Ps. Martinus Rajda RIngkasan Khotbah 13 Desember 2020 Pembacaan Alkitab: Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu…
DIMENSI DOA (BERSEKUTU DENGAN TUHAN)
Ps. Jesaya Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu, 20 September 2020
Pembacaan Alkitab: Lukas 11 : 1
Ada kerinduan yang besar dari murid-murid untuk berdoa sama seperti Tuhan Yesus berdoa, itu sebabnya mereka meminta Tuhan Yesus mengajarkan mereka berdoa, karena murid-murid melihat, dan mengerti bahwa salah satu rahasia dari kehidupan dan pelayanan Tuhan Yesus yang luar biasa adalah berdoa. Mereka rindu untuk mengalami apa yang Tuhan Yesus alami ketika berdoa.
Pada waktu Tuhan Yesus mengajarkan kita berdoa maka yang dimaksudkan Tuhan Yesus bukanlah standart doa seperti yang umunya tetapi yang muksudkan-Nya adalah standart doa yang Dia sendiri hidupi dan lakukan.
Secara garis besar dalam Lukas 11 ini, ada tiga dimensi doa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada murid-murid-Nya, tetapi juga yang Tuhan mau kita alami setiap kali kita berdoa :
1. DIMENSI PERSEKUTUAN, dimensi hubungan (Lukas 11 : 2 – 4)
2. DIMENSI DOA SYAFAAT (Lukas 11 : 5 – 13)
3. DOA PEPERANGAN ROHANI adalah doa untuk merebut, menguasai dan mendominasi (Lukas 11 : 17 – 23)
Tiga dimensi doa ini sama dan penting, karena melalui dimensi-dimensii inilah Tuhan Yesus mengajarkan kita bagaimana seharusnya kita berdoa di hadpan Bapa. Pada dimensi yang pertama, Tuhan Yesus mengajarkan murid-murid-Nya untuk berdoa kepada Tuhan sebagai Bapa (Lukas 11 : 1) doa ini kemudian kita kenal dengan “Doa Bapa kami†dan ditulis juga secara lengkap dalam Injil Matius 6 : 9 – 13
DIMENSI PERSEKUTUAN (Relationship) Matius 6 : 5 – 6. Dalam ayat ini, Tuhan Yesus sedang menjelaskan kepada murid-murid-Nya bahwa doa adalah :
1. Bersekutu intim dengan Tuhan.
Jika kita mau berdoa, maka hal yang utama bukanlah isi dari doa, ataupun kata-kata yang diucapkan, tetapi kita harus masuk ke dalam “realm of prayer†dimana kita bersekutu dengan Bapa dan membangun hubungan yang erat dengan-Nya.
Markus 1 : 35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
Tuhan Yesus pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa dan bersekutu secara intim dan erat dengan Bapa. Sebagai anak Tuhan Yesus berdoa dan bersekutu dengan Bapa. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengajarkan murid-murid-Nya untuk berdoa dari posisi sebagai anak di hadapan Bapa.
Jika kita mau mulai untuk berdoa, maka hal pertama yang harus kita pulihkan lebih dulu posisi/ status kita di hadapan Tuhan, bahwa kita adalah anak Bapa di Surga. Itulah mengapa banyak orang berdoa tetapi tidak mengalami terobosan dalam doa-doa mereka, karena sebenarnya mereka tidak berdoa dari posisi anak, karena mereka tidak memiliki hubungan yang erat dan intim dengan Bapa.
Lukas 11 : 11 – 13 (baca) Jikalau bapa yang jahat di dunia ini saja tahu memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, apalagi Bapa kita di surga. Oleh sebab itu, berdoalah dari posisi anak, karena kita memiliki hubungandan pesekutuan yang intim dengan Bapa.
Pada waktu Tuhan Yesus mengajarkan kita berdoa dengan berkata: “Bapa Kami…†hal itu berarti kita bersama dengan Tuhan Yesus sendang berdoa dan berseru bersama-sama dengan Tuhan Yesus di hadapan Bapa.
Matius 6 : 8 – 10 (baca) Kalau kita berdoa, hal itu bukan hanya ungkapan akan keperluan kita saja, karena sebenarnya Tuhan sudah menyediakan yang kita perlukan, tetapi yang Tuhan maksudkan adalah setiap kali kita berdoa kita mengagungkan Tuhan, menyatakan Pribadi-Nya dan mendeklarasikan pengalaman serta pengenalan kita tentang Tuhan secara pribadi dalam hidup kita melalui penyembahan kita. Hal ini menolong kita untuk lebih fokus untuk bersekutu dalam doa ketika kita berdoa.
Deklarasikan Kehendak Tuhan terjadi dalam hidup kita seperti yang di Surga.
Matius 6 : 11 – 14 Dalam Doa Bapa kami ini, kemudian Tuhan Yesus lebih menjelaskan dan menekankan tentang hal mengampuni dari semua bagian dalam doa tersebut. Artinya hal mengampuni adalah bagian yang sangat penting ketika kita berdoa. Di level tertentu kita mengampuni orang lain, maka di level itu juga Tuhan akan mengampuni kita, sebaliknya jika kita tidak mengampuni maka Bapa pun tidak akan mengampuni kita.
Apa yang membuat hubungan kita dengan Tuhan tidak intim? bukan karena kita tidak memberikan waktu bersama dengan Tuhan, tetapi karena ada penghalang, dan penghalang itu adalah TIDAK MENGAMPUNI!
Tuhan menjalaskan isi hati-Nya kepada Musa, ketika Musa ingin mengenal Tuhan lebih dalam Keluaran 34 : 2 – 6 Musa naik ke gunung Sinai dan masuk ke dalam “realm of prayerâ€Âdan Tuhan turun dalam awan dan berdiri di dekat dengannya.Bapa ingin dekat dan erat dengan kita, Dia tidak mau jauh dari kita. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa Bapa datang dan mencari manusia. Karena Bapa penyayang pengasih, dan panjang sabar, berlimpah kasih-setia-Nya, murah hati, serta penuh dengan kasih.
Itulah sebabnya Bapa menghendaki agar kita juga panjang sabar, murah hati untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Apapun pergumulan dalam hidup kita, hal yang pertama yang harus kita selesaikan adalah area pengampunan/ mengampuni. Karena kalau area itu belum diselesaikan maka doa –doa kita tidak bisa dijawab!
Salah satu tanda pada akhir zaman adalah orang sulit untuk mengampuni, karena kasih kebanyakan orang telah menjadi dingin. Kasih dimaksudkan adalah kasih yang berasal dari Bapa di Surga. Jika kita menerima pengampunan dari Tuhan, maka kita juga bisa melepaskan pengampunan bagi orang lain. Seberapa besar kasih dan pengampunan yang kita terima dari Tuhan, maka sebesar itu juga yang bisa kita berikan kepada orang lain. Pengampunan Tuhan itu seperti air terjun, berjuta-juta liter per detik!
Matius 5 : 23 – 24 Kita harus mengampuni sebelum kita mempersembahkan korban di hadirat Tuhan! Efesus 4 : 26 – 27 Jangan memberi kesempatan kepada iblis, jika kita marah maka kita harus selesaikan/ berdamai selama masih ada kesempatan.
Mengampuni adalah hal yang sangat penting, bahkan di atas salib pun Tuhan Yesus mengampuni orang yang menyalibkan-Nya. Kita harus melepaskan pengampunan dari isi hati kita kepada orang lain, maka hidup kita akan dipulihkan.
Kekecewaan, tawar hati, sakit hati, kemarahan, kepahitan, kebencian, dsb terekam di alam alam bawah sadar, di hati dan jiwa kita. Area ini harus dilepaskan supaya tubuh kita disembuhkan, dipulihkan dan dan mengalami terobosan. Mengampuni bukan dimulai dari pikirand dan perasaan, tetapi di dalam hati (manusia roh).
Galatia 2 : 20 (baca)kita hidup bukan lagi dari diri kita sendri, tetapi Kristus yang hidup di dalam kita. Itu sebabnya, pada waktu kita mengampuni orang lain, hal itu berarti Kristus yang ada di dalam kitapun turut mengampuni bersama-sama dengan kita.
1 Tesalonika 5 : 17 Tetaplah berdoa! Berdoa dalam realm of prayer, dalam kasih dan pengampuan, maka buah-buah Roh itu akan nyata dalam doa kita.
2. Diubahkan (Transformasi) menjadi seperti Tuhan!
Diubahkan menjadi seperti Tuhan artinya bukan lagi kehendak kita yang jadi, tetapi kehendak Tuhan, bukan lagi perkataan dan pembelaan kita, tetapi perkataan dan pembelaan Tuhan. Itulah yang dimaksudkan 2 Korintus 3 : 18 bahwakita ditransformasikan/ diubahkan mencerminkan wajah dan kemuliaan Tuhan.
Hendaklah damai Sejahtera Kristus memerintah di hati kita, sehingga kemana saja kita membawa atmosfir kemuliaan Tuhan.
3. Menjadi satu dengan Tuhan
Yohanes 5 : 17, 19 Sama seperti Tuhan Yesus senantiasa bergantung kepada Bapa dan melakukan apa yang Bapa lakukan, maka menjadi satu dengan Tuhan artinya kita tidak bisa mengerjakan sesuatu tanpa bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.
Musa mengenal jalan-jalan Tuhan itu sebabnya Musa hanya mau berjalan jika Tuhan berjalan bersama dengan mereka menuju tanah Kanaan. Aku dan Bapa adalah satu Yohanes 10 : 30.
Kristianos adalah pengikut Kristus, atau menjadi satu dengan Kristus. Perkataan Tuhan akan menjadi rhema dalam perkataan kita untuk kita ucapkan dan nyatakan. Menjadi satu berarti tidak ada lagi jarak antara kita dengan Tuhan Yohanes 11 : 41 – 42, sehingga kehendak Bapa menjadi kehendak kita untuk kita nyatakan. Amin
