan (Tzadikim – Ibrani). Itu sebabnya,Alkitab menegaskan bahwa tidak ada orang benar karena kebenarannya sendiri. Sebaik apapun dia, tetaplah seorang yang jahat, karena telah berdosa, yang benar adalah yang telah dibenarkan di dalam Kristus, yaitu iman di dalam darah-Nya sebagai pendamaian.

  • Orang benar adalah orang yang hidup oleh iman, dan tidak mengundurkan dirinya dari Tuhan

Ibrani 10 : 38 – 39 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya. Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup. Orang benar adalah orang yang setia sampai akhir, tetap percaya kepada Tuhan, tidak pernah berpikir untuk mengundurkan diri, ataupun lari dari hadapan Tuhan dalam situasi kondisi apapun.

  • Orang benar adalah orang yang tetap teguh berpegang kepada pengakuan tentang pengharapannya di dalam Tuhan Yesus Kristus, Ibrani 10 : 23 (baca)

Pengharapan orang benar itu jelas, seperti sauh/ jangkar yang kuat sehingga tidak dapat diombang-ambingkan dengan apapun, itulah iman kepada janji dan firman Tuhan. Artinya orang benar percaya dengan iman bahwa Tuhan setia untuk menepati janji-Nya.

  •    Orang benar selalu senang untuk bersekutu dengan firman Tuhan, dan teman-teman seiman.

Ibrani 10 : 24 – 25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

  • Orang benar adalah orang yang senantiasa tekun menantikan janji Tuhan, Ibrani 10 : 35 – 36.

Di dalam Tuhan Yesus selalu ada berkat yang disediakan, itulah upah yang disediaka untuk kita selama kita setia mengikuti-Nya. kita memerlukan ketekunan karena sedikit waktu lagi kita akan menerima apa yang telah di janjikan Tuhan kepada kita.

  • Orang benar adalah orang yang mengandalkan Tuhan dalam hidupnya, Yeremia 17 : 7 – 8.

Orang benar adalah orang yang mengadalkan Tuhan dan menaruh harapannya kepada Tuhan. Seperti pohon yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, tidak mengalami panas terik, tidak kuatir dalam tahun kering, dan tidak berhenti menghasilkan buah.

Ketika Alkitab berbicara tentang kehidupan manusia, Alkitab seringkali menggunakan dua ilustrasi itulah pohon dan rumah atau bangunan, Kolose 2 : 6 – 7 (baca) …Hendaklah kamu berakar di dalam Dia… menggambarkan pohon, …dan dibangun di atas Dia…menggambarkan rumah atau bangunan. Kita harus terus-menerus bertumbuh dan dibangun di dalam Tuhan,  itu sebabnya AKAR dan FONDASI/ DASAR kita harus kuat dan dalam. Supaya kita menjadi pohon atau bangunan yang kuat dan kokoh.

Lukas 6 : 46 – 49 (baca) Tuhan menghendaki kita bukan hanya mendengar firman tetapi juga melakukannya. Kita diumpamakan sama seperti seorang yang menggali dalam-dalam tanah untuk meletakan dasar di atas batu, sehingga rumah itu kokoh berdiri sekalipun diterpa oleh badai. 

Kita ada di akhir zaman, dan hal itu sudah dinubuatkan, bahwa akan tampil banyak penyesat, hal ini menjelaskan bahwa sebenarnya iman Kristen sedang diuji. Banyak orang Kristen tertarik dengan nubuatan-nubutan yang palsu, yang tidak berdasar kepada firman Tuhan. Nubutan harus menjelaskan tentang firman Tuhan, karena fondasi iman Kristen jelas; Tuhan Yesus dan firman-Nya.

Akar menyangkut tentang sikap hati kita, supaya akar kita semkian kuat, maka kita harus terbuka atau membuka diri untuk dipimpin, diperlengkapi,  dan dikoreksi oleh Roh Kudus melalui firman Tuhan, dan sikap hati kita harus serius lapar dan haus untuk menyambut firman Tuhan, setiap kali kita datang beribadah kepada Tuhan di GDS. Masukan firman Tuhan ke dalam hati, jiwa, dan roh kita, itu sebabnya mencatat firman Tuhan itu penting, karena firman Tuhan harus melekat di dalam diri kita.

Akar orang benar tidak akan goncang, akar adalah bagian dari sebuah pohon yang tidak kelihatan karena berada di dalam tanah, tujuannya untuk menghisap air dan sari makanan. Dan biasanya pohon yang kuat dan besar memiliki akar yang dalam dan kuat. Benih yang gagal untuk berakar, adalah gambaran orang yang senang mendengar firman Tuhan mau mengikuti Tuhan Yesus, tetapi tidak berakar lebih dalam untuk menaati firman, karena masih senang kompromi dengan dosa.

Markus 4 : 14 – 20 Penabur itu menaburkan firman Tuhan…

Ayat 15, Tanah di pinggir jalan; Menggambarkan respon acuh tak acuh terhadap firman Tuhan, itu sebabnya iblis akan mencuri benih firman itu, gampang terpengaruh dengan perkataan orang lain manusia yang mengandalkan kedagingan.

Ayat 16 Tanah yang berbatu-batu; Benih itu akan tahan sebentar saja, namun akan mati karena terhimpit, “batu-batu” itulah penindasan dan penganiayaan karena firman Tuhan, sehingga membuat orang menjadi murtad. Sikap hati kita harus terbuka diajar, dibersihkan dan diperlengkapi. “Batu-batu” itu harus diangkat dan disingkirkan supaya firman bisa bertumbuh.

Ayat 18 Tanah semak duri; Menggambarkan bahwa respon orang yang mengikut Tuhan hanya berdasarkan perasaan atau emosi.

Ayat 20 Tanah yang baik; artinya orang yang memiliki sikap hati yang benar yaitu menyambut dan menerima firman Tuhan, sehingga firman itu tertanam dalam hidupnya dan menghasikan buah.

Ada tiga level lapisan tanah, tanah dilapisan atas, lapisan tengah, dan lapisan bawah. Tuhan menghendaki agar firman-Nya harus tertanam di tanah yang dalam, itulah ke dalam hati dan roh kita. kita harus tertabnam dan berakar di dalam firman-Nya, kita harus bertumbuh dalam keintiman dengan Tuhan, agar hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus.

Yohanes 15 : 7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Kita harus tertanam dan berakar di dalam Tuhan, di dalam gereja-Nya (GDS) yang sungguh-sungguh mengajarkan firman Tuhan.  Kita harus senantiasa memberi waktu untuk Tuhan, untuk beribadah dan miliki persekutuan secara pribadi dengan Tuhan dan firman-Nya.

Agar akar kita lebih dalam, kita pasti mengalami banyak hambatan, itulah yang kita sebut sebagai proses! Sama seperti Yusuf, dan raja Daud, mereka harus melewati proses yang sulit, tapi Tuhan tetap membela dan mempromosikan mereka. Akar orang benar tidak akan goncang, tetapi kuat dan menghasilkan buah. Untuk dapat menghasilkan buah, akar itu harus melewati proses, akar itu harus menembus sampai kepada tanah yang subur, berhumus, berair, baru menghasilkan buah. Dalam melewati proses akan ada masa dimana kita mengalami pembentukan.

Tuhan selalu membentuk kita dalam, rumah tangga, keluarga, bahkan dalam satu jemaat, seringkali ada gesekan seorang dengan yang lain “besi menajamkan besi”, tetapi tujuan Tuhan adalah supaya kita semakin harmonis. Baik kita dengan Tuhan, maupun kita dengan sesama kita.

Akar seseorang akan diuji dengan berbagai macam tantangan dan kesuliatan, yang tujuannya menjadikan akar itu kuat dan tidak tergoncangkan. Tuhan membentuk kita sebagai anak-anak-Nya supaya kita bisa melayani-Tuhan sebaik-baiknya Maleakhi 3 : 16 – 18 (baca).

Akar orang benar tidak tergoncangkan, karena sudah melewati tantangan dan kesulitan sehingga menghasilkan buah, itulah melayani Tuhan sesuai dengan bidang kita masing-masing, sehingga menjadi kesaksian bagi banyak orang dan kemuliaan bagi Tuhan. Akan ada perbedaan antara orang benar dan orang fasik. 

Hidup kita adalah hak-Nya Tuhan, untuk dipakai bagi kemuliaan-Nya, karena Tuhanlah yang memberkati kita dan memberi kita kekuatan Ulangan 8 : 17 – 18.

Penghambat-penghambat dalam pertumbuhan sehingga agar tidak kuat dan tidak menghasilkan buah; Pergaulan yang salah, Amsal 13 : 20; 2 Korintus 6 : 14; 1 Korintus 15 : 33. Alkitab mengajarkan kita untuk menjaga pergaulan kita, jangan salah bergaul,batasi yang pergaulan yang buruk dan gelap, sebaliknya bangun persahabatan dengan yang terang supaya kita maju dan bertumbuh. Sadari bahwa pentingnya kita bergaul di dalam Tuhan, dan bersekutu dengan orang-orang yang suka akan firman Tuhan dan hadirat Tuhan, supaya kita bertumbuh dan menghasilkan buah.

Akar orang benar akan menghasilkan buah, apabila orang itu sungguh bersekutu dengan Tuhan. Hosea 9 : 16 (baca) jika kita meninggalkan Tuhan, maka akar menjadi kering (kehdiupan rohani kita menjadi kering), sehingga kita tidak bisa menghasikan buah, yaitu tidak dapat melayani Tuhan sebagaimana seharusnya.

1 Korintus 16 : 15 (baca) Tuhan menghendaki dimanapun kita berada, kita menghasilkan buah-buah pelayanan, sehingga melalui hidup kita banyak orang menjadi percaya diselamatkan. Tuhan menghendaki agar kita menjadi orang benar yang akarnya kuat, tidak tergoncangkan sehingga terus menghasilkan buah.  Amin!

No results found...