Ps. Martinus Rajda RIngkasan Khotbah 13 Desember 2020 Pembacaan Alkitab: Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu…
BANGKIT DAN BERDOA BAGI KESEJAHTERAAN KOTA, BANGSA, DAN NEGARA KITA
Ps. Debora Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu 15 Maret 2020
Pembacaan Alkitab : Yeremia 29 : 7
Latar belakang Kisah dalam Kitab Yeremia adalah ditulis pada masa pembuangan di Babel, yaitu ketika Yerusalem di hancurkan, dan bangsa Israel dibawa sebagai tawanan ke Babel. Hal ini diijinkan Tuhan karena bangsa Israel berkeras hati, untuk kompromi menyembah kepada berhala. Padahal sebelumnya Tuhan sudah menyatakan belas kasihan-Nya dengan mengutus nabi-nabi-Nya untuk menegur mereka supaya berbalik dan bertobat.
Teguran dari Tuhan adalah belas kasihan dari Tuhan, supaya orang sadar akan dosanya, bertobat dan berbalik kepada Tuhan, karena jika seseorang tidak berbalik dari jalannya yang jahat, maka Tuhan sudah melhat bahwa segala yang buruk akan datang dan menimpa kita.
Sebenarnya tanpa pertolongan Tuhan kita pasti sudah mengalami berbagi macam penyakit, kecelakaan, bencana, dsb. Itulah sebabnya kita syukuri, jika kita ada sampai saat ini dengan tidak kurang suatu apapun, semua itu karena anugerah Tuhan yang sempurna hidup kita.
Ketika bangsa Israel dalam masa pembuangan (zaman nabi Yermia, Ezra, Nehemi) di Babel, itulah masa dimana Tuhan memanggil kembali umat-Nya untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan, supaya Tuhan memulihkan mereka. Tuhan sanggup memulihkan separah apapun keadaan kita, asalkan kita kembali kepada Tuhan.
Sekalipun bangsa Israel ada di dalam pembuangan di Babel, namun Tuhan melalui Nabi Yeremia bernubuat dan berfirmankan kepada orang-orang Israel, yaitu supaya mereka untuk mengusahkan kesejahteraan kota dimana mereka di buang, karena kesejahteraan mereka tergantung dari kesejahteran kota dimana mereka diami.
Kita bertanggung jawab untuk berdoa dan mengusahakan kesejahteraan kota Jakarta dan sekitarnya dimana tinggal. Jika kota yang kita tinggal aman, tentaram, dan damai sejahtera maka kitapun akan mengalami keadaan yang sama. Jangan hanya tinggal dan berdiam diri, tetapi mengusahakan kesejahteran kota. Kita harus menyatakan dengan iman dan deklarasikan kuasa Tuhan dinyatakan atas kota kita, karena apa yang kita hadapi bukan hanya apa yang kelihatan, tetapi sesungguhnya adalah peperangan rohani.
Cara mengusahakannya adalah dengan BERDOA, sampai kapan kita harus berdoa? Sampai kita menerima dan mengalaminya. Apapun yang sedang terjadi dan menimpa kota dan bangsa kita, Tuhan sudah memberikan kepada kita kuasa dan otoritas serta tanggung jawab untuk berdoa dan mengusahakan kesejahteraan. Setiap hari kita harus berdoa untuk keadaan yang menimpa kita (Covid-19) kita sudah diberikan kuasa/ senjata itu sebabnya kita harus pakai dan aktifkan dalam peperangan rohani.
Banyak orang-orang Kristen tidak berdoa, dia memiliki kuasa/ senjata rohani, tetapi dia tertidur dan terlena, dsb. Firman Tuhan mengajarkan kita untuk KITA HARUS BANGKIT DARI KEADAAN INI, Kita harus berdoa dan menyatakan kuasa Tuhan, karena dua orang di dunia ini sepakat berdoa dan meminta, maka Bapa di surga akan mengabulkannya. Mazmur 91 satu orang saja bisa mengalahkan seribu, dua orang mengalahkan sepuluh ribu. Bayangkan kalau semua orang percaya, umat Tuhan dan seluruh gereja di Indonesia bangkit dan berdoa sungguh-sungguh, maka terjadi kemenangan yang besar.
Yeremia 29 : 11 – 14 (baca)Rancangan yang Tuhan berikan bukanlah kecelakaan tetapi damai sejahtera, segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan “sungguh amat baikâ€Â, sempurna (dalam Kejadian 1 : 31) namun setelah manusia jatuh ke dalam dosa, maka terjadilah bencana, sakit penyakit, kutuk, dan kematian.
Tuhan tidak merancangkan sesuatu yang buruk, semua itu berasal dari manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa dan alami yang dipengaruhi oleh kuasa kegelapan. Tetapi Tuhan Yesus datang untuk menebus manusia atas dosa, juga menebus dan memulihkan keadan alam. Itu sebabnya Tuhan Yesus menghardik dan meredakan badai, Dia melawan rancangan iblis yang hendak menenggelamkan mereka. Karena ingin menghalangi pekerjaan Tuhan.
Pekerjaan iblis di dunia ini selalu ingin menghalangi pekerjaan Tuhan, itu sebabnya kita ada di dalamnya kita juga mengalami peperangan rohani, tetapi kita bukan orang yang lemah, di dalam Kristus kita berkuasa dan berdoa untuk mengusahakan kesejahteraan di manapun kita berada. Itu sebabnya setiap kali hal buruk terjadi atau menimpa kita, kita harus berdoa berperang dan melawan karena hal itu bukanlah kehendak Tuhan.
Tuhan menghendaki kita datang kepada Tuhan dengan berseru dan berdoa dengan segenap hati untuk kota bangsa kita, maka Tuhan akan datang untuk menjawab dan memulihkan keadaan kita. Dalam situasi apapun kita percaya bahwa ada perlindungan Tuhan, favor of God sehingga kita terluput.
Sekalipun dalam masa pembuangan namun Nehemia mendapat kasih karunia Tuhan, sehingga dia dipercayakan untuk bekerja sebagai juru minum raja. Dalam Nehemia 1 : 4 Ketika teman-temannya datang dan memberitahukan tentang keadaan buruk di Yeruselam maka berkabunglah dia, berpuasa dan berdoa kepada Tuhan, karena Nehemia turut menanggung beban dan kesedihan yang dialami orang-orang Israel yang tertinggal Nehemia 1 : 5 – 11 Isi doa dari Nehemia yang pertama adalah :
Dia membesarkan Tuhan, dan bukan masalahnya. Fokus kita dalam berdoa seharusnya kepada Tuhan dan bukan kepada masalah.
Setelah meninggikan Tuhan, Nehemia kemudian bertobat dan meminta ampun di hadapan Tuhan, bukan hanya dosanya saja tetapi kamu keluarga dan bangsanya.
Setiap kali Tuhan ingin memulihkan keadaan, selalu ada orang yang harus berdiri atas nama kota atas bangsanya. Pertanyaannya; siapakah yang mau berdiri dan berdoa bagi kota Jakarat? Bangsa Indonesia? SEKARANG SAATNYA KITA BERDIRI DAN BERDOA, jangan cuek dan pesimis dengan keadaan, sehingga kita menjadi korban. Jadilah pelaku dan pengubah.
Nehemia kemudian berdoa dan menyatakan firman Tuhan dan mendeklarasikan imannya.
Setelah dilihat oleh raja bahwa muka Nehemia sedih, karena berita yang dengarnya tentang Yerusalem maka rajapun memerintahkan Nehemia kembali dan menyediakan segala sesuatu baginya untuk membangun kembali tembok Yerusalem. Keputusan raja ini bisa terjadi karena dimulai dari doa dan puasa yang Nehemia lakukan.
Nehemia 2 : 18 – 20 (baca)Setelah Nehemia pulang ke Yerusalem, dia berdoa dan memanggil orang-orang yang sepakat dan mendukungnya untuk membangun kembali tembok Yerusalem. Untuk visi Tuhan terjadi dan digenapi di GDS maka Tim gembala tidak bisa bekerja sendirian, tetapi membutuhkan seluruh jemaat yang sehati dan sepakat untuk mendukung dan membangun bersama-sama.
Apakah kita mau menjadi orang yang membangun bersama-sama dengan segenap hati? atau sebaliknya menjadi orang-orang yang hanya mengolok-olok? Jika kita tahu bagian dimana kita harus membangun, tetapi kita tidak mengambil bagian untuk sehati dan terlibat, maka kita tidak akan memberpoleh apa-apa, atau mendapat bagian apa-apa.
