Skip to content

BERAKAR SEMAKIN KUAT BERBUAH SEMAKIN LEBAT (tema tahun 2016)

Mazmur 92:11-16

Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru. Samuel memakai tabung tanduk yang berisi minyak urapan ketika ia mengurapai Daud sebagai raja (baca 1 Samuel 16:13).

Meskipun dari masa mudanya Daud sudah diurapi dan Roh Kudus tidak pernah meninggalkan Daud, tetapi Daud selalu membutuhkan urapan yang baru dan segar.

Di sepanjang tahun 2015 kita sudah menghadapi tantangan besar, dan memasuki tahun 2016 akan ada tantangan yang lebih besar lagi yang akan kita hadapi, oleh sebab itu kita harus selalu dituangi dengan minyak baru, artinya kita selalu membutuhkan pengurapan baru untuk dapat menghadapi dan melewati setiap tantangan yang ada.

Setiap kali kita diurapi dengan minyak baru / Roh Kudus, setan akan berusaha untuk menggagalkan kehidupan dan pelayanan kita. Daud pun mengalaminya dan tantangan itu bukan dari luar saja tetapi dari anaknya sendiri Absalaom.

Setan tidak senang jika ada gereja yang menekankan pengurapan Roh Kudus. Setan tidak senang jika kita selalu diurapi dengan urapan yang baru. Sebaliknya setan senang jika kita menganggap tidak perlu urapan yang baru dan bersikap acuh tak acuh terhadap pengurapan Roh Kudus..

Mengapa Setan tidak senang dengan pengurapan yang baru? Karena semua beban dan tekanan akan dihancurkan oleh kuasa Roh Kudus. Yesaya 10:27 NKJV It shall come to pass in that day that his burden will be taken away from your shoulder, and his yoke from your neck, and the yoke will be destroyed because of the anointing oil.

Kita membutuhkan pengurapan yang baru bukan hanya untuk hari ini saja, tetapi setiap hari di sepanjang tahun 2016 kita harus diurapi dengan urapan yang baru.

Kita senantiasa membutuhkan pengurapan yang baru karena jika kita diurapi maka kita pasti mengalahkan musuh-musuh kita. Mikha 7:8 Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku.

Tuhan punya rencana yang besar untuk hidup kita. Oleh sebab itu, di tahun 2016 kita harus lebih banyak lagi memenangkan jiwa untuk Tuhan, kita harus lebih diberkati lagi supaya kita bisa lebih banyak lagi memberkati orang lain.

Kita membutuhkan pengurapan yang baru karena semakin banyak musuh yang akan menyerang kita. Semakin dekat menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kali, maka semakin hebat iblis bekerja dan berusaha menjatuhkan hidup orang percaya dan berusaha agar semakin sedikit orang yang diselamatkan.

Apapun serangan yang dilakukan oleh musuh-musuh kita, Tuhan akan tetap membela kita. Sekalipun ada situasi kegelapan dalam kehidupan kita saat ini, kita harus segera bangkit kembali. Kita jangan membiarkan kegelapan (baik itu dalam bidang keluarga, keuangan, dll) terus menutupi hidup kita, tetapi kita harus imani dan alami Tuhan pasti memberikan terang baru dalam hidup kita.

Seiring bertambahnya usia dalam hidup kita, tantangan yang kita alami memang semakin banyak, tetapi kita tidak boleh tawar hati karena Tuhan akan memperbaharui kekuatan kita dari hari kehari (baca 2 Korintus 4:16)

Urapan baru yang kita terima selalu lebih besar dari urapan sebelumnya. Jika di tahun 2015 kita sudah pernah mengalami hal-hal yang luar biasa dari Tuhan, maka di tahun 2016 kita pasti akan mengalami yang jauh lebih besar dan luar biasa lagi.

Jika Tuhan memberikan urapan baru dalam hidup kita, Tuhan tidak hanya sekedar memulihkan keadaan kita, tetapi Tuhan memberikan double portion / dua kali lipat pemulihan yang kita alami.

Pada waktu hari Pentakosta, para murid dipenuhi dengan Roh Kudus (baca Kisah Para Rasul 2:4). Karena mereka terus merindukan urapan yang baru maka Roh Kudus mengurapi mereka lebih luar biasa lagi (baca Kisah Para Rasul 4:31)

Tuhan akan membuat kita menjadi lebih hebat lagi di 2016. Kita harus selalu melihat ke depan akan lebih hebat lagi, dobel porsi/ dua kali lipat pengurapan rohani yang kita terima, kesehatan akan selalu baik, ekonomi kita akan bertambah dan berlimpah.

Pengurapan baru selalu lebih hebat dari pengurapan sebelumnya. Para murid Tuhan bukan hanya dipenuhi tetapi mereka mengalami kuasa Tuhan yang besar, mereka memberikan kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah (baca Kisah Para Rasul 4:33)

Bagaimana supaya kita terus mendapat urapan yang baru?

1.  Harus sehati dan setujuan

Kisah Para Rasul 2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat

 “Satu tempat” artinya satu hati dan satu tujuan. Di mana ada kesehatian (baik itu di keluarga, jemaat, komsel), pasti ada urapan baru Tuhan curahkan. Kita harus memiliki satu tujuan yang sama yaitu supaya kita lebih dipakai lagi oleh Tuhan dan menjadi berkat yang lebih besar lagi.

2. Berdoa secara korporat dengan sehati.

Kisah Para Rasul 4:24 Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: “Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya….”

Kita harus menyadari pentingnya doa korporat/bersama sehati baik itu di komsel, keluarga dan jemaat. Kita harus memiliki komitmen yang baru di tahun 2016 bahwa kita akan selalu ikut doa korporat jemaat. Kita juga harus berdoa agar lebih banyak lagi jemaat yang ikut pemuridan dan doa korporat jemaat.

Kita seperti sebuah bara api/ arang. Ketika arang terpisah dan mati maka tidak akan berdampak, tetapi ketika arang dikumpulkan jadi satu dan manyala maka bisa membakar sesuatu. Jika terang dan urapan yang ada pada kita, kita gunakan dalam satu kesatuan, satu pikiran, satu hati, satu tujuan maka akan berdampak secara luar biasa. Benteng apapun yang dibuat oleh musuh/ iblis akan roboh, akan terjadi terobosan jika kita sama-sama berdoa dan berseru kepada Tuhan dengan sehati..

Jika kita sehati dan seroh, dari sisi manapun setan akan menyerang kita, ia tidak akan mampu menembus kita. Oleh sebab itu kita harus selalu topang menopang dan dukung mendukung satu sama lainnya dalam doa.

3. Persekutuan yang Sehati dan sejiwa

Kisah Para Rasul 4:32 Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama

Apa yang Tuhan berikan kepada kita tujuannya adalah supaya terjadi keseimbangan, artinya kita harus mendukung yang kekurangan baik itu melalui doa, tenaga dan dana. Hal itu kita wujudkan dalam mendukung pelayanan gereja (GDS).

Penyebab-penyebab yang menghalangi kita tidak mengalami pengurapan yang baru antara lain

Hal-hal yang busuk dan jahat (baca Pengkhotbah 10:1-2)

Semua yang busuk yang ada pada kita di tahun 2015 baik itu kepahitan, tidak mau mengampuni, ketersinggungan, dll harus kita tinggalkan dan jangan dibawa lagi di 2016 karena kita akan memperoleh urapan yang baru.

Dalam terang Perjanjian Baru (baca 1 Korintus 5:6-8) Kita harus membuang semua ragi yang lama di tahun 2015 (hal-hal yang jahat dan buruk) dan marilah kita memasuki tahun 2016 dengan ragi yang baru yaitu kita hidup untuk melakukan perbuatan baik dan benar.

Ayub 42:10 Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. Jika kita sedia meninggalkan semua keburukan dan kejahatan kita, maka Tuhan pasti akan memberikan kita dobel porsi/ dua kali lipat dari yang kita terima sebelumnya. Apapun usaha musuh untuk menjatuhkan kita, tidak mungkin akan berhasil karena Tuhan sudah mengurapi kita dan pengurapan yang kita terima membuat kita pasti berhasil/ berkemenangan.

Jika kita melepaskan semua yang buruk yang ada pada kita maka kita akan mendapatkan kekuatan yang baru (baca Yesaya 40:31)

“Orang yang menanti-nantikan Tuhan” Mananti-nantikan Tuhan artinya kita bertobat dari semua dosa dan pelanggaran kita (baca Yakobus 4:6-10). Berkat datang karena ada pertobatan. Kita harus bertobat dari mendua hati, kita harus percaya kepada Tuhan Yesus bukan kepada yang lainnya. Memasuki tahun 2016 kita harus tertanam di GDS, jangan mendua hati, jangan berpindah-pindah gereja. Kita harus tertanam supaya kita berakar semakin kuat dan berbuah semakin lebat. Jika kita merendahkan diri maka kita akan menerima urapan Tuhan setiap hari. Tanpa Tuhan Yesus kita tidak ada apa-apanya. Apapun gelar dan jabatan kita, berapapun harta yang kita miliki tidak ada artinya jika kita hidup tanpa Tuhan Yesus, karena semua itu akan lenyap, tetapi dalam Tuhan Yesus ada kekekalan. Kita harus sungguh-sungguh setia kepada Tuhan Yesus.

Memasuki tahun 2016 setiap anggota GDS harus menjadi berkat dalam doa, tenaga, pelayanan, dan dana. Kita harus selalu berdoa agar setiap ibadah semua kursi akan terisi penuh, kita berdoa agar target keuangan GDS tercapai karena GDS akan membangun tempat ibadah di jemaat-jemaat satelit dan membuka daerah-daerah msi yang baru.

Yehezkiel 34:26 Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; itu adalah hujan yang membawa berkat

 Tuhan akan menjadikan kita dan semua di sekitar kita menjadi berkat artinya kita dan keluarga kita, perusahan kita, kampus kita, gereja kita menjadi berkat untuk lebih banyak orang lagi menjadi murid Kristus. Tuhan menurunkan hujan bukan hanya dalam bentuk fisik saja, tetapi rohani yang paling utama. Tuhan mencurahkan hujan rohani itulah urapan Roh Kudus yang akan memampukan kita dipakai Tuhan lebih dahsyat lagi di tahun 2016.

Mazmur 92:13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon

Tidak ada orang benar di dunia ini, hanya di dalam Tuhan Yesus ada kebenaran (baca Roma 3:23-24, Efesus 2:8-10). Orang benar adalah orang yang hidup di dalam persekutuan dengan Tuhan Yesus dan melaksanakan firman Tuhan. Kehidupan orang benar pasti menghasilkan buah kebenaran.

Keluaran 15:27 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu. Di mana ada pohon korma pasti ada air karena akar korma selalu cari air seberapapun dalamnya. Setelah mendapatkan air maka pohon korma baru bertunuas.

Kita hanya dapat bertumas jika kita memiliki akar yang kuat. Orang benar harus punya akar yang dalam (berakar dalam Tuhan, firman Tuhan, dan hubungan dengan Tuhan) baru bertunas dan menghasilkan buah. Orang benar selalu tahu tempat di mana ada airnya, air itu ada dalam firman Tuhan dan Tuhan Yesus. Jika kita terus ada dalam Tuhan Yesus, airnya akan terus mengalir dalam hidup kita, urapan baru mengalir dalam hidup kita.

No results found...