Skip to content

BERJAGA-JAGALAH DAN BERDOLAH

Ps. Debora Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu, 29 Mei 2022

Pembacaan Alkitab : Matius 26 : 41

Ayat ini seringkali dikutip untuk membenarkan diri dalam kelemahan (kedagingan),  tetapi sebenarnya ayat ini adalah peringatan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya, dan tentunya firman Tuhan ini juga ditujukan kepada kita sebagai pengikut Kristus sampai hari ini.

Sepanjang kehidupan-Nya di bumi ini, Tuhan Yesus memberikan teladan, Ia selalu berdoa kepada Bapa, karena Tuhan Yesus tahu bahwa sebagai manusia Dia harus berdoa untuk mengalami kemenangan atas setiap pencobaan, dan melakukan kehendak Bapa-Nya. 

Itulah sebabnya mengapa DOA dan BERJAGA-JAGA harus menjadi bagian yang penting  dalam hidup kita? Karena dengan berdoa dan berjaga-jaga kita akan berkemenangan. Karena selama kita hidup dalam daging (menuruti keinginan daging) kita pasti lemah dan jatuh, itulah sebabnya tidak ada seorangpu yang bisa hidup kudus dengan kedagingannya.

Tetapi kita bisa menaklukkan kedagingan kita dengan berdoa dan berjaga jaga. Dengan kata lain, jika kita tidak berdoa dan berjaga-jaga, maka kita sebenarnya sedang lemah dan menyerah kepada kedagingan (keinginan daging) kita.

Mengapa kita perlu berjaga-jaga?

1 Tesalonika 5 : 1 – 11 (baca)

Alkitab dengan tegas menjelaskan bahwa identitas kita adalah anak-anak terang dan anak-anak siang,  kitabukanlah anak-anak malam atau anak-anak gelap yang tidak tinggal di dalam kegelapan.

Itu sebabnya, alkitab memperingatkan kita supaya jangan tidur seperti orang lain, tetapi harus terjaga dan sadar! Kita tahu tanda-tanda kedatangan Tuhan, karena kita sedang menantikan kedatangan-Nya. Sebagai anak-anak terang, hidup kita tidak “tersembunyi” atau dalam kegelapan, tetapi hendklah kita hidup dalam kebenaran.

Bapa mengasihi dunia ini, Ia menghendaki agar tidak seorangpun binasa, Ia mau kita semua memperoleh keselamatan dan menjadi anak-anakNya. Bapa menghendaki supaya kita hidup di dalam Kristus. Oleh sebab itu, kita harus berdoa berjaga-jaga, karna hari kedatangan Tuhan Yesus semakin mendekat. Sebagai orang-orang siang, baiklah kita sadar, menggunakan perlengkapan senjata terang yaitu berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.

Iman adalah perisai yang dapat memadamkan semua panah berapi dari iblis (Efsus 6 : 16). Dan Jika iman timbul dari pendengaran, maka  kita harus selalu mengisi firman Tuhan dalam hidup kita, karena firman Tuhan membuat iman kita semakin besar dan kuat. Kita juga membutuhkan kasih, karena sama dengan iman, tanpa kasih kita tidak akan berkenan kepada Bapa

Selanjutnya kita harus mempergunakan ketopong pengharapan keselamatan di kepala kita, karena pikiran kita harus dilindungi oleh pengharapan akan keselanatan, dari setiap intimidasi, tekanan, ketaklutan yang menyerang.

Tuhan tidak mau seorangpun ditimpa murka, itu sebabnya kita harus hidup di dalam Kristus. Jaminan kita hidup dalam Kristus adalah mengalami keselamatan-Nya. Namun kita juga harus selalu berdoa dan berjaga-jaga supaya kita kudus dan tak bercela menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.

Hidup dalam keselamatan = hidup dalam kebenaran. Hidup ini begitu singkat, tidak ada seorangpun dari kita tahu kapan hidup ini aka berakhir. Oleh sebab itu, selama masih ada kesempatan kita hidup di dunia ini hiduplah dalam kebenaran, kejar kekudusan, hiduplah di dalam roh, dan  saling membangun dan menasehati seorang terhadap yang lain.

Mengapa kta harus berjaga-jaga?

1 Petrus 5 : 8 – 9 : Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

Iblis akan menyerang kapan saja, pada waktu kita lemah, tetapi kita harus lawan dengan iman yang teguh! Itu sebabnya, jangan tanggalkan iman, karena orang yang bertahan dengan iman pada akhirnya akan mengalami kemenangan yang besar.

Iblis harus dilawan jangan diabaikan, harus lawan dengan iman yang teguh! Sepanjang kita hidup kita harus terus berjuang untuk membuat keputusan hidup menuruti daging atau Roh. Itulah sebabnya, alkitab mengajarkan kita untuk melatih diri kita (iman kita) untuk beribadah, supaya otot-otot iman kita kuat, diri kitapun harus dilatih untuk melakukan kebenaran.

Murka Allah Roma 2 : 4 – 9

Tuhan sangat murah hati, Ia sabar dan berlapang hati. Tuhan selalu mengingatkan kita untuk hidup dalam kebenaran-Nya. Jika tuhan menegur kita, dan kita abaikan teguran dan peringatan-Nya, maka hal itu dinilai sebagai dosa.  Sudah tahu dosa tetapi kita tetap mengeraskan hati dan melakukan apa yang kita mau, yang bertentangan dengan kebenaran.

Jika sampai hari ini kita belum mengalami murka Tuhan, maka hal itu berarti Tuhan panjang sabar, dan masih memberikan kesempatan untuk kita bertobat dan berbalik kepada-Nya, jangan abaikan dan sepelakan apa yang kita alami hari ini, karena semua itu adalah kemurahan Tuhan. Jika kita mengeraskan hati dan tidak mau bertobat, kita sedang menimbun murka Tuhan

Ingatalah bahwa Tuhan membalas semua orang menurut perbuatannya Roma 2 : 6 Jika Tuhan sabar dan murah hati,  maka kita harus BERTOBAT. Kapan pun Roh Kudus berbicara,  firman Tuhan dinyatakan kita harus segera betobat. Tuhan tidak memandang bulu. tidak melihat siapa kita, yang Tuhan lihat bagaimana hidup kita dihadapan-Nya.

Roma 2 : 16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.

Tuhan melihat dan memeriksa hati kita, pertobatan harus setiap saat, setiap hari, ketika  Tuhan berbicara melalui firman dan Roh-Nya.  Setiap kali kita menunda atau mengabaikan suara Tuhan kita sedang  mengeraskan hati. Firman Tuhan akan menjadi hakim bagi kita Yohanes 12 : 48 firman diberikan supaya kita hidup dalam kebenaran.

Apa yang kita jaga?  Yang harus kita jaga adalah hati kita. karena Allah akan menghakimi segala ssuatu di dalam hati kita. Hati adalah sumber kehidupan, karena dari hatilah terpancar seluruh kehidupan ini Amsal 4 : 23.

Maz 119 : 11 firman Tuhan adalah standart hidup kita, setiap kali kita membaca, merenungkan dan mendengarnya, kita bercermin untuk membersihkan diri kita setiap hari. Amin

No results found...