Skip to content

MENGATASI GONCANGAN

Ev. Yohanes Oetomo

Ringkasan Khotbah Minggu 8 Maret 2020

Ibrani 12:26  Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.

Pada saat ini kita sedang menghadapi suatu goncangan yang melanda seluruh dunia yaitu wabah virus Korona yang disebut Covid 19. Apa yang sedang terjadi sekarang ini, bahkan mungkin akan terjadi di hari-hari kedepan sudah dinubuatkan di dalam Alkitab (baca Wahyu 6:7-8; Lukas 21:11).

Goncangan boleh saja terjadi di dunia ini, tetapi jika Tuhan Yesus tetap menjaga dan melindungi kita, maka kita pasti akan aman dan terluput dari berbagai goncangan (baca Mazmur 127:1)

Tuhan mengoncangkan dunia ini karena ada tujuannya (baca Ulangan 32:11-12). Di balik setiap goncangan pasti ada pelajaran, dan di balik peristiwa yang berat dalam hidup kita pasti ada maksud Tuhan untuk hidup kita.

Salah satu bagian dalam Alkitab yang menceritakan bahwa ada suatu maksud dari sebuah goncangan yang terjadi (Yohanes 11:1-44).Ketika Tuhan Yesus mendengar kabar bahwa Lazarus sakit, Ia berkata bahwa penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan (ayat 4). Tetapi yang terjadi selanjutnya adalah Lazarus mati (ayat 13). Tuhan Yesus pun berterus terang dengan keadaan Lazarus sesungguhnya, dan meminta kepada para murid untuk  belajar percaya kepada janji Tuhan serta selalu fokus kepada Tuhan apabila menghadapi goncangan (ayat 14-15). Dan pada akhirnya kemuliaan Tuhan dinyatakan yaitu Lazarus dibangkitkan (ayat 44).

Kita harus tahu bahwa goncangan yang ada di dunia ini adalah untuk menuai apa yang sudah matang. Matius 3:12  Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

Kita harus menyadari bahwa goncangan dapat terjadi bukan hanya secara fisik tetapi juga secara iman. Matius 26:31  Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.

Bagaimana sikap kita pada waktu menghadapi goncangan?

1. Kita harus bertobat dari tingkah laku kita yang jahat dan dari kekerasan hati kita.

Yunus 3:4-10 (baca) Niniwe tidak jadi mengalami malapetaka ketika penduduknya bertobat dari tingkah laku yang jahat, dan dari kekerasan hatinya.

Pada waktu goncangan melanda, kita harus bertobat dari tingkah laku kita yang jahat dan dari kekerasan hati kita. Artinya ada perubahan dari perilaku dan karakter kita yaitu dengan menjauhi dosa, hidup benar di hadapan Tuhan, dan hidup dalam kekudusan.

Matius 4:17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!. Tuhan Yesus menghendaki pertobatan karena tanpa pertobatan kita tidak bisa masuk ke dalam kerajaan surga (baca Matius 18:3). Jika kita tidak bertobat, maka Tuhan Yesus akan mengecam atau menegur kita (baca Matius 11:20-24).

Kota Niniwe dan penduduknya tidak jadi mengalami goncangan yang besar karena ada pertobatan dari penduduknya. Kita harus yakin dan percaya, jika pertobatan dilakukan oleh bangsa kita, maka bangsa kita akan terluput dari malapetaka yang besar.

2. Berdoa puasa dan tinggal dalam hadirat Tuhan

Ester 4:13-16 (baca), Ketika orang Yahudi mau dipunahkan satu generasi, Mordekhai bermaksud untuk menyampaikan hal tersebut kepada raja melalui perantara Ester. Kemudian Ester memberikan perintah kepada Mordekhai agar seluruh penduduk berpuasa bagi dirinya agar ia bisa menghadap raja dan menyampaikan goncangan/masalah yang akan terjadi.

Kita tidak boleh pesimis dalam menghadapi setiap goncangan yang melanda dunia ini.

Ester yang sudah nyaman tinggal di istana raja, mengubah fokus hidupnya ketika ia mendapati kenyataan bahwa bangsanya menghadapi suatu masalah yaitu akan dimusnahkan. Ester dan juga seluruh penduduk mencari hadirat Tuhan dan berpuasa.

Berbagai hiburan yang ada di dunia ini sering kali menjauhkan kita dengan Tuhan. Bahkan tanpa disadari, fokus hidup kita bisa saja bukan kepada Tuhan, tetapi kepada kebutuhan diri kita sendiri. Firman Tuhan dalam Matius 6:33 menyatakan bahwa kita harus mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya yang baik akan ditambahkan di dalam hidup kita.

Ester tidak mau terjebak dengan apa yang diterima di istana raja (sebuah kenyamanan), ia fokus mengejar hadirat Tuhan, supaya bangsanya terbebas dari goncangan.

Kita seringkali lebih fokus kepada dunia dan kebutuhan kita daripada mencari Sang Pemberi berkat, Berkat jasmani tidak boleh menghalangi keintiman kita dengan Sang Pemberi berkat.

Tuhan Yesus ingin memulihkan gereja-Nya sebagai rumah doa ( Matius 21:12-13)

Ester, Mordekhai, dan seluruh penduduk mengubah fokus hidupnya dengan mencari hadirat Tuhan dan berpuasa. Pada akhirnya mereka selamat, bahkan orang-orang yang mau membunuh mereka menjadi takut kepada mereka. Dan Ester kemudian menjadi ratu.

Lambang mencari hadirat Tuhan adalah kehidupan Elisa dan Elia. Ketika Elia berkata kepada Elisa untuk meninggalkan dia, Elisa tetap mengikuti kemanapun Elia pergi (2 Raja-raja 2:2,4,6). Pada akhirnya Elisa melakukan mujizat dua kali lebih banyak dari yang dilakukan oleh Elia.

Salah satu mujizat yang telah dilakukan oleh Elisa adalah menyehatkan air di Yerikho sehingga tidak ada lagi yang hidup dalam kutuk, yaitu mengalami kematian dan keguguran (2 Raja-raja 2:19-22). Sebelumnya Yerikho pernah dikutuk oleh Yosua (Yosua 6:26). Ketika hadirat Allah meliputi kehidupan Elisa, dan Elisa menyampaikan firman Tuhan, maka mujizat pun terjadi. Elisa membersihkan kutuk tersebut, dan terjadi pemulihan air di kota Yerikho untuk semua penduduk Yerikho. Yerikho yang sebelumnya dikutuk berubah diberkati karena ada orang yang mencari hadirat Tuhan yaitu Elisa.

Mazmur 84:11 Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik. Hadirat Tuhan akan memberkati hidup kita, dan sanggup mengubah kutuk menjadi berkat, mengubah sakit menjadi sembuh.

Kisah Para Rasul 1:4-5, 13-14,  Pada waktu para murid duduk dalam hadirat Tuhan dan tekun berdoa, maka mereka menerima penggenapan janji Bapa Kisah Para Rasul 2:1-3. Demikian pun dengan kita, jika kita ada di dalam hadirat Tuhan dan tekun berdoa, maka kita akan menerima perjanjian-Nya.

Dalam hadirat Tuhan, kita dipakai oleh Tuhan untuk melepaskan orang dari kuasa iblis dan roh-roh jahat (Markus 5:1-20).

3. Memberikan yang terbaik bagi Tuhan

Lukas 10:38-39 (baca), Ketika bertemu dengan Tuhan Yesus, Maria senantiasa duduk di bawah kaki Tuhan dan mendengarkan apa yang Tuhan Yesus katakan. Maria pun mendapatkan yang terbaik dari Tuhan.

Pada waktu kita duduk di bawah kaki Tuhan, maka kita akan mendapatkan yang terbaik dari Tuhan yaitu kita dapat mengerti apa kehendak Tuhan untuk kita lakukan dalam hidup ini.

Markus 14:3-9, Ketika Tuhan Yesus berada di Betania, Maria memberikan yang terbaik bagi Tuhan yaitu ia meminyaki Tuhan Yesus dengan minyak Narwastu yang mahal harganya.

Doa membuat kita siap melakukan kehendak Tuhan dan memberikan yang terbaik bagi Tuhan.

4. Kita harus berdoa dengan tekun dan sungguh-sungguh

2 Samuel 24:15 Bangsa Israel sedang menerima penghukuman yaitu berupa penyakit sampar yang membuat tujuh puluh ribu orang meninggal. Kemudian Gad mendatangi Daud dan memerintahkan untuk mendirikan mezbah. Daud pun mendirikan Mezbah dan Tuhan mengabulkan doa dari penduduk Israel dan tulah itu pun berhenti (2 Samuel 24:18-25).

Kita harus tekun berdoa dengan sungguh-sungguh agar goncangan yang sedang melanda dunia saat ini yang disebabkan oleh virus Korona (Covid 19) segera berakhir.

Markus 9:28-29, Dalam suatu kesempatan para murid tidak bisa mengusir roh jahat, maka Tuhan Yesus menjelaskan bahwa roh jahat itu hanya bisa diusir dengan berdoa.

Murid-murid melayani Tuhan dengan karunianya masing-masing. Tetapi pada suatu waktu mereka tidak berdoa, tidak memohon kepada Tuhan untuk pelayanan mereka. Akibatnya apa yang murid-murid lakukan hanya menghabiskan waktu, karena bergantung kepada kemampuan diri mereka masing-masing, sehingga hasil pelayanan mereka tidak berhasil. Melayani tanpa membutuhkan Tuhan Yesus, adalah kesalahan! Kita tidak bisa melayani tanpa berdoa.

Jika saat ini kita sedang mengalami goncangan dalam rumah tangga, pergumulan dalam keluarga, keuangan, sakit penyakit, dan lain-lain, maka yang harus kita lakukan adalah berdoa dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan.  

Seluruh dunia saat ini sedang mengalami goncangan yang mematikan, belum ada obatnya, dan tidak tahu sampai kapan. Tuhan memanggil kita semua untuk berdoa bagi dunia ini, bagi negara dan bangsa kita, dan bagi kota dimana kita ditempatkan (Yeremia 29:7).

Sekalipun kegoncangan sedang melanda seluruh dunia ini, tetapi kita yang percaya kepada Tuhan Yesus dan tetap tinggal di dalam hadirat Tuhan, kita tidak akan mengalami malapetaka karena Tuhan akan melindungi kita dari segala penyakit menular (Mazmur 91:1-16). Tuhan Yesus adalah tempat perlindungan dan kekuatan, dan penolong kita (Mazmur 46:1-12)

No results found...