Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
BERDIRI DI ANTARA KEHIDUPAN DAN KEMATIAN
Ps. Jesaya Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 25 Oktober 2015)
Pembacaan Alkitab : Yehezkiel 22 : 30
Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya.
Firman Tuhan berkata bahwa Tuhan sedang mencari orang-orang yang siap untuk berdiri bagi Tuhan dan menyatakan kehendak-Nya.
Jika kita sadari bahwa di seluruh dunia sedang terjadi kehancuran, sebagai akibat dari bencana, perang, wabah penyakit, teror dan pembunuhan, dll yang setiap detik dan menit terus-menerus terjadi dengan tidak henti-hentinya. Tetapi Tuhan juga menghendaki agar kitapun memahami bahwa setiap detik Tuhan juga sedang mengerjakan hal yang lebih besar, yaitu keselamatan untuk seluruh dunia.
Berbuah adalah bagian dalam hidup kita yang harus kita kerjakan dan kita alami setiap hari.
Bilangan 16 : 44 – 49 (baca) Tuhan sedang mencari orang yang berdiri di antara yang hidup dan yang mati. Karena saat ini di seluruh dunia banyak orang sedang berjalan menuju kebinasaan, mereka mati secara rohani karena tidak mengenal Kristus. Setiap orang yang tidak memiliki Kristus pada hakekatnya mati (secara rohani) sekalipun mereka hidup.
Setiap detik dan menit, ada banyak orang yang tidak mengenal Kristus mati dan binasa. Itu sebabnya hari ini Tuhan memanggil kita untuk berdiri di antara mereka yang hidup dan yang mati, supaya melalui kita mereka diselamatkan dari kematian dan kebinasaan.
Untuk berdiri diantara mereka yang mati dan yang hidup maka kita harus memiliki :
  1.   Api yang berkobar-kobar untuk KESELAMATAN jiwa-jiwa.
Bilangan 16 : 46 “…Ambillah perbaraan, bubuhlah api ke dalamnya dari atas mezbah, dan tarulah ukupan, dan pergilah segera kepada umat itu dan adakanlah pendamaian bagi mereka, sebab murka Tuhan telah berkobar, dan tulah sedang mulai.â€Â
Seluruh dunia sedang mengalami kehancuran, dan tidak ada tempat yang aman di dunia ini, selain di dalam hadirat Tuhan dan kehendak Tuhan. Itu sebabnya, sebagai anak-anak Tuhan kita harus memiliki Api Tuhan yang berkobar untuk keselamatan, yang sudah ada sejak di taman Eden, ketika manusia jatuh ke dalam dosa.
Api untuk keselamatan jiwa-jiwa harus berkobar-kobar di dalam hidup, dan api ini harus berkobar dimulai dari KASIH MULA-MULA. Kisah Para Rasul 26 : 15 – 19 (baca) Sama seperti Rasul Paulus, hari ini Tuhan memanggil dan menetapkan kita untuk pergi (diutus) menjadi saksi kepada banyak orang tentang segala sesuatu yang kita alami di dalam Tuhan Yesus Kristus, untuk membuka mata banyak orang supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang, dan dari kuasa iblis kepada Allah, sehingga oleh iman mereka mengalami pengampunan dan keselamatan.
Bagi setiap anak Tuhan yang sudah mengalami kasih yang mula-mula, hal itu berarti dia telah dipanggil untuk berdiri di antara orang yang hidup dan yang mati. Barangsiapa mempunyai Kristus dia mempunyai hidup, dan sebaliknya barangsiapa tidak memiliki Kristus dia tidak memiliki hidup. Karena Kristus adalah KEHIDUPAN (Yohanes 14 : 6)
Jadi, pilihannya adalah HIDUP atau MATI. Itu sebabnya pada waktu kita bersaksi kita bukan hanya sedang mengajak orang ke gereja, tetapi kita sedang mengajak orang dari kematian berjalan menuju kehidupan. Hal inilah yang membuat Rasul Paulus berkobar-kobar untuk memberitakan Injil, sejak pengalaman pertama (cinta mula-mula) dengan Tuhan, dia tetap taat dan berkobar-kobar untuk memberitakan Injil.
Karena semua orang berdosa upahnya adalah maut.(Roma 6 : 23) Oleh sebab itu api untuk keselamatan jiwa-jiwa tidak boleh padam, harus senantiasa berkobar-kobar untuk memberitakan Injil, dan cinta mula-mula tidak boleh berhenti dan menjadi dingin, harus terus hidup dan menyala-nyala kepada Tuhan.
  2.   Kita harus menyadari bahwa waktu kita semakin singkat dan terbatas.
Bilangan 16 : 47 (baca) Harun tahu bahwa waktunya semakin singkat, itu sebabnya dia mengambil perbaraan seperti yang dikatakan Musa, dan berlari di tengah-tengah orang Israel. ketika Harun berdiri di antara orang-orang mati dan orang-orang hidup, maka berhentilah tulah itu. Harun berlari di tengah-tengah orang Israel, karena dia menyadari bahwa setiap langkahnya adalah jiwa yang harus diselamatkan dari kematian.
Setiap detik di seluruh dunia banyak orang mati dan binasa. Itu sebabnya, tidak ada waktu untuk melihat diri sendiri, melihat kekurangan orang lain, kelemahan, dan segala sesuatu yang bisa kita keluhkan di hadapan Tuhan, karena yang ada hanyalah WAKTU UNTUK BERLARI selamatkan jiwa-jiwa dari kematian kepada kehidupan, karena setiap detik dan menit sangat berharga.
Siapakah yang harus berlari untuk menyelamatkan keluarga kita? saudara? teman, kerabat? dan semua orang di dalam lingkungan dan kehidupan kita? jawabannya adalah SAYA!. Itu sebabnya selama masih ada waktu/ kesempatan maka BERLARILAH SELAMATKAN JIWA-JIWA! Karena tidak ada waktu untuk berlambat-lambat, memikirkan diri sendiri, berkeluh kesah. Semua orang memiliki panggilan yang sama, dan tidak bergantung berapa umur kita (tua atau muda), karena selama ada kesempatan SETIAP DETIK, SETIAP MENIT BERHARGA untuk keselamatan jiwa-jiwa.
  3.   Kita berdiri di antara kematian dan kehidupan.
Bilangan 16 : 48 Ketika ia berdiri di antara orang-orang mati dan orang-orang hidup, berhentilah tulah itu. Jikalau ada satu orang mau berdiri maka tulah (kematian) di atas segala sesuatu dalam hidup kita akan berhenti! Itu sebabnya hari ini Tuhan mencari kita untuk berdiri di antara kematian dan kehidupan.
Betapa besar pengharapan dan kepercayaan yang Tuhan taruhkan kepada kita orang-orang percaya (saudara dan saya) untuk berdiri bagi keselamatan jiwa-jiwa. 2 Tawarikh 7 : 14 (baca) Tuhan mendengar doa kita (sebagai umat-Nya), dan Dia akan mengampuni dan memulihkan setiap keadaan. Itu sebabnya, kita memiliki hak/ otoritas yang luar biasa. Kita dipilih oleh Tuhan untuk berdiri di antara orang-orang hidup dan yang mati, supaya tulah (kematian), kutuk, sakit penyakit, segala kuasa dan tipu muslihat iblis serta roh-roh jahat berhenti! Jangan berharap orang lain yang berlari dan berdiri, tetapi kitalah yang harus melakukannya. Kita yang harus membawa api itu untuk mengadakan pendamaian.
Apa itu BERDIRI?
a. BERDOA, semua orang bisa berdoa kepada Tuhan. Karena apa saja yang kita doakan dan minta di dalam nama-Nya, Tuhan akan bertindak dan menjawab doa kita.
b. MEMPERTAHAKAN, Jangan lari dari kubu pertahanan kita. Apa itu kubu pertahanan? waktu doa kita bersama dengan Tuhan, waktu untuk saat teduh bersekutu dengan Tuhan. Kita harus selalu mempertahankan kubu pertahanan kita 1 Tawarikh 11 : 12 -14 (baca) Hanya Daud dan beberapa orang yang tetap berdiri untuk mempertahankan kubu/garis pertahanan mereka, dan memukul kalah orang Filistin.
Siapa yang berdiri untuk mempertahkan keluarga? komsel? gereja? di saat semua orang sudah berlari dan meninggalkannya? Kita! (sudara dan saya) Kita harus tetap berdiri teguh, jangan goyah, sampai Tuhan memberikan kemenangan, pertahankan iman kita.
c. MEREBUT Yosua 1 : 3 (baca) Sama seperti Yosua kita adalah generasi yang mau keluar dan merebut apa saja yang Tuhan sudah janjikan bagi kita. Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kaki kita akan diberikan kepada kita.
d. MEMBERI. Jika kita bisa memberi dari apa yang kita miliki, bahkan diri kita untuk jiwa-jiwa diselamatkan, maka berikanlah itu kepada Tuhan. Karena setiap hal yang kita berikan dari hati kita berdasarkan panggilan Tuhan, itulah kehendak Tuhan bagi kita.
Jika Tuhan mencari orang-orang yang mau berdiri (berdoa, mempertahakan, merebut, dan memberi) untuk membawa pendamaian dan keselamatan bagi jiwa-jiwa, biarlah Tuhan mendapati kita (saudara dan saya) hari ini, haleluyah. Amin.
