Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
GEREJA YANG BERTUMBUH DALAM IMAN, KASIH DAN PENGHARAPAN
Rev. DR. Daniel Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 17 Januari 2016)
Pembacaan Alkitab : 1 Tesalonika 1:2-10
Gereja bukanlah partai politik ataupun institusi bisnis, karena gereja adalah tubuh Kristus dan Kerajaan Allah di bumi ini. itu sebabnya Kita (saudara dan saya) ada di GDS hari ini karena kita dipanggil dan dipilih oleh Tuhan, dan kita memberikan respon dari panggilan itu. Selalu ada two ways traffic, yaitu Tuhan mencari kita, dan kita menyambutnya, maka kita ada di dalam Kerajaan-Nya.
Tesalonika adalah ibu kota dari Makedonia dalam kekaisaran Romawi. Kota itu masih ada sampai hari ini dengan nama “Salonika†di Yunani. Provinsi Makedonia sangat terkenal karena loyal dan setia kepada kekaisaran Romawi. Selama beberapa waktu Rasul Paulus berkhotbah dan mengajar di Sinagoge maka lahirlah jemaat di Tesalonika ini.
Jemaat Tesalonika lahir di tengah-tengah keributan besar Kisah Para Rasul 17 : 4 – 6 (baca) yaitu ketika Paulus dan Silas datang dan memberitakan Injil, orang-orang Yahudi menjadi iri hati dan dibantu oleh beberapa penjahat (kelompok radikal/ preman) mengadakan keributan dan kekacauan untuk menentang Paulus dan Silas. Meskipun dalam penganiayaan jemaat Tesalonika adalah jemaat yang menjadi teladan bagi semua orang percaya di Makedonia dan Akhaya 1 Tesalonika 1 : 7.
Dimanapun Injil diberitakan pasti terjadi kekacauan dalam alam roh, karena Injil memutar balikkan dunia ini, mengubahkan atmosfir di dalam keluarga dan masyarakat dari menyembah iblis untuk dibawa kepada menyembah Tuhan.
Jemaat Tesalonika bertumbuh luar biasa, di tengah penganiayaan tetapi mereka terus memberitakan Injil. Surat Tesalonika (1&2) menulis tentang bagaimana seharusnya kehidupan anak-anak Tuhan menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kali. Surat ini ditulis untuk memberikan dorongan yang positif, semangat, pengajaran serta membawa jemaat untuk mengerti bahwa mereka harus diperlengkapi untuk memberitakan Injil.
Mengapa jemaat Tesalonika disebut sebagai JEMAAT TELADAN? Karena mereka bertumbuh di dalam pekerjaan IMAN, usaha KASIH, dan ketekunan PENGHARAPAN. 1 Tesalonika 1 : 3
Karakteristik gereja teladan:
1. PEKERJAAN IMAN.
Iman jemaat terus bertumbuh 2 Tesalonika 1 : 3 (baca). Iman harus semakin bertumbuh dan bertambah, dan tidak boleh statis. Kasih harus semakin kuat. Jemaat Tesalonika bukanlah jemaat yang sempurna, masih ada banyak masalah dan kekurangan (2 Tesalonika 3 : 3). Tetapi yang luar biasa, jemaat Tesalonika terus-menerus bertumbuh di dalam iman.
Apa yang dimaksud dengan pekerjaan iman? Yohanes 6 : 27 – 29, 35 (baca) Pekerjaan iman adalah PERCAYA 100% kepada Tuhan Yesus Kristus. Di dalam Tuhan Yesus kita diberkati, tetapi lebih dalam lagi Tuhan menghendaki jika iman kita terus bertumbuh, memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan, karena Tuhan Yesus adalah roti hidup. Tuhan Yesus harus menjadi prioritas utama dalam hidup kita. Iman Jemaat Tesalonika bertumbuh karena mereka senantiasa mengutamakan Tuhan dalam kehidupan mereka.
Sebagai anak-anak Tuhan pekerjaan iman kita adalah selalu menjadikan TUHAN prioritas, nomor satu di dalam hidup kita! Tuhan dan gereja-Nya (pekerjaan-Nya) harus menjadi prioritas, maka semuanya yang lain akan ditambahkan kepada kita. Keadaan dunia saat ini menuntut kita, sebagai anak-anak Tuhan harus semakin lebih kuat di dalam Tuhan Yesus. Untuk itu kita harus setia dalam mengikut Tuhan, berdoa, cinta kepada firman Tuhan.
1 Tesalonika 1 : 9 – 10 (baca) Pekerjaan Iman Jemaat di Tesalonika dinyatakan dalam hal sikap mereka dalam menyambut hamba Tuhan dengan sukacita dan antusias. Sebagai WARGA GDS setiap kali kita datang ke gereja untuk beribadah maupun melayani harus penuh dengan semangat dan antusias, bahwa kita sudah dan akan diberkati. Jika kita bersikap positif maka hasilnya akan positif.
Pada waktu firman Tuhan disampaikan, jangan bersikap negatif dan seolah-olah sudah tahu apa yang sedang disampaikan, karena kita tidak akan mengalami berkat. Sebaliknya kita harus positif dan terbuka untuk menerima firman Tuhan yang sedang disampaikan, sekalipun mungkin firman Tuhan itu pernah dikhotbahkan ataupun diajarkan tetapi pewahyuan dan kuasa-Nya selalu baru dan sehingga kita semakin dikuatkan.
Setiap kita yang bertobat dari hidup yang lama dipanggil untuk melayani Tuhan (sesuai bidang masing-masing), Apa yang menjadi talenta, karunia, keahlian kita itulah berkat yang Tuhan berikan untuk melayani Tuhan, dan bukan untuk kepentingan diri sendiri saja.
Kita harus berbalik dari berhala (hobi, dosa, kesenangan dunia) untuk melayani Allah yang hidup dan benar, dan miliki pengharapan utnuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus.
Bagaimana supaya iman kita bertumbuh? IMAN timbul dari PENDENGARAN oleh Firman Kristus Roma 10 : 17 Firman Kristus bukanlah doktrin supaya kita masuk kepada “agama†Kristen, tetapi supaya kita memiliki hubungan pribadi dengan Allah yang hidup dan benar. Itu sebabnya penting kita berdoa bersama, tertanam di Komsel, aktif beribadah dan melayani Tuhan di GDS.
1 Tesalonika 1 : 5 (baca) Setiap kali firman Tuhan diberitakan ada kuasa Roh Kudus yang luar biasa, namun hal itu bergantung kita, jika kita buka hati maka firman itu berkuasa dan bekerja di dalam hidup kita.
1 Tesalonika 2 : 13 (baca) Firman Tuhan akan bekerja apabila ada dua sisi yang saling terkait. Dari Tuhan, firman disampaikan dalam urapan Roh Kudus, dan dari kita harus menyambut firman Tuhan dengan sukacita bukan sebagai perkataan mansuia, tetapi firman yang penuh kuasa, maka mujizat Tuhan terjadi. Iman timbul karena mendengar firman Tuhan, ketika kita memberikan respon, maka Roh Kudus bekerja menumbuhkan iman di dalam roh kita.
Oleh sebab itu JAGA TELINGA KITA. Dengarlah hal-hal yang benar dan positif. Dengarlah firman Tuhan di atas semuanya, dengarlah lagu-lagu rohani, dan semua hal yang membangkitkan iman dan percaya kita kepada Tuhan. Jangan dengar hal-hal negatif dan sifatnya menjatuhkan. Ingat orang yang tidak bertumbuh, selalu ingin orang lain ditarik turun seperti dia. itu sebabnya bergaul dengan orang yang maju dan sukses karena dia akan menarik anda untuk maju dan sukses.
1 Korintus 15 : 33 (baca) Jika kita mau serius bertumbuh di dalam iman, maka kita harus memilih teman-teman yang positif, yang selalu berbicara dengan kata-kata yang positif, membangkitkan iman, semangat, supaya roh kita makin kuat di dalam Tuhan. Ingatlah “APA YANG TERUS-MENERUS KITA DENGAR, ADALAH YANG KITA AKAN PERCAYAI.â€Â
Selain mendengar ada juga pengaruh dari MELIHAT. 2 Korintus 5 : 7 (baca) Melihat juga bisa menghalangi pertumbuhan iman kita. Itu sebabnya firman Tuhan menegaskan bahwa kita hidup karena percaya, bukan karena melihat . Contoh: Matius 14 : 29 – 30 (baca). Petrus takut dan tenggelam ketika dia mengarahkan pandangannya kepada ombak dan gelombang di sekitarnya.
Apapun yang kita lihat, ingatlah kita harus MELIHAT TUHAN YESUS LEBIH JELAS DARI PADA MELIHAT HAL YANG LAIN. Ibrani 11 : 1 – 3 (baca) kita harus percaya bahwa Tuhan diatas semua keadaan yang kita lihat.
Bagaimana iman kita timbul? IMAN harus dipraktekan, harus dikerjakan, diwujudnyatakan dalam hidup kita.Yakobus 1 : 21 – 22 (baca) Kita harus menjadi pelaku firman. Terima firman Tuhan dan praktekkan dalam hidup kita.
Bagaimana kita mempraktekkan firman Tuhan? Yakobus 1 : 22 Iman bekerja sama dengan perbuatan-perbuatan, dan oleh perbuatan itu iman menjadi sempurna. Tuhan menghendaki agar iman kita mencapai kesempurnaan. Jangan kompromi maupun melibatkan diri untuk hal-hal yang bertentangan dan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan.
Yakobus 2 : 17 Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya mati. Dengan mempraktekan iman (melayani Tuhan), maka iman kita akan bertumbuh. Jemaat Tesalonika menjadi teladan karena mereka semua aktif melayani, ada kekuaranag, tetepi tidak berhenti dalam kekurangan, melainkan terus bertumbuh di dalam iman.
2. Usaha KASIH.
Apa itu usaha kasih? 2 Korintus 5 : 14 – 15 (baca) Ini adalah panggilan kekrstenan, bahwa kita dipanggil bukan untuk diri sendiri tetapi untuk melayani Tuhan. kekristenan adalah kita dipanggil untuk melakukan kasih. Apapun keadaan kita, latar belakang kita, panggilan kita untuk melayani kita.
Roma 12 : 9 – 12 (baca) Kasih Kristus adalah kasih yang sejati dan tidak pura-pura, oleh sebab itu hendaklah Kasih Kristus yang menguasai hidup kita, supaya kita harus saling mengasihi seperti Tuhan Yesus. Biarlah roh kita menyala-nyala dan melayani Tuhan, beribadah dengan besungguh hati, memberi dengan sukacita, apapun yang kita perbuat harus dasarnya adalah KASIH. Jemaat Tesalonika menjadi teladan dimana-mana, karena dalam penganiayaan mereka tetap mengasihi Tuhan. Kita harus Bertekun dalam doa, sabar di dalam pengharapan
2 Korintus 4 : 16 – 18(baca) Pengurapan orang percaya dasarnya adalah melihat dengan iman (yang tdak kelihatan), bukan melihat yang kelihatan. Kita harus bersukacita di dalam Tuhan, sekalipun kita tidak melihat Tuhan, namun kita percaya bahwa Tuhan senantiasa ada bersama kita. Itu sebabnya kita harus terus bertumbuh di dalam iman, dalam mengasihi Tuhan, dan hidup dalam pengharapan. Apapun keadaan kita sekarang, tetaplah pada pengharapan bahwa Tuhan akan menjawab doa-doa kita tepat pada waktunya. Amin
